‹ Daftar slidePertemuan 6: Pembiayaan — Kredit Bank & Leasing
Program Studi Manajemen · FEB UNDIP
Manajemen Keuangan II
Pertemuan 6 · Pembiayaan: Kredit Bank & Leasing
Dari mana perusahaan mendanai mesin dan armadanya? Dua jalur jangka menengah — kredit bank dan leasing — plus cara menghitung mana yang lebih murah.
RPS Minggu 6 · Sub-CPMK 6 · 2 × 50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu mengidentifikasi & menganalisis pembiayaan kredit bank dan leasing (Sub-CPMK 6). Secara rinci:
Capaian 1 — Sumber Dana
Mengidentifikasi sumber pembiayaan jangka menengah serta membedakan Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI).
Capaian 2 — Bunga Kredit
Menghitung bunga flat vs bunga efektif dan menyusun jadwal angsuran (amortisasi) tanpa salah aritmetika.
Capaian 3 — Leasing & PSAK 116
Membedakan finance lease vs operating lease serta perlakuan on-balance sheet menurut PSAK 116 (eks PSAK 73).
Capaian 4 — Lease vs Buy
Menghitung NAL (Net Advantage to Leasing) dari arus kas setelah pajak, lalu memutuskan menyewa atau membeli.
Anda Butuh Excavator Rp 1 Miliar — Tiga Pilihan
Sebuah kontraktor butuh alat berat untuk proyek 4 tahun. Modal kas terbatas. Apa yang dilakukan?
Pilihan 1 — Beli Tunai
Bayar Rp 1 miliar sekaligus dari kas. Aset jadi milik penuh, tapi kas perusahaan langsung terkuras.
Pilihan 2 — Kredit Bank
Pinjam ke bank (Kredit Investasi), beli alatnya, cicil pokok + bunga. Aset milik perusahaan, ada agunan.
Pilihan 3 — Leasing
Sewa dari perusahaan multifinance, bayar sewa berkala. Hak pakai langsung, beban modal awal kecil.
Ketiga pilihan tampak masuk akal. Pertanyaannya: mana yang paling murah secara nilai sekarang? Hari ini kita belajar menjawabnya dengan angka, bukan firasat.
Bagian 1 dari 4
Sumber Pembiayaan Jangka Menengah
Di antara utang dagang yang berumur bulanan dan obligasi yang berumur belasan tahun, ada zona jangka menengah — di sinilah kredit bank dan leasing bermain.
Peta Sumber Dana Berdasarkan Jangka Waktu
Jangka Pendek (<1 Th)
Utang dagang, kredit modal kerja, commercial paper. Untuk membiayai persediaan & piutang yang berputar cepat.
Jangka Menengah (1–5 Th)
Kredit investasi, leasing, term loan. Untuk membeli mesin, kendaraan, alat berat.
Jangka Panjang (>5 Th)
Obligasi, saham, kredit jangka panjang. Untuk pabrik, ekspansi besar, infrastruktur.
Prinsip pencocokan (maturity matching): danai aset berumur panjang dengan dana berumur panjang. Mendanai excavator 8 tahun dengan kredit modal kerja 1 tahun = jebakan likuiditas.
Siapa yang Membiayai? Bank vs Multifinance
Bank
Memberi kredit (KMK & KI). Sumber dana dari simpanan masyarakat sehingga tunduk aturan kehati-hatian. Diawasi OJK. Contoh: BCA, BRI, Mandiri, BNI.
Perusahaan Pembiayaan (Multifinance)
Memberi leasing & pembiayaan konsumen. Spesialis alat berat/kendaraan. Diawasi OJK. Contoh: BCA Finance, Adira, BFI, Mandiri Tunas Finance.
Keduanya di bawah pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Bank menyalurkan kredit; multifinance unggul di leasing aset spesifik — alat berat, truk, kendaraan.
Bagian 2 dari 4
Kredit Bank
Kredit Modal Kerja vs Kredit Investasi · agunan & prinsip 5C · membongkar bunga flat yang menipu · membaca jadwal angsuran.
Kredit Modal Kerja (KMK) vs Kredit Investasi (KI)
Kredit Modal Kerja (KMK)
Untuk operasional sehari-hari — beli bahan baku, bayar gaji, tambah persediaan. Jangka pendek (≤1 th, sering revolving). Dilunasi dari perputaran usaha.
