stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-14
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 14: Merger & Akuisisi serta Leveraged Buyout (LBO)
FEB UNDIP · Manajemen Keuangan II

Merger, Akuisisi & LBO

Pertemuan 14 · Merger & Akuisisi serta Leveraged Buyout (LBO)

Ketika dua perusahaan menjadi satu: kapan ini menciptakan nilai, kapan justru menghancurkannya — dan bagaimana menghitungnya.

A+TA+T
RPS Minggu 15 · Sub-CPMK 14 · 2 × 50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan & menganalisis M&A, motifnya, metode pembayaran, dan LBO (Sub-CPMK 14). Secara rinci:

Capaian 1 — Jenis & Motif
Membedakan jenis penggabungan usaha dan mengidentifikasi motif yang menambah vs merusak nilai.
Capaian 2 — Valuasi & Sinergi
Menghitung nilai sinergi (NPV) dan menilai apakah harga yang dibayar wajar.
Capaian 3 — Pembayaran & EPS
Membandingkan kas vs saham, menghitung exchange ratio & efek akresi/dilusi EPS.
Capaian 4 — LBO & Regulasi
Menjelaskan struktur LBO, kandidat ideal, dan regulasi pengambilalihan Indonesia.

Kenapa Dua Bank Sehat Memilih Bergabung?

Tahun 2021, beberapa bank syariah BUMN bergabung menjadi satu entitas hasil penggabungan. Apa yang mereka kejar?

Hipotesis A — Tambah Nilai
Gabungan lebih efisien: satu sistem TI, jaringan cabang luas, modal lebih kuat untuk bersaing → biaya turun, skala naik.
Hipotesis B — Sekadar Besar
Manajemen ingin mengelola aset lebih besar (gaji & gengsi naik) walau nilai per saham belum tentu naik.
Dua hipotesis ini ada di SETIAP merger. Tugas analis keuangan: membuktikan mana yang benar — dengan angka, bukan retorika.
Bagian 1 dari 4
Apa & Jenis Penggabungan Usaha
Membedakan merger, akuisisi, dan konsolidasi — lalu empat jenis penggabungan dan dua nada transaksi: bersahabat atau bermusuhan.
Merger · Akuisisi · Konsolidasi

Tiga Bentuk Hukum Penggabungan

Merger
Perusahaan A menyerap B; B bubar, A tetap ada. Pola: A + B → A. Aset & utang B berpindah ke A.
Konsolidasi
A dan B sama-sama bubar, lahir entitas baru C. Pola: A + B → C (nama & badan hukum baru).
Akuisisi
A membeli kendali atas B (saham/aset), tetapi B tetap berdiri sebagai anak usaha. A → mengendalikan B.
Inti pembeda: siapa yang bertahan secara hukum. Merger → satu bertahan; konsolidasi → lahir entitas baru; akuisisi → keduanya tetap ada (induk–anak).

Empat Jenis Berdasarkan Hubungan Bisnis

Horizontal
Dua perusahaan pesaing di industri sama. Contoh: dua bank, dua maskapai. Motif: skala & pangsa pasar. (Awas: bisa kena pengawasan persaingan usaha.)
Vertikal
Perusahaan dengan pemasok atau pembelinya (rantai pasok). Contoh: produsen mengakuisisi distributor. Motif: amankan pasokan/saluran.
Konglomerat
Dua perusahaan industri tak berhubungan. Contoh: grup properti membeli perusahaan media. Motif: diversifikasi pendapatan.
Ekstensi Pasar/Produk
Produk mirip, pasar/geografi berbeda (atau sebaliknya). Motif: perluas jangkauan tanpa bangun dari nol.
Jenis penggabungan menentukan sumber sinergi dan risiko regulasi (horizontal paling diawasi otoritas persaingan).

