stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Peramalan Permintaan: rata-rata bergerak, exponential smoothing, tren, akurasi (MAD/MSE/MAPE)
Program Studi Bisnis Digital • FEB

Manajemen Operasi

Pertemuan 3 — Peramalan Permintaan

Rata-rata bergerak (moving average), exponential smoothing, pola tren, dan cara mengukur ketepatan ramalan lewat MAD, MSE, MAPE. Peramalan permintaan = memperkirakan jumlah barang/jasa yang akan diminta pasar di masa depan.

RPS minggu 3 • 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda mampu menyusun dan mengevaluasi ramalan permintaan dengan metode time-series (Sub-CPMK 3).

CAPAIAN 1 · RATA-RATA
SMA & WMA
Menghitung ramalan dengan Simple Moving Average dan Weighted Moving Average dari data historis.
CAPAIAN 2 · PEMULUSAN
α
Menerapkan exponential smoothing dan memilih konstanta pemulusan α (alpha) yang tepat.
CAPAIAN 3 · TREN
POLA
Mengenali pola tren, musiman, siklus, acak dalam data permintaan dan menyesuaikan metode peramalan.
CAPAIAN 4 · AKURASI
MAD/MSE/MAPE
Menghitung MAD, MSE, MAPE untuk mengukur dan membandingkan ketepatan beberapa metode ramalan.

Mengapa Peramalan adalah "Titik Nol" Manajemen Operasi?

Hampir semua keputusan operasi bergantung pada ramalan permintaan — kapasitas, persediaan, jadwal produksi, bahkan perekrutan karyawan. Tiga kasus nyata:

RITEL · INDOMARET
STOK LEBARAN
Ramalan permintaan sirup & kue kering terlalu rendah menjelang Lebaran → rak kosong, omzet hilang.
E-COMMERCE · TOKOPEDIA
GUDANG PENUH
Ramalan terlalu tinggi pada kampanye 12.12 → gudang overstock, biaya simpan membengkak.
UMKM · BAKERY
ROTI BASI
Toko roti tanpa metode ramalan → produksi asal tebak, roti sisa basi & terbuang tiap hari.
Ketiga kasus ini punya akar masalah sama: tidak ada metode ramalan sistematis. Hari ini Anda belajar menggantinya dengan angka yang bisa dipertanggungjawabkan.
Bagian 1 dari 3
Dasar Peramalan & Pola Permintaan
Sebelum menghitung, kita kenali dulu jenis peramalan menurut horizon waktu, dan empat pola dasar yang bisa muncul dalam data permintaan.
Horizon Waktu 4 Pola Data

Jenis Peramalan Menurut Horizon Waktu

Pilihan metode peramalan selalu bergantung pada rentang waktu yang diramal. Tiga horizon utama:

TIGA HORIZON PERAMALAN
PENDEK< 3 bulanMENENGAH3 bulan – 2 tahunPANJANG> 2 tahunstrategi & lokasi pabrik
PENDEK
jadwal produksi & belanja bahan
Fokus pertemuan hari ini — metode kuantitatif time-series.
MENENGAH
perencanaan agregat (P8)
Input untuk strategi chase vs level di Pertemuan 8.
PANJANG
lokasi & kapasitas pabrik
Biasanya kualitatif — pendapat ahli, riset pasar.

Empat Pola Dasar dalam Data Permintaan

Sebelum memilih metode, kenali dulu bentuk pola data historis Anda. Empat pola yang paling sering muncul:

EMPAT POLA — GRAFIK PERMINTAAN vs WAKTU
TRENnaik/turun bertahapMUSIMANberulang tiap periode tetapSIKLUSgelombang panjang tak tetapACAKtak berpola, sulit diramal
Contoh Indonesia: tren = pertumbuhan pengguna dompet digital tahunan; musiman = lonjakan penjualan sirup tiap Ramadan; siklus = naik-turun penjualan properti mengikuti siklus ekonomi; acak = lonjakan mendadak akibat viral media sosial.

Rata-rata Bergerak Sederhana (Simple Moving Average)

SMA meramal periode berikutnya sebagai rata-rata dari n periode terakhir — metode paling sederhana untuk data tanpa tren kuat.

Ft₊₁ = (Aₜ + Aₜ₋₁ + … + Aₜ₋ₙ₋₁) ÷ n
MAKNA SIMBOL
Ft₊₁ & At
Ft₊₁ = ramalan periode depan. At = permintaan aktual periode t. n = jumlah periode yang dirata-ratakan.
SIFAT n
n KECIL vs BESAR
n kecil (mis. 3) → lebih responsif terhadap perubahan terbaru. n besar → lebih halus, tapi lambat bereaksi.
SMA memberi bobot sama ke semua periode dalam jendela n — kelemahannya, ia tidak membedakan data minggu lalu dengan data bulan lalu.

Hitung dari Nol: Ramalan SMA 3-Bulan

Data permintaan roti UMKM "Kenanga" (unit/bulan). Kita ramalkan April–Juli dengan rata-rata 3 bulan terakhir.

