‹ Daftar slidePertemuan 8: Model Penilaian Obligasi (Bond Valuation)
FEB UNDIP · Manajemen Keuangan
Model Penilaian Obligasi
Pertemuan 8 · Bond Valuation
Bagaimana surat utang bernilai triliunan rupiah — dari SUN pemerintah sampai obligasi korporasi BEI — dihargai secara wajar dengan prinsip nilai waktu uang yang sudah Anda kuasai.
RPS minggu 9 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Pertemuan 8
Setelah pertemuan ini, Anda mampu:
Sub-CPMK Konseptual
Menjelaskan anatomi obligasi: nilai nominal, kupon, jatuh tempo, yield
Membedakan jenis obligasi dan status harga premium/discount/at par
Menjelaskan hubungan terbalik antara harga dan yield
Sub-CPMK Perhitungan
Menghitung harga obligasi kupon tahunan dari nol
Menghitung harga obligasi kupon semi-tahunan
Mengaitkan Yield to Maturity (YTM) dengan risiko & peringkat
Posisi materi: setelah nilai waktu uang (P7), sebelum penilaian saham (P9) — obligasi adalah "jembatan" pertama menuju penilaian aset keuangan.
Mengapa Obligasi? Dari Nilai Waktu Uang ke Harga Pasar
Obligasi (bond) adalah surat utang berjangka — penerbit berjanji membayar bunga berkala (kupon) dan mengembalikan pokok pinjaman saat jatuh tempo.
Yang Sudah Anda Kuasai
Present Value — nilai sekarang dari uang masa depan
Anuitas — deretan pembayaran tetap berkala
Tingkat diskonto sebagai "harga waktu"
Yang Kita Bangun Hari Ini
Kupon obligasi = anuitas
Nilai nominal jatuh tempo = PV tunggal
Harga obligasi = jumlah keduanya
Obligasi diperjualbelikan tiap hari di BEI (surat utang korporasi) dan pasar SUN (surat utang pemerintah) — harganya berubah walau kupon & nominal tetap.
Bagian 1 dari 3
Anatomi Obligasi: Apa & Siapa yang Menerbitkan
Definisi, para pihak, istilah kunci, jenis obligasi, dan cara obligasi diperdagangkan di pasar.
DefinisiIstilah KunciJenis & Harga
Definisi Obligasi & Para Pihak
Obligasi (bond) adalah surat utang jangka panjang berjenis kontrak: penerbit meminjam dana dari investor dan berjanji membayar kupon (bunga berkala) plus mengembalikan pokok/nilai nominal saat jatuh tempo.
Penerbit (Issuer)
Pemerintah — SUN, ORI, Sukuk Ritel (Kemenkeu)
Korporasi — mis. obligasi Telkom, BBCA di BEI
Pemda/BUMN — obligasi daerah & BUMN
Pemegang (Bondholder)
Investor institusi — bank, asuransi, dana pensiun
Investor ritel — perorangan lewat mitra distribusi
Berstatus kreditor, bukan pemilik perusahaan
Istilah Kunci yang Wajib Anda Kuasai
Istilah
Arti
Contoh
Nilai nominal (par/face value)
Jumlah pokok yang dikembalikan saat jatuh tempo
Rp1.000.000 per lembar (lazim di Indonesia)
Kupon (coupon)
Bunga berkala, biasanya % tetap dari nilai nominal
Kupon 10% → Rp100.000/tahun
Jatuh tempo (maturity)
Tanggal pokok dikembalikan, umur obligasi
5 tahun, 10 tahun
Yield (imbal hasil)
Tingkat pengembalian yang disyaratkan pasar saat ini
12% — beda dari kupon 10%
Kupon tetap sepanjang umur obligasi, tetapi yield berubah setiap hari mengikuti kondisi pasar — inilah yang membuat harga obligasi bergerak.
Jenis-Jenis Obligasi Berdasarkan Struktur Kupon
Obligasi Kupon Tetap
Membayar kupon tetap tiap periode + pokok saat jatuh tempo. Paling umum — contoh: obligasi korporasi BEI & SUN seri FR.
Obligasi Tanpa Kupon
Zero-coupon bond — tidak membayar kupon berkala, dijual jauh di bawah nilai nominal (diskon besar), untung investor = selisih harga.
