‹ Daftar slidePertemuan 14: Pemeliharaan dan Keandalan: preventive vs breakdown, reliabilitas sistem
Program Studi Bisnis Digital • FEB
Manajemen Operasi
Pertemuan 14 — Pemeliharaan dan Keandalan
Preventive vs breakdown maintenance, dan bagaimana mengukur keandalan (reliabilitas) sistem produksi — menutup rangkaian materi Manajemen Operasi sebelum UAS.
RPS MINGGU 15 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Preventive vs Breakdown Maintenance
Dua strategi dasar pemeliharaan, trade-off biayanya, dan perhitungan lengkap perbandingan total biaya.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu membandingkan strategi pemeliharaan & menghitung ukuran keandalan sistem produksi (Sub-CPMK Minggu 15). Secara rinci:
Kognitif
Bedakan
Membedakan breakdown maintenance, preventive maintenance, dan predictive maintenance beserta kapan masing-masing tepat dipakai.
Aplikasi
Hitung & Rancang
Menghitung MTBF, MTTR, dan availability sistem, serta merancang konfigurasi keandalan seri/paralel yang lebih tangguh.
Apa Itu Pemeliharaan (Maintenance)?
Pemeliharaan (maintenance) adalah seluruh aktivitas menjaga peralatan & fasilitas produksi tetap berfungsi sesuai standar — mencegah kerusakan atau memulihkan kondisi setelah rusak.
Mengapa strategis? Downtime mesin tak terduga bisa menghentikan seluruh lini produksi, menunda pengiriman, dan merusak reputasi — pemeliharaan bukan sekadar biaya perawatan, tapi investasi menjaga kapasitas & keandalan operasi.
Contoh sehari-hari: maskapai Garuda Indonesia merawat mesin pesawat secara sangat ketat karena kegagalan berarti keselamatan, bukan hanya kerugian finansial; pabrik AMDK di Klaten merawat mesin pembotolan agar lini produksi tidak berhenti mendadak.
Breakdown Maintenance: Perbaiki Setelah Rusak
Karakteristik Breakdown (Reactive) Maintenance
Definisi — mesin dibiarkan beroperasi sampai benar-benar rusak, baru diperbaiki (reaktif)
Kelebihan — tidak ada biaya perawatan rutin; cocok untuk komponen murah & non-kritis (mis. lampu, alat sederhana)
Kelemahan — downtime tak terduga, biaya perbaikan darurat lebih mahal, risiko kerusakan komponen lain menular
Cocok dipakai bila — kerusakan tidak berbahaya, biaya penggantian rendah, dampak henti produksi minimal
Preventive Maintenance: Rawat Sebelum Rusak
Time-based (Terjadwal)
Perawatan/penggantian komponen berdasarkan jadwal tetap (mis. tiap 3 bulan)
Sederhana diterapkan, tapi bisa boros — komponen diganti walau kondisinya masih baik
Condition-based / Predictive
Perawatan berdasarkan kondisi aktual mesin (getaran, suhu, suara) via sensor
Lebih efisien — interval perawatan mengikuti kebutuhan riil, bukan asumsi kalender
Trade-off Klasik: Biaya Preventive vs Biaya Breakdown
Semakin besar investasi preventive maintenance, semakin kecil biaya breakdown — total biaya pemeliharaan minimum ada di titik keseimbangan, bukan di titik nol kerusakan.
Hitung dari Nol: Breakdown vs Preventive Maintenance
Kasus: PT Armada Logistik Semarang, 50 truk. Tanpa program preventive, terjadi 8 insiden breakdown/tahun, biaya per insiden (kerugian pengiriman + perbaikan darurat) Rp 15.000.000. Program preventive baru: biaya Rp 1.000.000/truk/tahun, menekan breakdown jadi 2 insiden/tahun.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Biaya breakdown tanpa preventive
8 insiden × Rp 15.000.000
Rp 120.000.000
Biaya program preventive (baru)
50 truk × Rp 1.000.000
Rp 50.000.000
Biaya breakdown residual (dengan preventive)
2 insiden × Rp 15.000.000
Rp 30.000.000
Total biaya dengan preventive
Rp 50.000.000 + Rp 30.000.000
Rp 80.000.000
Interpretasi: penghematan = Rp 120 juta − Rp 80 juta = Rp 40.000.000 (40 juta ÷ 120 juta ≈ 33% lebih hemat) — program preventive terbukti lebih murah meski ada biaya rutin di depan.
