stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-07
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 7: Lembaga Keuangan Non-Bank: Leasing & Modal Ventura
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Manajemen Lembaga Keuangan

Pertemuan 7 — Leasing & Modal Ventura

Dua instrumen pembiayaan non-bank yang menggerakkan perekonomian Indonesia: sewa guna usaha (leasing) dan modal ventura — cara kerjanya, regulasinya, dan cara menghitung biayanya.

RPS MINGGU 7 • SUB-CPMK 7 • DURASI 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan konsep dasar leasing dan modal ventura (Sub-CPMK 7). Secara rinci:

CAPAIAN 1 — LEASING KONSEP
JENIS
Mendefinisikan leasing & membedakan finance lease vs operating lease sesuai PSAK 73 (Sewa, berlaku 1 Jan 2020).
CAPAIAN 2 — LEASING HITUNG
HITUNG
Menghitung total pembayaran sewa & bunga implisit dan membandingkan dengan beli tunai.
CAPAIAN 3 — MODAL VENTURA
VC
Menjelaskan mekanisme pembiayaan & strategi divestasi modal ventura; membedakan dari kredit bank.
CAPAIAN 4 — PERBANDINGAN
BANDING
Membedakan leasing, modal ventura, dan kredit bank secara sistematis dan terstruktur.

Mengapa Perusahaan Tidak Selalu Membeli Aset Sendiri?

Tiga skenario nyata. Mana yang paling masuk akal untuk perusahaan Anda?

SKENARIO A — LEASING
SGU
Perusahaan logistik butuh 10 truk baru. Modal terbatas. Astra Credit Companies (ACC) tawarkan cicilan 3 tahun. Kas tidak terkuras, truk langsung operasi.
SKENARIO B — KREDIT BANK
KREDIT
Pinjam ke bank, beli truk, aset jadi agunan (collateral — aset yang dijaminkan ke kreditur). Proses 2–4 minggu. Aset terikat, gerak terbatas.
SKENARIO C — MODAL VENTURA
VC
Startup fintech butuh Rp 10 M untuk teknologi, tidak punya aset untuk jaminan. MDI Ventures masuk sebagai pemegang saham. Tidak ada cicilan; VC berbagi risiko.
Tidak ada pilihan yang selalu terbaik — tergantung kondisi perusahaan, ketersediaan agunan, dan siklus hidup bisnis.
BAGIAN 1
Leasing: Definisi, Regulasi & Pihak
Apa bedanya menyewa apartemen dengan menyewa mesin pabrik selama 5 tahun? Dan siapa yang mengatur praktik bisnis ini di Indonesia?
▶ Bagian 1: Leasing Dasar Bagian 2: Manfaat & Hitung Bagian 3: Modal Ventura Bagian 4: Perbandingan

Leasing (Sewa Guna Usaha): Definisi & Dasar Hukum

“Kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan debitur (penyewa guna usaha / lessee), dengan pembayaran secara angsuran berdasarkan kesepakatan antara perusahaan pembiayaan (lessor) dan debitur.”
POJK No. 35/POJK.05/2018, Pasal 1 angka 10
Dasar Hukum Utama
  • POJK No. 35/POJK.05/2018 — Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. Mengatur izin, modal minimum, perilaku pasar.
  • Perusahaan pembiayaan wajib berizin OJK sebelum beroperasi.
Pencatatan Akuntansi
  • PSAK 73 (Sewa) — berlaku 1 Januari 2020. Harmonisasi dengan IFRS 16.
  • Mengubah cara lessee (penyewa) mencatat sewa di neraca — hampir semua sewa >12 bulan kini muncul di neraca.
Kata kunci: leasing = instrumen PEMBIAYAAN, bukan sekadar sewa. Ada kewajiban keuangan jangka panjang.

Tiga Pihak dalam Transaksi Leasing

SUPPLIERProdusen / Dealer AsetDealer Isuzu, Produsen CNCLESSORPerusahaan PembiayaanACC, BFI Finance, AdiraLESSEEPerusahaan PenggunaLogistik, Pabrik, UMKMJual asetSewa asetBayar cicilan
Dalam beberapa kasus ada Kreditur Lessor (bank yang membiayai lessor) — menjadi empat pihak. Lessor = pemilik aset legal selama masa sewa.

