Menjawab dua pertanyaan operasional paling mendasar: berapa banyak harus dipesan, dan kapan harus memesan — lewat EOQ, ROP, safety stock, dan klasifikasi ABC.
RPS MINGGU 10 • 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu merancang kebijakan persediaan dasar untuk sebuah bisnis. Secara rinci:
CAPAIAN 1 — EOQ
JUMLAH PESAN OPTIMAL
Menghitung Economic Order Quantity untuk meminimalkan total biaya persediaan.
CAPAIAN 2 — ROP & SAFETY STOCK
KAPAN MEMESAN ULANG
Menentukan titik pemesanan ulang dan cadangan pengaman di tengah permintaan yang tidak pasti.
CAPAIAN 3 — KLASIFIKASI ABC
PRIORITAS PENGENDALIAN
Mengelompokkan ribuan item persediaan berdasarkan nilai penggunaan tahunan (prinsip Pareto).
CAPAIAN 4 — PENERAPAN
STUDI KASUS RITEL & UMKM
Menerapkan ketiga alat di atas pada konteks bisnis Indonesia: ritel, e-commerce, dan UMKM.
Kenapa Persediaan Adalah Uang yang "Tidur"?
Persediaan (inventory) sering dianggap tanda kesiapan bisnis. Padahal, setiap unit yang menumpuk di gudang adalah modal yang tertahan dan tidak menghasilkan apa-apa.
TERLALU BANYAK STOK
MODAL MACET
Biaya simpan, risiko kadaluarsa/usang, dan ruang gudang membengkak — seperti gudang UMKM yang penuh barang tak laku.
TERLALU SEDIKIT STOK
KEHILANGAN PENJUALAN
Stockout membuat pelanggan kecewa dan beralih ke kompetitor — bayangkan Indomaret kehabisan galon air saat akhir pekan.
Manajemen persediaan bukan soal "banyak vs sedikit", melainkan menemukan titik keseimbangan yang meminimalkan total biaya. Inilah yang akan kita hitung hari ini.
Bagian 1 dari 3
Konsep Dasar & Economic Order Quantity (EOQ)
Memahami jenis persediaan, komponen biaya, dan model klasik untuk menentukan jumlah pesan optimal.
Apa itu Persediaan? Empat Jenisnya
Persediaan (inventory) adalah stok barang atau sumber daya yang disimpan untuk memenuhi permintaan di masa depan. Dalam operasi, persediaan dibedakan menjadi:
EMPAT JENIS PERSEDIAAN DALAM SISTEM OPERASI
Jenis
Contoh
Bahan Baku (raw material)
Tepung di pabrik roti, kain di pabrik konveksi.
Barang Setengah Jadi (WIP)
Baju yang sudah dipotong tapi belum dijahit.
Barang Jadi (finished goods)
Charger siap kirim di gudang Tokopedia.
MRO (maintenance, repair, operating)
Oli mesin, sarung tangan, alat tulis kantor.
Tiga Biaya yang Selalu "Bertarung"
Kebijakan persediaan yang baik meminimalkan jumlah tiga komponen biaya berikut — menurunkan satu biaya sering menaikkan biaya lainnya.
BIAYA PEMESANAN
ORDERING COST
Biaya administrasi, telepon, dan pengiriman tiap kali order dibuat. Makin sering pesan, makin tinggi total biaya ini.
BIAYA PENYIMPANAN
HOLDING/CARRYING COST
Sewa gudang, asuransi, risiko rusak/usang, dan bunga modal yang tertahan di stok. Makin banyak stok, makin tinggi biaya ini.
BIAYA KEKURANGAN
STOCKOUT COST
Kehilangan penjualan, kekecewaan pelanggan, dan biaya pesan darurat saat stok habis.
EOQ secara khusus menyeimbangkan biaya pemesanan vs biaya penyimpanan — dua biaya yang bergerak berlawanan arah terhadap ukuran pesanan.
Model EOQ: Asumsi dan Rumus Dasar
EOQ (Economic Order Quantity) mencari ukuran pesanan tetap yang meminimalkan total biaya pemesanan + penyimpanan per tahun.
ASUMSI UTAMA MODEL EOQ KLASIK
Permintaan (D) diketahui dan konstan sepanjang tahun.
Lead time (waktu tunggu pengiriman) tetap dan diketahui.
Tidak ada diskon kuantitas; harga per unit konstan.
Seluruh pesanan tiba sekaligus (bukan bertahap).
