stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-13
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 13: Penganggaran Modal: Payback Period, Discounted Payback, dan NPV
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Penganggaran Modal

Pertemuan 13 — Payback Period, Discounted Payback, dan NPV

Bagaimana perusahaan memutuskan apakah sebuah proyek investasi — membeli mesin baru, membuka gerai, mengembangkan aplikasi — layak dijalankan, dengan melihat kapan modal kembali dan berapa nilai tambah yang dihasilkan.

RPS MINGGU 14 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Mengapa Penganggaran Modal Penting?
Sebelum menghitung, kita perlu memahami posisi keputusan investasi jangka panjang dalam manajemen keuangan — dan konsep arus kas sebagai bahan bakunya.

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menghitung dan menginterpretasikan payback period, discounted payback period, dan NPV untuk menilai kelayakan sebuah proyek investasi (Sub-CPMK Minggu 14). Secara rinci:

Kognitif
Pahami Konsep
Menjelaskan logika di balik payback period, discounted payback, dan NPV, serta kelebihan & kelemahan masing-masing.
Aplikasi
Hitung & Putuskan
Menghitung ketiga metrik dari arus kas proyek, lalu memberi rekomendasi terima/tolak yang konsisten dengan tujuan memaksimalkan kekayaan pemilik.

Apa Itu Penganggaran Modal (Capital Budgeting)?

Penganggaran modal adalah proses perencanaan dan evaluasi pengeluaran investasi jangka panjang — membeli aset, membuka usaha baru, mengembangkan produk — yang dampaknya dirasakan lebih dari satu tahun.

Ciri Keputusan Penganggaran Modal
  • Nilai investasi besar dan sulit dibatalkan (irreversible)
  • Dampak dirasakan bertahun-tahun, bukan satu periode
  • Contoh: beli mesin produksi, buka cabang toko, kembangkan aplikasi baru
Bukan Penganggaran Modal
  • Keputusan operasional harian (pembelian bahan baku rutin)
  • Pengeluaran kecil yang mudah dibatalkan atau diubah

Bahan Baku: Arus Kas Bebas Proyek, Bukan Laba Akuntansi

Ketiga teknik hari ini menggunakan arus kas bebas (free cash flow) proyek — uang tunai yang benar-benar masuk dan keluar — bukan laba bersih akuntansi yang mengandung item non-tunai.

Mengapa arus kas, bukan laba akuntansi? Laba akuntansi memasukkan penyusutan (depresiasi) sebagai beban, padahal depresiasi bukan pengeluaran kas riil pada tahun berjalan. Uang tunai yang benar-benar bisa dipakai investor untuk hal lain itulah yang relevan untuk menilai kelayakan investasi — prinsip "cash is king".

Struktur arus kas proyek sederhana: Tahun 0 = pengeluaran investasi awal (arus kas keluar/negatif); Tahun 1 hingga n = arus kas masuk bersih tahunan dari operasional proyek.

Bagian 2 dari 3
Payback Period & Discounted Payback Period
Dua teknik yang menjawab pertanyaan sama: berapa lama modal awal kembali? — satu mengabaikan nilai waktu uang, satu lagi memperhitungkannya.

Payback Period: Kapan Modal Kembali?

Payback period adalah jangka waktu yang dibutuhkan agar arus kas masuk kumulatif proyek menyamai (menutup) investasi awal.

Payback = Tahun sebelum tutup + (Sisa investasi belum tertutup ÷ Arus kas tahun berikutnya)
Aturan keputusan: proyek diterima bila payback period ≤ batas maksimum yang ditetapkan manajemen (payback cutoff). Semakin pendek payback, semakin cepat modal kembali — disukai karena mengurangi risiko likuiditas.

Hitung dari Nol: Payback Period

Kasus: UMKM Kopi Nusantara (Semarang) investasi mesin roasting baru Rp 200.000.000 (Tahun 0). Proyeksi arus kas masuk bersih: Tahun 1 = Rp 70.000.000, Tahun 2 = Rp 80.000.000, Tahun 3 = Rp 90.000.000, Tahun 4 = Rp 60.000.000.

LangkahPerhitunganNilai
Kumulatif s/d Tahun 1Rp 70.000.000Rp 70.000.000
Kumulatif s/d Tahun 2Rp 70.000.000 + Rp 80.000.000Rp 150.000.000
Kumulatif s/d Tahun 3Rp 150.000.000 + Rp 90.000.000Rp 240.000.000 (lewat Rp 200 juta)
Sisa belum tertutup awal Tahun 3Rp 200.000.000 − Rp 150.000.000Rp 50.000.000
Payback Period2 + (Rp 50.000.000 ÷ Rp 90.000.000)2,56 tahun

Keputusan: bila batas maksimum manajemen 3 tahun, proyek diterima karena payback 2,56 tahun lebih cepat dari batas tersebut.

