stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-05
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 5: Analisis & Evaluasi Jabatan
RPS minggu 5 · 2x50 menit

Analisis & Evaluasi Jabatan

Dari Memahami Isi Pekerjaan sampai Menentukan Peringkat Gaji

Mata Kuliah Manajemen Kompensasi · Program Studi Manajemen · FEB UNDIP

Bagian 1 dari 3
Fondasi Analisis Jabatan
Memahami isi pekerjaan sebelum menilai nilainya

Apa itu Analisis Jabatan?

Definisi Kerja

Analisis jabatan (job analysis) adalah proses sistematis mengumpulkan, mendokumentasikan, dan menganalisis informasi tentang tugas, tanggung jawab, dan persyaratan suatu jabatan — bukan tentang orang yang sedang memegangnya.

  • Fokus pada jabatan (posisi), bukan performa individu pemegangnya
  • Menjawab: apa yang dikerjakan, bagaimana, mengapa, dan dengan syarat apa
  • Menjadi dasar bagi rekrutmen, penilaian kinerja, pelatihan, dan kompensasi sekaligus
Contoh Sederhana

Bayangkan posisi Staf Payroll di sebuah perusahaan manufaktur di Semarang. Analisis jabatan menjawab pertanyaan seperti:

  • Tugas hariannya apa saja — rekap absensi, hitung lembur?
  • Alat kerja apa yang dipakai — software payroll, Excel?
  • Syarat pendidikan & pengalaman minimal apa?

Mengapa Analisis Jabatan Krusial bagi Kompensasi?

Tanpa data jabatan yang akurat, keputusan gaji jadi tebakan — rawan gugatan & ketidakpuasan.

Dasar Keadilan Internal
Membandingkan nilai relatif antar-jabatan butuh data yang setara — bukan asumsi subjektif atasan.
Dasar Hukum & Kepatuhan
Mendukung prinsip equal pay for equal work — melindungi perusahaan dari klaim diskriminasi gaji.
Dasar Struktur Gaji
Menjadi input langsung untuk evaluasi jabatan, job grading, hingga rentang gaji per grade.

Metode Pengumpulan Data Analisis Jabatan

MetodeCara KerjaKelebihan & Keterbatasan
WawancaraTanya langsung ke pemegang jabatan & atasannyaKaya konteks, tapi memakan waktu
Kuesioner TerstrukturIsi formulir standar, mis. Position Analysis QuestionnaireEfisien untuk banyak jabatan sekaligus
ObservasiAnalis mengamati langsung pekerjaan berlangsungObjektif, cocok untuk pekerjaan fisik/rutin
Catatan Harian (Log)Pemegang jabatan mencatat aktivitas hariannyaDetail, tapi rawan bias pelaporan diri

Praktik terbaik: kombinasikan minimal dua metode — misalnya kuesioner untuk skala besar, diperdalam wawancara untuk jabatan kunci — agar data lebih valid.

Output: Deskripsi vs Spesifikasi Jabatan

Deskripsi Jabatan (Job Description)
  • Berisi apa yang dikerjakan — tugas & tanggung jawab
  • Contoh: "Mengelola proses penggajian bulanan untuk 200 karyawan"
  • Menjawab pertanyaan: pekerjaan ini isinya apa?
Spesifikasi Jabatan (Job Specification)
  • Berisi syarat untuk bisa mengerjakannya
  • Contoh: "Minimal S1 Akuntansi, 2 tahun pengalaman payroll"
  • Menjawab pertanyaan: siapa yang layak mengisi posisi ini?

Kedua dokumen ini bersama-sama menjadi input utama untuk tahap evaluasi jabatan yang akan kita bahas selanjutnya.

Bagian 2 dari 3
Evaluasi Jabatan & Metode Penilaian
Dari deskripsi jabatan menuju peringkat nilai relatif

Apa itu Evaluasi Jabatan?

Definisi Kerja

Evaluasi jabatan (job evaluation) adalah proses sistematis menentukan nilai relatif suatu jabatan dibanding jabatan lain di dalam organisasi yang sama.

