‹ Daftar slidePertemuan 3: Strategi Brand Positioning dalam Perspektif Customer-Based Brand Equity
Prodi Manajemen · FEB UNDIP
Manajemen Merek
Pertemuan 3: Strategi Brand Positioning dalam Perspektif Customer-Based Brand Equity
Bagaimana merek memilih "tempat" di benak konsumen agar dianggap berbeda dan lebih baik dari pesaing.
i
RPS minggu 3 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Sub-CPMK 1
Konsep
Memahami definisi & fungsi brand positioning
Mahasiswa mampu menjelaskan apa itu positioning dan mengapa ia menjadi jangkar dari seluruh strategi merek.
Sub-CPMK 2
Kerangka
Menerapkan POP, POD, dan mental map
Mahasiswa mampu menyusun points-of-parity dan points-of-difference untuk sebuah merek nyata.
Sub-CPMK 3
Aplikasi
Merumuskan brand mantra & tagline
Mahasiswa mampu merumuskan positioning statement singkat yang konsisten dengan target pasar.
Sub-CPMK 4
Evaluasi
Menilai kekuatan positioning merek eksisting
Mahasiswa mampu menilai apakah positioning sebuah merek sudah unik, relevan, dan kredibel.
Mengapa Positioning Penting?
Bayangkan dua kedai kopi baru dibuka bersebelahan di dekat kampus Undip Tembalang. Satu bertahan lima tahun, satu tutup dalam enam bulan. Apa bedanya?
Produk boleh mirip — biji kopi sama, harga sama, lokasi sama — tetapi tempat di benak konsumen berbeda. Kedai yang bertahan berhasil membangun asosiasi jelas: "kopi buat begadang skripsi", sementara yang tutup tidak punya identitas apa pun selain "kedai kopi biasa".
Inilah inti brand positioning: bukan soal produk seperti apa secara objektif, melainkan bagaimana produk itu dipersepsikan relatif terhadap pesaing di benak target konsumen.
Bagian 1 dari 4
Konsep Dasar Brand Positioning
Definisi, posisi dalam kerangka CBBE, dan mengapa positioning adalah keputusan strategis, bukan sekadar slogan iklan.
Definisi Brand Positioning
"Positioning adalah tindakan merancang tawaran dan citra perusahaan sehingga menempati tempat yang berbeda dan bernilai di benak target konsumen." — Kotler & Keller
Tiga Kata Kunci
Merancang (deliberate) — hasil keputusan sadar, bukan kebetulan
Berbeda (differentiated) — harus unik dari pesaing
Bernilai (valued) — harus relevan bagi konsumen sasaran
Bukan Positioning
Sekadar tagline atau jingle iklan
Logo atau warna kemasan semata
Klaim tanpa bukti (mis. "terbaik" tanpa dasar)
Positioning dalam Piramida CBBE
Tanpa positioning yang jelas di tahap Meaning, respons konsumen (tahap 3) dan resonansi/loyalitas (tahap 4) tidak akan pernah terbentuk kuat.
Kerangka Referensi Kompetitif
Sebelum menentukan "beda di mana", kita harus tahu dulu "bersaing dengan siapa" — ini disebut frame of reference (FOR), yaitu kategori acuan tempat merek dibandingkan.
Cara 1
Kategori
Berdasarkan jenis produk
Contoh: Teh Botol Sosro bersaing di kategori "teh siap minum", bukan sekadar "minuman".
Cara 2
Manfaat
Berdasarkan kebutuhan yang dipenuhi
Contoh: Gojek bersaing di "solusi mobilitas & layanan harian", bersanding dengan Grab, bukan hanya ojek pangkalan.
Kesalahan umum: menetapkan FOR yang terlalu sempit (kehilangan peluang pasar) atau terlalu luas (sulit membangun diferensiasi yang tajam).
Bagian 2 dari 4
Points-of-Parity & Points-of-Difference
Dua pilar utama dalam merancang mental map konsumen: apa yang harus disamakan, dan apa yang harus dibedakan.