EOQ = √( 2 × D × S / H )
D = permintaan tahunan (unit) • S = biaya per pesan (Rp) • H = biaya simpan per unit per tahun (Rp)
Hitung dari Nol: EOQ Toko Aksesori Gawai
Sebuah toko online aksesori gawai di Semarang menjual charger dengan permintaan D = 10.000 unit/tahun, biaya pesan S = Rp200.000/pesan, biaya simpan H = Rp4.000/unit/tahun.
LANGKAH PERHITUNGAN EOQ
Langkah
Perhitungan
Nilai
2 × D × S
2 × 10.000 × 200.000
4.000.000.000
Bagi dengan H
4.000.000.000 / 4.000
1.000.000
EOQ = √1.000.000
akar kuadrat
1.000 unit
Frekuensi pesan/tahun (N)
D / EOQ = 10.000 / 1.000
10 kali
Total biaya (TC)
(10 × 200.000) + (1.000/2 × 4.000)
Rp4.000.000
Toko sebaiknya memesan 1.000 unit setiap kali order, sebanyak 10 kali per tahun (~ setiap 25 hari kerja), dengan total biaya persediaan minimum Rp4 juta/tahun.
Coba Sendiri: Hitung EOQ dengan Angka Toko Anda
Ubah permintaan tahunan, biaya pesan, dan biaya simpan untuk melihat EOQ dan total biaya persediaan bergerak seketika.
Mengapa Titik EOQ Optimal? Kurva Biaya
Secara visual, EOQ adalah titik persimpangan antara kurva biaya pemesanan (menurun) dan kurva biaya penyimpanan (menaik) — di titik itu total biaya paling rendah.
Bagian 2 dari 3
Reorder Point (ROP) & Safety Stock
EOQ menjawab "berapa banyak". Sekarang kita jawab pertanyaan berikutnya: "kapan harus memesan ulang?"
Reorder Point (ROP): Titik Pesan Ulang
ROP adalah level stok yang, ketika tercapai, memicu pemesanan baru — dihitung agar stok baru tiba tepat saat stok lama habis.
ROP = d × L
d = permintaan rata-rata per hari • L = lead time (hari tunggu pengiriman)
CONTOH SEDERHANA
PERMINTAAN STABIL
Jika permintaan harian selalu sama persis dan pengiriman selalu tepat waktu, ROP = d × L sudah cukup — tanpa cadangan tambahan.
MASALAH DUNIA NYATA
PERMINTAAN BERFLUKTUASI
Permintaan harian charger di toko online naik-turun (hari gajian, promo, akhir pekan) — risiko stockout muncul di sini.
Safety Stock: Bantalan Melawan Ketidakpastian
Safety stock adalah stok tambahan di atas kebutuhan rata-rata, disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan atau keterlambatan pengiriman.
DUA SUMBER KETIDAKPASTIAN
Variabilitas permintaan: penjualan harian tidak selalu sama — hari libur, promo, atau tren viral bisa membuat permintaan melonjak.
Variabilitas lead time: pengiriman dari pemasok bisa terlambat karena macet, cuaca, atau masalah logistik.
ROP (dengan safety stock) = (d × L) + SS
Tanpa safety stock, satu saja lonjakan permintaan atau keterlambatan pengiriman bisa membuat toko kehabisan stok — dan kehilangan penjualan ke kompetitor.
Service Level dan Faktor Z
Besar safety stock ditentukan oleh tingkat layanan (service level) yang ingin dicapai — probabilitas tidak kehabisan stok selama lead time.
SS = z × σd × √L
z = faktor service level • σd = simpangan baku permintaan harian • L = lead time
FAKTOR Z UNTUK BEBERAPA TINGKAT LAYANAN UMUM
Service Level
Makna
Faktor z
90%
10 dari 100 siklus berisiko stockout
1,28
95%
5 dari 100 siklus berisiko stockout
1,65
99%
1 dari 100 siklus berisiko stockout
2,33
Hitung dari Nol: ROP dengan Safety Stock
Toko yang sama: permintaan rata-rata harian d = 40 unit (dari D=10.000/250 hari kerja), lead time L = 6 hari, simpangan baku permintaan harian σd = 5 unit, target service level 95% (z = 1,65).
LANGKAH PERHITUNGAN ROP + SAFETY STOCK
Langkah
Perhitungan
Nilai
Kebutuhan selama lead time
d × L = 40 × 6
240 unit
√L (untuk rumus SS)
√6
≈ 2,45
Safety Stock (SS)
1,65 × 5 × 2,45
≈ 20 unit
ROP = (d × L) + SS
240 + 20
260 unit
Saat stok tersisa 260 unit, toko harus memesan ulang. Dari 260 unit itu, 20 unit adalah cadangan pengaman untuk lonjakan permintaan selama masa tunggu 6 hari.
