stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-11
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 11: Return & Risiko Sekuritas dan Portofolio
FEB UNDIP · Manajemen Keuangan II

Return & Risiko

Pertemuan 11 · Return & Risiko Sekuritas dan Portofolio

Cara mengukur imbal hasil dan risiko sebuah saham, lalu menggabungkannya dalam portofolio — dan mengapa "jangan taruh semua telur di satu keranjang" bisa dibuktikan dengan angka.

RPS Minggu 12 · Sub-CPMK 11 · 2 × 50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menghitung return dan risiko sekuritas serta portofolio (Sub-CPMK 11). Secara rinci:

Capaian 1 — Return
Menghitung return realisasi, ekspektasi (probabilitas), dan rata-rata historis sebuah sekuritas tanpa kesalahan aritmetika.
Capaian 2 — Risiko
Menghitung dan menafsirkan variance, standar deviasi, dan CV sebagai ukuran risiko sekuritas individual.
Capaian 3 — Portofolio
Menghitung expected return & risiko portofolio dua aset dengan bobot, kovarians, dan korelasi.
Capaian 4 — Beta & SML
Menjelaskan diversifikasi, risiko sistematis vs tidak sistematis, beta, dan SML (jembatan ke CAPM/WACC).

Dua Saham, Return Sama — Mana yang Anda Pilih?

Dua saham di BEI sama-sama menjanjikan return rata-rata 12% per tahun. Apakah keduanya sama baik?

Saham X — Stabil
~12%
tidur nyenyak
Return rata-rata ~12%, tetapi hasil tahunan jarang menyimpang jauh — bergerak di kisaran sempit 10%–14% saja.
Saham Y — Liar
~12%
jantung berdebar
Return rata-rata ~12% juga, tetapi hasil tahunan bisa −30% sampai +50%. Sebaran jauh lebih lebar.
Return sama, tapi Anda pasti memilih Saham X. Kenapa? Karena Anda diam-diam sudah menimbang risiko. Hari ini kita ubah firasat itu jadi angka.
Bagian 1 dari 4
Mengukur Return Sebuah Sekuritas
Tiga wajah return: yang sudah terjadi (realisasi), yang kita harapkan ke depan (ekspektasi), dan rata-rata dari masa lalu (historis).

Return Realisasi vs Return Ekspektasi

Realisasi (Historis)
Return yang sudah terjadi. Untuk satu periode: gabungan capital gain (perubahan harga) + dividen. Bersifat fakta, dilihat langsung dari data harga di BEI.
Ekspektasi (Masa Depan)
Return yang kita harapkan ke depan = rata-rata tertimbang dari semua kemungkinan return, dengan probabilitas sebagai bobot.
R = (P₁ − P₀ + D₁) ÷ P₀
P₀ = harga awal · P₁ = harga akhir · D₁ = dividen · (P₁−P₀)/P₀ = capital gain yield · D₁/P₀ = dividend yield. Mini-contoh: beli Rp 1.000, setahun jadi Rp 1.080, dapat dividen Rp 40 → R = (1.080−1.000+40)/1.000 = 12%.

Expected Return: Rata-Rata Tertimbang Probabilitas

Karena masa depan tak pasti, kita daftar setiap skenario, tebak return-nya, lalu timbang dengan peluangnya.

E(R) = Σ Pᵢ × Rᵢ
SkenarioPᵢRᵢPᵢ × Rᵢ
Resesi0,25−10%−2,50%
Normal0,50+12%+6,00%
Boom0,25+28%+7,00%
E(R)1,0010,50%
E(R) = −2,5% + 6,0% + 7,0% = 10,5%. Inilah "pusat" dari sebaran kemungkinan — bukan jaminan, tapi tebakan terbaik. Syarat: semua Pᵢ harus berjumlah 1.

Hitung dari Nol — HDN-1: Expected Return Saham BBCA

Analis memperkirakan return saham BBCA tahun depan tergantung kondisi ekonomi (angka ilustratif). Berapa expected return-nya?

