stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-08
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 8: Biaya Modal & WACC (Lanjutan/Aplikatif)
FEB UNDIP · Program Studi Manajemen · Manajemen Keuangan II

Biaya Modal & WACC

Pertemuan 8 · Lanjutan/Aplikatif — Hurdle Rate, Biaya Modal Marjinal & Struktur Modal

Dari menghitung WACC (MK I) ke memakainya dengan benar: ambang keputusan investasi, biaya modal marjinal & break point, dan dampak struktur modal pada WACC.

RPS MINGGU 9 · SUB-CPMK 8 · DURASI 2 × 50 MENIT
PRASYARAT: MK I PERTEMUAN 10–11 (BIAYA MODAL & WACC)

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu mendefinisikan & menghitung biaya tiap jenis modal dan WACC (Sub-CPMK 8) — pada level aplikatif. Secara rinci:

Capaian 1 — Konsolidasi
Merakit ulang WACC dari komponen kₑ, k_d(1−T), k_p & bobot pasar dengan cepat. (rujuk MK I P10–11 — bukan materi baru)
Capaian 2 — Hurdle Rate
Memakai WACC sebagai tolok ukur keputusan terima/tolak, dan menyetel discount rate sesuai risiko proyek.
Capaian 3 — MCC
Menghitung break point & menyusun skema biaya modal marjinal (MCC schedule) bertangga.
Capaian 4 — Struktur Modal
Menjelaskan & menghitung dampak perubahan struktur modal pada WACC (relever β) → jembatan ke P9.

Satu Angka yang Membalik Keputusan Miliaran

Anda CFO. Sebuah proyek ekspansi diajukan: investasi Rp 100 miliar, arus kas +Rp 30 miliar/tahun selama 5 tahun. Layak? Jawabannya bergantung pada satu angka: discount rate.

Pakai WACC Perusahaan — 12,74%
+Rp 6,19 mld
NPV positif
Proyek tampak LAYAK → diterima. Tetapi apakah 12,74% adil untuk risiko proyek ini?
Pakai Tarif Risiko Proyek — 16%
−Rp 1,77 mld
NPV negatif
Proyek seharusnya DITOLAK. Tarif yang lebih tinggi mencerminkan risiko yang sebenarnya.
Keputusan terbalik hanya karena salah memilih discount rate. Di MK I Anda belajar menghitung WACC; di MK II Anda belajar kapan & bagaimana memakainya agar tidak menggerus nilai.
Blok 1 dari 4
Rekap Kilat WACC (dari MK I)
Dua slide untuk menyamakan ingatan — komponen biaya modal & rumus WACC — lalu kita rakit ulang sekali dengan cepat. Detail penurunan ada di MK I Pertemuan 10–11.
kₑ · k_d(1−T) · k_p ⟶ WACC
RUJUK MK I P10–P11

Rekap MK I P10 — Biaya Tiap Komponen Modal

Setiap sumber dana punya "harga"-nya sendiri. Ini ringkasan; penurunan penuh ada di MK I Pertemuan 10.

KomponenLambangRumus intiCatatan
Utang (setelah pajak)k_d(1−T)YTM × (1 − T)T = 22% (PPh Badan); termurah
Saham preferenk_pD_p ÷ P_psering 0 (jarang di RI)
Ekuitas — CAPMkₑr_f + β(r_m − r_f)r_f = SUN ~6,8%
Ekuitas — Gordonkₑ(D₁ ÷ P₀) + gbutuh dividen tumbuh stabil
Urutan harga (umum): utang < preferen < ekuitas. Ekuitas paling mahal karena pemegang saham menanggung risiko paling akhir dan menuntut imbal hasil tertinggi.

Hitung dari Nol — HDN-1: Rakit Ulang WACC (PT Sentosa Tbk)

Kasus pembanding sama persis dengan MK I P11 agar kontinu. Input: kₑ = 14,4%; k_d = 11% (sblm pajak); T = 22%; ekuitas pasar Rp 2.800 mld; utang pasar Rp 1.120 mld; preferen 0.

