stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-12
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 12: Pasar Modal & Pasar Uang
Program Studi Manajemen • FEB

Manajemen Lembaga Keuangan

Pertemuan 12 — Pasar Modal & Pasar Uang

Di mana saham, obligasi, dan instrumen utang jangka pendek diperjualbelikan — mekanisme, lembaga, dan cara menilai instrumennya di Indonesia.

RPS MINGGU 13 • SUB-CPMK 12 • DURASI 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan konsep dasar pasar modal dan pasar uang (Sub-CPMK 12). Secara rinci:

CAPAIAN 1 — PETA PASAR
Membedakan pasar modal vs pasar uang berdasarkan jangka waktu, instrumen, dan lembaga dalam tabel perbandingan.
CAPAIAN 2 — MEKANISME BEI
Menjelaskan alur IPO (initial public offering — penawaran saham perdana ke publik) dan perdagangan di pasar sekunder, lembaga yang terlibat.
CAPAIAN 3 — INSTRUMEN
Mengidentifikasi minimal 4 instrumen pasar uang dan 3 instrumen pasar modal beserta karakteristiknya.
CAPAIAN 4 — HITUNG
Menghitung harga obligasi (PV arus kas) dan return reksadana (NAB — Net Asset Value), membandingkan dengan deposito.

Uang Anda (atau Keluarga Anda) Kerja di Mana?

Di balik rekening bank biasa, ada dua pasar raksasa yang menggerakkan ekonomi Indonesia.

PASAR MODAL — JANGKA PANJANG
Saham BBCA, TLKM, BBRI diperdagangkan setiap hari di BEI. ORI (Obligasi Ritel Indonesia — SBN ritel diterbitkan Kemenkeu) bisa dibeli individu mulai Rp 1 juta. Total saham tercatat BEI: 900+ emiten (2023).
PASAR UANG — JANGKA PENDEK
Bank meminjam/meminjamkan antar-bank melalui PUAB (Pasar Uang Antar Bank) setiap malam untuk menjaga likuiditas. BI menggunakan SBI (Sertifikat Bank Indonesia — instrumen OPT klasik) dan SRBI untuk mengelola likuiditas. Tenor: 1 hari hingga 1 tahun.
Dua pasar ini saling terhubung: suku bunga PUAB memengaruhi harga obligasi di pasar modal. Memahami keduanya = memahami cara lembaga keuangan bergerak.
Bagian 1 dari 4
Peta Besar: Pasar Keuangan
Dua segmen utama — pasar modal (jangka panjang) dan pasar uang (jangka pendek) — beserta lembaga pendukungnya di Indonesia.
Pasar Modal Pasar Uang

Dua Segmen Pasar Keuangan: Perbandingan

DimensiPasar ModalPasar Uang
Tenor instrumen> 1 tahun (jangka panjang)≤ 1 tahun (jangka pendek)
Instrumen utamaSaham, obligasi, reksadana, ETF, sukukPUAB, SBI, NCD, CP, Repo, T-Bills
Tujuan emitenPendanaan ekspansi/investasi jangka panjangManajemen likuiditas jangka pendek
Risiko relatifLebih tinggi (volatilitas harga)Lebih rendah (tenor pendek)
Lembaga utamaBEI, KSEI, KPEI, OJKBI, bank umum, pasar repo
Contoh IndonesiaSaham BBRI, ORI, Sukuk SR019PUAB, SBI, SPN 3 bulan
Keduanya sama-sama punya pasar primer + sekunder. Pasar perdana (IPO/penerbitan baru); pasar sekunder (perdagangan setelah diterbitkan). — NCD: negotiable certificate of deposit; CP: commercial paper; ETF: exchange-traded fund; SPN: Surat Perbendaharaan Negara.

