Di mana saham, obligasi, dan instrumen utang jangka pendek diperjualbelikan — mekanisme, lembaga, dan cara menilai instrumennya di Indonesia.
RPS MINGGU 13 • SUB-CPMK 12 • DURASI 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan konsep dasar pasar modal dan pasar uang (Sub-CPMK 12). Secara rinci:
CAPAIAN 1 — PETA PASAR
Membedakan pasar modal vs pasar uang berdasarkan jangka waktu, instrumen, dan lembaga dalam tabel perbandingan.
CAPAIAN 2 — MEKANISME BEI
Menjelaskan alur IPO (initial public offering — penawaran saham perdana ke publik) dan perdagangan di pasar sekunder, lembaga yang terlibat.
CAPAIAN 3 — INSTRUMEN
Mengidentifikasi minimal 4 instrumen pasar uang dan 3 instrumen pasar modal beserta karakteristiknya.
CAPAIAN 4 — HITUNG
Menghitung harga obligasi (PV arus kas) dan return reksadana (NAB — Net Asset Value), membandingkan dengan deposito.
Uang Anda (atau Keluarga Anda) Kerja di Mana?
Di balik rekening bank biasa, ada dua pasar raksasa yang menggerakkan ekonomi Indonesia.
PASAR MODAL — JANGKA PANJANG
Saham BBCA, TLKM, BBRI diperdagangkan setiap hari di BEI. ORI (Obligasi Ritel Indonesia — SBN ritel diterbitkan Kemenkeu) bisa dibeli individu mulai Rp 1 juta. Total saham tercatat BEI: 900+ emiten (2023).
PASAR UANG — JANGKA PENDEK
Bank meminjam/meminjamkan antar-bank melalui PUAB (Pasar Uang Antar Bank) setiap malam untuk menjaga likuiditas. BI menggunakan SBI (Sertifikat Bank Indonesia — instrumen OPT klasik) dan SRBI untuk mengelola likuiditas. Tenor: 1 hari hingga 1 tahun.
Dua pasar ini saling terhubung: suku bunga PUAB memengaruhi harga obligasi di pasar modal. Memahami keduanya = memahami cara lembaga keuangan bergerak.
Bagian 1 dari 4
Peta Besar: Pasar Keuangan
Dua segmen utama — pasar modal (jangka panjang) dan pasar uang (jangka pendek) — beserta lembaga pendukungnya di Indonesia.
Pasar ModalPasar Uang
Dua Segmen Pasar Keuangan: Perbandingan
Dimensi
Pasar Modal
Pasar Uang
Tenor instrumen
> 1 tahun (jangka panjang)
≤ 1 tahun (jangka pendek)
Instrumen utama
Saham, obligasi, reksadana, ETF, sukuk
PUAB, SBI, NCD, CP, Repo, T-Bills
Tujuan emiten
Pendanaan ekspansi/investasi jangka panjang
Manajemen likuiditas jangka pendek
Risiko relatif
Lebih tinggi (volatilitas harga)
Lebih rendah (tenor pendek)
Lembaga utama
BEI, KSEI, KPEI, OJK
BI, bank umum, pasar repo
Contoh Indonesia
Saham BBRI, ORI, Sukuk SR019
PUAB, SBI, SPN 3 bulan
Keduanya sama-sama punya pasar primer + sekunder. Pasar perdana (IPO/penerbitan baru); pasar sekunder (perdagangan setelah diterbitkan). — NCD: negotiable certificate of deposit; CP: commercial paper; ETF: exchange-traded fund; SPN: Surat Perbendaharaan Negara.
Ekosistem Pasar Modal Indonesia — Lima Pilar Lembaga
OJK — PENGAWAS
Otoritas Jasa Keuangan. Mengatur & mengawasi seluruh pasar modal. Menerbitkan izin emiten, manajer investasi (MI), perusahaan efek.
BEI (IDX) — BURSA
Bursa Efek Indonesia. Penyelenggara perdagangan efek (saham, obligasi, ETF). Indeks: IHSG, LQ45, IDX80.
KSEI — KUSTODIAN
Kustodian Sentral Efek Indonesia. Menyimpan & mencatat kepemilikan efek secara elektronik. Mengelola rekening efek investor.
KPEI — KLIRING
Kliring Penjaminan Efek Indonesia. Menjamin penyelesaian transaksi (settlement) antara penjual dan pembeli. Kurangi risiko gagal serah/gagal bayar.
Perusahaan Efek / MI: Broker-dealer, penjamin emisi (underwriter), manajer investasi — penghubung antara investor dan bursa. Contoh: Mandiri Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas.