DATA AKTUAL — JAN–JUN
BulanPermintaan (unit)
Januari120
Februari132
Maret126
April138
Mei130
Juni144
RAMALAN SMA(3)
LangkahPerhitunganNilai
F-April(120+132+126) ÷ 3126
F-Mei(132+126+138) ÷ 3132
F-Juni(126+138+130) ÷ 3131,33
F-Juli(138+130+144) ÷ 3137,33
Ramalan Juli ≈ 137,33 unit — jendela 3 bulan bergeser maju tiap kali kita punya data baru, sehingga disebut "bergerak" (moving).

Rata-rata Bergerak Tertimbang (Weighted Moving Average)

WMA memperbaiki kelemahan SMA dengan memberi bobot lebih besar ke data terbaru — lebih realistis karena kondisi pasar terkini lebih relevan.

Ft₊₁ = ∑(wₜ × Aₜ) ÷ ∑wₜ
ATURAN BOBOT
wₜ ↑
Bobot w harus dijumlahkan = 1 (atau dinormalisasi). Periode paling baru diberi bobot paling besar.
CONTOH BOBOT 3 PERIODE
3–2–1
Bulan terbaru bobot 3, dua bulan lalu bobot 2, tiga bulan lalu bobot 1. Total bobot = 6.
WMA lebih responsif terhadap perubahan terbaru dibanding SMA — cocok saat pasar bergerak cepat, misalnya tren belanja daring menjelang kampanye diskon.

Hitung dari Nol: Ramalan WMA dengan Bobot 3–2–1

Data yang sama dengan slide sebelumnya. Bobot: bulan terbaru ×3, dua bulan lalu ×2, tiga bulan lalu ×1 (total bobot 6).

RAMALAN WMA(3–2–1)
LangkahPerhitunganNilai
F-April(3×126+2×132+120) ÷ 6127
F-Mei(3×138+2×126+132) ÷ 6133
F-Juni(3×130+2×138+126) ÷ 6132
F-Juli(3×144+2×130+138) ÷ 6138,33
BANDINGKAN DENGAN SMA
WMA > SMA
F-Juli WMA = 138,33 vs SMA = 137,33. WMA sedikit lebih tinggi karena Juni (144, bulan terbaru) dibobot ×3 — lebih peka terhadap lonjakan terbaru.

Coba Sendiri: Bandingkan SMA dan WMA Langsung

Ubah deret data permintaan dan bobot periode untuk melihat bagaimana SMA dan WMA menghasilkan ramalan yang berbeda pada data yang sama.

Bagian 2 dari 3
Exponential Smoothing & Tren
Metode yang lebih hemat data daripada rata-rata bergerak — hanya butuh ramalan terakhir dan satu konstanta pemulusan α (alpha).
Konstanta α Pemulusan Ganda + Tren

Exponential Smoothing: Ramalan dari Satu Angka Sebelumnya

Exponential smoothing memperbarui ramalan dengan mengoreksi ramalan lama memakai sebagian kesalahan (error) periode terakhir.

Ft₊₁ = Ft + α (At − Ft)
MAKNA α (ALPHA)
0 < α < 1
α besar (mis. 0,7) = ramalan sangat responsif, cocok pasar bergejolak. α kecil (mis. 0,1) = ramalan halus & stabil, cocok data relatif tenang.
KEUNTUNGAN UTAMA
HEMAT DATA
Hanya butuh Ft (ramalan terakhir) dan At (aktual terakhir) — tidak perlu simpan seluruh riwayat seperti SMA/WMA.
Istilah "eksponensial" muncul karena bobot data lama meluruh secara eksponensial — data terbaru selalu paling berpengaruh, tanpa harus menentukan jendela n secara manual.

Hitung dari Nol: Exponential Smoothing dengan α = 0,3

Ramalan awal F-Januari = aktual Januari = 120. Kita perbarui ramalan bulan demi bulan dengan rumus Ft₊₁ = Ft + α(At−Ft).

PEMBARUAN RAMALAN — α = 0,3
LangkahPerhitunganNilai
F-Februari120 + 0,3×(120−120)120
F-Maret120 + 0,3×(132−120)123,6
F-April123,6 + 0,3×(126−123,6)124,32
F-Mei124,32 + 0,3×(138−124,32)128,42
Ramalan bergerak perlahan mendekati aktual (120→128,42) — semakin besar α, semakin cepat ramalan mengejar perubahan aktual.

Exponential Smoothing dengan Tren (Metode Holt)

Exponential smoothing dasar selalu tertinggal saat data punya tren naik/turun terus-menerus. Solusinya: pemulusan ganda (Holt's method) — melacak level DAN tren sekaligus.

FITt = Ft + Tt   |   Ft = αAt + (1−α)(Ft−1+Tt−1)   |   Tt = β(Ft−Ft−1) + (1−β)Tt−1
LANGKAH 1 · PERBARUI LEVEL
Ft
Sama seperti exponential smoothing biasa, tapi ditambah estimasi tren periode lalu (Ft−1+Tt−1) sebagai basis, bukan Ft−1 saja.
LANGKAH 2 · PERBARUI TREN
Tt
Konstanta β (beta) memuluskan perubahan level (Ft−Ft−1) menjadi estimasi tren baru — mirip logika α, tapi untuk arah kemiringan data.
FITt (Forecast Including Trend) = level ditambah tren — inilah ramalan akhir yang dipakai, bukan Ft saja.