Obligasi Konversi
Convertible bond — bisa ditukar menjadi sejumlah saham perusahaan penerbit pada rasio & periode tertentu.
Obligasi Dapat Ditarik
Callable bond — penerbit boleh melunasi lebih awal (biasanya saat suku bunga pasar turun), sering dengan premi pelunasan.
Bagaimana Obligasi Diperdagangkan: Tiga Status Harga
Harga pasar obligasi dibandingkan nilai nominalnya menghasilkan tiga status, ditentukan oleh hubungan kupon vs yield.
Logikanya: kalau yield pasar naik melebihi kupon, obligasi lama jadi "kurang menarik" sehingga harganya harus turun (diskon) supaya imbal hasilnya tetap kompetitif — begitu juga sebaliknya.
Bagian 2 dari 3
Model Penilaian: Menghitung Harga Obligasi
Rumus dasar penilaian obligasi, lalu dua kasus lengkap: kupon tahunan dan kupon semi-tahunan.
RumusHDN-1 TahunanHDN-2 Semi-Tahunan
Rumus Dasar Penilaian Obligasi
Harga obligasi (Vb) = nilai sekarang seluruh kupon (anuitas) + nilai sekarang pokok (nilai nominal) yang dikembalikan saat jatuh tempo.
Vb = Kupon × PVIFA(i, n) + Nominal × PVIF(i, n)
Komponen 1
PV anuitas kupon: kupon dibayar berulang setiap periode selama n periode, didiskonto dengan yield i per periode.
Komponen 2
PV nilai nominal: satu pembayaran tunggal di ujung periode n, didiskonto dengan yield i yang sama.
i di sini = yield/required return pasar saat ini, bukan tingkat kupon — dua hal ini sering tertukar oleh mahasiswa baru.
Hitung dari Nol — HDN-1: Obligasi Kupon Tahunan
Obligasi korporasi: nilai nominal Rp1.000.000, kupon 10% per tahun (dibayar tahunan), jatuh tempo 5 tahun. Yield disyaratkan pasar saat ini 12%. Berapa harga wajarnya?
Hitung dari Nol — HDN-2: Obligasi Kupon Semi-Tahunan
Obligasi sama persis seperti HDN-1 (nominal Rp1.000.000, kupon 10%/tahun, 5 tahun, yield 12%/tahun) — tetapi kupon dibayar tiap 6 bulan. Bandingkan hasilnya!
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Konversi ke periode semester
Kupon/periode=(10%÷2)×1.000.000; n=5×2; i=12%÷2
Kupon=Rp50.000; n=10; i=6%
2. PV anuitas kupon
50.000 × PVIFA(6%,10) = 50.000 × 7,3601
Rp368.005
3. PV nilai nominal
1.000.000 × PVIF(6%,10) = 1.000.000 × 0,5584
Rp558.400
4. Harga obligasi (Vb)
368.005 + 558.400
Rp926.405
Rp926.405 vs Rp927.880 di HDN-1 → selisih ≈Rp1.475. Pembayaran lebih sering (semi-tahunan) pada yield tahunan yang sama menghasilkan harga sedikit lebih rendah.
Hubungan Terbalik: Harga Obligasi vs Yield
Prinsip paling penting dalam bond valuation: harga dan yield bergerak berlawanan arah, dengan kupon & jatuh tempo tetap.
Kalau yield naik → harga turun (kurva ke kanan-bawah). Kalau yield turun → harga naik. Inilah sumber utama risiko tingkat bunga pemegang obligasi.
Coba Sendiri: Geser Yield, Lihat Harga Obligasi Bergerak
Ubah kupon, yield pasar, jatuh tempo, dan frekuensi pembayaran, amati bagaimana harga obligasi, YTM, dan durasi saling berkaitan.
Bagian 3 dari 3
Yield, Risiko, dan Konteks Indonesia
Yield to Maturity, current yield, risiko tingkat bunga & gagal bayar, peringkat obligasi, dan obligasi pemerintah Indonesia.
YTMRisikoSUN/ORI/Sukuk
Yield to Maturity (YTM): Konsep & Cara Menaksirnya
YTM = tingkat diskonto tunggal yang menyamakan harga pasar obligasi dengan seluruh arus kas masa depannya. Dicari dengan trial-and-error (coba-coba terarah) karena tidak ada rumus aljabar langsung.
