‹ Daftar slidePertemuan 13: Total Productive Maintenance (TPM)
Program Studi Manajemen • FEB
Manajemen Mutu
Pertemuan 13 — Total Productive Maintenance (TPM)
Meningkatkan efisiensi produksi melalui kepemilikan mesin, Autonomous Maintenance (AM), dan metrik Overall Equipment Effectiveness (OEE).
RPS MINGGU 13 • DURASI 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memahami dan menganalisis penerapan Total Productive Maintenance. Secara rinci:
CAPAIAN 1 — KONSEP TPM
FILOSOFI & PILAR
Memahami konsep dasar, evolusi perawatan mesin, dan 8 Pilar TPM untuk mencapai zero breakdown, zero defect.
CAPAIAN 2 — AUTONOMOUS MAINTENANCE
JISHU HOZEN
Menjelaskan paradigma baru Autonomous Maintenance di mana operator menjadi "pemilik" mesin mereka.
CAPAIAN 3 — OEE & LOSSES
METRIK KINERJA
Menghitung dan menganalisis OEE (Overall Equipment Effectiveness) dan mengidentifikasi Six Big Losses.
CAPAIAN 4 — STUDI KASUS
IMPLEMENTASI NYATA
Menganalisis studi kasus nyata penerapan TPM di pabrik manufaktur dan dampaknya terhadap efisiensi.
Mesin Rusak: Kebocoran Profit yang Tersembunyi
Apakah pabrik Anda kehilangan uang setiap menit tanpa disadari?
PARADIGMA LAMA
"SAYA OPERASI, KAMU PERBAIKI"
Pemisahan Operator & Teknisi
Operator hanya memakai mesin sampai rusak. Teknisi selalu kewalahan memperbaiki. Mesin sering downtime.
PARADIGMA TPM
"KITA RAWAT BERSAMA"
Kepemilikan Bersama
Operator melakukan perawatan harian. Mesin lebih awet, teknisi fokus pada perbaikan strategis. Profit terjaga.
Jika mesin tidak beroperasi pada kapasitas penuh, perusahaan kehilangan biaya peluang (opportunity cost) yang masif setiap harinya.
Bagian 1 dari 4
Konsep Dasar & Evolusi TPM
Bagaimana industri beralih dari sekadar memperbaiki mesin yang rusak menjadi budaya perawatan pencegahan menyeluruh.
Evolusi Strategi Perawatan Mesin
GENERASI 1
BREAKDOWN MAINTENANCE
"Perbaiki jika rusak." Tidak ada perawatan rutin. Biaya perbaikan mendadak sangat mahal dan produksi terhenti tak terduga.
GENERASI 2
PREVENTIVE MAINTENANCE
"Rawat berdasarkan jadwal." Perawatan berkala (bulanan/tahunan) untuk mencegah kerusakan, tapi masih dilakukan murni oleh teknisi.
GENERASI 3
TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE
"Keterlibatan semua orang." Merawat mesin adalah tanggung jawab bersama, dari top management hingga operator lantai pabrik.
Apa itu Total Productive Maintenance?
TPM adalah pendekatan holistik untuk perawatan peralatan yang berusaha mencapai produksi sempurna.
TARGET UTAMA TPM (THE 3 ZEROS)
Zero Breakdowns: Tidak ada mesin berhenti mendadak.
Zero Defects: Tidak ada produk cacat akibat mesin yang tidak prima.
Zero Accidents: Tidak ada kecelakaan kerja di area produksi.
Inti dari TPM adalah pemberdayaan karyawan. Operator tidak hanya mengoperasikan, tetapi juga "memiliki" dan merawat peralatannya.
8 Pilar TPM
TPM dibangun di atas fondasi 5S dan didukung oleh 8 pilar utama.
4 PILAR OPERASIONAL
Pilar
Fokus
Autonomous Maint.
Operator merawat mesin mandiri
Focused Improv.
Tim kecil memecahkan masalah (Kaizen)
Planned Maint.
Perawatan terjadwal oleh teknisi
Quality Maint.
Mencegah cacat sejak dari mesin
4 PILAR MANAJEMEN
Pilar
Fokus
Early Equip. Mgmt
Desain mesin baru yang mudah dirawat
Education & Trg
Meningkatkan skill seluruh karyawan
Office TPM
Efisiensi fungsi administrasi & support
SHE
Safety, Health, and Environment
Bagian 2 dari 4
Autonomous Maintenance (AM)
Mengubah operator mesin menjadi "dokter keluarga" bagi peralatan mereka sendiri (Jishu Hozen).