LangkahSkenarioPᵢRᵢPᵢ × Rᵢ
1 — DaftarResesi0,25−0,10−0,0250
Normal0,500,120,0600
Boom0,250,280,0700
2 — Cek ΣPᵢ1,00
3 — Jumlahkan0,1050
Expected Return BBCA
10,50%
pusat acuan untuk mengukur risiko
Langkahnya selalu: (1) daftar skenario, (2) pastikan ΣPᵢ = 1, (3) jumlahkan kolom Pᵢ × Rᵢ. Hasil ini jadi "pusat" untuk mengukur risiko di HDN-2.
Bagian 2 dari 4
Mengukur Risiko Sebuah Sekuritas
Risiko = seberapa lebar hasil bisa menyimpang dari yang diharapkan. Alatnya: variance, standar deviasi, dan koefisien variasi (σ = √Variance).

Risiko Itu Soal Sebaran, Bukan Soal Rata-Rata

Dua saham bisa punya expected return sama persis, tetapi risikonya jauh berbeda — yang membedakan adalah lebar sebarannya.

Saham A — Sempit
E(R) 10%
hasil hampir selalu 8%–12%
Sebaran kecil → risiko rendah. Hasil sebenarnya jarang jauh dari harapan.
Saham B — Lebar
E(R) 10%
hasil bisa −20% sampai +40%
Sebaran besar → risiko tinggi. Harapan sama, tapi ketidakpastian jauh lebih besar.
Kita ukur "lebar sebaran" dengan menjumlahkan kuadrat penyimpangan tiap hasil dari E(R). Dikuadratkan agar penyimpangan ke atas dan ke bawah sama-sama positif (tidak saling meniadakan).

Variance (σ²) dan Standar Deviasi (σ)

Variance = rata-rata tertimbang kuadrat penyimpangan dari E(R). Standar deviasi = akarnya, agar satuannya kembali ke persen return.

σ² = Σ Pᵢ × [Rᵢ − E(R)]²
σ = √σ²
Mengapa diakarkan? Variance bersatuan "persen-kuadrat" yang sulit dimaknai. Standar deviasi mengembalikannya ke persen, jadi bisa langsung dibandingkan dengan return. (Rumus ini untuk distribusi skenario; versi data historis sedikit berbeda — dibahas saat praktik Excel.)

Hitung dari Nol — HDN-2: Risiko (σ) Saham BBCA

Pakai distribusi yang sama dengan HDN-1 (E(R) = 10,5%). Berapa standar deviasi (risiko) saham BBCA?

SkenarioPᵢRᵢRᵢ − E(R)[Rᵢ − E(R)]²Pᵢ × [..]²
Resesi0,25−0,10−0,2050,0420250,010506
Normal0,500,120,0150,0002250,000112
Boom0,250,280,1750,0306250,007656
σ²0,018275
σ = √0,0182750,13519 = 13,52%
Risiko BBCA: σ ≈ 13,52%. Profilnya: return harapan 10,5% dengan risiko 13,52%. Angka risiko lebih besar dari return — wajar untuk saham individual yang memang volatil.

Koefisien Variasi (CV) — Risiko per Unit Return

Bagaimana membandingkan dua saham yang return DAN risikonya beda-beda? Pakai CV: risiko yang "dinormalkan" oleh return.

CV = σ ÷ E(R)
Saham P
1,50
E(R) = 10%, σ = 15%
CV = 15/10 = 1,50 → risiko 1,5 unit untuk setiap 1 unit return.
Saham Q
1,25
E(R) = 20%, σ = 25%
CV = 25/20 = 1,25 → lebih efisien, walau σ-nya lebih besar.
σ saja bisa menyesatkan: Saham Q risikonya (25%) lebih besar, tetapi per unit return justru lebih efisien (CV 1,25 < 1,50). CV memungkinkan perbandingan adil antar skala.
Bagian 3 dari 4
Portofolio & Keajaiban Diversifikasi
Menggabungkan beberapa saham. Return portofolio sekadar rata-rata tertimbang — tetapi risikonya hampir selalu lebih kecil. Inilah ide pemenang Nobel: Markowitz (1952).

