‹ Daftar slidePertemuan 7: Toyota Production System (TPS) dan Continuous Improvement
Program Studi Manajemen • FEB
Manajemen Operasi II
Pertemuan 7 — Toyota Production System (TPS) & Kaizen
Mempelajari rahasia efisiensi manufaktur kelas dunia: Menghilangkan pemborosan, memproduksi tepat waktu (JIT), membangun kualitas (Jidoka), dan perbaikan terus-menerus (Kaizen).
RPS MINGGU 7 • DURASI 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda mampu memahami konsep dan elemen dari Toyota Production System (TPS) serta penerapannya.
CAPAIAN 1 — PEMBOROSAN
IDENTIFIKASI MUDA
Mengidentifikasi 7 jenis pemborosan (Muda) yang dihindari dalam operasi ramping (Lean).
CAPAIAN 2 — DUA PILAR
JIT & JIDOKA
Membedakan dan menjelaskan dua pilar utama TPS: Just-in-Time dan Jidoka.
CAPAIAN 3 — FONDASI TPS
HEIJUNKA & STANDAR
Memahami pentingnya Heijunka (pemerataan beban) dan standarisasi proses.
CAPAIAN 4 — KAIZEN
CONTINUOUS IMPROVEMENT
Menerapkan Kaizen dan pemecahan masalah dengan metode 5 Whys.
Mengapa Toyota?
Bagaimana pabrik pasca-Perang Dunia II di Jepang bisa mengalahkan raksasa otomotif Amerika?
SISTEM PRODUKSI MASSAL (AS)
Push System
Memproduksi sebanyak mungkin untuk menekan biaya per unit. Dampak: Inventaris menumpuk, biaya gudang tinggi, kualitas tersembunyi.
TOYOTA PRODUCTION SYSTEM
Pull System
Memproduksi hanya apa yang dibutuhkan, saat dibutuhkan. Dampak: Fleksibel, biaya penyimpanan minimal, masalah kualitas langsung terlihat.
TPS adalah cetak biru untuk Lean Manufacturing, yang kini digunakan di semua industri (bahkan rumah sakit dan perangkat lunak).
Bagian 1 dari 4
Menghilangkan Pemborosan (Muda)
Langkah pertama efisiensi adalah mengenali hal-hal yang tidak memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
MudaMuraMuri
Tiga Musuh Efisiensi
MUDA
PEMBOROSAN
Aktivitas yang memakan sumber daya tetapi tidak menciptakan nilai bagi pelanggan. (Fokus utama yang akan dihilangkan).
MURA
KETIDAKMERATAAN
Fluktuasi permintaan atau jadwal produksi yang tidak stabil, menyebabkan mesin kadang menganggur dan kadang kewalahan.
MURI
BEBAN BERLEBIH
Memaksa mesin atau manusia bekerja di luar batas wajar secara terus-menerus.
Mura (fluktuasi) biasanya menyebabkan Muri (stres berlebih), yang pada akhirnya menghasilkan Muda (pemborosan kualitas).
7 Jenis Pemborosan (Muda) — D O W N T I M E
Taiichi Ohno mengidentifikasi 7 pemborosan mematikan. Sering disingkat TIM WOOD atau DOWNTIME (ditambah 1).
Overproduction (Produksi Berlebih): Memproduksi lebih banyak atau lebih awal dari pesanan. (Muda paling fatal!)
Waiting (Menunggu): Operator menganggur menunggu mesin, material, atau proses sebelumnya selesai.
Transporting (Transportasi): Memindahkan barang antar area kerja terlalu jauh.
Inappropriate Processing (Proses Berlebih): Melakukan sesuatu yang lebih rumit/mahal dari standar yang diminta pelanggan.
7 Jenis Pemborosan (Muda) — Lanjutan
Unnecessary Inventory (Inventaris Menganggur): Menyimpan bahan baku atau barang jadi dalam jumlah besar. (Menyembunyikan masalah produksi).
Unnecessary/Excess Motion (Gerakan Berlebih): Pekerja membungkuk, meraih, atau berjalan jauh untuk mengambil alat (ergonomi buruk).