Coba Sendiri: Uji Ulang Kelayakan Program Preventive
Ubah jumlah insiden, biaya per insiden, dan biaya program preventive untuk melihat apakah preventive tetap lebih hemat.
Bagian 2 dari 3
Keandalan Sistem (Reliability)
Mengukur keandalan lewat MTBF, MTTR, dan availability, lalu merancang konfigurasi seri vs paralel untuk sistem yang lebih tangguh.
Mengukur Keandalan: MTBF, MTTR, Availability
Reliabilitas (keandalan) adalah probabilitas sebuah sistem/komponen berfungsi sesuai spesifikasi selama periode waktu tertentu tanpa mengalami kegagalan.
MTBF
Mean Time Between Failures — rata-rata waktu operasi normal antar kerusakan
MTTR
Mean Time To Repair — rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kerusakan
Availability
Persentase waktu sistem benar-benar siap beroperasi = MTBF ÷ (MTBF+MTTR)
Hitung dari Nol: MTBF, MTTR & Availability
Kasus: Mesin produksi PT Sinar Abadi Kudus beroperasi 720 jam/bulan (30 hari × 24 jam). Dalam sebulan terjadi 4 kali kerusakan, total waktu perbaikan (downtime) 24 jam.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Waktu operasi normal (uptime)
720 jam − 24 jam
696 jam
MTBF
696 jam ÷ 4 kerusakan
174 jam
MTTR
24 jam ÷ 4 kerusakan
6 jam
Availability
174 ÷ (174 + 6)
96,7%
Interpretasi: mesin ini rata-rata bertahan 174 jam antar kerusakan & pulih dalam 6 jam — siap beroperasi 96,7% dari total waktu, sisanya 3,3% (≈24 jam/bulan) hilang untuk perbaikan.
Coba Sendiri: Hitung Keandalan Mesin Anda
Ubah jam operasi, jumlah kerusakan, dan total downtime untuk melihat MTBF, MTTR, dan availability terhitung otomatis.
Konfigurasi Seri vs Paralel: Dampak ke Keandalan Sistem
Reliabilitas sistem seri = perkalian reliabilitas tiap komponen (lebih rapuh); reliabilitas sistem paralel (redundan) jauh lebih tinggi karena ada cadangan.
Konteks digital: server web yang di-backup server cadangan (paralel) jauh lebih andal daripada satu server tunggal yang harus selalu berfungsi (seri).
Walkthrough: Dari Breakdown Reaktif ke Predictive Maintenance
Studi kasus bertahap: pabrik tekstil menghadapi kerusakan mesin tenun berulang, lalu bertransisi ke predictive maintenance berbasis sensor.
Langkah
Kejadian
Kategori/Dampak
1. Kondisi awal
Mesin tenun berhenti mendadak tanpa peringatan
Breakdown maintenance reaktif, downtime tak terduga tinggi
2. Analisis data
Riwayat kerusakan menunjukkan pola: bearing aus setiap ~4 bulan
Terindikasi kebutuhan preventive terjadwal
3. Preventive time-based
Bearing diganti rutin tiap 3 bulan, tanpa cek kondisi aktual
Downtime turun, tapi sebagian part diganti saat masih baik (boros)
4. Upgrade predictive
Pasang sensor getaran (IoT) untuk memantau kondisi bearing real-time
Condition-based/predictive maintenance
5. Hasil akhir
Penggantian hanya saat sensor deteksi anomali getaran
Downtime & biaya part turun, keandalan meningkat
Latihan Kelas: Pilih Strategi Pemeliharaan yang Tepat
Kerjakan berpasangan (5 menit). Untuk setiap kasus berikut, tentukan strategi paling tepat: breakdown, preventive time-based, atau predictive — beserta alasannya.