Nada Transaksi: Bersahabat vs Bermusuhan

Friendly (Bersahabat)
Direksi target menyetujui tawaran. Negosiasi tertib, akses due diligence penuh. Mayoritas M&A nyata.
Hostile (Bermusuhan)
Direksi target menolak; akuisitor langsung mendekati pemegang saham (tender offer) atau merebut kursi dewan (proxy fight). Mahal & berisiko.
Dalam hostile takeover, target bisa pasang pertahanan: poison pill, white knight, golden parachute. Di Indonesia, hostile takeover murni jarang karena kepemilikan banyak emiten BEI terkonsentrasi pada pengendali.
Bagian 2 dari 4
Motif: Sinergi vs Agency
Motif yang menambah nilai (sinergi operasi & finansial, pajak, pertumbuhan) versus motif yang merusak nilai (empire-building) — dengan lensa hipotesis free cash flow Jensen (1986).
Sinergi: V(A+B) > V(A) + V(B)

Dua Sumber Sinergi Sejati

Sinergi Operasi
Datang dari bisnis riil:
  • Skala ekonomi: biaya tetap dibagi volume lebih besar
  • Lingkup ekonomi: berbagi distribusi/merek
  • Pangsa pasar & daya tawar
→ menaikkan arus kas operasi.
Sinergi Finansial
Datang dari struktur keuangan:
  • Kapasitas utang lebih besar → tax shield lebih besar
  • Biaya modal lebih murah
  • Kelebihan kas A mendanai proyek bagus B
Sinergi sejati = kenaikan arus kas atau penurunan biaya modal yang BISA diukur. 'Sinergi' yang tak bisa dikuantifikasi biasanya hanya pemanis presentasi.

Motif Tambahan (Sebagian Sah, Sebagian Meragukan)

Pertumbuhan Cepat
Membeli lebih cepat daripada membangun dari nol (build vs buy). Masuk pasar/teknologi baru tanpa menunggu bertahun-tahun.
Keuntungan Pajak
Target punya akumulasi rugi (tax loss) yang bisa mengurangi pajak gabungan; atau struktur memperbesar tax shield. (Tunduk aturan pajak — bukan otomatis.)
Diversifikasi (Meragukan)
Meratakan pendapatan lintas industri. Tapi: pemegang saham bisa diversifikasi sendiri lewat portofolio — lebih murah. Sering bukan alasan sah.
Hati-hati motif diversifikasi & 'pertumbuhan demi pertumbuhan'. Tanpa sinergi nyata, membeli pertumbuhan dengan premi tinggi = memindahkan kekayaan ke pemegang saham target, bukan menciptakan nilai.

Sisi Gelap M&A — Hipotesis Free Cash Flow (Jensen, 1986)

Mengapa banyak akuisisi justru menghancurkan nilai? Jensen menunjuk konflik keagenan.

Masalah
Perusahaan dengan arus kas bebas besar tapi sedikit peluang investasi bagus → manajer tergoda 'membakar' kas untuk akuisisi demi memperbesar kekuasaan (empire-building), bukan demi pemegang saham.
Mekanisme Disiplin
Membagikan kas sebagai dividen atau menambah utang memaksa manajer disiplin — kas keluar dari tangan mereka, bunga utang wajib dibayar. (Ini juga logika di balik LBO — Bagian 4.)
Kas bebas besarDividen / Utang → disiplin, ↑ nilaiAkuisisi ego (empire) → ↓ nilai
Jensen (1986): free cash flow berlebih + tata kelola lemah = akuisisi yang merusak nilai. Pelajaran: tanya dulu apakah ini sinergi atau ego.
Bagian 3 dari 4
Valuasi, Exchange Ratio & Efek EPS
Menilai target, menghitung nilai sinergi, lalu membandingkan pembayaran kas versus saham — termasuk exchange ratio dan efek akresi/dilusi laba per saham.
NPV merger = Sinergi − Premi

Tiga Angka Kunci dalam Setiap Deal

Setiap analisis M&A berputar pada tiga angka — dan satu aturan keputusan.