Finance Lease vs Operating Lease — Perbedaan Kunci (PSAK 73)

AspekFinance Lease (Sewa Pembiayaan)Operating Lease (Sewa Operasi)
Kepemilikan risiko & manfaatBeralih ke lesseeTetap di lessor
Opsi beli di akhirAda (harga nominal)Tidak ada / tidak wajib
Aset di neraca lessee?Ya (PSAK 73)Ya (PSAK 73 — aset hak guna)
Beban di laporan L/RPenyusutan + bunga (terpisah)Penyusutan + bunga (PSAK 73)
ContohLeasing alat berat 5 tahun, opsi beliSewa gedung kantor jangka pendek
PSAK 73: sejak 2020, lessee wajib catat aset hak guna (right-of-use asset) dan liabilitas sewa untuk hampir semua kontrak sewa >12 bulan. Off-balance sheet tidak lagi tersedia.

Mekanisme Sale and Lease Back (Jual & Sewa Kembali)

1. Punya AsetGedung pabrikRp 20 M2. Jual ke LessorTerima kas Rp 20 Mtunai3. Sewa KembaliBayar cicilan10 tahun4. Tetap OperasiKas segar Rp 20 Muntuk ekspansiJualSewaPakai
Manfaat: Likuiditas mendadak tanpa menghentikan operasional. Aset “dijadikan uang” lalu disewa kembali.
Risiko: Jika gagal bayar cicilan, lessor dapat mengambil kembali aset → kehilangan fasilitas produksi.
BAGIAN 2
Manfaat Leasing & Hitung dari Nol
Leasing lebih mahal atau lebih murah dari beli tunai? Bagaimana cara membuktikannya dengan angka?
Bagian 1: Leasing Dasar ▶ Bagian 2: Manfaat & Hitung Bagian 3: Modal Ventura Bagian 4: Perbandingan

Empat Manfaat Utama Leasing bagi Lessee

1 — FLEKSIBILITAS MODAL
KAS
Tidak perlu keluarkan modal besar di awal. Kas dihemat untuk operasional, pemasaran, atau investasi lain yang lebih produktif.
2 — PRESERVASI MODAL KERJA
LIKUID
Modal kerja (kas untuk beli bahan baku, bayar gaji) tidak terkuras hanya untuk membeli aset tetap.
3 — TEKNOLOGI TERKINI
UPGRD
Mudah mengganti aset setelah masa sewa berakhir — tidak terjebak aset usang. Ideal untuk industri teknologi cepat berubah.
4 — BEBAS JAMINAN LAIN
BEBA
Leasing biasanya tidak mensyaratkan agunan tambahan di luar aset yang disewa. Cocok untuk UMKM atau perusahaan baru.

Lanskap Leasing Indonesia: Pemain Utama (Regulasi OJK)

Astra Credit Companies (ACC)
  • Anak usaha Astra International (kode BEI: ASII)
  • Fokus: kendaraan bermotor & alat berat
  • Salah satu perusahaan pembiayaan terbesar Indonesia
  • Diawasi OJK sesuai POJK 35/2018
BFI Finance (BFIN.JK)
  • Perusahaan publik di BEI (kode: BFIN)
  • Segmen beragam: kendaraan, alat berat, properti
  • Aset >Rp 15 triliun
  • Pelanggan utama: UMKM & korporasi menengah
Adira Finance
  • Anak usaha Bank Danamon (kode BEI: BDMN)
  • Fokus: sepeda motor & mobil bekas
  • Nasabah >3 juta lessee aktif
  • Integrasi kuat dengan jaringan Bank Danamon
Seluruh perusahaan pembiayaan wajib berizin OJK (POJK 35/2018). Per data OJK 2023: >150 perusahaan pembiayaan aktif di Indonesia, total piutang pembiayaan (tagihan cicilan lessee yang belum dibayar) >Rp 400 triliun.