Bagian 2 dari 4
Pasar Modal: Instrumen & Mekanisme
Saham biasa & preferen, obligasi korporasi & SBN, sukuk ritel, reksadana, ETF — lalu cara kerja IPO dan perdagangan harian di BEI.
SahamObligasiReksadanaIPO
Saham — Bukti Kepemilikan Perusahaan
Membeli saham berarti membeli kepemilikan sebagian perusahaan. Ada dua jenis:
SAHAM BIASA (Common Stock)
Hak suara dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) — 1 saham = 1 suara
Dividen tidak dijamin — tergantung kebijakan direksi & laba
Hak klaim terakhir jika perusahaan likuidasi
Potensi capital gain (keuntungan selisih harga) tidak terbatas
Contoh: BBCA, TLKM, BBRI, ASII, GOTO
SAHAM PREFEREN (Preferred Stock)
Dividen tetap (seperti obligasi), dibayar sebelum dividen biasa
Tidak punya hak suara (umumnya)
Hak klaim lebih dahulu dari saham biasa saat likuidasi
Lebih stabil, risiko lebih rendah
Sering disebut instrumen hybrid (campuran utang & ekuitas)
Dividen saham bukan bunga obligasi — tidak ada kewajiban bayar tetap. Jika laba turun, dividen bisa dikurangi atau dihapus.
Obligasi — Surat Utang dengan Kupon Tetap
Obligasi = penerbit meminjam dari investor, berjanji bayar kupon (bunga berkala) + pokok di jatuh tempo.
Jenis
Penerbit
Keunggulan
Contoh Indonesia
Obligasi Korporasi
Perusahaan swasta/BUMN
Yield lebih tinggi
Obligasi Telkom, BRI
SBN (Surat Berharga Negara)
Pemerintah RI (DJPPR)
Bebas risiko gagal bayar, likuid
ORI, SBR, FR (Fixed Rate)
Sukuk
Pemerintah / perusahaan
Prinsip syariah, bagi hasil/fee
SR019, PBS
ORI & SBR (Saving Bond Ritel) bisa dibeli individu mulai Rp 1 juta melalui aplikasi mitra distribusi Kemenkeu. SR019 adalah contoh seri sukuk ritel (seri baru terbit berkala — cek seri terkini di djppr.kemenkeu.go.id). Yield = imbal hasil pasar yang diminta investor; berbeda dari kupon yang tetap dari penerbit.
Reksadana & ETF — Investasi Kolektif
Reksadana mengumpulkan dana banyak investor dan menginvestasikannya bersama. NAB (Net Asset Value / Nilai Aktiva Bersih) adalah nilai per unit penyertaan.
REKSADANA (KONVENSIONAL)
Dikelola manajer investasi (MI) berlisensi OJK
Unit dibeli/dijual ke MI (bukan di bursa)
Jenis: pasar uang, pendapatan tetap, campuran, ekuitas
Tidak dijamin OJK/LPS — NAB bisa naik & turun
Contoh: Schroder Dana Istimewa, Manulife Saham Andalan
ETF (Exchange-Traded Fund)
Unit diperdagangkan di BEI sepanjang jam bursa, seperti saham
Umumnya mengikuti indeks (pasif, index-tracking)
Contoh: ETF IDX30, ETF LQ45 — beli via aplikasi sekuritas
Biaya manajemen umumnya lebih rendah dari reksadana aktif
Reksadana bukan deposito. Nilainya fluktuatif. Return historis tidak menjamin return masa depan.
Pasar Perdana — Proses IPO di BEI
IPO (Initial Public Offering) = perusahaan menjual saham untuk pertama kali ke publik. Dana masuk ke perusahaan, bukan ke penjual sebelumnya.
1 Persiapan Internal Audit 3 tahun, pilih underwriter
→
2 Due Diligence Pemeriksaan bisnis, hukum, prospektus
→
3 Pernyataan ke OJK OJK telaah & beri pernyataan efektif
→
4 Book-Building Harga perdana, pemesanan, allotment
→
5 Pencatatan BEI Saham mulai diperdagangkan
Underwriter (penjamin emisi) = perusahaan efek yang menjamin terjualnya saham IPO. Jika saham tidak laku di pasar perdana, underwriter wajib membeli sisanya. Prospektus = dokumen resmi lengkap untuk investor. Allotment = penjatahan saham saat permintaan melebihi penawaran.
Pasar Sekunder — Mekanisme & Settlement T+1
Di pasar sekunder, investor menjual saham ke investor lain. Dana tidak masuk ke perusahaan — transaksi murni antar investor.