1. Misal obligasi lain dijual Rp1.050.000 (nominal Rp1.000.000)
2. Karena harga > nominal → obligasi premium
3. Maka YTM harus < kupon
4. Coba i lebih rendah bertahap sampai PV total = Rp1.050.000
Tiga Ukuran Imbal Hasil: Jangan Tertukar
Ukuran
Rumus / Konsep
Contoh (bond HDN-1)
Current yield
Kupon tahunan ÷ Harga pasar
100.000 ÷ 927.880 = 10,78%
YTM
Yield jika dipegang sampai jatuh tempo (seluruh kupon + nominal)
12% (dari HDN-1)
Yield to Call
Yield jika obligasi ditarik (callable) lebih awal oleh penerbit
Biasanya < YTM jika ditarik saat harga premium
Current yield hanya melihat kupon vs harga hari ini — mengabaikan untung/rugi dari selisih harga beli dan nilai nominal saat jatuh tempo. YTM lebih lengkap untuk keputusan investasi jangka panjang.
Risiko Tingkat Bunga: Mengapa Maturity Panjang Lebih Sensitif
Saat yield pasar berubah, harga obligasi jatuh tempo panjang berubah lebih besar dibanding obligasi jatuh tempo pendek — walau perubahan yield sama.
Istilah teknisnya durasi (duration) — makin panjang jatuh tempo, makin besar durasinya, makin besar pula perubahan harga akibat perubahan yield.
Coba Sendiri: Hitung Durasi Obligasi Anda Sendiri
Diagram batang tadi baru intuisi kasarnya — sekarang hitung angka durasi yang sesungguhnya. Masukkan kupon, yield, dan tenor obligasi HDN-1/HDN-2 kita (atau angka lain), lihat berapa durasinya dan seberapa besar estimasi perubahan harga untuk tiap 1% perubahan yield.
Risiko Gagal Bayar & Peringkat Obligasi
Default risk — risiko penerbit tidak sanggup membayar kupon/pokok. Diukur lembaga pemeringkat lewat peringkat kredit (credit rating).
Investment Grade
Pefindo: idAAA s.d. idBBB−
Risiko gagal bayar rendah, cocok investor konservatif
Contoh: SUN pemerintah, obligasi BUMN besar
Non-Investment Grade
Pefindo: idBB+ ke bawah ("junk/high-yield")
Risiko gagal bayar lebih tinggi → kupon ditawarkan lebih tinggi
Menuntut analisis kredit lebih mendalam sebelum membeli
Prinsip umum: rating lebih rendah → yield disyaratkan lebih tinggi (investor minta kompensasi atas risiko tambahan) — konsisten dengan prinsip risk-return trade-off.
Obligasi Pemerintah Indonesia: SUN, ORI, Sukuk Ritel
SUN (Surat Utang Negara)
Diterbitkan Kemenkeu untuk institusi & ritel. Yield acuan SUN 10 tahun ~6,8% (medio 2026). Termasuk seri FR (kupon tetap) & ORI.
ORI & Sukuk Ritel
Dijual khusus investor ritel lewat mitra distribusi (bank/e-platform), minimum investasi mulai Rp1 juta. Sukuk = versi syariah (bagi hasil, bukan bunga).
Bunga/kupon obligasi domestik kena pajak final (~15% untuk WP dalam negeri) — beda dengan pajak progresif penghasilan biasa. Ini alasan yield net investor lebih rendah dari kupon nominal.
Ringkasan Pertemuan 8 & Latihan Mandiri
Yang Sudah Kita Kuasai
Anatomi obligasi: nominal, kupon, jatuh tempo, yield
Rumus Vb = PV kupon (anuitas) + PV nominal
Perhitungan harga obligasi tahunan & semi-tahunan
YTM, current yield, risiko bunga & gagal bayar
Latihan Mandiri (Kerjakan Sebelum P9)
Hitung harga obligasi: nominal Rp1.000.000, kupon 8%/tahun, n=4 tahun, yield 6%/tahun (kupon tahunan)
Ulangi dengan kupon dibayar semi-tahunan — bandingkan hasilnya
Simpulkan: obligasi ini diskon atau premium? Mengapa?
Pertemuan 9: kita lanjutkan ke penilaian saham biasa & saham preferen — logika PV yang sama, arus kas yang berbeda (dividen, bukan kupon tetap).