‹ Daftar slidePertemuan 10: Biaya Modal: Biaya Utang, Saham Preferen, dan Saham Biasa
Program Studi Bisnis Digital • FEB
Manajemen Keuangan
Pertemuan 10 — Biaya Modal: Biaya Utang, Saham Preferen, dan Saham Biasa
Menghitung berapa "harga" uang yang dipakai perusahaan — dari utang bank/obligasi, saham preferen, sampai saham biasa — sebagai fondasi menuju WACC minggu depan.
RPS MINGGU 11 • 2X50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Mengapa Biaya Modal Penting?
Konsep dasar biaya modal sebagai opportunity cost investor, peta tiga komponennya, dan cara menghitung biaya utang setelah pajak.
Biaya Utang (Rd)
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu:
KONSEP
3
Komponen biaya modal
Menjelaskan mengapa utang, saham preferen, dan saham biasa masing-masing punya biaya modal tersendiri bagi perusahaan.
HITUNG
Rd, Rp, Re
Rumus & angka nyata
Menghitung biaya utang setelah pajak, biaya saham preferen, dan biaya saham biasa (via DGM dan CAPM) dari data konkret.
Sub-CPMK minggu ini: mahasiswa mampu menghitung komponen biaya modal individual sebagai dasar penyusunan WACC (Weighted Average Cost of Capital — rata-rata tertimbang biaya modal) pada pertemuan berikutnya.
Apa Itu Biaya Modal?
Biaya modal (cost of capital) adalah tingkat pengembalian minimum yang harus dihasilkan perusahaan atas dana yang dipakai, agar nilai perusahaan tidak turun.
Ini sebenarnya adalah opportunity cost (biaya kesempatan) dari sudut pandang investor: kalau investor bisa menaruh uangnya di alternatif lain dengan risiko sebanding, berapa imbal hasil yang mereka minta untuk mau menaruh uang di perusahaan Anda?
SUDUT PANDANG PERUSAHAAN
Biaya modal = biaya memakai dana
Setiap rupiah dana dari kreditur atau pemegang saham punya "harga sewa" yang harus dibayar perusahaan.
SUDUT PANDANG INVESTOR
Biaya modal = imbal hasil yang disyaratkan
Investor menuntut kompensasi sepadan dengan risiko yang mereka tanggung saat mendanai perusahaan.
Peta Tiga Komponen Biaya Modal
Perusahaan membiayai asetnya dari tiga sumber utama — masing-masing punya biaya sendiri sebelum digabung jadi WACC minggu depan.
Biaya Utang Sebelum Pajak (Rd)
Biaya utang adalah tingkat bunga yang disyaratkan kreditur — diproksikan dengan YTM (Yield to Maturity, imbal hasil sampai jatuh tempo) obligasi perusahaan yang beredar di pasar, bukan sekadar kupon nominalnya.
Rd = YTM obligasi perusahaan yang beredar saat ini
Untuk perusahaan yang belum pernah menerbitkan obligasi (banyak UMKM & startup awal), Rd bisa diproksikan dari bunga pinjaman bank terkini atau YTM obligasi perusahaan sejenis dengan peringkat risiko serupa.
Hitung dari Nol: Biaya Utang Setelah Pajak
Bunga utang bersifat tax-deductible (mengurangi pajak) — sehingga biaya utang riil bagi perusahaan lebih rendah dari Rd sebelum pajak. Kasus: PT Nusantara Digital menerbitkan obligasi dengan YTM 10%, tarif PPh Badan 22%.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Identifikasi Rd sebelum pajak
YTM obligasi yang beredar
10%
Tarif PPh Badan
PMK berlaku saat ini
22%
Faktor pelindung pajak (tax shield)
1 − 22%
0,78
Rd setelah pajak
10% × 0,78
7,8%
RD SETELAH PAJAK
7,8%
Biaya utang riil bagi perusahaan
Bagian 2 dari 3
Biaya Saham Preferen & Saham Biasa
Menghitung Rp dari dividen preferen tetap, lalu Re dari saham biasa lewat dua pendekatan populer: Dividend Growth Model dan CAPM.
