stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-14
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 14: Penganggaran Modal: IRR, MIRR, dan Kriteria Keputusan Investasi 📥 Excel
Program Studi Bisnis Digital • FEB

Manajemen Keuangan

Pertemuan 14 — Penganggaran Modal: IRR, MIRR, dan Kriteria Keputusan Investasi

Melanjutkan payback dan NPV: cara menghitung IRR & MIRR, mengapa keduanya kadang berselisih pendapat dengan NPV, dan kriteria mana yang harus dimenangkan.

RPS MINGGU 15 • 2X50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menghitung dan menginterpretasikan IRR & MIRR sebagai kriteria keputusan investasi, melanjutkan kriteria payback dan NPV minggu lalu. Secara rinci:

CAPAIAN 1
IRR
Menghitung Internal Rate of Return lewat coba-coba (trial and error) dan interpolasi, lalu menerapkan aturan keputusannya.
CAPAIAN 2
JEBAKAN
Mengidentifikasi IRR berganda dan konflik peringkat antara IRR & NPV pada proyek saling meniadakan.
CAPAIAN 3
MIRR
Menghitung Modified IRR tiga-langkah dan menjelaskan mengapa asumsinya lebih realistis daripada IRR biasa.
CAPAIAN 4
KEPUTUSAN
Memilih kriteria yang tepat — NPV sebagai wasit utama — saat berbagai alat ukur saling bertentangan.

Recap Kilas Balik: Dari Payback ke NPV, Menuju IRR

Minggu lalu Anda menyusun arus kas proyek lalu menghitung payback period dan NPV (Net Present Value, nilai sekarang bersih). Tetapi di ruang rapat, pertanyaan manajemen sering berbunyi berbeda:

Bahasa NPV: "Proyek gudang logistik ini menambah kekayaan pemegang saham sebesar Rp 18,18 miliar." — jawaban dalam Rupiah.
Bahasa manajemen sehari-hari: "Berapa persen tingkat pengembalian proyek ini, dan apakah mengalahkan target return kita?" — jawaban dalam persentase.
IRR menjawab pertanyaan kedua: ia mengubah kelayakan proyek menjadi satu angka persentase tunggal yang mudah dibandingkan dengan biaya modal (cost of capital) atau target return perusahaan.
Bagian 1 dari 3
Apa Itu IRR — dan Cara Menghitungnya
Definisi, formula, dan cara mencari IRR lewat coba-coba (trial and error) serta interpolasi linear, tanpa kalkulator finansial khusus.

Definisi dan Intuisi IRR

IRR (Internal Rate of Return) adalah tingkat diskonto yang membuat NPV proyek persis sama dengan nol.
ANALOGI SEDERHANA
"BUNGA IMPAS"
IRR mirip suku bunga deposito tersembunyi di dalam proyek: tingkat pengembalian rata-rata yang benar-benar dihasilkan arus kas proyek itu sendiri.
ATURAN KEPUTUSAN DASAR
IRR > BIAYA MODAL
Jika IRR melebihi biaya modal (cost of capital, sering memakai WACC — biaya modal rata-rata tertimbang), proyek layak diterima.

Formula IRR: Mencari Akar Persamaan NPV = 0

0  =  −CF0 + Σ CFt ÷ (1 + IRR)t
MENGAPA HARUS COBA-COBA?

Berbeda dari NPV (r sudah diketahui, tinggal hitung), pada IRR justru r-nya yang dicari sementara NPV dipatok nol. Karena pangkat t bisa >2, persamaan ini tidak bisa diselesaikan aljabar langsung — harus dicoba (trial and error) lalu didekati lewat interpolasi linear.

DI DUNIA NYATA

Excel/kalkulator finansial memakai iterasi numerik otomatis (fungsi =IRR()). Kita berlatih manual dulu agar paham mekanismenya, bukan sekadar menekan tombol.