HDN-1: Berapa Total Biaya Leasing vs Beli Tunai?

Kasus: Mesin seharga Rp 600 juta. Uang muka 20%. Sisa dibiayai leasing 3 tahun (36 cicilan bulanan @Rp 16 juta).

Jembatan konsep: Kalau hanya pokok Rp 480 juta dibagi 36 bulan, cicilan seharusnya Rp 13,33 juta. Lessor menetapkan Rp 16 juta — selisih Rp 2,67 juta/bulan itulah bunga. Tabel di bawah membuktikannya.
LangkahPerhitunganNilai
1. Uang muka (20%)20% × Rp 600 jutaRp 120 juta
2. Nilai yang dibiayai leasingRp 600 juta − Rp 120 jutaRp 480 juta
3. Total cicilan36 cicilan × Rp 16 jutaRp 576 juta
4. Total dibayar (muka + cicilan)Rp 120 juta + Rp 576 jutaRp 696 juta
5. Bunga implisit (biaya tersembunyi dalam cicilan)Rp 696 juta − Rp 600 jutaRp 96 juta
6. Beli tunai (pembanding)Harga mesin = Rp 600 jutaRp 600 juta
7. Premium leasing vs tunaiRp 696 juta − Rp 600 jutaRp 96 juta (16%)
Leasing lebih mahal Rp 96 juta (16%) dibanding beli tunai — tapi kas tidak terkuras Rp 480 juta sekaligus.

Coba Sendiri: Bandingkan PV Biaya Leasing vs Beli Tunai/Kredit

Geser harga aset, tenor, dan suku bunga, lalu amati bagaimana Net Advantage of Leasing (NAL) berubah antara ketiga opsi pembiayaan.

Kapan Pilih Beli Tunai? Kapan Pilih Leasing?

FaktorBeli TunaiLeasing
Kondisi kasKas berlimpahKas terbatas
Kebutuhan asetJangka panjang, aset strategisJangka menengah, teknologi cepat usang
Biaya totalLebih rendahLebih tinggi (ada bunga implisit)
Dampak neraca (PSAK 73)Aset bertambah, tidak ada utang baruAset hak guna + liabilitas sewa
FleksibilitasRendah (susah ganti aset)Tinggi (ganti mesin baru di akhir kontrak)
Cocok untukPerusahaan mapan, aset core businessUMKM, perusahaan pertumbuhan tinggi
Tidak ada yang selalu lebih baik — analisis arus kas (cash flow analysis) perusahaan yang menentukan.

PSAK 73: Dampak pada Neraca Lessee (Sebelum vs Sesudah 2020)

SEBELUM PSAK 73 (Operating Lease lama)
  • Aset: tidak ada aset sewa muncul di neraca
  • Liabilitas: tidak ada utang sewa di neraca
  • L/R: Beban sewa operasional (satu baris — mengurangi EBITDA)
  • Kesan: Neraca “bersih”, DER (Debt-to-Equity Ratio) rendah
SESUDAH PSAK 73 (sejak 1 Jan 2020)
  • Aset: + Aset Hak Guna (Right-of-Use Asset)
  • Liabilitas: + Liabilitas Sewa (Lease Liability)
  • L/R: Penyusutan aset + Beban bunga (dua baris — keduanya di luar EBITDA)
  • Efek: DER naik; EBITDA membaik (beban sewa keluar dari EBITDA)
Efek nyata: DER (Debt-to-Equity Ratio — rasio utang terhadap ekuitas) naik → perusahaan seperti TLKM perlu renegosiasi covenant pinjaman bank (syarat yang harus dipenuhi peminjam) saat PSAK 73 berlaku. EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, amortisasi) bisa naik karena beban sewa tidak lagi menguranginya.
BAGIAN 3
Modal Ventura: Konsep, Mekanisme & Divestasi
Kalau leasing untuk perusahaan yang butuh aset — siapa yang mendanai ide bisnis yang belum punya apa-apa?
Bagian 1: Leasing Dasar Bagian 2: Manfaat & Hitung ▶ Bagian 3: Modal Ventura Bagian 4: Perbandingan