WACC = (E/V)·kₑ + (D/V)·k_d·(1−T)
LangkahPerhitunganNilai
1. Total nilai (V)2.800 + 1.120Rp 3.920 mld
2. Bobot ekuitas (E/V)2.800 ÷ 3.92071,43%
3. Bobot utang (D/V)1.120 ÷ 3.92028,57%
4. k_d setelah pajak11% × (1 − 0,22)8,58%
5. Kontribusi ekuitas71,43% × 14,4%10,29%
6. Kontribusi utang28,57% × 8,58%2,45%
WACC10,29% + 2,45%≈ 12,74%
WACC PT Sentosa
12,74%
ekuitas 10,29% + utang 2,45%
Inilah angka yang akan kita pakai & uji sepanjang pertemuan ini.
Blok 2 dari 4
WACC sebagai Hurdle Rate Keputusan
Inilah materi MK II yang sesungguhnya: bukan menghitung WACC, tetapi memakainya — sebagai ambang terima/tolak, dan menyetelnya ketika risiko proyek berbeda dari risiko perusahaan.
Terima jika imbal hasil > hurdle

WACC sebagai Hurdle Rate — Aturan Keputusan

WACC adalah imbal hasil minimum yang harus dihasilkan investasi agar tidak menggerus nilai. Ia jadi ambang resmi keputusan.

TERIMA jika IRR > WACC atau NPV > 0
TOLAK jika IRR < WACC atau NPV < 0
Bukti Lapangan
Graham & Harvey (2001, JFE): mayoritas CFO perusahaan besar memang memakai WACC sebagai hurdle rate proyek.
imbal hasil proyekhurdle = WACC 12,74%A: 18%✓ TerimaB: 15%C: 9%✗ Tolak
Logikanya: kalau proyek hanya menghasilkan persis WACC, ia cukup membayar para penyandang dana — tidak lebih, tidak kurang (NPV = 0). Di atas WACC → ada kelebihan yang menjadi tambahan kekayaan pemegang saham.

Bahaya: WACC Perusahaan untuk SEMUA Proyek

WACC perusahaan mencerminkan risiko rata-rata perusahaan. Untuk proyek dengan risiko berbeda, ia menyesatkan.

Proyek Lebih Berisiko
Dinilai dengan WACC perusahaan yang lebih rendah → tampak layak → diterima padahal seharusnya ditolak (over-invest pada risiko).
Proyek Lebih Aman
Dinilai dengan WACC perusahaan yang lebih tinggi → tampak tak layak → ditolak padahal seharusnya diterima (under-invest pada peluang aman).
beta (risiko sistematis) →imbal hasil dimintaSMLWACC (rata-rata)aman (kiri)berisiko (kanan)garis naik = risiko↑ → imbal hasil↑
Cara baca SML: garis miring naik — makin tinggi beta (risiko), makin tinggi imbal hasil yang wajar. WACC perusahaan hanya satu titik di garis itu (risiko rata-rata). Proyek lebih berisiko ada di kanan (butuh tarif > WACC), proyek lebih aman di kiri.

Menyetel Hurdle Rate Mengikuti Risiko Proyek

Solusi praktik: hitung discount rate per proyek/divisi memakai beta yang sesuai risikonya, bukan beta perusahaan.

Cara 1 — Beta Proyek (CAPM)
Pakai β proyek (mis. dari perusahaan pembanding sejenis), masukkan ke CAPM → kₑ proyek → discount rate proyek.
Cara 2 — WACC Divisi
Perusahaan multi-bisnis pakai WACC berbeda tiap divisi sesuai risikonya (mis. divisi properti vs divisi teknologi).
Tipe proyek (ilustratif)βHurdle rate (CAPM)vs WACC 12,74%
Perluasan bisnis inti~1,1~12,7%≈ sama
Ekspansi bisnis baru~1,5~16%lebih tinggi
Penggantian mesin (aman)~0,7~10%lebih rendah
Aturan emas: risiko proyek → menentukan tarif proyek. Sumber dana yang dipakai untuk proyek itu tidak menentukan tarifnya.
Blok 3 dari 4
Biaya Modal Marjinal & Break Point
WACC bukan satu angka beku. Saat perusahaan menggalang dana makin besar, sumber murah habis dan biaya modal melompat naik bertangga — inilah MCC schedule.
Laba ditahan (murah) → Saham baru (mahal)

Marginal Cost of Capital (MCC) — Naik Bertangga

MCC = biaya untuk setiap rupiah tambahan dana baru. Awalnya rendah (laba ditahan), lalu melompat di tiap break point.

MCC
Biaya marjinal, bukan rata-rata. Berbeda dari WACC yang merata-rata semua dana yang sudah ada.
Mengapa Naik
Sumber murah (laba ditahan, kapasitas utang murah) terbatas. Habis → beralih ke ekuitas baru / utang mahal → MCC melompat.
jumlah dana baru (Rp) →biaya modal (%)laba ditahansaham baruutang mahalBP₁BP₂
Selama dana baru di bawah break point pertama → ekuitas dari laba ditahan (tanpa biaya emisi). Di atasnya → emisi saham baru → kₑ naik → MCC naik.