1 · Nilai Standalone Target (VT)
Nilai target jika tetap berdiri sendiri. Dihitung lewat DCF / DDM / pembanding (Pertemuan 9–12).
2 · Nilai Sinergi (Vsyn)
PV dari tambahan arus kas (penghematan biaya + tambahan laba) akibat penggabungan. Sering dimodelkan sebagai growing perpetuity.
3 · Harga / Premi yang Dibayar
Harga akuisisi − VT = premi. Premi M&A tipikal global ~20–40% (Damodaran).
NPV bagi akuisitor = Vsyn − Premi
Aturan emas: bayar premi LEBIH KECIL dari sinergi. Kalau premi > sinergi, NPV negatif — Anda menghancurkan nilai pemegang saham sendiri.

Hitung dari Nol — HDN-1: Apakah Deal Ini Layak?

Akuisitor PT A menilai target PT T (standalone Rp 1,5 triliun). Sinergi after-tax tahun-1 = Rp 80 miliar, tumbuh 4%/tahun selamanya, didiskon 12%. Akuisitor menawar premi 20%. Layakkah?

LangkahPerhitunganNilai
IdentifikasiΔCF₁ = 80 mljr; g = 4%; r = 12%; VT = 1,5 trn
Nilai sinergi (growing perp)80 mljr ÷ (0,12 − 0,04) = 80 mljr ÷ 0,08Rp 1.000 mljr (Rp 1,0 trn)
Harga dibayar1.500 mljr × (1 + 0,20)Rp 1.800 mljr
Premi (biaya merger)1.800 mljr − 1.500 mljrRp 300 mljr
NPV bagi akuisitorSinergi − Premi = 1.000 − 300Rp 700 mljr (Rp 0,7 trn)
Keputusan
+Rp 700 mljr
NPV > 0 → LAYAK
LAYAK. Pemegang saham target dapat premi Rp 300 mljr; pemegang saham akuisitor mendapat sisa sinergi Rp 700 mljr. Sinergi (Rp 1 trn) > premi (Rp 300 mljr).

Dua Cara Membayar: Kas vs Saham

Bayar Kas
Pemegang saham target dibayar tunai, lalu keluar.
  • Risiko sinergi sepenuhnya di akuisitor
  • Kena pajak bagi penjual saat itu juga
  • Butuh kas/utang besar
Bayar Saham (Stock-for-Stock)
Target diberi saham akuisitor (lewat exchange ratio).
  • Risiko & untung sinergi dibagi keduanya
  • Sering lebih hemat pajak (penundaan)
  • Bisa mendilusi EPS/kendali akuisitor
Sinyal pasar (Myers–Majluf): bayar saham sering ditafsirkan 'manajemen merasa sahamnya kemahalan' → harga akuisitor cenderung turun saat diumumkan. Bayar kas = sinyal lebih percaya diri.

Exchange Ratio & Efek EPS Pasca-Merger

Dalam stock-for-stock, berapa saham akuisitor ditukar per saham target — dan apa dampaknya ke EPS?

1 · Exchange Ratio (ER) = Harga tawaran/saham target ÷ Harga saham akuisitor
2 · Saham baru = ER × jumlah saham target
3 · EPS pasca = (Laba A + Laba T + Sinergi) ÷ (Saham A + Saham baru)
Akresi = EPS pasca naik dibanding EPS akuisitor. Dilusi = EPS pasca turun. Aturan cepat: akuisitor ber-P/E tinggi membeli target ber-P/E rendah → cenderung akresi (bahkan tanpa sinergi). Sebaliknya → dilusi.

Hitung dari Nol — HDN-2: Akresi atau Dilusi?

PT A (laba Rp 600 mljr, 2,0 mljr saham, harga Rp 5.000) mengakuisisi PT T (laba Rp 150 mljr, 500 jt saham, harga Rp 3.000) dengan saham, premi 20%. Akresi atau dilusi?