Paradigma Baru: Operator sebagai Pemilik
TRADISIONAL
I Operate, You Fix
Operator sering mengabaikan bunyi atau getaran aneh pada mesin karena merasa itu bukan tanggung jawabnya. Teknisi dipanggil saat mesin sudah mati total.
AUTONOMOUS MAINTENANCE
We Maintain Together
Operator dilatih melakukan pembersihan, pelumasan, dan inspeksi rutin. Karena mereka yang setiap hari memegang mesin, merekalah yang paling cepat tahu jika ada yang tidak beres.
AM bukan berarti memecat teknisi! Teknisi kini dibebaskan dari tugas sepele sehingga bisa fokus pada perbaikan level tinggi dan planned maintenance.
Apa Saja Tugas Autonomous Maintenance?
Tugas AM dirangkum dalam rutinitas CIL (Cleaning, Inspection, Lubrication).
C - CLEANING
PEMBERSIHAN
Pembersihan adalah inspeksi! Saat membersihkan debu/oli, operator bisa melihat baut kendor atau retakan halus.
I - INSPECTION
INSPEKSI RUTIN
Mengecek suhu, tekanan, getaran, dan suara tidak normal menggunakan indera atau alat ukur sederhana setiap hari.
L - LUBRICATION
PELUMASAN
Memberikan oli atau grease pada titik-titik bergerak untuk mencegah keausan mesin secara mandiri.
7 Langkah Jishu Hozen (Implementasi AM)
TAHAPAN MENGUBAH BUDAYA KERJA OPERATOR
Langkah
Aktivitas Utama
1. Initial Cleaning
Pembersihan awal secara menyeluruh untuk menemukan cacat tersembunyi.
2. Eliminasi Sumber Kotoran
Mencegah kotoran dan debu agar tidak masuk ke mesin.
3. Standar CIL
Membuat standar kebersihan, inspeksi, dan pelumasan harian.
4. Inspeksi Menyeluruh
Pelatihan teknis bagi operator agar paham komponen internal mesin.
5. Standar Mandiri
Operator membuat jadwal dan standar perawatan mereka sendiri.
6. Organisasi Rapi
Standarisasi area kerja (Visual Management).
7. AM Penuh
Tim mandiri yang berfokus pada continuous improvement secara berkelanjutan.
Bagian 3 dari 4
Mengukur Sukses: OEE
Overall Equipment Effectiveness dan Six Big Losses. Metrik emas untuk mengetahui seberapa efisien pabrik Anda.
Overall Equipment Effectiveness (OEE)
OEE mengukur seberapa dekat peralatan manufaktur beroperasi pada potensi maksimalnya.
OEE = Availability × Performance × Quality
AVAILABILITY (A)
KETERSEDIAAN
Seberapa sering mesin siap dan jalan saat dibutuhkan? (Waktu operasi ÷ Waktu terencana)
PERFORMANCE (P)
KINERJA
Seberapa cepat mesin bekerja dibanding kecepatan desainnya? (Total output ÷ Target output)
QUALITY (Q)
KUALITAS
Seberapa banyak produk baik tanpa cacat? (Produk baik ÷ Total produk yang dibuat)
Coba Sendiri: Hitung OEE Mesin Anda
Geser Availability, Performance, dan Quality secara terpisah, lalu amati bagaimana ketiganya dikalikan menentukan skor OEE total.
Six Big Losses (Enam Kerugian Besar)
TPM mengklasifikasikan kerugian efisiensi ke dalam 6 kategori yang menggerus skor OEE.
Kategori OEE
Losses (Kerugian)
Penjelasan
Availability Loss
1. Equipment Failure (Breakdowns)
Mesin mati tiba-tiba butuh perbaikan.
2. Setup & Adjustments
Waktu hilang saat pergantian produk (changeover).
Performance Loss
3. Idling & Minor Stops
Mesin tersendat singkat (< 5 menit), sering diabaikan.
4. Reduced Speed
Mesin berjalan lebih lambat dari kapasitas desain.
Quality Loss
5. Process Defects
Produk cacat yang dihasilkan saat produksi normal.
6. Reduced Yield
Material terbuang saat start-up / pemanasan mesin.
Minor stops (berhenti singkat) adalah pembunuh efisiensi yang paling berbahaya karena jarang tercatat!