Hitung dari Nol — HDN-2: Break Point Laba Ditahan

PT Sentosa punya laba ditahan Rp 300 mld tersedia. Bobot ekuitas target = 71,43% (dari HDN-1). Sampai berapa dana baru bisa digalang tanpa emisi saham?

Break Point = Dana Sumber Murah ÷ Bobot Sumber Itu
LangkahPerhitunganNilai
1. Laba ditahan tersediadiberikanRp 300 mld
2. Bobot ekuitas targetdari HDN-171,43%
3. Break Point laba ditahan300 ÷ 0,7143≈ Rp 420 mld
Break Point
Rp 420 mld
batas laba ditahan murah
Di bawahnya, ekuitas dari laba ditahan. Di atasnya, perusahaan mulai emisi saham → MCC melompat.
Logika pembagi: agar struktur modal tetap pada proporsi target, tiap rupiah dana baru harus mengandung 71,43% ekuitas; maka laba ditahan Rp 300 mld "cukup" untuk total dana 300 ÷ 0,7143 = Rp 420 mld.

MCC Schedule — Bisa Ada Beberapa Break Point

Bukan hanya ekuitas yang punya batas. Kapasitas utang murah pun terbatas; melewati batasnya, k_d naik → break point kedua.

Rentang dana baru (ilustrasi PT Sentosa)Sumber ekuitasSumber utangMCC (perkiraan)
Rp 0 – 420 mldLaba ditahanUtang murah~12,7%
Rp 420 – 700 mldSaham baru (flotation)Utang murah~13,3%
> Rp 700 mldSaham baruUtang lebih mahal~14,0%
Rumus break point umum: BP = (Dana sumber murah) ÷ (Bobot sumber itu). Hitung satu BP untuk batas laba ditahan, satu lagi untuk batas utang murah, lalu urutkan dari kecil ke besar (di sini BP₁ = 420 mld, BP₂ = 700 mld).

Coba Sendiri: Geser Dana Baru, Temukan Break Point MCC

Geser jumlah dana baru yang ditarik, amati kapan MCC melompat naik saat laba ditahan lalu utang murah habis.

Memadukan MCC dengan Peluang Investasi (IOS)

MCC naik bertangga; di sisi lain, peluang investasi (IOS) yang diurut dari IRR tertinggi ke terendah menurun. Titik potongnya menentukan anggaran modal optimal.

IOS — turun
Daftar proyek diurut dari IRR tertinggi. Makin banyak proyek diambil, IRR proyek marjinal makin rendah.
MCC — naik
Makin banyak dana digalang, biaya modal marjinal makin tinggi.
dana / anggaran modal (Rp) →% (IRR / MCC)IOS ↓MCC ↑anggaranoptimal
Aturan: ambil proyek selama IRR proyek > MCC pada titik itu. Titik potong MCC = IOS → ukuran anggaran modal optimal & WACC marjinal yang relevan.

Mengapa Ekuitas Baru Lebih Mahal: Biaya Emisi (Flotation)

Menerbitkan saham baru menanggung biaya emisi (penjamin emisi, hukum, administrasi). Akibatnya, dana bersih yang diterima < harga pasar, sehingga biaya ekuitas baru > biaya laba ditahan.

kₑ_baru = D₁ / [P₀(1 − F)] + g
Keterangan:
F = biaya emisi sebagai % harga
P₀(1−F) = dana bersih per lembar
jika F = 0 → kembali ke kₑ laba ditahan.
Intuisi
Perusahaan menerima lebih sedikit per lembar (karena F), tetapi tetap harus membayar dividen penuh → biaya per rupiah dana naik.
Inilah penyebab teknis lompatan break point di Slide 13–14: begitu laba ditahan habis, kₑ berpindah dari versi tanpa flotation ke versi dengan flotation.
Blok 4 dari 4
Bobot Target & Dampak Struktur Modal ke WACC
Bobot WACC sebaiknya pakai struktur modal target, bukan campuran kebetulan hari ini. Lalu: apa yang terjadi pada WACC ketika perusahaan mengubah komposisi utang–ekuitasnya? Inilah jembatan ke Pertemuan 9.
Target weights · MM 1958/1963

Pakai Bobot Target, Bukan Bobot Kebetulan Hari Ini

WACC dipakai untuk keputusan jangka panjang, jadi bobotnya pun harus mencerminkan struktur modal target yang akan dipertahankan — bukan campuran sesaat akibat pendanaan satu proyek.