LangkahPerhitunganNilai
EPS A & T600 mljr/2,0 mljr ; 150 mljr/500 jtA = Rp 300 ; T = Rp 300
P/E A & T5.000/300 ; 3.000/300A = 16,67× ; T = 10,0×
Harga tawaran/saham T3.000 × (1 + 0,20)Rp 3.600
Exchange ratio3.600 ÷ 5.0000,72
Saham A baru0,72 × 500 jt360 jt
Total saham gabungan2,0 mljr + 360 jt2,36 mljr
Laba gabungan (tanpa sinergi)600 mljr + 150 mljrRp 750 mljr
EPS pasca-merger750 mljr ÷ 2,36 mljrRp 317,80
EPS naik Rp 300 → Rp 317,80 (+5,93%) → AKRESI. Akuisitor P/E 16,67× membeli target P/E 10× → akresi otomatis. Dengan sinergi laba +Rp 50 mljr/th: EPS → Rp 338,98 (+12,99%).

Coba Sendiri: Ubah Premi & Sinergi, Lihat EPS Akresi atau Dilusi

Ubah premi penawaran dan besaran sinergi laba, amati exchange ratio dan EPS pasca-merger bergerak antara akresi dan dilusi.

Jebakan: EPS Bootstrapping (Akresi Palsu)

Akresi EPS bukan bukti nilai bertambah. Ia bisa muncul murni dari trik P/E — dan menyesatkan.

Fenomena
Akuisitor P/E tinggi membeli target P/E rendah → EPS gabungan naik otomatis, walau tidak ada sinergi. Manajemen bisa mengaku 'deal sukses, EPS naik!'.
Kenapa Menyesatkan
Yang naik cuma EPS akuntansi, bukan nilai ekonomi. Jika pasar sadar tak ada pertumbuhan riil, P/E gabungan turun → harga saham tidak naik. EPS naik ≠ kekayaan naik.
Item (lanjutan HDN-2, TANPA sinergi)SebelumSesudah
EPS akuisitorRp 300Rp 317,80 (+5,93%)
Nilai ekonomi baruRp 0 (tanpa sinergi)
Pelajaran: jangan menilai M&A dari akresi/dilusi EPS. Nilai = sinergi − premi (HDN-1), bukan aritmetika EPS. Banyak konglomerat 1960-an runtuh karena mengejar bootstrapping ini.
Bagian 4 dari 4
Leveraged Buyout & Regulasi Indonesia
Membeli perusahaan dengan utang besar (LBO): struktur, kandidat ideal, sumber imbal hasil — lalu kerangka pengambilalihan & tender offer wajib di pasar modal Indonesia.
LBO · Sponsor · Exit · OJK

Leveraged Buyout (LBO) — Beli Perusahaan dengan Utang

Sponsor (biasanya private equity) membeli perusahaan, mendanai sebagian besar dengan utang yang dijamin oleh aset & arus kas target sendiri.

Utang 70%Ekuitas 30%
Struktur Khas
Harga beli, mis. 70% utang + 30% ekuitas sponsor. Utang dilunasi dari arus kas operasi target selama 3–7 tahun, lalu dijual/IPO (exit).
Sumber Imbal Hasil
  • Pelunasan utang (ekuitas tumbuh saat utang menyusut)
  • Perbaikan operasi (EBITDA naik)
  • Kenaikan multiple saat exit
Logika Jensen (1986) bekerja di sini: beban utang memaksa disiplin — tak ada lagi kas bebas untuk diboroskan. Tapi awas: leverage juga memperbesar risiko gagal bayar jika arus kas meleset.