Ekosistem Pasar Modal Indonesia — Lima Pilar Lembaga

OJK — PENGAWAS
Otoritas Jasa Keuangan. Mengatur & mengawasi seluruh pasar modal. Menerbitkan izin emiten, manajer investasi (MI), perusahaan efek.
BEI (IDX) — BURSA
Bursa Efek Indonesia. Penyelenggara perdagangan efek (saham, obligasi, ETF). Indeks: IHSG, LQ45, IDX80.
KSEI — KUSTODIAN
Kustodian Sentral Efek Indonesia. Menyimpan & mencatat kepemilikan efek secara elektronik. Mengelola rekening efek investor.
KPEI — KLIRING
Kliring Penjaminan Efek Indonesia. Menjamin penyelesaian transaksi (settlement) antara penjual dan pembeli. Kurangi risiko gagal serah/gagal bayar.
Perusahaan Efek / MI: Broker-dealer, penjamin emisi (underwriter), manajer investasi — penghubung antara investor dan bursa. Contoh: Mandiri Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas.
Bagian 2 dari 4
Pasar Modal: Instrumen & Mekanisme
Saham biasa & preferen, obligasi korporasi & SBN, sukuk ritel, reksadana, ETF — lalu cara kerja IPO dan perdagangan harian di BEI.
Saham Obligasi Reksadana IPO

Saham — Bukti Kepemilikan Perusahaan

Membeli saham berarti membeli kepemilikan sebagian perusahaan. Ada dua jenis:

SAHAM BIASA (Common Stock)
  • Hak suara dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) — 1 saham = 1 suara
  • Dividen tidak dijamin — tergantung kebijakan direksi & laba
  • Hak klaim terakhir jika perusahaan likuidasi
  • Potensi capital gain (keuntungan selisih harga) tidak terbatas
  • Contoh: BBCA, TLKM, BBRI, ASII, GOTO
SAHAM PREFEREN (Preferred Stock)
  • Dividen tetap (seperti obligasi), dibayar sebelum dividen biasa
  • Tidak punya hak suara (umumnya)
  • Hak klaim lebih dahulu dari saham biasa saat likuidasi
  • Lebih stabil, risiko lebih rendah
  • Sering disebut instrumen hybrid (campuran utang & ekuitas)
Dividen saham bukan bunga obligasi — tidak ada kewajiban bayar tetap. Jika laba turun, dividen bisa dikurangi atau dihapus.

Obligasi — Surat Utang dengan Kupon Tetap

Obligasi = penerbit meminjam dari investor, berjanji bayar kupon (bunga berkala) + pokok di jatuh tempo.

JenisPenerbitKeunggulanContoh Indonesia
Obligasi KorporasiPerusahaan swasta/BUMNYield lebih tinggiObligasi Telkom, BRI
SBN (Surat Berharga Negara)Pemerintah RI (DJPPR)Bebas risiko gagal bayar, likuidORI, SBR, FR (Fixed Rate)
SukukPemerintah / perusahaanPrinsip syariah, bagi hasil/feeSR019, PBS
ORI & SBR (Saving Bond Ritel) bisa dibeli individu mulai Rp 1 juta melalui aplikasi mitra distribusi Kemenkeu. SR019 adalah contoh seri sukuk ritel (seri baru terbit berkala — cek seri terkini di djppr.kemenkeu.go.id). Yield = imbal hasil pasar yang diminta investor; berbeda dari kupon yang tetap dari penerbit.

Reksadana & ETF — Investasi Kolektif

Reksadana mengumpulkan dana banyak investor dan menginvestasikannya bersama. NAB (Net Asset Value / Nilai Aktiva Bersih) adalah nilai per unit penyertaan.

REKSADANA (KONVENSIONAL)
  • Dikelola manajer investasi (MI) berlisensi OJK
  • Unit dibeli/dijual ke MI (bukan di bursa)
  • Jenis: pasar uang, pendapatan tetap, campuran, ekuitas
  • Tidak dijamin OJK/LPS — NAB bisa naik & turun
  • Contoh: Schroder Dana Istimewa, Manulife Saham Andalan
ETF (Exchange-Traded Fund)
  • Unit diperdagangkan di BEI sepanjang jam bursa, seperti saham
  • Umumnya mengikuti indeks (pasif, index-tracking)
  • Contoh: ETF IDX30, ETF LQ45 — beli via aplikasi sekuritas
  • Biaya manajemen umumnya lebih rendah dari reksadana aktif
Reksadana bukan deposito. Nilainya fluktuatif. Return historis tidak menjamin return masa depan.

Pasar Perdana — Proses IPO di BEI

IPO (Initial Public Offering) = perusahaan menjual saham untuk pertama kali ke publik. Dana masuk ke perusahaan, bukan ke penjual sebelumnya.