Lampu penerangan gudang toko ritel kecil
Mesin turbin pembangkit listrik PLN yang beroperasi 24 jam
Server utama aplikasi e-commerce yang melayani jutaan transaksi/hari
Mesin fotokopi kantor cabang bank kecil
Mesin CNC presisi tinggi di pabrik komponen otomotif
Instruksi: tulis jawaban & alasan di kertas, kita bahas bersama 5 menit lagi.
Bagian 3 dari 3
Total Productive Maintenance & Teknologi
Dari strategi individual menuju budaya pemeliharaan menyeluruh (TPM) dan peran teknologi digital dalam predictive maintenance modern.
Total Productive Maintenance (TPM)
TPM adalah pendekatan pemeliharaan yang melibatkan seluruh karyawan, bukan hanya tim teknisi — operator ikut bertanggung jawab merawat mesin yang mereka jalankan sehari-hari.
Prinsip Inti TPM
Autonomous maintenance — operator melakukan perawatan dasar (bersihkan, lumasi, cek rutin) sendiri
Planned maintenance — jadwal preventive terstruktur oleh tim teknisi khusus
Fokus zero breakdown — target menghilangkan kerusakan mendadak lewat deteksi dini bersama
Terkait erat dengan lean operations (P13) — mesin rusak = salah satu bentuk pemborosan
Predictive Maintenance & Teknologi Digital
Predictive maintenance modern memanfaatkan sensor IoT, big data, dan machine learning untuk memprediksi kapan komponen akan gagal — sebelum gejalanya terlihat kasat mata.
Sensor IoT
Memantau getaran, suhu, tekanan, arus listrik secara real-time dan mengirim data ke sistem pusat
Analitik & ML
Model prediktif mengenali pola anomali dan memperkirakan sisa umur pakai (remaining useful life) komponen
Relevansi bisnis digital: perusahaan seperti GoTo & Telkomsel memantau kesehatan server/BTS secara real-time agar downtime layanan digital terdeteksi & dicegah sebelum pelanggan merasakan gangguan.
Studi Kasus: Pemeliharaan sebagai Keunggulan Bersaing
Kasus: Maskapai penerbangan yang menerapkan predictive maintenance pada mesin pesawat bisa mendeteksi potensi kerusakan komponen mesin beberapa penerbangan sebelum gejala terlihat — mengurangi pembatalan mendadak & menjaga jadwal on-time performance.
Menyatukan seluruh materi hari ini: strategi pemeliharaan yang tepat (P14 bagian 1) + pengukuran keandalan yang akurat (P14 bagian 2) + budaya TPM & teknologi digital (P14 bagian 3) = keunggulan bersaing operasional, bukan hanya urusan teknis.
Penjadwalan, lean/JIT, dan pemeliharaan & keandalan (P12–P14)
Benang merah: manajemen operasi selalu menjawab pertanyaan yang sama — bagaimana mengubah sumber daya menjadi barang/jasa secara efisien & andal, dari merancang strategi sampai menjaga mesin tetap berjalan.
Penutup: Persiapan UAS
UAS mencakup materi P8–P14 (setelah UTS) — fokus pada perhitungan (EOQ/ROP, MRP, penjadwalan, MTBF/availability) dan konsep (rantai pasokan, lean/JIT, TPM).
Checklist Belajar Mandiri
Ulangi seluruh tabel "Hitung dari Nol" P8–P14 tanpa melihat jawaban
Bedakan istilah berpasangan: preventive vs breakdown, MTBF vs MTTR, seri vs paralel
Latih soal studi kasus terintegrasi (gabungan ≥2 topik) di modul latihan
Bawa kalkulator; sebagian besar soal UAS berbasis perhitungan numerik
Sesi konsultasi/tanya-jawab tersedia sebelum UAS — manfaatkan untuk klarifikasi konsep yang masih rancu. Terima Kasih atas partisipasi Anda sepanjang semester ini.