Expected Return Portofolio = Rata-Rata Tertimbang

Bagian yang mudah dulu. Return harapan portofolio hanyalah rata-rata return tiap aset, ditimbang dengan proporsi dananya.

E(Rₚ) = wₐ × E(Rₐ) + wᵇ × E(Rᵇ)
wₐ, wᵇ = bobot (proporsi dana) tiap aset · wₐ + wᵇ = 1 (seluruh dana teralokasi). Contoh: 60% dana di Saham A (E(R) 12%) + 40% di Saham B (E(R) 16%) → E(Rₚ) = 0,6×12% + 0,4×16% = 7,2% + 6,4% = 13,6%.
Sifat penting sebagai pemeriksaan cepat: return portofolio selalu di antara 12% dan 16% — tidak mungkin di bawah yang terendah atau di atas yang tertinggi. Untuk risiko, sifat ini justru TIDAK berlaku — di situlah keajaibannya.

Risiko Portofolio Dua Aset — Kovarians & Korelasi Masuk

Di sinilah kejutannya. Risiko portofolio bukan sekadar rata-rata tertimbang risiko — ada suku ketiga yang menangkap apakah dua saham "bergerak searah".

σₚ² = wₐ²σₐ² + wᵇ²σᵇ² + 2·wₐ·wᵇ·Cov(a,b)
Cov(a,b) = ρ(a,b) × σₐ × σᵇ
Suku ketiga 2·wₐ·wᵇ·Cov itulah kunci diversifikasi. ρ (rho, korelasi, antara −1 dan +1) mengukur searah-tidaknya dua saham. Jika ρ < 1, suku ini mengecil — sehingga risiko portofolio turun di bawah rata-rata tertimbang.

Hitung dari Nol — HDN-3: Portofolio BBCA + TLKM

A=BBCA (E(R) 12%, σ 18%), B=TLKM (E(R) 16%, σ 26%). Bobot 60% A & 40% B, korelasi ρ = 0,30 (ilustratif). Cari E(Rₚ) dan σₚ.

LangkahPerhitunganNilai
1 — E(Rₚ)0,6×0,12 + 0,4×0,160,136 = 13,6%
2 — Kovarians0,30 × 0,18 × 0,260,01404
3 — Suku 10,6²×0,18² = 0,36×0,03240,011664
4 — Suku 20,4²×0,26² = 0,16×0,06760,010816
5 — Suku 32×0,6×0,4×0,014040,006739
6 — Variance σₚ²jumlah suku 1+2+30,029219
7 — σₚ√0,0292190,17094 = 17,09%
Portofolio: E(Rₚ) = 13,6%, σₚ = 17,09%. Bandingkan: rata-rata tertimbang risiko = 0,6×18% + 0,4×26% = 21,2%. Risiko portofolio jauh lebih kecil — turun ~4,11 poin persen berkat korelasi 0,30 < 1.

Mengapa Risiko Portofolio Bisa Lebih Kecil dari Anggotanya?

Saat satu saham turun, saham lain mungkin sedang naik — gejolak keduanya saling meredam. Inilah inti diversifikasi.

Tanpa Diversifikasi (ρ = +1)
21,2%
dua saham bergerak sempurna searah
Risiko = rata-rata tertimbang penuh. Tidak ada peredaman sama sekali — sama saja seolah tidak diversifikasi.
Dengan Diversifikasi (ρ = 0,3)
17,09%
gejolak saling meredam
Return tetap 13,6%, risiko lebih kecil — inilah makan siang gratis dalam keuangan.
Markowitz (1952): diversifikasi adalah satu-satunya "makan siang gratis" dalam keuangan — Anda menurunkan risiko tanpa mengorbankan expected return, asalkan korelasi antar-aset < 1.