Hitung dari Nol: Mencari IRR lewat Interpolasi

PT Kirana Digital mengevaluasi investasi server Rp 100 juta yang menghasilkan arus kas Rp 40 juta per tahun selama 4 tahun.

LANGKAH PERHITUNGAN IRR
LangkahPerhitunganNilai
1. Coba r = 20%40 × anuitas(20%,4) − 100+Rp 3,55 jt
2. Coba r = 22%40 × anuitas(22%,4) − 100−Rp 0,26 jt
3. Interpolasi20% + [3,55÷(3,55+0,26)]×2%21,86%
4. Verifikasi r = 21,86%40 × anuitas(21,86%,4) − 100≈ Rp 0 ✓
HASIL IRR
21,86%
dibulatkan ≈ 21,9%

Aturan Keputusan IRR: Terima atau Tolak?

JIKA
IRR > BIAYA MODAL
TERIMA proyek — tingkat pengembaliannya melampaui target minimum yang disyaratkan investor & kreditor.
JIKA
IRR < BIAYA MODAL
TOLAK proyek — pengembaliannya tak cukup menutup biaya dana yang dipakai untuk membiayainya.
Kasus PT Kirana Digital: jika biaya modal perusahaan (WACC) ≈ 15%, maka IRR 21,86% > 15% → proyek server diterima. Kesimpulan ini konsisten dengan hasil NPV positif di kedua tingkat diskonto trial di atas.
Bagian 2 dari 3
Dua Jebakan Klasik IRR
IRR berganda pada arus kas tak lazim, dan konflik peringkat dengan NPV pada proyek yang saling meniadakan (mutually exclusive).

Jebakan 1: IRR Berganda pada Arus Kas Tak Lazim

Arus kas konvensional hanya berganti tanda sekali (negatif lalu positif seterusnya). Arus kas tak lazim (non-conventional) berganti tanda ≥2 kali — misalnya butuh biaya reklamasi besar di akhir proyek.

CONTOH: PROYEK TAMBANG DENGAN BIAYA RECLAMASI
TahunArus KasTanda
0−Rp 1.600 jt (investasi awal)
1+Rp 10.000 jt (hasil tambang)+
2−Rp 10.000 jt (biaya reklamasi lahan)
Tanda berganti dua kali (− → + → −) → persamaan IRR punya lebih dari satu akar matematis yang valid (dalam contoh klasik ini: IRR ≈ 25% dan IRR ≈ 400%). Kalkulator/Excel bisa melaporkan salah satunya secara sembarang — keduanya "benar" secara matematika, tak satu pun berguna untuk keputusan.

Coba Sendiri: Temukan Sendiri Dua Akar IRR yang Berganda

Ubah arus kas proyek tambang tak lazim dan lihat kurva NPV memotong sumbu nol lebih dari satu kali, menghasilkan lebih dari satu IRR yang sama-sama valid.

Jebakan 2: Konflik Peringkat pada Proyek Saling Meniadakan

Proyek saling meniadakan (mutually exclusive) — pilih satu, bukan keduanya. Biaya modal perusahaan ≈ 10%.

ProyekInvestasiArus Kas (thn 1)IRRNPV @10%
A (kecil)Rp 10 jtRp 15 jt50%Rp 3,64 jt
B (besar)Rp 100 jtRp 130 jt30%Rp 18,18 jt
Konflik: IRR merekomendasikan A (50% > 30%), tetapi NPV merekomendasikan B (Rp 18,18 jt > Rp 3,64 jt). Keputusan yang benar: pilih B — NPV mengukur langsung tambahan kekayaan dalam Rupiah, sementara IRR yang berbentuk persentase mengabaikan skala investasi.