Kredit Investasi (KI)
Untuk membeli aktiva tetap — mesin, gedung, kendaraan, alat berat. Jangka menengah–panjang (3–8 th). Dilunasi dari hasil yang dihasilkan aset itu.
Aspek
KMK
KI
Tujuan
Modal kerja
Beli aset tetap
Tenor
Pendek (≤1 th)
Menengah (3–8 th)
Sumber pelunasan
Perputaran usaha
Arus kas dari aset
Topik leasing hari ini bersaing langsung dengan KI — keduanya mendanai aset jangka panjang.
Apa yang Bank Minta? Agunan & Prinsip 5C
Sebelum memberi kredit, bank menilai kelayakan Anda lewat lima ukuran klasik (the five C's of credit).
1 Character
Rekam jejak & itikad bayar. Dicek lewat riwayat kredit (SLIK OJK).
2 Capacity
Kemampuan menghasilkan arus kas untuk mencicil.
3 Capital
Modal sendiri yang ditanam — porsi uang muka (down payment).
4 Collateral
Agunan: aset jaminan (tanah, bangunan, atau aset yang dibeli).
5 Condition
Kondisi ekonomi & prospek industri peminjam.
Agunan (collateral) mengurangi risiko bank → bisa menurunkan bunga. Untuk KI, aset yang dibeli sering sekaligus jadi agunannya.
Dua Cara Menghitung Bunga: Flat vs Efektif
Bunga Flat
Bunga dihitung dari pokok awal, tetap sama tiap periode meski sisa utang menyusut. Flat terlihat murah tapi menyesatkan.
Bunga Efektif
Bunga dihitung dari sisa pokok yang menurun seiring pelunasan. Angka yang jujur untuk membandingkan pinjaman.
Flat: Total bunga = Pokok × iflat × tahun
Efektif: PV cicilan = PMT × [1 − (1+i)−n] ÷ i → cari i
Aturan praktis kasar: bunga efektif ≈ hampir 2× bunga flat. Flat 10% setara efektif ±18–20%. Jangan tertipu angka flat di brosur leasing atau kredit kendaraan.
Hitung dari Nol — HDN-1: Flat 10% Sebenarnya Berapa?
Ambil Kredit Investasi Rp 120.000.000, bunga flat 10%/tahun, tenor 2 tahun (24 cicilan bulanan). Berapa bunga efektif sesungguhnya?
Langkah
Perhitungan
Nilai
Bunga flat/th
120.000.000 × 10%
= Rp 12.000.000
Total bunga (2 th)
12.000.000 × 2
= Rp 24.000.000
Total dibayar
120.000.000 + 24.000.000
= Rp 144.000.000
Angsuran/bulan
144.000.000 ÷ 24
= Rp 6.000.000
Cari i efektif (lihat kotak bawah)
120 jt = 6 jt × PVIFA(i,24)
i ≈ 1,5131%/bln
Setahunkan (EAR)
(1,015131)12 − 1
≈ 19,75%
Bagaimana cara mencari i? i tidak bisa dihitung langsung dengan rumus — kita cari lewat coba-coba (trial-and-error) atau Excel. Coba-coba: i = 1,50% → PV ≈ Rp 120,18 jt (kebesaran); i = 1,52% → PV ≈ Rp 119,90 jt (kekecilan); interpolasi → i ≈ 1,5131%. Excel: =RATE(24; -6000000; 120000000) → 1,5131%/bulan, lalu EAR =(1+RATE)^12-1.
Flat 10% Ternyata Setara Efektif ~19,75%
Selisih hampir 10 poin persen lenyap dari pandangan hanya karena metode penghitungan flat.
Yang Tertulis di Brosur
10%
bunga flat per tahun
Yang Sebenarnya Ditanggung
~19,75%
bunga efektif tahunan (EAR)
Selalu tanyakan dan hitung bunga efektif, bukan flat, setiap kali mengambil kredit atau leasing. Angka flat dirancang agar terlihat ramah.
Coba Sendiri: Ubah Tenor & Bunga Flat, Bandingkan dengan Efektif
Ubah persentase bunga flat dan jangka waktu kredit, amati bunga efektif tahunan (EAR) yang sebenarnya ditanggung.