Bobot Target
Proporsi utang–ekuitas yang ingin dipertahankan perusahaan jangka panjang. Inilah yang dipakai untuk WACC.
Bobot Aktual Hari Ini
Bisa menyimpang sementara (mis. baru menarik utang besar). Jangan dipakai langsung — menyesatkan.
Kesalahan klasik: mendiskon proyek dengan k_d murah hanya karena proyek itu kebetulan dibiayai utang. Setiap proyek harus "menanggung" bobot target campuran, karena utang & ekuitas saling menopang dalam jangka panjang.

Dampak Struktur Modal ke WACC — Teorema MM

Apa yang terjadi pada WACC saat utang ditambah? Modigliani–Miller (1958/1963) memberi dua versi jawaban.

MM 1958 — Tanpa Pajak
Dalam pasar sempurna tanpa pajak, struktur modal tidak memengaruhi nilai perusahaan; WACC konstan. Lebih banyak utang murah → kₑ naik persis cukup untuk membatalkannya.
MM 1963 — Dengan Pajak
Karena bunga dapat dikurangkan pajak (tax shield), menambah utang menurunkan WACC — sampai batas tertentu.
rasio utang (D/V) →WACC (%)MM 1958 (datar)MM 1963 (turun)realita: kurva-Uoptimal
Realita (jembatan P9): di luar MM ada biaya kesulitan keuangan (financial distress) & risiko kepailitan (UU 37/2004). Maka utang menurunkan WACC hanya sampai titik tertentu, lalu naik kembali → ada struktur modal optimal.

Hitung dari Nol — HDN-3: WACC Bergeser Saat Utang Ditambah

PT Sentosa mempertimbangkan menambah utang dari D/V 28,57% ke 40%. Pakai relever beta agar kₑ ikut menyesuaikan risiko. β awal (levered) = 1,1; r_f ~6,8%; ERP ~6,9%; k_d naik 11%→11,5%; T = 22%.

β_u = β_L / [1 + (1−T)(D/E)]
— lepas efek leverage lama → beta aset murni
β_relever = β_u × [1 + (1−T)(D/E baru)]
— pasang leverage baru
Perhatikan rasio: rumus beta memakai utang-terhadap-EKUITAS (D/E), bukan utang-terhadap-NILAI (D/V) untuk bobot WACC. Di kasus ini D/E lama = 0,40 sementara D/V baru = 40% kebetulan terlihat sama — jangan tertukar.
LangkahPerhitunganNilai
1. D/E lama (utang÷ekuitas)28,57 ÷ 71,43D/E = 0,40
2. β unlevered1,1 ÷ [1 + 0,78 × 0,40]≈ 0,838
3. D/V baru → D/E baruD/V 40% ⇒ E/V 60% ⇒ 40 ÷ 60D/E = 0,6667
4. β relevered0,838 × [1 + 0,78 × 0,6667]≈ 1,274
5. kₑ baru (CAPM)6,8% + 1,274 × 6,9% (ERP)≈ 15,59%
6. k_d setelah pajak11,5% × 0,788,97%
7. Kontribusi ekuitas60% (E/V) × 15,59%9,35%
8. Kontribusi utang40% (D/V) × 8,97%3,59%
WACC baru9,35% + 3,59%≈ 12,94%
WACC naik dari 12,74% → ~12,94%, bukan turun! Kenaikan kₑ (risiko ekuitas ↑) mengalahkan penghematan dari lebih banyak utang murah di kasus ini — bukti MM/trade-off bekerja.

Anchor Indonesia — Struktur Modal Beda → WACC Beda

Struktur modal sangat berbeda antar-sektor di BEI, sehingga WACC mereka pun berbeda. Pola (bukan angka real-time):

Emiten (sektor)Porsi utangPola → implikasi WACC
UNVR (konsumer)rendah–sedangarus kas stabil, sedikit utang → ekuitas dominan
TLKM (telekomunikasi)sedangpadat modal, sebagian utang → campur seimbang
GOTO (teknologi)rendahdibiayai ekuitas, masih bertumbuh → WACC ~ kₑ
BBCA (bank)tinggi**kerangka WACC khusus — "utang" = dana nasabah
Bank diperlakukan khusus: "utang" bank mayoritas dana nasabah → WACC bank dihitung beda. Untuk non-bank, kerangka WACC standar berlaku. Angka pasti berubah tiap hari — pakai laporan keuangan terbaru & papan BEI (idx.co.id).