Makin Rendah Korelasi, Makin Besar Manfaat Diversifikasi

Pakai data HDN-3 (σₐ 18%, σᵇ 26%, bobot 60:40), kita ubah-ubah korelasinya. Lihat risiko portofolio menyusut:

Korelasi ρSifatσₚ (risiko portofolio)
+1,0Searah sempurna21,20%
+0,5Searah sebagian18,36%
+0,3Searah lemah (HDN-3)17,09%
0,0Tak terkait14,99%
−0,5Berlawanan sebagian10,61%
−1,0Berlawanan sempurna0,40%
Pada ρ = +1, tidak ada manfaat diversifikasi (risiko = rata-rata tertimbang). Makin turun ρ, risiko makin susut. Pada ρ = −1, risiko nyaris hilang (0,40%, hampir nol).

Coba Sendiri: Geser Korelasi & Bobot, Lihat Risiko Portofolio Berubah

Geser korelasi dan bobot dua saham, amati risiko portofolio menyusut sampai ke titik minimum, bahkan mendekati nol.

Bagian 4 dari 4
Risiko Sistematis, Beta & Garis Pasar Sekuritas
Diversifikasi menghapus risiko unik tiap perusahaan — tapi ada risiko yang tak bisa dihindari. Inilah yang dihargai pasar lewat beta dan SML, jembatan ke biaya ekuitas (CAPM).

Dua Jenis Risiko: Yang Bisa & Tak Bisa Dihindari

Risiko Tidak Sistematis
Unik tiap perusahaan — pemogokan, gugatan, CEO mundur, gagal produk. Bisa dihapus dengan diversifikasi (saham lain tak ikut terdampak).
Risiko Sistematis (Pasar)
Memengaruhi semua saham — resesi, kenaikan BI-Rate, krisis global, pelemahan kurs. Tak bisa dihilangkan dengan diversifikasi.
Risiko total = Sistematis + Tidak sistematis
Karena risiko tidak sistematis bisa dihapus "gratis" lewat diversifikasi, pasar tidak memberi imbalan untuknya. Pasar hanya menghargai risiko sistematis — inilah dasar beta & CAPM.

Beta (β) — Ukuran Risiko Sistematis Sebuah Saham

Beta mengukur seberapa sensitif return suatu saham terhadap gerakan pasar (mis. IHSG). Patokannya: pasar punya β = 1.

β = Cov(saham, pasar) ÷ Var(pasar)
BetaArtiContoh tipikal
β > 1Lebih bergejolak dari pasar (agresif)Saham siklikal/teknologi
β = 1Bergerak seirama pasarIndeks pasar (IHSG)
0 < β < 1Lebih kalem dari pasar (defensif)Konsumsi/utilitas
β < 0Berlawanan arah pasar (langka)Emas/aset lindung nilai
Jika β = 1,5: saat pasar naik 10%, saham ini cenderung naik ~15%; saat pasar turun 10%, turun ~15%. Mini-contoh: Cov(saham,pasar) = 0,024 dan Var(pasar) = 0,020 → β = 0,024 ÷ 0,020 = 1,20. Makin tinggi β, makin besar risiko sistematisnya.

Garis Pasar Sekuritas (SML) — Harga dari Risiko Sistematis

SML menerjemahkan beta menjadi return yang dituntut investor. Inilah rumus CAPM yang Anda pakai untuk biaya ekuitas di MK I.

E(R) = Rᵉ + β × [E(Rᵐ) − Rᵉ]
Rᵉ = risk-free rate (SUN 10 thn ~6,8%) · E(Rᵐ) = return pasar harapan · [E(Rᵐ) − Rᵉ] = market risk premium (premi risiko pasar ~6%) · β = risiko sistematis. Mini-contoh: β = 1,2; Rᵉ ~6,8%; premi pasar ~6% → E(R) = 6,8% + 1,2×6% = 6,8% + 7,2% = 14,0%.
SML naik dari Rᵉ (β=0) dengan kemiringan = premi risiko pasar. Saham di atas garis = murah (return > tuntutan); di bawah garis = mahal. Inilah biaya ekuitas (kᵉ) untuk WACC.

Coba Sendiri: Klik Titik Sebaran, Lihat Beta & SML Terbentuk

Amati sebaran return saham vs return pasar, lihat beta sebagai kemiringan garis regresi, dan posisi saham terhadap SML.

Studi Kasus: Dua Saham BEI, Mana yang "Layak Beli"?