Membaca Jadwal Angsuran (Amortisasi) Kredit Investasi
Pada kredit bunga efektif, cicilan tetap tetapi komposisinya berubah: porsi bunga menurun, porsi pokok meningkat. Contoh: pinjam Rp 120 jt, efektif 12%/th, 4 tahun → angsuran ~Rp 39,51 jt/th.
Th
Angsuran
Bunga (12%×sisa awal)
Pokok
Sisa pokok
1
39.508.132
14.400.000
25.108.132
94.891.868
2
39.508.132
11.387.024
28.121.108
66.770.759
3
39.508.132
8.012.491
31.495.641
35.275.118
4
39.508.132
4.233.014
35.275.118
0
Total bunga = Rp 38,03 jt. Perhatikan: tahun 1 didominasi bunga, tahun 4 didominasi pokok. Inilah mengapa melunasi lebih awal menghemat bunga lebih banyak.
Bagian 3 dari 4
Leasing (Sewa-Guna-Usaha)
Tiga pihak dalam satu transaksi · finance lease vs operating lease · revolusi PSAK 116 (eks PSAK 73) yang membawa sewa ke neraca · kelebihan dan kekurangan.
Leasing: Tiga Pihak dalam Satu Transaksi
Leasing = perjanjian di mana pemilik aset (lessor) memberi hak pakai aset kepada penyewa (lessee) untuk jangka waktu tertentu, dengan imbalan pembayaran sewa berkala.
Alur khas: lessee pilih aset → lessor membeli dari pemasok → lessor menyewakan ke lessee. Lessee menikmati hak pakai tanpa keluar modal besar di awal.
Dua Jenis Leasing: Sewa Pembiayaan vs Sewa Operasi
Sewa Pembiayaan (Finance Lease)
Secara ekonomi = membeli dengan cicilan. Risiko & manfaat kepemilikan berpindah ke lessee. Tenor ≈ umur aset, sering ada opsi beli. Untuk aset yang ingin dimiliki.
Sewa Operasi (Operating Lease)
Murni menyewa pakai jangka pendek. Risiko & manfaat tetap di lessor. Tenor < umur aset, aset dikembalikan. Untuk aset yang cepat usang.
Aspek
Finance Lease
Operating Lease
Esensi ekonomi
Beli (terselubung)
Sewa murni
Risiko/manfaat
Pindah ke lessee
Tetap di lessor
Akhir kontrak
Opsi beli / dimiliki
Aset dikembalikan
Kuncinya bukan nama kontrak, tapi substansi ekonomi: apakah risiko & manfaat kepemilikan benar-benar berpindah?
PSAK 116 (eks PSAK 73): Hampir Semua Sewa Masuk Neraca
Sejak PSAK 116 (eks PSAK 73) Sewa (efektif 1 Jan 2020; renumbering SAK Indonesia 1 Jan 2024 — substansi tidak berubah), penyewa mengakui hampir semua sewa di neraca: aset hak-guna + liabilitas sewa. (Pengecualian: sewa ≤12 bulan & aset bernilai rendah.)
Dulu (PSAK 30 Lama)
Operating lease cukup dicatat sebagai beban sewa di laba rugi — off-balance sheet. Neraca terlihat 'ramping' padahal ada kewajiban riil.
Sekarang (PSAK 116/73)
Penyewa akui aset hak-guna & liabilitas sewa sebesar PV pembayaran sewa. Lalu aset disusutkan + liabilitas berbunga.
Dampak: aset & utang perusahaan naik → rasio leverage (DER) ikut naik. Analis wajib menyesuaikan saat membandingkan emiten pra- vs pasca-PSAK 116/73.
Berapa Nilai Aset Hak-Guna yang Dicatat?
Contoh: sewa Rp 30 jt/tahun selama 4 tahun, suku bunga implisit 10%. Nilai yang dicatat di neraca = PV pembayaran sewa, bukan total nominalnya.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Total nominal sewa (4 th)
30.000.000 × 4
= Rp 120.000.000
Faktor anuitas PVIFA(10%, 4)
[1 − (1,10)−4] ÷ 0,10
= 3,169865
PV pembayaran sewa
30.000.000 × 3,169865
= Rp 95.095.963
Selisih (= bunga sewa)
120.000.000 − 95.095.963
= Rp 24.904.037
Pencatatan awal di neraca: Aset hak-guna Rp 95,10 jt = Liabilitas sewa Rp 95,10 jt. Notasi jurnal: Dr. Aset hak-guna | Cr. Liabilitas sewa (Dr. = debit, Cr. = kredit — dua sisi pencatatan akuntansi).