1
Persiapan Internal
Audit 3 tahun, pilih underwriter
2
Due Diligence
Pemeriksaan bisnis, hukum, prospektus
3
Pernyataan ke OJK
OJK telaah & beri pernyataan efektif
4
Book-Building
Harga perdana, pemesanan, allotment
5
Pencatatan BEI
Saham mulai diperdagangkan
Underwriter (penjamin emisi) = perusahaan efek yang menjamin terjualnya saham IPO. Jika saham tidak laku di pasar perdana, underwriter wajib membeli sisanya. Prospektus = dokumen resmi lengkap untuk investor. Allotment = penjatahan saham saat permintaan melebihi penawaran.

Pasar Sekunder — Mekanisme & Settlement T+1

Di pasar sekunder, investor menjual saham ke investor lain. Dana tidak masuk ke perusahaan — transaksi murni antar investor.

T+0
Transaksi di BEI
Matching order beli & jual via sistem JATS (Jakarta Automated Trading System)
T+1
Kliring KPEI + Settlement KSEI
Netting posisi; rekening efek berpindah; dana berpindah antar investor — semua selesai satu hari bursa berikutnya
Indonesia kini T+1 (efektif 2 Des 2024; sebelumnya T+2). Penjual terima uang, pembeli terima saham, pada T+1. Menjadikan Indonesia sejajar standar internasional. Sumber: ksei.co.id

Operasional Bursa BEI — Jam Perdagangan & Indeks Utama

SesiWaktu (WIB)Keterangan
Pra-pembukaan08.45 – 09.00Pembentukan harga pembukaan (call auction)
Sesi I09.00 – 12.00Perdagangan reguler
Sesi II13.30 – 15.30Perdagangan reguler
Pra-penutupan15.35 – 15.40Pembentukan harga penutupan
Indeks utama BEI: IHSG/IDX Composite (semua saham, cermin seluruh pasar) • LQ45 (45 saham paling likuid — diperbarui tiap 6 bulan) • IDX80 (80 saham terlikuid & terfundamental, lebih representatif). Verifikasi di idx.co.id jika ada perubahan jam atau metodologi indeks.

Studi Kasus: Dinamika IPO di BEI

BEI mencatat puluhan IPO setiap tahun. Beberapa contoh ikonik dan pelajarannya:

EmitenSektorCatatan
GoTo (GOTO)TeknologiIPO April 2022; salah satu IPO terbesar di Asia Tenggara; harga perdana Rp 338. Harga tertekan signifikan pasca IPO.
Bank Jago (ARTO)Fintech/PerbankanIPO 2016, transformasi menjadi bank digital — contoh re-rating dramatis.
Pertamina Geothermal Energy (PGEO)Energi TerbarukanIPO 2023; terbesar dari BUMN energi terbarukan — cermin tren ESG global.
PELAJARAN INVESTOR
Harga IPO ≠ harga jangka panjang. GOTO sempat melorot tajam pasca IPO. Analisis fundamental (berdasarkan kondisi keuangan & bisnis nyata) tetap wajib meski emiten terkenal. Data IPO terkini: idx.co.id → Perusahaan Tercatat → Pencatatan Saham Baru.
Bagian 3 dari 4
Pasar Uang: Instrumen & Peran Bank
PUAB, SBI, Repo, NCD, Commercial Paper — cara bank dan perusahaan mengelola likuiditas jangka pendek. Ditambah peran strategis bank di pasar modal.
PUAB SBI Repo NCD

Lima Instrumen Utama Pasar Uang Indonesia

★ Inti (wajib kuasai) = PUAB, SBI, Repo  •  Pendalaman = NCD, CP

InstrumenPenerbitTenorKarakteristik Kunci
★ PUAB (Pasar Uang Antar Bank)Bank komersialOvernight – 7 hariPinjaman antarbank; acuan overnight: IndONIA (Indonesia Overnight Index Average — rata-rata tertimbang realisasi transaksi)
★ SBI (Sertifikat Bank Indonesia)Bank Indonesia1 – 12 bulanInstrumen OPT (Operasi Pasar Terbuka) klasik; BI kini lebih banyak memakai SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) — verifikasi di bi.go.id
★ Repo (Repurchase Agreement)Bank/perusahaan efekOvernight – 3 bulanJual efek + perjanjian beli kembali; likuiditas cepat, agunan efek
NCD (Negotiable CD)Bank komersial1 – 12 bulanDeposito yang dapat diperdagangkan; likuiditas lebih tinggi dari deposito biasa
CP (Commercial Paper)Perusahaan non-bank1 – 270 hariSurat utang jangka pendek tanpa jaminan; hanya perusahaan dengan rating bagus
Acuan suku bunga PUAB overnight: IndONIA. Berbeda dari JIBOR (Jakarta Interbank Offered Rate — kuotasi bank kontributor untuk tenor term). Suku bunga acuan BI resmi: BI-Rate (BI 7-day Reverse Repo Rate, sejak 2016).