Mengapa Bisa Berselisih? Titik Potong NPV Profile

ILUSTRASI SKEMATIS: PROFIL NPV PROYEK A vs B
Tingkat Diskonto (r)NPVProyek B (besar)Proyek A (kecil)Titik Potong ≈27,8%IRR-A = 50%IRR-B = 30%
Di bawah titik potong ≈27,8% (termasuk biaya modal 10% kita), NPV-B > NPV-A → pilih B. Di atas 27,8%, barulah IRR & NPV sepakat memilih A. Aturan emas: jika NPV & IRR berselisih pada proyek saling meniadakan, menangkan NPV.

Coba Sendiri: Geser Discount Rate, Temukan Titik Potong Sendiri

Ubah arus kas proyek A dan B serta discount rate, amati di mana kedua kurva NPV profile berpotongan dan kapan rekomendasi NPV serta IRR berbalik arah.

Bagian 3 dari 3
MIRR — Menambal Kelemahan IRR
Modified Internal Rate of Return: asumsi reinvestasi yang lebih realistis, dan solusi terhadap masalah IRR berganda.

Mengapa IRR Butuh "Dimodifikasi"?

ASUMSI TERSEMBUNYI IRR
REINVESTASI @ IRR
IRR diam-diam mengasumsikan seluruh arus kas masuk proyek diinvestasikan ulang pada tingkat IRR itu sendiri — sering kali tidak realistis jika IRR sangat tinggi (mis. 50%, seperti Proyek A tadi).
SOLUSI MIRR
REINVESTASI @ BIAYA MODAL
MIRR (Modified IRR) mengasumsikan arus kas masuk diinvestasikan ulang pada biaya modal perusahaan (WACC) — asumsi jauh lebih realistis & konservatif.
Bonus: karena semua arus kas masuk digabung dulu menjadi satu nilai akhir (terminal value) sebelum dicari akarnya, MIRR juga otomatis menghilangkan masalah IRR berganda pada arus kas tak lazim.

Formula MIRR: Tiga Langkah Runtut

MIRR = [ Nilai Akhir Arus Masuk ÷ Nilai Sekarang Arus Keluar ]1/n − 1
LANGKAH 1
NILAI AKHIR
Bungakan (compound) tiap arus kas masuk ke tahun terakhir proyek memakai biaya modal → jumlahkan jadi terminal value.
LANGKAH 2
NILAI SEKARANG
Diskontokan (jika arus kas keluar terjadi di lebih dari satu tahun) semua arus kas keluar ke tahun 0 memakai biaya modal.
LANGKAH 3
AKAR PANGKAT n
Bagi nilai akhir dengan nilai sekarang, pangkatkan 1÷n (n = umur proyek), kurangi 1 → itulah MIRR.

Hitung dari Nol: MIRR untuk Kasus PT Kirana Digital

Investasi Rp 100 juta, arus kas masuk Rp 40 juta/tahun selama 4 tahun. Biaya modal (tingkat reinvestasi) ≈ 15%.

LANGKAH PERHITUNGAN MIRR
LangkahPerhitunganNilai
1. Nilai akhir arus masuk (r=15%)40×1,15³+40×1,15²+40×1,15+40Rp 199,74 jt
2. Nilai sekarang arus keluarterjadi di t=0, tak perlu didiskonRp 100,00 jt
3. MIRR(199,74÷100)1/4 − 118,88%
4. Keputusanbandingkan dgn biaya modal 15%18,88% > 15% → Terima
HASIL MIRR
18,9%
bandingkan: IRR biasa proyek ini = 21,9%

Coba Sendiri: Susun Tiga Langkah MIRR Anda Sendiri

Ubah arus kas, tingkat reinvestasi, dan umur proyek, amati bagaimana nilai akhir, nilai sekarang, dan MIRR terbentuk langkah demi langkah.

Empat Kriteria Berdampingan: Kapan Pakai yang Mana?