Leasing — Kapan Menguntungkan, Kapan Tidak?
Kelebihan
Modal awal kecil — tak perlu beli tunai, likuiditas terjaga.
Pembiayaan ~100% — kadang tanpa uang muka besar.
Fleksibel — aset cepat usang bisa diganti (operating).
Agunan otomatis — aset milik lessor, syarat lebih ringan dari kredit.
Kekurangan
Total biaya bisa lebih mahal — bunga implisit sering tinggi (cek efektif!).
Bukan pemilik (operating) — tak menikmati nilai sisa aset.
Terikat kontrak — penalti bila putus kontrak lebih awal.
Kehilangan tameng pajak penyusutan — depresiasi jadi milik lessor.
Tak ada jawaban universal. Keputusan akhir = hitung NAL (Bagian 4), bukan sekadar daftar pro-kontra.
Bagian 4 dari 4
Lease vs Buy: Menghitung NAL
Keputusan akhir bukan soal selera, tapi soal angka — bandingkan nilai sekarang arus kas setelah pajak dari menyewa versus membeli (dengan utang).
NAL = Σ PV(arus kas inkremental: sewa vs beli)
Kerangka Lease-vs-Buy: Apa Saja Arus Kasnya?
Bandingkan menyewa vs membeli (dengan utang). Kita lihat arus kas yang berbeda di antara keduanya — semuanya setelah pajak (T = 22%).
Diskonto = biaya utang setelah pajak, BUKAN WACC. Alasannya: arus kas lease relatif pasti (mirip utang), jadi risikonya setara utang.
Net Advantage to Leasing (NAL)
NAL menjumlahkan nilai sekarang seluruh arus kas inkremental leasing. Tandanya menentukan keputusan.
NAL = Harga Aset − Σt [ Sewa×(1−T) + Susutt×T ] ÷ (1+kdAT)t
Keterangan: Harga Aset = kas beli yang dihemat (t=0) · Sewa×(1−T) = sewa setelah pajak · Susut×T = tameng pajak yang hilang · kdAT = biaya utang setelah pajak = kd×(1−T).
NAL > 0
MENYEWA lebih menguntungkan — lebih murah dalam nilai sekarang.
NAL < 0
MEMBELI (berutang) lebih menguntungkan.
Hitung dari Nol — HDN-2: Lease vs Buy Excavator
Excavator Rp 100.000.000, umur 4 thn, susut garis lurus (Rp 25 jt/th, nilai sisa 0). Sewa Rp 30 jt/tahun (akhir tahun). Bunga pinjaman 10%, T = 22%. Sewa atau beli?
Langkah
Perhitungan
Nilai
Biaya utang setelah pajak (kdAT)
10% × (1 − 0,22)
= 7,80%
Sewa setelah pajak/th
30.000.000 × (1 − 0,22)
= Rp 23.400.000
Tameng pajak susut hilang/th
25.000.000 × 0,22
= Rp 5.500.000
Arus kas tahunan (t=1..4)
−(23.400.000 + 5.500.000)
= −Rp 28.900.000
t
Arus kas
Faktor diskon @ 7,80%
PV
0
+100.000.000
1,000000
+100.000.000
1–4
−28.900.000
PVIFA = 3,326925
−96.148.144
NAL = 100.000.000 − 96.148.144 = +Rp 3.851.856. NAL > 0 → MENYEWA lebih untung ~Rp 3,85 juta (nilai sekarang).
Kapan Membeli Justru Menang? (Sensitivitas NAL)
Keputusan NAL sangat sensitif pada harga sewa. Pakai kasus HDN-2, ubah sewa tahunannya (excavator Rp 100 jt, T=22%, kdAT 7,8%, susut 25 jt/th):
Sewa/tahun
Arus kas thn
PV arus kas
NAL
Keputusan
Rp 28 jt
−27.340.000
−90.958.130
+Rp 9,04 jt
Sewa
Rp 30 jt
−28.900.000
−96.148.144
+Rp 3,85 jt
Sewa
Rp 32 jt
−30.460.000
−101.338.148
−Rp 1,34 jt
Beli
Naikkan sewa cukup ~Rp 32 jt/th saja, NAL berbalik negatif → membeli menang. Break-even sewa ≈ Rp 31,5 jt/th. Pelajaran: keputusan lease-vs-buy bergantung pada harga sewa yang ditawarkan — selalu hitung ulang, jangan pukul rata.