SBN Jangka Pendek — SPN & T-Bills Indonesia

Pemerintah juga hadir di pasar uang melalui SPN (Surat Perbendaharaan Negara) — setara Treasury Bills (T-Bills) di pasar internasional.

AspekSPN IndonesiaT-Bills (AS, sebagai referensi)
PenerbitKemenkeu RI (DJPPR)Departemen Keuangan AS
Tenor3, 6, 12 bulan4, 13, 26, 52 minggu
Diterbitkan denganDiskon dari nilai nominalDiskon dari nilai nominal
RisikoRisiko pemerintah RI (sangat rendah)Risiko pemerintah AS (sangat rendah)
PasarInvestor institusional, bankInstitusional & ritel (Treasury Direct)
SPN 3 bulan sering dipakai sebagai proksi risk-free rate jangka pendek Indonesia. SUN 10 tahun dipakai untuk risk-free jangka panjang (~6,8% per medio 2026 — verifikasi saat dipakai, selalu beri tanda ~). DJPPR = Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Kemenkeu, pengelola SBN).

Bank Bukan Hanya Penyimpan Dana — Tiga Peran di Pasar Modal

Bank berperan aktif di pasar modal, bukan sekadar penonton.

PENJAMIN EMISI (UNDERWRITER)
Bank investasi/perusahaan efek afiliasi bank menjamin terjualnya saham dan obligasi dalam IPO. Contoh: Mandiri Sekuritas (afiliasi Bank Mandiri), BRI Danareksa Sekuritas.
AGEN PENJUAL (APERD)
APERD (Agen Penjual Efek Reksadana) berlisensi OJK. Bank mendistribusikan reksadana dan SBN ritel (ORI, SBR, Sukuk Ritel). Nasabah bisa beli ORI via internet banking BCA, BRI, BNI.
BANK KUSTODIAN
Bank menyimpan aset/efek nasabah institusional (dana pensiun, asuransi). Berizin OJK, efek nasabah dipisah dari neraca bank — tidak boleh dicampurkan.
Pemisahan peran ini diatur ketat oleh OJK untuk menghindari konflik kepentingan antara kepentingan bank sendiri dan kepentingan nasabah.

Dua Konsep Kunci: Likuiditas & Maturitas

LIKUIDITAS (Liquidity)
  • Seberapa cepat & mudah aset dikonversi ke kas tanpa kerugian harga signifikan
  • Saham LQ45 = sangat likuid (bisa dijual dalam detik di BEI)
  • Obligasi korporasi = kurang likuid (perlu cari pembeli di pasar sekunder)
  • Deposito biasa = tidak likuid sebelum jatuh tempo (penalti penarikan dini)
MATURITAS (Maturity)
  • Jangka waktu hingga instrumen jatuh tempo
  • Maturitas panjang → risiko lebih tinggi → yield lebih tinggi
  • Pasar uang: maturitas ≤ 1 tahun (PUAB bahkan semalam saja)
  • Pasar modal: maturitas > 1 tahun (saham tidak ada jatuh tempo)
Trade-off dasar: likuiditas lebih tinggi + maturitas lebih pendek → risiko lebih rendah → return (yield) lebih rendah. Tidak ada instrumen sempurna.
Bagian 4 dari 4
Berhitung: Harga Obligasi & Return Reksadana
Dua latihan hitung dari nol: (1) harga obligasi menggunakan PV arus kas; (2) return reksadana vs deposito.
Harga Obligasi = Σ C/(1+y)ᵗ + F/(1+y)ⁿ

Ingat Lagi — PV Anuitas (Prasyarat Manajemen Keuangan I)

Seluruh HDN-1 bertumpu pada rumus ini. Jika belum pernah mengambil MK I, baca sekali di sini sebelum lanjut.