Defects (Cacat/Rejects): Produk rusak yang memerlukan pengerjaan ulang (rework) atau dibuang.
Pemborosan ke-8 (Tambahan Modern):Non-Utilized Talent — Tidak memanfaatkan ide, keterampilan, dan potensi karyawan.
Bagian 2 dari 4
Rumah TPS (The TPS House)
Dua Pilar Kuat: JIT dan Jidoka, dengan Fondasi Heijunka dan Standar.
Rumah Sistem Produksi Toyota
Sistem ini digambarkan sebagai rumah; jika satu bagian runtuh, seluruh atap (Kualitas Tinggi) jatuh.
TUJUAN: Kualitas Terbaik, Biaya Terendah, Lead Time Terpendek
PILAR 1: J I T
Barang Tepat, Waktu Tepat, Jumlah Tepat. (Takt Time, Flow, Pull/Kanban)
PILAR 2: J I D O K A
Berhenti saat terjadi masalah. (Andon, Poka-Yoke, Autonomation)
Menghasilkan hanya apa yang dibutuhkan, ketika dibutuhkan, dan dalam jumlah yang dibutuhkan.
TAKT TIME
IRAMA PRODUKSI
Kecepatan produksi harus sejajar dengan kecepatan permintaan pelanggan. (Waktu kerja tersedia / Permintaan).
CONTINUOUS FLOW
ALIRAN MENGALIR
Satu perakitan mengalir dari satu proses ke proses berikutnya tanpa menunggu atau menjadi batch besar.
PULL SYSTEM
SISTEM TARIK
Proses hilir (berikutnya) mengambil komponen dari proses hulu hanya saat mereka butuhkan.
Kanban: Otak dari Pull System
Kanban (Kartu Visual) adalah sinyal yang memicu produksi komponen tertentu di stasiun sebelumnya.
CARA KERJA KANBAN (Analogi Supermarket)
Pelanggan membeli barang dari rak (stasiun kerja B menggunakan komponen).
Rak menjadi kosong, mengirimkan sinyal visual (kartu Kanban ke stasiun A).
Stasiun A memproduksi komponen hanya untuk mengisi bagian rak yang kosong tersebut.
EFEK SAMPING POSITIF
Zero Inventory?
JIT tidak berarti "nol inventaris", melainkan meminimalkan inventaris serendah mungkin tanpa menghentikan produksi. Menghindari "overproduction".
Pilar 2: Jidoka (Built-in Quality)
Autonomation — Otomatisasi dengan sentuhan manusia. Jangan pernah biarkan cacat diteruskan ke proses berikutnya.
PRINSIP JIDOKA
Deteksi ketidaknormalan (oleh mesin cerdas atau operator).
Hentikan produksi seketika.
Perbaiki atau koreksi kondisi saat itu juga.
Investigasi akar masalah dan pasang solusi permanen.
Di pabrik barat masa lalu: "Mesin harus jalan terus! Perbaiki barang cacat di akhir." TPS membalik hal tersebut: "Lebih baik mesin berhenti daripada membuat barang cacat."
Alat Jidoka: Andon dan Poka-Yoke
ANDON (Lampu Peringatan)
TALI PENARIK
Operator memiliki tali Andon yang bisa ditarik untuk memberhentikan lini produksi bila melihat masalah. Manajemen datang, bukan untuk memarahi, tapi membantu memperbaiki.
POKA-YOKE
ANTI-SALAH (FOOLPROOFING)
Mekanisme sederhana yang mencegah kesalahan manusia. Contoh: Konektor USB hanya bisa dicolok dari arah yang benar. Komponen mesin yang asimetris.
Fondasi: Heijunka (Leveling)
Meratakan jenis dan volume produksi agar stabil. Mencegah Mura (fluktuasi).
SISTEM TRADISIONAL (BATCHING)
Senin: 1000 Mobil Merah
Selasa: 1000 Mobil Biru
Rabu: 1000 Mobil Putih
Dampak: Membutuhkan banyak suplai cat merah di hari Senin, suplai lain menganggur.