Latihan Mandiri: Ramalkan Sendiri Data Ini

Toko sepatu daring "Langkah Baru" mencatat penjualan bulanan (unit): Jan=80, Feb=95, Mar=88, Apr=102, Mei=97.

TUGAS KELAS — KERJAKAN 10 MENIT
  • Hitung ramalan Juni dengan SMA 3-bulan (pakai Mar, Apr, Mei).
  • Hitung ramalan Juni dengan WMA bobot 3–2–1.
  • Bandingkan: metode mana yang memberi angka lebih tinggi? Mengapa?
PETUNJUK
CEK ULANG
Gunakan rumus slide 7 & 9. Tulis jawaban di kertas, kita bahas bersama sebelum lanjut ke Bagian 3.
Bagian 3 dari 3
Mengukur Akurasi Peramalan
Meramal tanpa mengukur kesalahan sama saja menembak dalam gelap. Kita pelajari tiga ukuran akurasi standar: MAD, MSE, MAPE.
MAD MSE MAPE

Tiga Ukuran Akurasi: MAD, MSE, MAPE

Ketiganya berangkat dari error (kesalahan) = Aktual − Ramalan, hanya diolah dengan cara berbeda.

MAD
Σ|error| ÷ n
Mean Absolute Deviation
Rata-rata nilai mutlak kesalahan. Satuannya sama dengan data (unit).
MSE
Σerror² ÷ n
Mean Squared Error
Rata-rata error dikuadratkan — menghukum kesalahan besar jauh lebih berat.
MAPE
Σ(|error|/At) ×100%
Mean Absolute Percentage Error
Kesalahan dalam persentase — bisa dibandingkan antar-produk beda skala.
Metode dengan MAD/MSE/MAPE terkecil = paling akurat untuk data historis tersebut. MAPE paling sering dipakai karena mudah diinterpretasi ("rata-rata meleset 7%").

Hitung dari Nol: MAD, MSE, MAPE dari Ramalan SMA

Bandingkan ramalan SMA (slide 8) dengan aktual sesungguhnya. Data Juli aktual baru masuk: 150 unit.

AKTUAL vs RAMALAN SMA
BulanAktualRamalan
April138126
Mei130132
Juni144131,33
Juli150137,33
HITUNG UKURAN AKURASI
LangkahPerhitunganNilai
|error| tiap bulan12; 2; 12,67; 12,67
MAD(12+2+12,67+12,67) ÷ 49,83
MSE(144+4+160,45+160,45) ÷ 4117,23
MAPErata-rata(|error|/At)×100%6,87%
Ramalan SMA meleset rata-rata ≈6,87% dari aktual — cukup akurat untuk keputusan operasional harian.

Coba Sendiri: Uji Akurasi Ramalan Exponential Smoothing

Ubah nilai α dan data aktual untuk melihat bagaimana ramalan exponential smoothing bergerak, lalu bandingkan MAD, MSE, dan MAPE-nya.

Kapan Pakai Metode Apa?

Tidak ada metode "terbaik" mutlak — pilihan bergantung pada pola data dan seberapa cepat pasar berubah.

DATA STABIL, TANPA TREN
SMA
Permintaan relatif datar, fluktuasi kecil & acak. Sederhana & cukup akurat.
PASAR BERGERAK CEPAT
WMA / ES α besar
Kampanye diskon, tren viral. Butuh ramalan yang cepat bereaksi ke data terbaru.
ADA TREN JELAS
HOLT (ES+Tren)
Pertumbuhan pengguna aplikasi, ekspansi bisnis. SMA/WMA/ES biasa akan selalu tertinggal.
Cara memastikan pilihan: hitung MAPE beberapa metode pada data historis yang sama, lalu pilih yang MAPE-nya paling kecil — bukan menebak dari "feeling".

Ringkasan & Jembatan ke Pertemuan Berikutnya

Hari ini Anda sudah menguasai tiga metode ramalan dan tiga ukuran akurasi — fondasi bagi hampir seluruh keputusan operasi berikutnya.

EMPAT TAKEAWAY UTAMA
  • SMA & WMA — rata-rata dari n periode terakhir, WMA lebih responsif.
  • Exponential smoothing — hemat data, dikendalikan konstanta α.
  • Metode Holt — tambahkan komponen tren agar tidak tertinggal.
  • MAD/MSE/MAPE — ukur error untuk memilih metode terbaik secara objektif.
MENUJU PERTEMUAN 4
DESAIN PRODUK & JASA
Setelah tahu berapa yang diminta (peramalan), Pertemuan 4 membahas apa yang dirancang untuk memenuhinya: siklus hidup produk & House of Quality.
Ingat baik-baik: ramalan hari ini juga menjadi input langsung untuk Perencanaan Produksi Agregat (Pertemuan 8) dan Manajemen Persediaan (Pertemuan 9).