PV Anuitas = C × PVIFA(y, n)
PVIFA(y, n) = [1 − (1+y)¹&sup7;³&sup7;] / y
C = pembayaran tetap per periode  •  y = tingkat bunga per periode  •  n = jumlah periode
CONTOH CEPAT (satu angka)
C = Rp 100  •  y = 5%  •  n = 3 periode
PVIFA(5%, 3) = [1 − (1,05)³²&sup6;&sup8;] / 0,05 = [1 − 0,8638] / 0,05 = 0,1362 / 0,05 = 2,7232
PV Anuitas = 100 × 2,7232 = Rp 272,32
Rumus ini bukan baru — ini PV anuitas dari MK I. Di HDN-1, C = kupon per periode, y = yield per periode, n = jumlah periode (sudah dikonversi ke semiannual). Anuitas = serangkaian pembayaran tetap pada interval sama (mis. kupon obligasi semiannual).

Harga Obligasi — Inverse Yield Relationship

Yield naik → harga obligasi TURUN. Hukum besi pasar obligasi — inverse relationship.

Harga = Σ [ C / (1+y)ᵗ ] + F / (1+y)ⁿ
C = kupon per periode  •  F = nilai nominal/pokok (face value)  •  y = yield per periode  •  n = jumlah periode

Kupon 8%/tahun, nominal Rp 1.000.000, n = 5 tahun semiannual. Angka lengkap di Lampiran A (HDN-1):

Yield PasarHarga ObligasiStatus
6% (< kupon)Rp 1.085.302Harga PREMIUM
8% (= kupon)Rp 1.000.000Harga PAR
10% (> kupon)Rp 922.783Harga DISKON
Bayangkan: Anda punya obligasi lama yang bayar kupon 8%. Tiba-tiba pasar menawarkan obligasi baru dengan yield 10%. Siapa yang mau beli obligasi lama Anda, kecuali harganya turun cukup sehingga total return setara 10%? Itulah mengapa harga obligasi lama harus turun saat yield pasar naik.

Hitung dari Nol — HDN-1: Harga Obligasi

Nominal Rp 1.000.000, kupon 8%/tahun semiannual, sisa 5 tahun, yield pasar 10%/tahun. Berapa harga obligasi?

Konversi → kupon/periode: 8%×Rp1jt/2 = Rp 40.000  •  yield/periode: 10%/2 = 5% = 0,05  •  n: 5×2 = 10 periode
Derivasi PVIFA(5%,10):  (1,05)¹⁰ = 1,628895 → (1,05)⁻¹⁰ = 1/1,628895 = 0,613913 → PVIFA = (1−0,613913)/0,05 = 0,386087/0,05 = 7,72174
LangkahPerhitunganNilai
1 — PV Kupon (anuitas)40.000 × PVIFA(5%,10) = 40.000 × 7,72174Rp 308.870
2 — PV Pokok (single sum)1.000.000 ÷ (1,05)¹⁰ = 1.000.000 / 1,628895Rp 613.913
3 — Harga Obligasi308.870 + 613.913Rp 922.783
Harga Rp 922.783 < par Rp 1.000.000 → obligasi DISKON karena yield (10%) > kupon (8%). Investor menuntut harga lebih murah supaya total returnnya setara 10%.

Coba Sendiri: Geser Yield, Amati Harga Obligasi Bergerak Berlawanan

Geser yield to maturity di atas dan di bawah kupon, lalu amati bagaimana harga obligasi bergerak berlawanan arah — dan mengapa kurvanya cembung, bukan garis lurus.

Hitung dari Nol — HDN-2: Return Reksadana vs Deposito

Investor beli 1.000 unit di NAB Rp 10.000/unit. Setelah 1 tahun, NAB → Rp 11.200/unit. Deposito 6%/tahun. Apakah reksadana mengungguli deposito?

LangkahPerhitunganNilai
Nilai investasi awal1.000 unit × Rp 10.000Rp 10.000.000
Nilai portofolio akhir1.000 unit × Rp 11.200Rp 11.200.000
Kenaikan nilai (apresiasi NAB)11.200.000 − 10.000.000Rp 1.200.000
Return reksadana1.200.000 ÷ 10.000.00012,0% per tahun
Return deposito (pembanding)6,0% per tahun
Selisih (outperformance)12,0% − 6,0%+6,0 poin persen
Return reksadana 12% > deposito 6% → reksadana mengungguli deposito (dalam contoh ini). Tapi ingat: ini satu tahun saja dan NAB bisa turun. Return historis tidak menjamin masa depan.