Coba Sendiri: Uji ROP di Berbagai Service Level
Ubah lead time, simpangan baku permintaan, dan target service level untuk melihat ROP dan safety stock berubah otomatis.
Bagian 3 dari 3
Klasifikasi ABC & Penerapan Praktis
Tidak semua item persediaan layak dianalisis sedetail EOQ — di sinilah prinsip Pareto membantu memprioritaskan.
Klasifikasi ABC: Prinsip Pareto pada Persediaan
Klasifikasi ABC mengelompokkan item persediaan berdasarkan nilai penggunaan tahunan (volume × harga per unit) — bukan sekadar volume fisik atau harga saja.
KELAS A
~20%
item, tapi menyumbang ~70-80% nilai penggunaan tahunan. Butuh pengawasan ketat.
KELAS B
~30%
item, menyumbang ~15-20% nilai penggunaan tahunan. Pengawasan moderat.
KELAS C
~50%
item, menyumbang hanya ~5-10% nilai penggunaan tahunan. Pengawasan sederhana.
Prinsip ini mirip aturan 80/20 (Pareto): sebagian kecil item menyumbang sebagian besar nilai — fokuskan energi manajerial di sana.
Strategi Pengendalian: Beda Kelas, Beda Perlakuan
Setelah diklasifikasikan, setiap kelas mendapat intensitas pengendalian yang berbeda — inilah manfaat praktis klasifikasi ABC.
KEBIJAKAN PENGENDALIAN PER KELAS
Kelas
Frekuensi Hitung Stok
Metode Perencanaan
A
Mingguan (cycle counting ketat)
EOQ + safety stock dihitung presisi per item
B
Bulanan
EOQ disederhanakan, review berkala
C
Triwulanan/tahunan
Aturan sederhana (mis. pesan 2 kali setahun dalam jumlah besar)
Kesalahan umum: memberi perhatian sama rata ke semua item. Ini memboroskan waktu manajer di item kelas C yang dampaknya kecil, sambil mengabaikan risiko besar di kelas A.
Studi Kasus: Menyatukan EOQ, ROP, dan ABC
Sebuah UMKM ritel sembako di Semarang menerapkan ketiga alat sekaligus untuk mengelola lebih dari 300 jenis produk.
LANGKAH 1: ABC
SARING PRIORITAS
Beras dan minyak goreng (Kelas A) diidentifikasi sebagai penyumbang nilai penjualan terbesar meski jenisnya hanya sedikit.
LANGKAH 2: EOQ + ROP
HITUNG PRESISI
Untuk beras dan minyak goreng, pemilik menghitung EOQ dan ROP secara presisi agar tidak pernah kehabisan stok.
Hasilnya: modal yang tadinya menumpuk di ratusan item kelas C dialihkan ke pengelolaan ketat item kelas A — perputaran modal lebih cepat, stockout produk andalan turun drastis.
Latihan: Hitung Kebijakan Persediaan Anda Sendiri
Kerjakan secara individu (10 menit), lalu kita bahas bersama.
SOAL LATIHAN
Sebuah toko alat tulis daring memiliki data untuk buku catatan sebagai berikut:
Permintaan tahunan (D) = 8.000 unit
Biaya per pesan (S) = Rp250.000
Biaya simpan per unit/tahun (H) = Rp5.000
Lead time (L) = 5 hari (asumsi 250 hari kerja/tahun)
Simpangan baku permintaan harian (σd) = 4 unit, target service level 95% (z = 1,65)
Instruksi: (1) hitung EOQ, (2) hitung permintaan harian rata-rata (d), (3) hitung safety stock, (4) hitung ROP akhir. Gunakan langkah yang sama seperti pada slide "Hitung dari Nol" sebelumnya.
Kesimpulan (Takeaways)
1. EOQ
BERAPA BANYAK DIPESAN
Menyeimbangkan biaya pemesanan vs penyimpanan di titik total biaya minimum.
2. ROP & SAFETY STOCK
KAPAN DIPESAN ULANG
ROP menetapkan titik pesan ulang; safety stock jadi bantalan atas ketidakpastian permintaan dan lead time.
3. Klasifikasi ABC: tidak semua item layak dianalisis sedetail EOQ — fokuskan pengawasan ketat pada item kelas A yang menyumbang mayoritas nilai penggunaan tahunan, dan sederhanakan pengelolaan item kelas C. Minggu depan kita lanjut ke Material Requirement Planning (MRP), yang memperluas logika persediaan ini ke komponen dan bahan baku dengan permintaan tidak bebas (dependent demand).