Kelemahan Payback Period

Masalah #1: Mengabaikan Nilai Waktu Uang
  • Rp 90 juta di Tahun 3 dianggap sama nilainya dengan Rp 90 juta hari ini
  • Padahal uang di masa depan nilainya lebih rendah (ada biaya kesempatan/bunga)
Masalah #2: Mengabaikan Arus Kas Setelah Payback
  • Arus kas Tahun 4 (Rp 60 juta) tidak dihitung sama sekali dalam angka payback
  • Proyek dengan payback lama tapi arus kas besar setelahnya bisa lebih menguntungkan — namun terlihat "kalah" secara payback

Discounted Payback Period: Payback yang Diperbaiki

Discounted payback period mengatasi kelemahan pertama payback period biasa dengan cara mendiskon setiap arus kas ke nilai sekarang (present value) menggunakan biaya modal proyek, sebelum dijumlahkan kumulatif.

PV Arus Kas Tahun-t = Arus Kas Tahun-t ÷ (1 + r)t
r = biaya modal proyek (discount rate), biasanya WACC perusahaan yang sudah dipelajari pertemuan sebelumnya. Setelah didiskon, logika perhitungan payback-nya sama persis — cari kapan kumulatif PV arus kas menutup investasi awal.

Hitung dari Nol: Discounted Payback Period

Kasus sama: investasi Rp 200.000.000; arus kas Tahun 1–4 = Rp 70jt, Rp 80jt, Rp 90jt, Rp 60jt. Discount rate (WACC) = 10%.

LangkahPerhitunganNilai
PV Tahun 1Rp 70.000.000 ÷ 1,101Rp 63.636.364
PV Tahun 2Rp 80.000.000 ÷ 1,102Rp 66.115.702
PV Tahun 3Rp 90.000.000 ÷ 1,103Rp 67.618.877
Kumulatif PV s/d Tahun 363,64jt + 66,12jt + 67,62jtRp 197.370.943 (belum tutup)
PV Tahun 4Rp 60.000.000 ÷ 1,104Rp 40.980.803
Sisa belum tertutup awal Tahun 4Rp 200.000.000 − Rp 197.370.943Rp 2.629.057
Discounted Payback3 + (Rp 2.629.057 ÷ Rp 40.980.803)3,06 tahun

Bandingkan: payback biasa 2,56 tahun vs discounted payback 3,06 tahun — lebih lama karena arus kas masa depan "dipotong" nilainya. Bila batas maksimum 3 tahun, proyek ini ditolak secara discounted payback, meski diterima secara payback biasa!

Payback Period vs Discounted Payback Period

AspekPayback PeriodDiscounted Payback
Nilai waktu uangDiabaikanDiperhitungkan (didiskon r)
Arus kas setelah titik paybackDiabaikanTetap diabaikan
Kemudahan hitungSangat mudahPerlu discount rate & kalkulator
Kegunaan utamaUkuran likuiditas/risiko kasarUkuran likuiditas yang lebih akurat
Catatan penting: kedua metode ini tidak boleh jadi satu-satunya dasar keputusan karena sama-sama mengabaikan arus kas setelah titik payback. Keduanya cocok sebagai pelengkap ukuran risiko likuiditas, bukan pengganti NPV.

Coba Sendiri: Bandingkan Payback Period vs Discounted Payback

Ubah arus kas tahunan dan discount rate, amati bagaimana titik payback biasa dan payback terdiskonto bergeser berbeda.

Bagian 3 dari 3
Net Present Value (NPV)
Teknik penilaian investasi paling komprehensif — memperhitungkan nilai waktu uang DAN seluruh arus kas sepanjang umur proyek, konsisten dengan tujuan memaksimalkan kekayaan pemilik.

Net Present Value (NPV): Konsep Inti

NPV adalah selisih antara nilai sekarang seluruh arus kas masuk masa depan dengan investasi awal — mengukur berapa banyak kekayaan pemilik bertambah bila proyek dijalankan.

NPV = −Investasi Awal + ∑ [Arus Kas Tahun-t ÷ (1 + r)t]
Aturan keputusan: NPV > 0 → terima proyek (menambah kekayaan pemilik melebihi biaya modal); NPV < 0 → tolak; NPV = 0 → investasi hanya balik modal sesuai biaya modal, tidak menambah maupun mengurangi kekayaan.

Hitung dari Nol: NPV (Kasus Kopi Nusantara)

Kasus sama: investasi Rp 200.000.000; arus kas Tahun 1–4 = Rp 70jt, Rp 80jt, Rp 90jt, Rp 60jt. Discount rate 10% (PV Tahun 1–3 sudah dihitung slide sebelumnya).