Lima Hal yang Wajib Diingat dari Pertemuan Ini

1
Pasar modal ≠ pasar uang. Beda tenor, instrumen, lembaga. Jangan campur aduk.
2
Yield naik → harga obligasi TURUN (inverse relationship). Hukum besi, tidak ada pengecualian.
3
Reksadana tidak dijamin OJK/LPS. Beda dari deposito. Sampaikan ini ke keluarga.
4
IPO ≠ saham langsung menguntungkan. Harga hari pertama sangat volatile; analisis fundamental tetap wajib.
5
Konversi periode semiannual: kupon ÷ 2, yield ÷ 2, n × 2. Jangan lupa langkah ini.
Kesalahan paling umum di ujian: (a) tidak mengkonversi ke semiannual, (b) menjawab yield naik = harga naik (terbalik!), (c) menyebut reksadana "aman" tanpa syarat.

Cheat Sheet — Pasar Modal & Pasar Uang

TABEL A — INSTRUMEN

PasarInstrumenTenor
ModalSaham biasa/preferenTidak ada
ModalObligasi korporasi> 1 tahun
ModalSBN (ORI, FR, Sukuk)> 1 tahun
ModalReksadana, ETFOpen-ended
UangPUAB, Repo1 hari – 7 hari
UangSBI, SPN1 – 12 bulan
UangNCD, CP1 – 270 hari

TABEL B — LEMBAGA

LembagaPeran
OJKRegulator pasar modal
BEI (IDX)Penyelenggara bursa
KSEIKustodian efek
KPEIKliring & penjaminan
BIPengawas PUAB, penerbit SBI
Harga obligasi = PV kupon (anuitas) + PV pokok (single sum)
Return reksadana = (NAB akhir − NAB awal) / NAB awal × 100%

Latihan & Diskusi Kelas

LATIHAN 1 — HARGA OBLIGASI
Obligasi: nilai nominal Rp 500.000, kupon 6%/tahun dibayar semiannual, sisa 3 tahun, yield pasar 8%/tahun.

Hitung harga obligasi!
Petunjuk: konversi semiannual dulu (kupon/periode = Rp 15.000, yield/periode = 4%, n = 6 periode), lalu PV anuitas + PV single sum.
LATIHAN 2 — RETURN & KEPUTUSAN
Investor beli reksadana campuran 500 unit di NAB Rp 12.000/unit. Setahun kemudian NAB menjadi Rp 12.600/unit. Deposito menawarkan 5,5%/tahun.

(a) Berapa return reksadana?
(b) Apakah mengalahkan deposito?
(c) Risiko apa yang ada di reksadana tapi tidak di deposito?
Kerjakan 8 menit. Gambar garis waktu untuk Latihan 1. Untuk Latihan 2, jawab ketiga sub-pertanyaan. Kunci Latihan 1: harga ≈ Rp 473.789.

Kesimpulan & Persiapan Pertemuan 13

YANG SUDAH ANDA KUASAI HARI INI
  • Pasar modal vs pasar uang (tenor, instrumen, lembaga)
  • Ekosistem: OJK, BEI, KSEI, KPEI
  • Saham, obligasi, reksadana, ETF, sukuk, PUAB, SBI, SPN, NCD, CP, Repo
  • Mekanisme IPO (5 tahap) dan perdagangan BEI & T+1
  • Harga obligasi (PV arus kas) + inverse yield relationship
  • Return reksadana dan perbandingan dengan deposito
PERSIAPAN PERTEMUAN 13
  • Topik: Manajemen Risiko & ALM (Asset-Liability Management)
  • Baca: Mishkin bab risiko perbankan; Dahlan Siamat bab ALM
  • Bawa: pemahaman mismatch maturitas dari P12
  • Pertanyaan pra-kuliah: "Mengapa bank bisa bangkrut meski asetnya lebih besar dari kewajibannya?"
Tugas opsional: Akses idx.co.id → cari satu emiten di sektor yang Anda minati → lihat harga saham historis 1 tahun terakhir. Bawa observasi ke P13.