HEIJUNKA (MIXED MODEL)
Tiap hari: 333 Merah, 333 Biru, 333 Putih.
Dampak: Suplai komponen stabil tiap hari, mesin tidak stres, supplier mudah menjadwalkan pengiriman tiap hari.
Fondasi: Standardized Work
"Di mana tidak ada standar, tidak mungkin ada perbaikan (Kaizen)." — Taiichi Ohno
Kerja standar adalah proses terbaik dan teraman yang diketahui saat ini untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Terdiri dari 3 elemen:
Takt Time: Berapa lama waktu yang dibutuhkan per unit agar sesuai pesanan.
Work Sequence: Urutan gerakan presisi pekerja untuk efisiensi maksimum.
Standard Inventory: Jumlah minimum suku cadang di tangan yang dibutuhkan agar proses tetap berjalan lancar.
Standar bukan untuk mengunci orang menjadi robot, melainkan sebagai titik dasar (baseline). Jika ada cara yang lebih baik, ubah standarnya (itu Kaizen!).
Bagian 3 dari 4
Kaizen & Problem Solving
Budaya Perbaikan Terus-Menerus oleh Semua Orang, Setiap Hari.
Filosofi Kaizen
Kaizen = Perbaikan (Kai) yang Baik (Zen) atau Continuous Improvement.
PERUBAHAN KECIL
INKREMENTAL
Bukan inovasi radikal bernilai miliaran, tapi ribuan perubahan kecil setiap hari yang berdampak masif jika digabungkan.
SEMUA ORANG TERLIBAT
DARI CEO KE OPERATOR
Ide perbaikan paling baik datang dari mereka yang benar-benar melakukan pekerjaan tangan di lantai pabrik.
TIDAK PERNAH PUAS
PROSES TANPA AKHIR
TPS percaya bahwa tidak ada proses yang sempurna. Hari ini rekor, besok standar baru untuk diperbaiki lagi.
PDCA Cycle (Siklus Deming)
Alat metodologi untuk melakukan perbaikan terus-menerus dan terstruktur.
PLAN (Rencanakan)
Identifikasi masalah, pelajari akar penyebab, dan rancang tindakan perbaikan (hipotesis).
DO (Lakukan)
Implementasikan solusi dalam skala kecil (pilot project) untuk menguji hipotesis tanpa risiko besar.
CHECK (Periksa)
Bandingkan hasil dari uji coba dengan target yang direncanakan. Apakah solusinya berhasil?
ACT (Tindaklanjuti)
Jika berhasil, jadikan standar baru. Jika gagal, pelajari mengapa dan kembali ke PLAN.
Pemecahan Masalah Ekstrem Toyota
GENCHI GENBUTSU
"PERGI DAN LIHAT"
Manajer tidak memecahkan masalah dari balik meja komputer. Mereka harus pergi ke Gemba (tempat terjadinya pekerjaan sebenarnya), melihat masalah dengan mata kepala sendiri.
ANALISIS 5 WHYS
AKAR PENYEBAB
1. Kenapa mesin rusak? Sekering putus. 2. Kenapa putus? Pelumas habis. 3. Kenapa habis? Pompa aus. 4. Kenapa aus? Ada serpihan besi. 5. Kenapa ada serpihan? Tidak ada filter. Solusi: Pasang filter (bukan sekadar ganti sekering).
Ringkasan TPS & Kaizen
Toyota Production System bukan sekadar kumpulan alat (Kanban, Andon), melainkan filosofi dan budaya kerja jangka panjang.
Pilar JIT memastikan efisiensi dan perputaran material yang cepat tanpa memicu pemborosan (Overproduction).
Pilar Jidoka memastikan produk bebas cacat dengan cara menangkap kesalahan di sumbernya dan segera menghentikan lini.
Budaya Kaizen menjamin bahwa standar hari ini akan terus ditantang dan ditingkatkan esok hari, menggunakan analisis seperti 5 Whys.
Sistem ini telah diadopsi di seluruh dunia dalam nama Lean Management / Lean Manufacturing. Prinsipnya tetap sama: hilangkan Muda, bangun nilai, dan ciptakan arus!