Ciri Perusahaan yang Cocok Di-LBO

Karena utang harus dilunasi dari arus kas, kandidat ideal punya profil khas:

Wajib Ada
  • Arus kas stabil & dapat diprediksi (untuk mencicil utang)
  • Utang awal rendah (ruang menambah utang)
  • Aset berwujud (jaminan)
  • Bisnis matang, capex rendah
Nilai Tambah
  • Ada ruang efisiensi (biaya bisa dipangkas)
  • Manajemen kuat / bisa diperbaiki
  • Exit jelas (calon pembeli/IPO)
Yang TIDAK cocok: startup arus kas negatif, bisnis sangat siklikal, atau perusahaan yang sudah berutang tinggi. Tanpa arus kas stabil, LBO = bom waktu gagal bayar.

Hitung dari Nol — HDN-3: Berapa Untung Sponsor LBO?

Sponsor beli perusahaan seharga Rp 1 triliun (70% utang = Rp 700 mljr; ekuitas Rp 300 mljr). EBITDA awal Rp 150 mljr tumbuh 8%/th. Cicil utang Rp 60 mljr/th, exit tahun 5 pada multiple sama.

LangkahPerhitunganNilai
Ekuitas awal1.000 mljr − 700 mljr (utang)Rp 300 mljr
Multiple masuk (EV/EBITDA)1.000 mljr ÷ 150 mljr6,67×
EBITDA tahun-5150 mljr × (1,08)⁵ = 150 × 1,469328Rp 220,4 mljr
EV exit (multiple sama)6,67× × 220,4 mljrRp 1.469,3 mljr
Utang sisa th-5700 mljr − (60 mljr × 5)Rp 400 mljr
Ekuitas sponsor th-51.469,3 mljr − 400 mljrRp 1.069,3 mljr
MoIC1.069,3 mljr ÷ 300 mljr3,56×
IRR3,56^(1/5) − 1≈ 28,9%/th
Ekuitas Rp 300 mljr → Rp 1.069 mljr dalam 5 tahun (MoIC 3,56×, IRR ~28,9%). Sumbernya: EBITDA naik (8%/th) + utang turun (Rp 700→400 mljr). Leverage memperbesar imbal hasil ekuitas — tapi juga risikonya.

Kerangka Pengambilalihan di Pasar Modal Indonesia

Pengambilalihan & Tender Offer Wajib
Pihak yang menjadi pengendali baru perusahaan terbuka wajib melakukan tender offer wajib atas sisa saham publik — melindungi pemegang saham minoritas agar bisa ikut keluar pada harga wajar. Diatur POJK No. 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.
Peran Otoritas
OJK mengawasi keterbukaan informasi & perlindungan investor pasar modal. KPPU menilai dampak persaingan usaha (notifikasi merger). Untuk PT umum, prosedur penggabungan diatur UU Perseroan Terbatas.
Inti perlindungan: keterbukaan (umumkan transaksi material) + kesetaraan (minoritas dapat hak keluar lewat tender offer). Baseline: POJK No. 9/POJK.04/2018; nomor & ambang persentase spesifik harus diverifikasi ke ojk.go.id untuk memastikan belum ada amandemen saat dipakai resmi.

Studi Kasus Indonesia: Merger Perbankan di BEI

Penggabungan perbankan adalah contoh M&A paling kasat mata di Bursa Efek Indonesia. Mari baca dengan kerangka hari ini.

Fakta Umum (Publik)
Beberapa bank syariah milik negara digabungkan menjadi satu entitas besar (efektif 2021). Bentuk hukum: MERGER (penggabungan) — PT Bank BRIsyariah Tbk sebagai surviving entity menyerap PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah, lalu berganti nama menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Tidak ada entitas baru yang lahir. Tujuan dinyatakan: efisiensi, skala, daya saing.
Analisis dengan Kerangka Kita
  • Jenis: horizontal (sesama bank)
  • Sinergi diharapkan: operasi (satu sistem TI, jaringan) + finansial (modal lebih kuat)
  • Uji: apakah nilai gabungan > jumlah terpisah? → butuh data kinerja pasca-merger
Latihan berpikir: jangan menilai dari ukuran aset yang membesar. Tanyakan — apakah efisiensi & arus kas benar-benar membaik dibanding penjumlahan bank-bank sebelumnya? Itulah uji sinergi sejati.