T+0 Transaksi di BEI Matching order beli & jual via sistem JATS (Jakarta Automated Trading System)
→
T+1 Kliring KPEI + Settlement KSEI Netting posisi; rekening efek berpindah; dana berpindah antar investor — semua selesai satu hari bursa berikutnya
Indonesia kini T+1 (efektif 2 Des 2024; sebelumnya T+2). Penjual terima uang, pembeli terima saham, pada T+1. Menjadikan Indonesia sejajar standar internasional. Sumber: ksei.co.id
Operasional Bursa BEI — Jam Perdagangan & Indeks Utama
Sesi
Waktu (WIB)
Keterangan
Pra-pembukaan
08.45 – 09.00
Pembentukan harga pembukaan (call auction)
Sesi I
09.00 – 12.00
Perdagangan reguler
Sesi II
13.30 – 15.30
Perdagangan reguler
Pra-penutupan
15.35 – 15.40
Pembentukan harga penutupan
Indeks utama BEI: IHSG/IDX Composite (semua saham, cermin seluruh pasar) • LQ45 (45 saham paling likuid — diperbarui tiap 6 bulan) • IDX80 (80 saham terlikuid & terfundamental, lebih representatif). Verifikasi di idx.co.id jika ada perubahan jam atau metodologi indeks.
Studi Kasus: Dinamika IPO di BEI
BEI mencatat puluhan IPO setiap tahun. Beberapa contoh ikonik dan pelajarannya:
Emiten
Sektor
Catatan
GoTo (GOTO)
Teknologi
IPO April 2022; salah satu IPO terbesar di Asia Tenggara; harga perdana Rp 338. Harga tertekan signifikan pasca IPO.
Bank Jago (ARTO)
Fintech/Perbankan
IPO 2016, transformasi menjadi bank digital — contoh re-rating dramatis.
Pertamina Geothermal Energy (PGEO)
Energi Terbarukan
IPO 2023; terbesar dari BUMN energi terbarukan — cermin tren ESG global.
PELAJARAN INVESTOR
Harga IPO ≠ harga jangka panjang. GOTO sempat melorot tajam pasca IPO. Analisis fundamental (berdasarkan kondisi keuangan & bisnis nyata) tetap wajib meski emiten terkenal. Data IPO terkini: idx.co.id → Perusahaan Tercatat → Pencatatan Saham Baru.
Bagian 3 dari 4
Pasar Uang: Instrumen & Peran Bank
PUAB, SBI, Repo, NCD, Commercial Paper — cara bank dan perusahaan mengelola likuiditas jangka pendek. Ditambah peran strategis bank di pasar modal.
Deposito yang dapat diperdagangkan; likuiditas lebih tinggi dari deposito biasa
CP (Commercial Paper)
Perusahaan non-bank
1 – 270 hari
Surat utang jangka pendek tanpa jaminan; hanya perusahaan dengan rating bagus
Acuan suku bunga PUAB overnight: IndONIA. Berbeda dari JIBOR (Jakarta Interbank Offered Rate — kuotasi bank kontributor untuk tenor term). Suku bunga acuan BI resmi: BI-Rate (BI 7-day Reverse Repo Rate, sejak 2016).
SBN Jangka Pendek — SPN & T-Bills Indonesia
Pemerintah juga hadir di pasar uang melalui SPN (Surat Perbendaharaan Negara) — setara Treasury Bills (T-Bills) di pasar internasional.
Aspek
SPN Indonesia
T-Bills (AS, sebagai referensi)
Penerbit
Kemenkeu RI (DJPPR)
Departemen Keuangan AS
Tenor
3, 6, 12 bulan
4, 13, 26, 52 minggu
Diterbitkan dengan
Diskon dari nilai nominal
Diskon dari nilai nominal
Risiko
Risiko pemerintah RI (sangat rendah)
Risiko pemerintah AS (sangat rendah)
Pasar
Investor institusional, bank
Institusional & ritel (Treasury Direct)
SPN 3 bulan sering dipakai sebagai proksi risk-free rate jangka pendek Indonesia. SUN 10 tahun dipakai untuk risk-free jangka panjang (~6,8% per medio 2026 — verifikasi saat dipakai, selalu beri tanda ~). DJPPR = Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Kemenkeu, pengelola SBN).
Bank Bukan Hanya Penyimpan Dana — Tiga Peran di Pasar Modal
Bank berperan aktif di pasar modal, bukan sekadar penonton.
PENJAMIN EMISI (UNDERWRITER)
Bank investasi/perusahaan efek afiliasi bank menjamin terjualnya saham dan obligasi dalam IPO. Contoh: Mandiri Sekuritas (afiliasi Bank Mandiri), BRI Danareksa Sekuritas.