Pakai SML/CAPM untuk menilai apakah return yang ditawarkan sepadan dengan risikonya (Rᵉ ~6,8%, premi pasar ~6% — ilustratif).

Saham Defensif (β = 0,8)
11,60%
return dituntut CAPM
6,8% + 0,8×6% = 11,60%. Jika pasar memperkirakan return 13% → di atas garis → menarik.
Saham Agresif (β = 1,5)
15,80%
return dituntut CAPM
6,8% + 1,5×6% = 15,80%. Jika pasar memperkirakan return 14% → di bawah garis → kemahalan.
Keputusan bukan "pilih yang return-nya tertinggi". Yang benar: pilih saham yang return harapannya melampaui tuntutan CAPM-nya — yaitu return yang sudah disesuaikan risiko sistematisnya.

Cheat Sheet — Rumus Inti Return & Risiko

KonsepRumusUntuk
Return 1 periode(P₁−P₀+D₁)/P₀Return realisasi sekuritas
Expected returnE(R) = Σ Pᵢ RᵢReturn harapan dari skenario
Variance sekuritasσ² = Σ Pᵢ [Rᵢ−E(R)]²Risiko (kuadrat)
Standar deviasiσ = √σ²Risiko sekuritas (utama)
Koefisien variasiCV = σ/E(R)Risiko per unit return
E(R) portofoliowₐE(Rₐ)+wᵇE(Rᵇ)Return harapan portofolio
Variance portofoliowₐ²σₐ²+wᵇ²σᵇ²+2wₐwᵇCovRisiko portofolio 2 aset
KovariansCov = ρ·σₐ·σᵇSearah-tidaknya dua aset
Betaβ = Cov(i,m)/Var(m)Risiko sistematis
SML / CAPME(R) = Rᵉ + β[E(Rᵐ)−Rᵉ]Return dituntut = biaya ekuitas
Benang merah: return = rata-rata tertimbang (selalu); risiko portofolio bukan rata-rata (turun jika ρ<1); pasar hanya menghargai risiko sistematis (beta), bukan risiko unik.

Latihan & Diskusi Kelas

Latihan 1 — Sekuritas
Saham punya 3 skenario: Buruk (p=0,30, R=−5%), Sedang (p=0,40, R=10%), Baik (p=0,30, R=25%). Hitung E(R), σ, dan CV. (petunjuk: ikuti HDN-1 & HDN-2.)
Latihan 2 — Portofolio
Saham A (E(R) 10%, σ 20%) & B (E(R) 18%, σ 30%), bobot 50:50, ρ = 0,40. Hitung E(Rₚ) dan σₚ, lalu bandingkan dengan rata-rata tertimbang risiko. (petunjuk: ikuti HDN-3.)
Kerjakan 7 menit. Untuk Latihan 2, hitung dulu kovarians, lalu tiga suku variance, baru akarkan. Cek apakah σₚ < rata-rata tertimbang (manfaat diversifikasi). Lalu kita bahas bersama.

Rangkuman & Jembatan ke Biaya Modal

Hari ini Anda belajar mengukur return dan risiko, dari satu saham sampai portofolio, dan menemukan beta sebagai harga risiko sistematis.

Tiga Hal yang Harus Melekat
  • Return ditimbang dengan risiko, jangan dikejar mentah.
  • Diversifikasi menurunkan risiko jika ρ<1 (free lunch).
  • Pasar hanya menghargai risiko sistematis (beta) lewat CAPM.
Terhubung ke Mana?
CAPM hari ini = cara hitung biaya ekuitas (kᵉ). kᵉ adalah komponen utama WACC — biaya modal yang dipakai mendiskon arus kas proyek (capital budgeting).
Beta & SML bukan akhir cerita — keduanya input untuk menghitung biaya modal perusahaan. Alur: Return & Risiko → Beta → CAPM → biaya ekuitas (kᵉ) → WACC → diskon arus kas proyek. Kuasai return–risiko hari ini, dan WACC akan terasa logis.

📖 Baca juga: Wacc — penjelasan mendalam dan contoh numerik.