Modal Ventura (Venture Capital): Definisi & Regulasi

“Kegiatan pembiayaan melalui penyertaan modal, pembiayaan melalui pembelian obligasi konversi, dan/atau pembiayaan usaha produktif.”
Mengacu pada ketentuan OJK tentang Perusahaan Modal Ventura (PMV)
Karakteristik Kunci MV
  • Pembiayaan ekuitas (penyertaan saham) atau instrumen yang bisa dikonversi ke saham
  • VC menjadi pemegang saham → ikut menanggung rugi, ikut nikmati untung
  • Target: perusahaan bertumbuh cepat, risiko tinggi, potensi imbal hasil tinggi
  • Horizon investasi: 3–7 tahun (lalu exit / divestasi)
Regulasi di Indonesia
  • Lembaga yang menjalankan kegiatan MV sebagai usaha utama wajib berbentuk PMV (Perusahaan Modal Ventura) berizin OJK
  • Seri POJK PMV/PMVS berlaku — cek nomor terkini di ojk.go.id
  • Modal minimum & laporan berkala ke OJK
VC ≠ Bank. Bank memberikan pinjaman & mengharapkan cicilan. VC menjadi pemilik & mengharapkan pertumbuhan nilai saham.

Modal Ventura vs Kredit Bank: Perbedaan Fundamental

AspekKredit BankModal Ventura
InstrumenPinjaman (utang)Penyertaan modal (ekuitas)
Status pemberi danaKrediturPemegang saham
Imbal hasilBunga tetapCapital gain (kenaikan harga saham) + dividen (tidak pasti)
Risiko kerugianDitanggung debitur (bank dilindungi agunan)Ditanggung bersama (VC ikut rugi)
Agunan / jaminanWajib (aset, personal guarantee)Tidak wajib — berbasis potensi bisnis
Kontrol perusahaanTidak ada (kecuali covenant)Ada — VC bisa duduk di dewan komisaris
Tahap bisnis cocokBisnis mapan (cash flow positif)Startup / growth stage
Startup tanpa aset = sulit dapat kredit bank. Modal ventura = solusi untuk bisnis berbasis ide & manusia.

Tiga Jenis Instrumen Pembiayaan Modal Ventura

1 — PENYERTAAN SAHAM
EQUITY
VC membeli saham perusahaan portofolio. Menjadi co-owner. Tidak ada kewajiban pembayaran bunga. Keuntungan dari kenaikan nilai saham saat exit. Contoh: MDI Ventures beli 15% saham startup fintech.
2 — OBLIGASI KONVERSI
KONVR
VC memberikan pinjaman yang bisa diubah jadi saham (convertible note). Fleksibel: gagal = klaim sebagai kreditur; sukses = konversi ke saham & nikmati upside. Populer di early stage.
3 — BAGI HASIL (SYARIAH)
BAGI
Pembiayaan berbasis bagi hasil (mirip musyarakah dalam keuangan syariah). Keuntungan/kerugian dibagi proporsional. Tidak ada bunga nominal. Relevan untuk UMKM syariah.
Ketiga instrumen bisa digunakan bersamaan dalam satu portofolio VC: tergantung profil risiko dan tahapan bisnis masing-masing perusahaan portofolio.

Strategi Divestasi: Bagaimana VC Merealisasi Keuntungan?

IPO (Penawaran Saham Perdana)
  • Perusahaan melantai di BEI (Bursa Efek Indonesia)
  • VC menjual saham ke publik di harga pasar
  • Imbal hasil tertinggi tapi proses panjang
  • Contoh: VC early investor Bukalapak sebelum IPO 2021 (BUKA.JK)
Buyback (Pembelian Kembali)
  • Pendiri atau perusahaan membeli kembali saham VC
  • Cocok bila pendiri ingin pertahankan kontrol penuh
  • Harga negosiasi bilateral
  • VC keluar tanpa perlu perusahaan masuk bursa
Trade Sale (Akuisisi)
  • Perusahaan dijual ke perusahaan lain yang lebih besar
  • VC dapat uang dari proses akuisisi
  • Exit paling cepat
  • Contoh: startup fintech diakuisisi bank besar → VC realisasi gain
Divestasi (penjualan aset/saham investasi) = momen krusial VC: keuntungan bertahun-tahun tersimpan dalam saham akhirnya menjadi uang kas nyata.