Points-of-Parity (POP)
Points-of-parity adalah asosiasi yang tidak harus unik, tetapi wajib dimiliki agar merek dianggap kredibel dalam kategorinya.
Category POP
Syarat minimum agar dianggap "anggota sah" kategori. Contoh: bank digital di Indonesia wajib berizin OJK (Otoritas Jasa Keuangan) & menjamin dana nasabah lewat LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).
Competitive POP
Menetralkan keunggulan pesaing agar POD pesaing tidak jadi alasan kuat berpindah. Contoh: Blue Bird menambah fitur pemesanan aplikasi agar setara Gojek/Grab dari sisi kemudahan.
POP menjawab pertanyaan: "Apakah merek ini pantas dipertimbangkan sama sekali?"
Points-of-Difference (POD)
Points-of-difference adalah asosiasi kuat, unik, dan disukai yang secara eksklusif dikaitkan konsumen dengan merek tertentu — bukan pesaing.
Kriteria 1
Kuat
Asosiasi mudah diingat & diaktifkan di benak konsumen.
Kriteria 2
Unik
Tidak mudah ditiru atau dimiliki pesaing dalam waktu dekat.
Kriteria 3
Disukai
Dianggap relevan & bernilai oleh target konsumen.
Contoh: Indomie identik dengan "cita rasa Indonesia autentik", sesuatu yang sulit ditandingi mi instan asing sekalipun harganya bersaing.
Hitung dari Nol: Menilai Kekuatan POD dengan Skor Sederhana
Metode ilustratif: skor 0–10 untuk tiap kriteria POD (Kuat, Unik, Disukai) dari survei persepsi konsumen terhadap merek kopi kemasan lokal "Kopi Kenangan".
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Skor "Kuat" (recall asosiasi)
rata-rata skor 120 responden
8 / 10
2. Skor "Unik" (sulit ditiru)
rata-rata skor 120 responden
6 / 10
3. Skor "Disukai" (relevansi nilai)
rata-rata skor 120 responden
9 / 10
4. Total skor mentah
8 + 6 + 9
23
5. Indeks kekuatan POD (skala 100)
23 ÷ 30 × 100
~76,7
Indeks Kekuatan POD
~77
Kategori: Kuat, tetapi dimensi "Unik" perlu diperkuat
Coba Sendiri: Uji Kekuatan POD Merek Pilihan Anda
Geser skor Kuat, Unik, dan Disukai untuk merek yang Anda pilih, lalu amati bagaimana indeks kekuatan POD-nya berubah.
Bagian 3 dari 3
Merumuskan & Menerapkan Positioning Statement
Dari analisis POP/POD menjadi kalimat strategis, lalu diuji lewat studi kasus merek nyata Indonesia.
Template Positioning Statement
Untuk [target pasar], [merek] adalah [kerangka referensi/kategori] yang memberikan [POD utama] karena [alasan untuk percaya].
Contoh Terapan — Ruangguru
Untuk siswa & orang tua yang ingin nilai akademik meningkat, Ruangguru adalah platform bimbingan belajar daring yang memberikan akses ke guru berkualitas kapan saja dari mana saja karena didukung ribuan tutor tersertifikasi & adaptive learning berbasis data.
Pernyataan ini bersifat internal (dokumen strategi), berbeda dari tagline iklan yang bersifat publik dan lebih puitis.
Brand Mantra: Versi Ringkas untuk Internal
Brand mantra adalah 3–5 kata yang merangkum esensi positioning, digunakan sebagai panduan internal bagi seluruh karyawan — bukan untuk konsumen.
Brand mantra ≠ tagline. Mantra untuk internal (menjaga konsistensi keputusan tim), tagline untuk publik.