Peta Konsep: Dari Jenis hingga LBO

M&AJENISmerger/akuisisihoriz/vert/kongloMOTIFsinergi/pajak/agency (Jensen 86)VALUASINPV = Sinergi − PremiBAYARkas vs saham (ER)awas bootstrapping3 HDN (kalkulator)benang merah nilaiLBOutang→exit→MoIC/IRRREGULASIOJK · tender · KPPU
Satu benang merah: nilai tercipta hanya jika sinergi nyata > harga yang dibayar. Sisanya — EPS, ukuran, leverage — bisa menyesatkan.

Rangkuman — Cheat Sheet M&A & LBO

KonsepInti yang Wajib Diingat
Bentuk hukumMerger (satu bertahan) · Konsolidasi (lahir entitas baru) · Akuisisi (induk–anak, keduanya ada)
Jenis hubunganHorizontal (pesaing) · Vertikal (rantai pasok) · Konglomerat (tak berhubungan) · Ekstensi pasar/produk
Sinergi sejatiOperasi (arus kas ↑) + Finansial (tax shield, biaya modal ↓) — harus bisa diukur
Sisi gelap (Jensen 1986)Arus kas bebas + tata kelola lemah → empire-building → nilai turun
Aturan keputusanNPV = Sinergi − Premi; layak hanya jika sinergi > premi
Kas vs SahamKas: risiko di akuisitor, kena pajak · Saham: risiko dibagi, hemat pajak, bisa dilusi/sinyal turun
Exchange ratioER = harga tawaran/saham T ÷ harga saham A; P/E tinggi beli P/E rendah → akresi
Jebakan EPSAkresi ≠ nilai naik; bootstrapping = trik P/E tanpa nilai ekonomi
LBOBeli pakai utang besar; imbal hasil = utang turun + EBITDA naik + multiple ↑; MoIC & IRR
Regulasi IndonesiaTender offer wajib pengendali baru (POJK 9/2018) · OJK · KPPU · UU PT

Giliran Anda Berhitung & Berpikir

Latihan 1 — Nilai Sinergi & Kelayakan
Target standalone Rp 800 mljr. Sinergi after-tax th-1 Rp 50 mljr, tumbuh 3%, diskon 13%. Premi ditawarkan 25%. Hitung nilai sinergi, premi, dan NPV — layakkah?
Latihan 2 — Diskusi: Akresi ≠ Nilai
Sebuah emiten teknologi ber-P/E 40× mengakuisisi pabrik konvensional ber-P/E 8× dengan saham, dan EPS-nya langsung naik. CEO mengklaim sukses. Setujukah Anda? Jelaskan dengan konsep bootstrapping.
Kerjakan Latihan 1 dengan rumus growing perpetuity (HDN-1). Untuk Latihan 2, ingat: EPS naik belum tentu nilai naik. Kita bahas bersama.

Penutup — Manajemen Keuangan II Selesai

Hari ini Anda belajar menganalisis transaksi terbesar dalam hidup sebuah perusahaan. Sekaligus, ini menutup perjalanan Manajemen Keuangan II.

Benang Merah Satu Semester
  • Struktur modal → kebijakan dividen → modal kerja → kesulitan keuangan → M&A & LBO
  • Semua bermuara pada satu tujuan: memaksimumkan nilai pemegang saham
Bekal Anda ke Depan
  • Baca pengumuman M&A dengan kritis (sinergi vs ego)
  • Hitung NPV deal & efek EPS
  • Pahami LBO & perlindungan minoritas (OJK)
Selamat — Anda kini punya kerangka untuk menilai keputusan keuangan terbesar perusahaan. Nilai, bukan ukuran. Sinergi, bukan ego. Terima Kasih atas satu semester ini.