AGEN PENJUAL (APERD)
APERD (Agen Penjual Efek Reksadana) berlisensi OJK. Bank mendistribusikan reksadana dan SBN ritel (ORI, SBR, Sukuk Ritel). Nasabah bisa beli ORI via internet banking BCA, BRI, BNI.
BANK KUSTODIAN
Bank menyimpan aset/efek nasabah institusional (dana pensiun, asuransi). Berizin OJK, efek nasabah dipisah dari neraca bank — tidak boleh dicampurkan.
Pemisahan peran ini diatur ketat oleh OJK untuk menghindari konflik kepentingan antara kepentingan bank sendiri dan kepentingan nasabah.
Dua Konsep Kunci: Likuiditas & Maturitas
LIKUIDITAS (Liquidity)
Seberapa cepat & mudah aset dikonversi ke kas tanpa kerugian harga signifikan
Saham LQ45 = sangat likuid (bisa dijual dalam detik di BEI)
Obligasi korporasi = kurang likuid (perlu cari pembeli di pasar sekunder)
Deposito biasa = tidak likuid sebelum jatuh tempo (penalti penarikan dini)
MATURITAS (Maturity)
Jangka waktu hingga instrumen jatuh tempo
Maturitas panjang → risiko lebih tinggi → yield lebih tinggi
Pasar uang: maturitas ≤ 1 tahun (PUAB bahkan semalam saja)
Pasar modal: maturitas > 1 tahun (saham tidak ada jatuh tempo)
Trade-off dasar: likuiditas lebih tinggi + maturitas lebih pendek → risiko lebih rendah → return (yield) lebih rendah. Tidak ada instrumen sempurna.
Bagian 4 dari 4
Berhitung: Harga Obligasi & Return Reksadana
Dua latihan hitung dari nol: (1) harga obligasi menggunakan PV arus kas; (2) return reksadana vs deposito.
Harga Obligasi = Σ C/(1+y)ᵗ + F/(1+y)ⁿ
Ingat Lagi — PV Anuitas (Prasyarat Manajemen Keuangan I)
Seluruh HDN-1 bertumpu pada rumus ini. Jika belum pernah mengambil MK I, baca sekali di sini sebelum lanjut.
PV Anuitas = C × PVIFA(y, n) PVIFA(y, n) = [1 − (1+y)¹&sup7;³&sup7;] / y
C = pembayaran tetap per periode • y = tingkat bunga per periode • n = jumlah periode
CONTOH CEPAT (satu angka)
C = Rp 100 • y = 5% • n = 3 periode PVIFA(5%, 3) = [1 − (1,05)³²&sup6;&sup8;] / 0,05 = [1 − 0,8638] / 0,05 = 0,1362 / 0,05 = 2,7232 PV Anuitas = 100 × 2,7232 = Rp 272,32
Rumus ini bukan baru — ini PV anuitas dari MK I. Di HDN-1, C = kupon per periode, y = yield per periode, n = jumlah periode (sudah dikonversi ke semiannual).
Anuitas = serangkaian pembayaran tetap pada interval sama (mis. kupon obligasi semiannual).
Harga Obligasi — Inverse Yield Relationship
Yield naik → harga obligasi TURUN. Hukum besi pasar obligasi — inverse relationship.
Harga = Σ [ C / (1+y)ᵗ ] + F / (1+y)ⁿ C = kupon per periode • F = nilai nominal/pokok (face value) • y = yield per periode • n = jumlah periode
Kupon 8%/tahun, nominal Rp 1.000.000, n = 5 tahun semiannual. Angka lengkap di Lampiran A (HDN-1):
Yield Pasar
Harga Obligasi
Status
6% (< kupon)
Rp 1.085.302
Harga PREMIUM
8% (= kupon)
Rp 1.000.000
Harga PAR
10% (> kupon)
Rp 922.783
Harga DISKON
Bayangkan: Anda punya obligasi lama yang bayar kupon 8%. Tiba-tiba pasar menawarkan obligasi baru dengan yield 10%. Siapa yang mau beli obligasi lama Anda, kecuali harganya turun cukup sehingga total return setara 10%? Itulah mengapa harga obligasi lama harus turun saat yield pasar naik.
Hitung dari Nol — HDN-1: Harga Obligasi
Nominal Rp 1.000.000, kupon 8%/tahun semiannual, sisa 5 tahun, yield pasar 10%/tahun. Berapa harga obligasi?
Konversi → kupon/periode: 8%×Rp1jt/2 = Rp 40.000 • yield/periode: 10%/2 = 5% = 0,05 • n: 5×2 = 10 periode
Harga Rp 922.783 < par Rp 1.000.000 → obligasi DISKON karena yield (10%) > kupon (8%). Investor menuntut harga lebih murah supaya total returnnya setara 10%.