  • Input utamanya: deskripsi & spesifikasi jabatan dari analisis jabatan
  • Outputnya: peringkat atau skor jabatan — dasar penyusunan grade & skala upah
  • Bukan menilai gaji pasar — itu fungsi survei kompensasi terpisah
Alur Logika
  • Analisis Jabatan → kumpulkan data isi pekerjaan
  • Evaluasi Jabatan → nilai bobot relatifnya
  • Job Grading → kelompokkan ke peringkat/grade
  • Struktur Gaji → tetapkan rentang upah per grade

Metode Non-Kuantitatif

Ranking Method
  • Jabatan diurutkan dari paling sampai paling kurang penting, secara utuh
  • Cepat & murah — cocok organisasi kecil (<30 jabatan)
  • Kelemahan: subjektif, sulit dijelaskan selisih nilainya
Classification Method
  • Buat kelas/grade dengan deskripsi standar lebih dulu
  • Jabatan dicocokkan ke kelas yang paling sesuai
  • Contoh: mirip sistem golongan PNS (Golongan I–IV)

Kedua metode ini bersifat holistik (menilai jabatan sebagai satu kesatuan) — berbeda dari metode kuantitatif yang memecah jabatan ke beberapa faktor.

Metode Kuantitatif: Point Factor Method

Metode paling banyak dipakai perusahaan besar karena hasilnya terukur & bisa dipertanggungjawabkan.

Cara Kerja
  • Pilih faktor kompensasi (compensable factors) — mis. keterampilan, usaha, tanggung jawab, kondisi kerja
  • Beri bobot poin maksimum tiap faktor sesuai kepentingannya
  • Nilai tiap jabatan per faktor dengan skala derajat (1–5)
  • Jumlahkan poin seluruh faktor → total poin jabatan
Keunggulan
  • Membandingkan jabatan lintas-departemen secara objektif
  • Selisih nilai antar-jabatan bisa dijelaskan dengan angka
  • Basis kuat untuk membela keputusan gaji secara hukum

Hitung dari Nol: Skor Point Factor Jabatan

Kasus: Staf Administrasi Penggajian — 4 faktor kompensasi, tiap faktor dinilai pada skala derajat 1–5.

LangkahPerhitunganNilai
1. Skill (bobot maks 250)Derajat 3 dari 5 → (3/5) × 250
150 poin
2. Effort (bobot maks 150)Derajat 2 dari 5 → (2/5) × 150
60 poin
3. Responsibility (bobot maks 200)Derajat 3 dari 5 → (3/5) × 200
120 poin
4. Working Conditions (bobot maks 50)Derajat 1 dari 5 → (1/5) × 50
10 poin
5. Total Poin Jabatan150 + 60 + 120 + 10
340 poin

Coba Sendiri: Bandingkan Skor Point-Factor Dua Jabatan

Atur derajat 1-5 untuk empat faktor kompensasi pada dua jabatan sekaligus, amati bagaimana skor total menentukan job grade secara objektif.

Memilih Faktor Kompensasi: Dua Kasus

Kasus A — Staf Administrasi
  • 1. Faktor dominan: Skill (ketelitian, penguasaan software)
  • 2. Effort relatif rendah — pekerjaan rutin, bukan fisik berat
  • 3. Working Conditions rendah — kerja di kantor ber-AC
Kasus B — Teknisi Lapangan Pabrik
  • 1. Faktor dominan: Working Conditions (panas, bising, risiko fisik)
  • 2. Effort tinggi — aktivitas fisik & siaga terus-menerus
  • 3. Skill menengah — butuh sertifikasi teknis khusus
Bagian 3 dari 3
Dari Evaluasi Menuju Struktur Gaji
Job grading, equal pay, dan menyusun rentang upah

Job Grading: Dari Poin ke Peringkat

GradeRentang PoinContoh Jabatan
Grade 3150 – 249Staf Administrasi Umum
Grade 4250 – 349Staf Administrasi Penggajian (340 poin)
Grade 5350 – 449Supervisor Operasional
Grade 6450 – 550Manajer Departemen

Job grading mengelompokkan rentang poin yang berdekatan ke dalam satu grade — menyederhanakan ratusan jabatan menjadi segelintir tingkatan gaji yang mudah dikelola.