LangkahPerhitunganNilai
PV Tahun 1Rp 70.000.000 ÷ 1,101Rp 63.636.364
PV Tahun 2Rp 80.000.000 ÷ 1,102Rp 66.115.702
PV Tahun 3Rp 90.000.000 ÷ 1,103Rp 67.618.877
PV Tahun 4Rp 60.000.000 ÷ 1,104Rp 40.980.803
Total PV arus kas masuk63,64jt + 66,12jt + 67,62jt + 40,98jtRp 238.351.746
NPVRp 238.351.746 − Rp 200.000.000Rp 38.351.746

Keputusan: NPV positif Rp 38.351.746 → proyek mesin roasting diterima — menambah kekayaan pemilik UMKM sebesar itu, di atas seluruh biaya modal 10% yang sudah diperhitungkan.

Hitung dari Nol: NPV Proyek Kedua (Bandingkan)

Kasus: Toko Fashion Online "Kirana" (Semarang) investasi Rp 150.000.000 kembangkan aplikasi belanja sendiri. Proyeksi arus kas Tahun 1–3 = Rp 35jt, Rp 40jt, Rp 45jt. Discount rate 12% (WACC lebih tinggi, risiko startup digital lebih besar).

LangkahPerhitunganNilai
PV Tahun 1Rp 35.000.000 ÷ 1,121Rp 31.250.000
PV Tahun 2Rp 40.000.000 ÷ 1,122Rp 31.887.755
PV Tahun 3Rp 45.000.000 ÷ 1,123Rp 32.030.271
Total PV arus kas masuk31,25jt + 31,89jt + 32,03jtRp 95.168.026
NPVRp 95.168.026 − Rp 150.000.000−Rp 54.831.974

Keputusan: NPV negatif — proyek aplikasi belanja Kirana ditolak secara finansial, karena arus kas yang diproyeksikan tidak cukup menutup investasi & biaya modal 12% dalam tiga tahun umur proyek yang dianalisis.

Coba Sendiri: Adu NPV Proyek Kopi Nusantara vs Kirana

Ubah investasi awal, arus kas tahunan, dan discount rate kedua proyek berdampingan, amati mana yang tetap layak dan mana yang tertolak.

Mengapa NPV Dianggap Metode Terbaik?

1Perhitungkan nilai waktu uang

Setiap arus kas didiskon sesuai kapan ia diterima — tidak seperti payback biasa.

2Pakai SELURUH arus kas

Tidak berhenti di titik payback — semua tahun hingga akhir umur proyek dihitung.

3Ukuran nilai absolut (Rupiah)

Langsung menunjukkan tambahan kekayaan dalam Rupiah, bukan sekadar persentase atau lama waktu.

4Konsisten dgn tujuan perusahaan

Selaras dengan tujuan memaksimalkan kekayaan pemegang saham/pemilik — prinsip dasar sejak Pertemuan 1.

Ringkasan: Payback, Discounted Payback, NPV

KriteriaPaybackDiscounted PaybackNPV
Nilai waktu uangTidakYaYa
Semua arus kas dipakaiTidakTidakYa
OutputSatuan waktu (tahun)Satuan waktu (tahun)Nilai Rupiah
Fokus utamaRisiko likuiditasRisiko likuiditas (lebih akurat)Penambahan kekayaan pemilik
Rekomendasi pemakaianPelengkap/screening awalPelengkap/screening awalKriteria utama keputusan

Latihan Mandiri: Giliran Anda Menghitung

Kasus: Warung Makan "Sedap Rasa" (Semarang) mempertimbangkan investasi Rp 100.000.000 untuk dapur dan peralatan baru. Proyeksi arus kas masuk bersih: Tahun 1 = Rp 30.000.000, Tahun 2 = Rp 40.000.000, Tahun 3 = Rp 45.000.000. Discount rate (biaya modal) = 8%.
Instruksi Tugas
  • Hitung payback period biasa
  • Hitung discounted payback period (r = 8%)
  • Hitung NPV (r = 8%), lalu simpulkan diterima atau ditolak
Format Pengumpulan

Kerjakan di kertas/spreadsheet, tunjukkan seluruh langkah perhitungan (bukan hanya jawaban akhir). Dikumpulkan sebelum pertemuan berikutnya sebagai bahan diskusi awal kelas.

Penutup Pertemuan 13
Modal Kembali, Tapi Apakah Kekayaan Bertambah?
Payback & discounted payback menjawab "kapan", NPV menjawab "berapa nilai tambahnya" — keduanya penting, tapi NPV yang menentukan keputusan akhir. Pertemuan berikutnya: IRR & MIRR, teknik lain yang saling melengkapi NPV.

📖 Baca juga: Npv Vs Irr — penjelasan mendalam dan contoh numerik.