Coba Sendiri: Geser Yield, Amati Harga Obligasi Bergerak Berlawanan
Geser yield to maturity di atas dan di bawah kupon, lalu amati bagaimana harga obligasi bergerak berlawanan arah — dan mengapa kurvanya cembung, bukan garis lurus.
Hitung dari Nol — HDN-2: Return Reksadana vs Deposito
Investor beli 1.000 unit di NAB Rp 10.000/unit. Setelah 1 tahun, NAB → Rp 11.200/unit. Deposito 6%/tahun. Apakah reksadana mengungguli deposito?
Langkah
Perhitungan
Nilai
Nilai investasi awal
1.000 unit × Rp 10.000
Rp 10.000.000
Nilai portofolio akhir
1.000 unit × Rp 11.200
Rp 11.200.000
Kenaikan nilai (apresiasi NAB)
11.200.000 − 10.000.000
Rp 1.200.000
Return reksadana
1.200.000 ÷ 10.000.000
12,0% per tahun
Return deposito (pembanding)
—
6,0% per tahun
Selisih (outperformance)
12,0% − 6,0%
+6,0 poin persen
Return reksadana 12% > deposito 6% → reksadana mengungguli deposito (dalam contoh ini). Tapi ingat: ini satu tahun saja dan NAB bisa turun. Return historis tidak menjamin masa depan.
Lima Hal yang Wajib Diingat dari Pertemuan Ini
1
Pasar modal ≠ pasar uang. Beda tenor, instrumen, lembaga. Jangan campur aduk.
2
Yield naik → harga obligasi TURUN (inverse relationship). Hukum besi, tidak ada pengecualian.
3
Reksadana tidak dijamin OJK/LPS. Beda dari deposito. Sampaikan ini ke keluarga.
4
IPO ≠ saham langsung menguntungkan. Harga hari pertama sangat volatile; analisis fundamental tetap wajib.
5
Konversi periode semiannual: kupon ÷ 2, yield ÷ 2, n × 2. Jangan lupa langkah ini.
Kesalahan paling umum di ujian: (a) tidak mengkonversi ke semiannual, (b) menjawab yield naik = harga naik (terbalik!), (c) menyebut reksadana "aman" tanpa syarat.
Cheat Sheet — Pasar Modal & Pasar Uang
TABEL A — INSTRUMEN
Pasar
Instrumen
Tenor
Modal
Saham biasa/preferen
Tidak ada
Modal
Obligasi korporasi
> 1 tahun
Modal
SBN (ORI, FR, Sukuk)
> 1 tahun
Modal
Reksadana, ETF
Open-ended
Uang
PUAB, Repo
1 hari – 7 hari
Uang
SBI, SPN
1 – 12 bulan
Uang
NCD, CP
1 – 270 hari
TABEL B — LEMBAGA
Lembaga
Peran
OJK
Regulator pasar modal
BEI (IDX)
Penyelenggara bursa
KSEI
Kustodian efek
KPEI
Kliring & penjaminan
BI
Pengawas PUAB, penerbit SBI
Harga obligasi = PV kupon (anuitas) + PV pokok (single sum) Return reksadana = (NAB akhir − NAB awal) / NAB awal × 100%
Latihan & Diskusi Kelas
LATIHAN 1 — HARGA OBLIGASI
Obligasi: nilai nominal Rp 500.000, kupon 6%/tahun dibayar semiannual, sisa 3 tahun, yield pasar 8%/tahun.
Hitung harga obligasi! Petunjuk: konversi semiannual dulu (kupon/periode = Rp 15.000, yield/periode = 4%, n = 6 periode), lalu PV anuitas + PV single sum.
LATIHAN 2 — RETURN & KEPUTUSAN
Investor beli reksadana campuran 500 unit di NAB Rp 12.000/unit. Setahun kemudian NAB menjadi Rp 12.600/unit. Deposito menawarkan 5,5%/tahun.
(a) Berapa return reksadana? (b) Apakah mengalahkan deposito? (c) Risiko apa yang ada di reksadana tapi tidak di deposito?
Kerjakan 8 menit. Gambar garis waktu untuk Latihan 1. Untuk Latihan 2, jawab ketiga sub-pertanyaan. Kunci Latihan 1: harga ≈ Rp 473.789.
Kesimpulan & Persiapan Pertemuan 13
YANG SUDAH ANDA KUASAI HARI INI
Pasar modal vs pasar uang (tenor, instrumen, lembaga)