RpRe — DGMRe — CAPM
Biaya Saham Preferen (Rp)
Saham preferen membayar dividen tetap selamanya (seperti perpetuitas) — sehingga biayanya dihitung sederhana dari dividen dibagi harga jual bersih.
Rp = Dp ÷ Pnet
Pnet adalah harga bersih yang diterima perusahaan setelah dikurangi flotation cost (biaya emisi — komisi penjamin emisi/underwriter dan biaya administrasi penerbitan saham baru), bukan harga jual ke investor.
Hitung dari Nol: Biaya Saham Preferen
Kasus: PT Nusantara Digital menjual saham preferen di harga pasar Rp 5.000/lembar dengan dividen tetap Rp 500/tahun; flotation cost 5% dari harga jual.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Harga jual saham preferen
diberikan
Rp 5.000
Flotation cost (5%)
5% × Rp 5.000
Rp 250
Harga bersih (Pnet)
Rp 5.000 − Rp 250
Rp 4.750
Biaya saham preferen (Rp)
Rp 500 ÷ Rp 4.750
≈ 10,53%
RP (BIAYA SAHAM PREFEREN)
10,53%
Lebih tinggi dari Rd 7,8% — wajar, risiko lebih besar
Biaya Saham Biasa (Re): Tiga Pendekatan
Berbeda dengan utang dan saham preferen, saham biasa tidak punya dividen tetap yang dijanjikan — sehingga Re harus diestimasi lewat pendekatan tidak langsung.
DGM
Dividend Growth Model
Pakai dividen & pertumbuhannya. Cocok bila perusahaan rutin membagi dividen stabil.
CAPM
Capital Asset Pricing Model
Pakai risk-free rate, beta, dan premi risiko pasar. Paling luas dipakai praktisi.
BOND-YIELD-PLUS
Bond-Yield-Plus-Risk-Premium
Rd perusahaan ditambah premi risiko ekstra 3-5% untuk pemegang saham biasa.
Hitung dari Nol: Pendekatan DGM
Kasus: saham PT Nusantara Digital saat ini Rp 5.000/lembar; dividen tahun depan (D1) diperkirakan Rp 300; pertumbuhan dividen (g) konstan 8%/tahun.
Re = (D1 ÷ P0) + g
Langkah
Perhitungan
Nilai
Dividen tahun depan (D1)
diberikan
Rp 300
Harga saham saat ini (P0)
diberikan
Rp 5.000
Dividend yield
300 ÷ 5.000
6%
Re (DGM)
6% + 8% (g)
14%
Hitung dari Nol: Pendekatan CAPM
Kasus sama, PT Nusantara Digital: risk-free rate (Rf, proksi SUN 10 tahun) ≈6,8%; beta saham (β, ukuran risiko sistematis relatif pasar) 1,2; return pasar (Rm) diperkirakan 12%.
Re = Rf + β × (Rm − Rf)
Langkah
Perhitungan
Nilai
Premi risiko pasar
12% − 6,8%
5,2%
Premi risiko saham (β × premi pasar)
1,2 × 5,2%
6,24%
Re (CAPM)
6,8% + 6,24%
≈ 13,04%
Coba Sendiri: Geser Beta & Return Pasar, Lihat Re Bergerak
Ubah risk-free rate, beta, dan return pasar yang diharapkan, amati bagaimana biaya saham biasa menurut CAPM berubah secara langsung.
DGM vs CAPM: Kapan Pakai yang Mana?
Kriteria
DGM
CAPM
Data yang dibutuhkan
Dividen & pertumbuhannya
Rf, beta, return pasar
Berlaku untuk perusahaan tanpa dividen?
Tidak (GOTO, banyak startup)
Ya
Sensitif terhadap asumsi
Sangat (g harus akurat)
Sedang (beta bisa bergeser)
Contoh cocok
BBCA, saham blue-chip stabil
Hampir semua saham terbuka
Hasil kedua model jarang persis sama (14% vs 13,04% pada kasus kita) — praktisi sering me-rata-ratakan keduanya atau memilih yang paling sesuai karakteristik perusahaan, bukan mencari "angka benar tunggal".