Modal Ventura Indonesia: Pemain & Ekosistem

MDI Ventures (Telkom — TLKM.JK)
  • VC korporat (corporate VC) anak usaha PT Telkom Indonesia
  • Fokus: startup digital, telekomunikasi, cloud, AI
  • Portofolio: ratusan startup; contoh: SaaS & fintech
  • Tujuan strategis: akses inovasi untuk ekosistem Telkom
Mandiri Capital Indonesia / MCI (BMRI.JK)
  • VC korporat anak usaha Bank Mandiri
  • Fokus: fintech, insurtech, healthtech
  • Misi: mendukung inklusi keuangan (unbanked)
  • Portofolio: Moka (POS, diakuisisi Gojek), Amartha (P2P lending)
Indonesia punya >9 unicorn (startup valuasi >$1 miliar) per 2024: GoTo, Traveloka, J&T, OVO, dll — banyak bermula dari pendanaan VC lokal & asing. OJK mencatat >60 PMV (Perusahaan Modal Ventura) berizin per 2023.

HDN-2: Berapa Valuasi Startup & Keuntungan VC?

Kasus: VC suntikkan Rp 5 miliar untuk 20% saham. Tiga tahun kemudian, VC jual 15% dari porsi 20%-nya ketika valuasi startup mencapai Rp 40 miliar.

Intuisi dasar: Rp 5 M membeli 20% → 100% perusahaan = Rp 5 M ÷ 20% = Rp 25 M. Ini post-money valuation (valuasi sesudah uang VC masuk). Pre-money = Rp 25 M − Rp 5 M = Rp 20 M. Selalu bedakan keduanya.
LangkahPerhitunganNilai
1. Valuasi post-money saat investasiRp 5 miliar ÷ 20%Rp 25 miliar
2. Nilai 15% saham yang dijual (saat exit)15% × Rp 40 miliarRp 6 miliar
3. Harga perolehan 15% saham(15/20) × Rp 5 miliarRp 3,75 miliar
4. Gain (keuntungan) VCRp 6 miliar − Rp 3,75 miliarRp 2,25 miliar
5. Return absolut (capital gain)Rp 2,25 M ÷ Rp 3,75 M60% dalam 3 tahun
6. Sisa kepemilikan VC20% − 15%5% saham (~Rp 2 miliar)
VC realisasi Rp 2,25 miliar gain dari 15% yang dijual, dan masih pegang 5% (~Rp 2 M) untuk exit berikutnya.
BAGIAN 4
Perbandingan & Rangkuman
Setelah mempelajari keduanya — kapan bisnis Anda membutuhkan leasing, kapan modal ventura, dan kapan sebaiknya tetap ke bank?
Bagian 1: Leasing Dasar Bagian 2: Manfaat & Hitung Bagian 3: Modal Ventura ▶ Bagian 4: Perbandingan

Tiga Instrumen Pembiayaan: Mana yang Tepat?

AspekKredit BankLeasingModal Ventura
Apa yang didapatUang tunaiHak pakai asetUang tunai + mitra bisnis
KewajibanCicilan + bunga tetapCicilan sewaBerbagi keuntungan (exit)
JaminanAgunan wajibAset sewa = jaminanTidak ada
Cocok untukBisnis mapan, cash flow positifButuh aset baru, modal terbatasStartup inovatif, risiko tinggi
Biaya modalBunga tetapBunga implisit (sering lebih tinggi)Dilusi saham (biaya peluang)
Kontrol perusahaanTidak terpengaruhTidak terpengaruhVC punya hak suara
Regulasi OJKPOJK PerbankanPOJK 35/2018POJK PMV/PMVS (cek ojk.go.id)
Rule of thumb: butuh aset → leasing; butuh ekspansi inovatif tanpa aset → VC; butuh modal kerja dengan cash flow stabil → kredit bank.