Coba Sendiri: Geser Harga Sewa, Temukan Titik Impas Lease-vs-Buy
Geser harga sewa tahunan dan tarif pajak, amati NAL berpindah dari positif (sewa menang) ke negatif (beli menang).
Lima Jebakan dalam Analisis Pembiayaan
1 Tertipu Bunga Flat
Flat 10% ≈ efektif ~20%. Selalu minta & hitung bunga efektif.
2 Diskonto Pakai WACC
Arus kas lease relatif pasti → pakai biaya utang setelah pajak, bukan WACC.
3 Lupa Tameng Pajak Susut
Menyewa = kehilangan depreciation tax shield. Wajib masuk NAL.
4 Abaikan Pajak (T)
Semua arus kas lease/beli harus setelah pajak (T = 22%).
5 Kira Operating Off-Balance
Usang sejak PSAK 116/73; hampir semua sewa kini di neraca.
Tiga cek cepat sebelum menyimpulkan: bunga efektif → tingkat diskonto → pajak & tameng susut.
Cheat Sheet — Kredit Bank vs Leasing
Aspek
Kredit Bank (KI)
Leasing
Pemberi dana
Bank
Multifinance (lessor)
Kepemilikan aset
Milik perusahaan
Milik lessor (finance: opsi beli)
Modal awal
Perlu uang muka + agunan
Bisa ~100%, modal kecil
Bunga
Cek efektif (bukan flat!)
Cek efektif (bunga implisit)
Akuntansi
Aset & utang di neraca
PSAK 116/73: aset hak-guna + liabilitas
Keputusan akhir
NAL > 0 → sewa; NAL < 0 → beli
Tiga rumus kunci hari ini: (1) total bunga flat = Pokok×i×thn; (2) PV cicilan = PMT×PVIFA(i,n) → cari i efektif; (3) NAL = Harga aset − Σ PV[sewa(1−T)+susut×T] @ kd(1−T).
Latihan & Diskusi Kelas
Latihan 1 — Bunga Efektif
Leasing motor menawarkan flat 6%/tahun, tenor 3 tahun. Hitung perkiraan bunga efektifnya. (Petunjuk: angsuran tetap → cari i dari PV cicilan; atau pakai aturan kasar ≈ 2× flat sebagai sanity check.)
Latihan 2 — NAL
Mesin Rp 80 jt, umur 4 thn, susut garis lurus (20 jt/th, sisa 0). Sewa Rp 24 jt/th (akhir tahun). Bunga 10%, T=22%. Hitung NAL — sewa atau beli?
Kerjakan 7 menit. Untuk NAL: (1) cari kd setelah pajak 7,8%, (2) arus kas thn = −[sewa(1−T)+susut×T], (3) diskon & jumlahkan, (4) baca tanda NAL. Kunci: Latihan 1 → efektif ~11,7%; Latihan 2 → NAL +Rp 3,08 jt (menyewa).
Persiapan Pertemuan 7
Hari ini Anda belajar mengidentifikasi & menganalisis pembiayaan kredit bank dan leasing — termasuk membongkar bunga flat dan menghitung NAL. Pertemuan depan kita lanjut ke topik pembiayaan/struktur modal berikutnya sesuai RPS.
Pertemuan 7 — Lanjutan Pembiayaan / Struktur Modal
Sumber dana berikutnya & kerangka keputusan pendanaan perusahaan.
Komposisi utang vs ekuitas (struktur modal) — cek RPS minggu 7 untuk topik persisnya.
Tugas Mandiri — Latih
Ulangi HDN-1 (flat → efektif) & HDN-2 (NAL) dengan angka Anda sendiri. Cari satu brosur leasing nyata, lalu hitung bunga efektifnya — Anda akan terkejut.
Kuasai tiga rumus kunci malam ini: bunga flat, bunga efektif (cari i), dan NAL. Sampai jumpa di Pertemuan 7.