Bagian 3 dari 3
Laba Ditahan, Saham Baru, & Menuju WACC
Mengapa laba ditahan "lebih murah" dari saham biasa baru, studi kasus terintegrasi, dan latihan mandiri sebelum kita rangkum.
Laba Ditahan vs Saham Biasa Baru
Re yang kita hitung tadi (DGM/CAPM) adalah biaya laba ditahan (retained earnings) — dana milik pemegang saham yang tidak dibagikan sebagai dividen. Menerbitkan saham biasa baru lebih mahal karena ada flotation cost tambahan.
Re (saham baru) = D1 ÷ (P0 × (1 − F)) + g
LABA DITAHAN
Tidak ada biaya emisi
Dana sudah "di tangan" perusahaan — memakainya kembali tidak butuh proses penjaminan emisi baru.
SAHAM BIASA BARU
Ada flotation cost (F)
Menerbitkan lembar saham baru butuh underwriter, prospektus, dan biaya administrasi — menaikkan biaya efektifnya.
Studi Kasus Terintegrasi: PT Nusantara Digital
Menyatukan seluruh angka yang sudah kita hitung hari ini — inilah bahan mentah yang akan dirakit menjadi WACC pertemuan depan.
RINGKASAN KOMPONEN BIAYA MODAL
Komponen
Sumber Perhitungan
Hasil
Rd (biaya utang setelah pajak)
YTM 10% × (1 − 22%)
7,8%
Rp (biaya saham preferen)
Rp 500 ÷ Rp 4.750
10,53%
Re (biaya saham biasa, rata-rata DGM & CAPM)
(14% + 13,04%) ÷ 2
≈ 13,52%
Pola yang konsisten: Rd < Rp < Re — semakin junior klaim atas aset perusahaan (saham biasa dibayar paling terakhir saat likuidasi), semakin tinggi risiko, semakin tinggi imbal hasil yang disyaratkan.
Latihan Mandiri: Giliran Anda Menghitung
Kerjakan berpasangan (5-7 menit), lalu kita bahas bersama. Perusahaan: PT Warung Digital Nusantara.
SOAL 1 — RD SETELAH PAJAK
Obligasi perusahaan punya YTM 9%. Tarif PPh Badan 22%. Berapa biaya utang setelah pajak (Rd)?
SOAL 2 — RP
Saham preferen dijual Rp 4.000/lembar, dividen tetap Rp 400/tahun, flotation cost 4%. Berapa Rp?
SOAL 3 — RE (DGM)
Harga saham Rp 4.500, dividen tahun depan (D1) Rp 250, pertumbuhan (g) 7%. Berapa Re?
SOAL 4 — DISKUSI
Mengapa perusahaan seperti GOTO yang belum membagi dividen tidak bisa memakai DGM untuk Re?
Rangkuman: Cheat Sheet Biaya Modal
Komponen
Rumus
Catatan Kunci
Rd setelah pajak
Rd(pretax) × (1 − T)
Ada tax shield (T = tarif PPh Badan 22%)
Rp (saham preferen)
Dp ÷ Pnet
Pnet = harga setelah flotation cost
Re (DGM)
(D1 ÷ P0) + g
Butuh dividen & pertumbuhan stabil
Re (CAPM)
Rf + β(Rm − Rf)
Berlaku walau tanpa dividen
Urutan risiko & biaya: Rd < Rp < Re — ingat ini sebagai pengecekan cepat (sanity check) hasil hitungan Anda.
Penutup: Menuju WACC Minggu Depan
MINGGU DEPAN (PERTEMUAN 11)
Menghitung bobot struktur modal (utang vs ekuitas)
Merakit Rd, Rp, Re hari ini menjadi satu angka WACC
Menentukan struktur modal target/optimal
TUGAS SEBELUM MINGGU DEPAN
Kerjakan & bawa ke kelas
Selesaikan 4 soal latihan hari ini secara individu (bukan hanya diskusi berpasangan), dan bawa laporan neraca perusahaan Tbk pilihan Anda (BEI) untuk latihan struktur modal minggu depan.
📖 Baca juga: Wacc — penjelasan mendalam dan contoh numerik.