Cheat Sheet — Pertemuan 7

LEASING (Sewa Guna Usaha)
  • Definisi: pembiayaan pengadaan aset via sewa angsuran (POJK 35/2018)
  • Pihak: Supplier → Lessor → Lessee
  • Jenis: Finance lease (risiko ke lessee) vs Operating lease (risiko di lessor)
  • PSAK 73: sewa >12 bln → aset hak guna + liabilitas sewa di neraca
  • Sale & Lease Back: jual aset, sewa kembali, dapat likuiditas
  • Bunga implisit: Total bayar − Harga aset
  • Pemain: ACC, BFI Finance (BFIN), Adira Finance
MODAL VENTURA (Venture Capital)
  • Definisi: penyertaan modal ke perusahaan risiko tinggi (POJK PMV/PMVS)
  • Jenis instrumen: Saham, Obligasi Konversi, Bagi Hasil
  • Divestasi/exit: IPO, Buyback, Trade Sale
  • Post-money valuation: Dana ÷ % saham
  • Gain VC: (% dijual × Valuasi exit) − Harga perolehan
  • Pemain: MDI Ventures (TLKM), Mandiri Capital Indonesia (BMRI)
HDN-1: Total sewa = Rp 696 juta, bunga implisit = Rp 96 juta (16%).  |  HDN-2: Gain VC = Rp 2,25 miliar (return 60%/3 tahun).

Latihan & Diskusi Kelas

DISKUSI (5 menit berpasangan)
Sebuah perusahaan manufaktur di Semarang butuh forklift seharga Rp 400 juta. Mereka punya kas Rp 150 juta. Tiga pilihan:
  • (A) Leasing 3 tahun, cicilan Rp 12,5 juta/bln, uang muka 10%
  • (B) Kredit bank bunga 12%/tahun
  • (C) Investor masuk dengan 15% saham

Mana pilihan terbaik dan mengapa?

HITUNG CEPAT — Pilihan A (individual)
LangkahNilai
Uang muka 10%Rp 40 juta
Nilai dibiayaiRp 360 juta
Total cicilan (36 × 12,5 jt)Rp 450 juta
Total bayarRp 490 juta
Bunga implisitRp 90 juta (22,5%)
Tidak ada jawaban tunggal untuk pilihan pendanaan — context is king. Pilihan C (investor) tidak masuk akal untuk sekadar membeli forklift.

Penutup — Pertemuan 7

Apa yang sudah Anda pelajari hari ini:
  • Definisi, regulasi, dan mekanisme leasing (POJK 35/2018; PSAK 73)
  • Perbedaan finance lease vs operating lease & dampak PSAK 73 pada neraca (DER, EBITDA, covenant)
  • Sale and lease back: cara perusahaan cairkan aset tanpa hentikan operasi
  • HDN-1: total biaya leasing Rp 696 juta, bunga implisit Rp 96 juta (16%)
  • Konsep, mekanisme, dan tiga strategi divestasi modal ventura
  • HDN-2: valuasi post-money Rp 25 miliar, gain VC Rp 2,25 miliar (60%/3 tahun)
  • Perbandingan sistematis leasing vs VC vs kredit bank
PERSIAPAN PERTEMUAN 8 — Perusahaan Asuransi
  • Baca: Dahlan Siamat, Manajemen Lembaga Keuangan, bab Asuransi
  • Pertanyaan pancing: “Mengapa premi asuransi jiwa yang Anda bayar bisa digunakan untuk investasi saham?”
TUGAS REFLEKSI (opsional)
  • Cari 1 kasus nyata: perusahaan Indonesia yang menggunakan leasing ATAU mendapat pendanaan modal ventura
  • Jelaskan mengapa mereka memilih instrumen itu (bukan instrumen lain)

📖 Baca juga: Dcf Valuation — penjelasan mendalam dan contoh numerik.