Lima Jebakan yang Sering Bikin Salah Keputusan

1 · Discount rate salah
Pakai WACC perusahaan untuk proyek beda risiko → keputusan terbalik (Slide 3 & 9).
2 · Bobot nilai buku
Memakai porsi dari neraca, bukan nilai pasar → bobot keliru (MK I P11).
3 · k_d sebelum pajak
Lupa kalikan (1−T) → WACC terlalu tinggi (T = 22%).
4 · Bobot kebetulan
Pakai sumber dana proyek, bukan bobot target (Slide 18).
5 · WACC dianggap tetap
Abai break point/MCC saat dana membesar (Blok 3).
Inti MK II: empat dari lima jebakan ini bukan soal hitungan, tetapi soal memilih input & memakai hasil dengan benar.

Pertanyaan yang Dibawa ke Pertemuan 9

HDN-3 menunjukkan WACC bisa naik atau turun tergantung berapa banyak utang. Maka muncul pertanyaan besar: adakah komposisi utang–ekuitas yang membuat WACC paling rendah?

Ya — secara teori ada titik di mana WACC minimum dan nilai perusahaan maksimum. Itulah struktur modal optimal, inti Pertemuan 9.
Tarik Utang (awal)
Tax shield menurunkan WACC — perisai pajak bekerja di tahap awal penambahan utang.
Terlalu Banyak Utang
Risiko distress & kepailitan menaikkan kₑ dan k_d → WACC naik kembali.
Karena WACC dan struktur modal saling mengunci, dua topik ini wajib dipelajari berurutan — itulah sebabnya P8 (biaya modal) mendahului P9 (struktur modal).

Cheat Sheet — WACC Aplikatif (P8)

KonsepRumus/Aturan intiCatatan kunci
WACC(E/V)kₑ + (D/V)k_d(1−T) [+ (P/V)k_p]bobot pasar, target; T = 22%
Aturan keputusanTerima jika IRR > WACC / NPV > 0hurdle rate
Tarif proyekCAPM dgn β proyekrisiko proyek → tarif proyek
Break pointDana sumber murah ÷ bobotnyamis. laba ditahan ÷ E/V
MCCbiaya marjinal, naik bertanggapotong dgn IOS → anggaran optimal
Ekuitas baruD₁ / [P₀(1−F)] + gflotation → kₑ baru > laba ditahan
Relever ββ_u = β_L / [1+(1−T)D/E] → releverstruktur modal ↑ → kₑ ↑
Inti P8: WACC bukan satu angka beku — ia bergerak mengikuti risiko proyek, skala dana (MCC), dan struktur modal.

Latihan & Diskusi Kelas

Latihan Hitung
PT Nusa: ekuitas pasar Rp 1.500 mld, utang pasar Rp 500 mld, kₑ = 15%, k_d = 12%, T = 22%.
(a) Hitung WACC.
(b) Laba ditahan tersedia Rp 240 mld — hitung break point laba ditahannya.
Diskusi Kelompok
Sebuah BUMN karya ingin masuk bisnis properti yang lebih berisiko, tetapi tim keuangan memakai WACC perusahaan untuk menilainya.
Apa risikonya? Apa yang sebaiknya dilakukan?
Petunjuk (a): cari bobot dulu (V = 2.000 mld) → k_d(1−T) → campur. (b): break point = 240 ÷ bobot ekuitas. Jawaban lengkap di lembar kunci (Lampiran B materi).

Penutup & Jembatan ke Pertemuan 9

Yang Anda Kuasai Hari Ini
  • Rakit WACC dari komponen & bobot pasar (rekap)
  • WACC sebagai hurdle rate & tarif berbasis risiko
  • Break point & menyusun MCC schedule
  • Dampak struktur modal pada WACC (relever β)
Pertemuan 9 — Struktur Modal
  • Adakah struktur modal optimal?
  • Teori MM penuh (1958 & 1963)
  • Trade-off vs pecking order (Myers 1984)
  • Biaya kesulitan keuangan & kepailitan
WACC adalah mesin diskonto yang akan terus dipakai: capital budgeting, valuasi, dan keputusan struktur modal. Kuasai ia, dan separuh keuangan korporat terbuka.
Tugas mandiri: baca awal bab struktur modal (Ross-Westerfield-Jaffe / Brigham-Houston). Kerjakan latihan Slide 25 sebelum kelas berikutnya.

📖 Baca juga: Wacc — penjelasan mendalam dan contoh numerik.