Walkthrough 1: Merumuskan Positioning — Kasus Kopi Janji Jiwa
Tahap
Analisis
Hasil
1. Frame of Reference
Kategori kedai kopi kekinian harga terjangkau
Kopi kemasan/kedai to-go
2. Points-of-Parity
Wajib: rasa kopi konsisten, higienis, harga wajar
Terpenuhi (setara Kopi Kenangan, Fore)
3. Points-of-Difference
Cerita merek personal & jaringan waralaba terluas
"Janji" tokoh pendiri sebagai narasi emosional
4. Positioning statement
Untuk pekerja muda urban, Janji Jiwa adalah kedai kopi to-go terjangkau yang menawarkan koneksi emosional lewat cerita merek yang dekat, karena dibangun dari kisah nyata perjuangan pendiri
Statement final
Walkthrough 2: Mengevaluasi Positioning yang Lemah — Kasus Merek Fiktif "AirMinum X"
Tahap
Analisis
Temuan
1. Klaim positioning
"Air mineral paling menyegarkan di Indonesia"
Klaim generik, tanpa bukti
2. Uji kriteria "Kuat"
Recall konsumen sangat rendah pada survei internal
GAGAL — asosiasi tidak melekat
3. Uji kriteria "Unik"
Semua merek air mineral mengklaim hal serupa
GAGAL — tidak membedakan
4. Uji kriteria "Disukai"
Konsumen tidak menganggap "segar" sebagai pembeda penting
GAGAL — tidak relevan
Diagnosis: positioning gagal di tiga kriteria sekaligus — perlu dirumuskan ulang dari frame of reference yang lebih spesifik, mis. "air mineral untuk gaya hidup aktif & ramah lingkungan".
Latihan Kelompok: Analisis Positioning Merek
Instruksi (15 menit, kelompok 3–4 orang):
Pilih satu merek: Erigo (fashion lokal), Wardah (kosmetik), atau MS Glow (skincare)
Tentukan frame of reference merek tersebut
Identifikasi minimal 2 points-of-parity dan 2 points-of-difference
Susun satu positioning statement memakai template yang sudah dipelajari
Siap dipresentasikan singkat (2 menit per kelompok)
Kesalahan Umum dalam Merumuskan Positioning
Over-Positioning
Klaim terlalu sempit sehingga konsumen mengira merek tidak relevan untuk kebutuhan lain. Contoh: merek dikenal "hanya untuk remaja" sehingga kehilangan pasar dewasa.
Under-Positioning
Positioning terlalu samar sehingga konsumen tidak punya alasan jelas memilih merek ini dibanding yang lain.
Confused Positioning
Terlalu banyak klaim sekaligus (murah, premium, cepat, eksklusif) sehingga konsumen bingung "sebenarnya merek ini apa".
Doubtful Positioning
Klaim tidak kredibel karena tidak didukung bukti (reason to believe), misalnya klaim "tercepat" tanpa data pendukung.
Rangkuman: Cheat Sheet Brand Positioning
Konsep
Definisi Singkat
Fungsi
Frame of Reference
Kategori/kerangka acuan pesaing
Menentukan "bersaing dengan siapa"
Points-of-Parity
Asosiasi wajib dimiliki
Membuat merek "layak dipertimbangkan"
Points-of-Difference
Asosiasi kuat, unik, disukai
Membuat merek "dipilih"
Positioning Statement
Kalimat strategis internal
Acuan seluruh keputusan pemasaran
Brand Mantra
3–5 kata inti positioning
Panduan konsistensi internal tim
Positioning yang baik = unik + relevan + kredibel, dan konsisten di setiap titik kontak konsumen.
Tugas & Persiapan Pertemuan Berikutnya
Tugas Individu
Tulis satu positioning statement untuk merek pilihan Anda sendiri (produk/jasa lokal Undip/Tembalang), lengkap dengan FOR, 2 POP, dan 2 POD. Kumpulkan sebelum pertemuan berikutnya.
Pertemuan Berikutnya
P4
Brand Resonance Model
Kita akan melanjutkan ke puncak piramida CBBE: bagaimana positioning yang baik berujung pada loyalitas dan resonansi konsumen jangka panjang.