Prinsip Equal Pay for Equal Work

Definisi & Dasar
  • Equal pay for equal work: jabatan dengan nilai/poin setara harus digaji setara, terlepas gender, suku, atau relasi personal
  • Job grading berbasis point factor menjadi bukti objektif saat prinsip ini dipertanyakan
  • Relevan dengan UU Ketenagakerjaan & prinsip non-diskriminasi upah
Ilustrasi Kasus

Dua Staf Administrasi Penggajian di grade sama (340 poin) tapi digaji berbeda 20% karena satu laki-laki, satu perempuan — ini pelanggaran equal pay, walau job description identik.

Hitung dari Nol: Menyusun Rentang Gaji (Pay Range)

Kasus: Grade 4 (Staf Administrasi Penggajian) — kebijakan range spread 40%.

LangkahPerhitunganNilai
1. Gaji Minimum Grade 4Ditetapkan dari survei pasar
Rp 6.500.000
2. Range Spread (kebijakan)Selisih Maks–Min terhadap Min
40%
3. Gaji Maksimum6.500.000 × (1 + 40%)
Rp 9.100.000
4. Titik Tengah (Midpoint)(6.500.000 + 9.100.000) / 2
Rp 7.800.000
5. Compa-Ratio Karyawan (gaji Rp7.000.000)7.000.000 / 7.800.000
89,7%

Latihan Kelas: Hitung Ulang dengan Skenario Baru

Instruksi latihan — kerjakan berpasangan, waktu 10 menit.

Skenario
  • Jabatan: Analis Kompensasi Junior — nilai derajat: Skill=4/5, Effort=3/5, Responsibility=4/5, Working Conditions=1/5 (bobot maks sama seperti contoh: 250/150/200/50)
  • Hitung total poin jabatan ini, lalu tentukan jatuh di Grade berapa (rujuk tabel job grading sebelumnya)
  • Jika Grade 5 punya Min Rp 8.000.000 & range spread 35%, hitung Maks dan Midpoint-nya

Kumpulkan jawaban dalam bentuk foto coretan kertas ke forum kelas sebelum sesi berakhir.

Studi Kasus: Penerapan di Indonesia

BUMN & Korporasi Besar
  • Banyak BUMN memakai sistem grading mirip Hay Method (varian point factor) untuk seluruh jenjang jabatan
  • Bank BUMN seperti BRI menerapkan job grading formal terhubung ke jenjang karier & grade gaji
  • Transparansi grade membantu memenuhi prinsip tata kelola & audit internal
Perusahaan Menengah & UMKM
  • Sering memakai ranking sederhana karena jumlah jabatan sedikit & sumber daya HR terbatas
  • Risiko: keputusan gaji lebih rawan subjektivitas pemilik/manajer
  • Rekomendasi: mulai dengan 4–5 faktor kompensasi sederhana saat skala mulai membesar

Ringkasan Pertemuan 5

TahapFungsi UtamaOutput
Analisis JabatanMengumpulkan data isi pekerjaanDeskripsi & Spesifikasi Jabatan
Evaluasi JabatanMenilai nilai relatif antar-jabatanTotal Poin Jabatan (point factor)
Job GradingMengelompokkan poin ke tingkatanGrade Jabatan
Struktur GajiMenetapkan rentang upah per gradeMin – Midpoint – Maks

Pertemuan berikutnya: Desain Struktur Gaji — memperdalam midpoint, overlap antar-grade, dan kebijakan penyesuaian gaji.

Tugas Individu

Instruksi
  • Pilih satu jabatan nyata (boleh dari tempat magang, keluarga, atau observasi Anda) — misalnya Kasir Toko Ritel atau Admin Media Sosial UMKM
  • Buat draf singkat Deskripsi Jabatan (5 tugas utama) & Spesifikasi Jabatan (3 syarat)
  • Tentukan derajat 1–5 untuk 4 faktor kompensasi (Skill, Effort, Responsibility, Working Conditions), lalu hitung total poinnya memakai bobot maksimum yang sama seperti contoh hari ini (250/150/200/50)
  • Kumpulkan dalam 1 halaman PDF sebelum pertemuan berikutnya

Tugas ini menjadi bahan diskusi langsung di pertemuan 6 saat kita membahas desain struktur gaji — pastikan perhitungan poin Anda benar.

📖 Baca juga: Dcf Valuation — penjelasan mendalam dan contoh numerik.