KriteriaMengukurKelebihanKelemahan Utama
Payback PeriodKecepatan balik modalSangat mudah dipahamiAbai nilai waktu uang & arus kas setelahnya
NPVRupiah kekayaan tambahanKonsisten dgn tujuan maksimalisasi kekayaanTak intuitif dalam bentuk persentase
IRR% pengembalian internalMudah dikomunikasikan (persentase)IRR berganda; salah pada proyek saling meniadakan
MIRR% pengembalian, reinvestasi realistisBebas IRR berganda, asumsi lebih masuk akalTetap bisa salah peringkat pada skala beda (seperti NPV vs IRR)
Aturan emas final: gunakan IRR/MIRR sebagai alat komunikasi ke manajemen yang menyukai persentase — tetapi NPV selalu menjadi wasit akhir saat kriteria saling bertentangan, karena hanya NPV yang langsung mengukur kekayaan pemegang saham dalam Rupiah.

Coba Sendiri: Uji Satu Proyek Lewat Keempat Kriteria Sekaligus

Masukkan satu set arus kas proyek dan lihat Payback, NPV, IRR, serta MIRR-nya dihitung berdampingan — amati kapan keempatnya sepakat dan kapan berselisih.

Studi Kasus: Ekspansi Gudang UMKM Digital

Sebuah platform e-commerce UMKM sekelas Tokopedia mengevaluasi dua opsi gudang logistik regional. Mari telusuri alur berpikirnya langkah demi langkah.

SKENARIO A — GUDANG SATELIT KECIL
  • Investasi Rp 8 miliar, sewa lahan di kota lapis-2
  • IRR ≈ 42%, MIRR ≈ 24% — kedua angka "menyilaukan"
  • NPV @ WACC 12% hanya Rp 1,9 miliar (skala kecil)
SKENARIO B — HUB LOGISTIK REGIONAL
  • Investasi Rp 60 miliar, otomasi & jangkauan lebih luas
  • IRR ≈ 22%, MIRR ≈ 17% — terlihat "kalah"
  • NPV @ WACC 12% mencapai Rp 9,4 miliar (skala besar)
Tim yang hanya melihat IRR/MIRR akan tergoda memilih A karena persentasenya lebih "wah". Tetapi mengikuti aturan emas Slide 17: NPV menang — Skenario B menambah kekayaan pemegang saham lebih besar (Rp 9,4 M > Rp 1,9 M), meski persentase returnnya lebih kecil.

Latihan Kelas: Giliran Anda Menghitung

SOAL — DIKERJAKAN BERKELOMPOK (10 MENIT)

Sebuah UMKM konveksi digital mengevaluasi mesin jahit otomatis seharga Rp 60 juta, diperkirakan menghasilkan penghematan biaya Rp 25 juta/tahun selama 3 tahun. Biaya modal UMKM ini ≈ 12%.

  • (a) Hitung IRR-nya lewat trial & interpolasi (coba r = 10% dan r = 12%).
  • (b) Hitung MIRR-nya (reinvestasi pada 12%).
  • (c) Apakah mesin ini layak dibeli menurut kedua kriteria? Jelaskan alasannya.
Diskusikan dengan teman sebangku, lalu 2 kelompok akan diminta memaparkan hasil dan alur perhitungannya di depan kelas.

Rangkuman & Persiapan Pertemuan Berikutnya

CHEAT SHEET HARI INI
  • IRR = tingkat diskonto yang membuat NPV = 0; dicari via trial & interpolasi
  • Jebakan: IRR berganda (arus kas tak lazim) & konflik peringkat vs NPV
  • MIRR = reinvestasi pada biaya modal, 3 langkah (nilai akhir → nilai sekarang → akar 1/n)
  • Kalau kriteria bentrok: NPV selalu menang
TUGAS & PERSIAPAN UAS
LATIHAN SOAL
Selesaikan latihan mesin jahit (Slide 19) sebagai tugas individu, kumpulkan pekan depan. UAS akan menguji seluruh materi dari nilai waktu uang sampai penganggaran modal — bawa kalkulator finansial atau kalkulator biasa.

📖 Baca juga: Npv Vs Irr — penjelasan mendalam dan contoh numerik.