stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Keputusan Investasi (Lanjutan) — IRR, Mutually Exclusive, Capital Rationing
FEB UNDIP · Program Studi Manajemen · Manajemen Keuangan II

Keputusan Investasi (Lanjutan)

Pertemuan 3 · IRR, Mutually Exclusive & Capital Rationing

Ketika proyek harus dipilih satu di antara banyak dan anggaran terbatas — IRR, incremental IRR, dan Profitability Index untuk memeringkat dengan benar.

RPS Minggu 3 · Sub-CPMK 3 · 2 × 50 menit

Tujuan Pembelajaran (Sub-CPMK 3)

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menerapkan IRR, memeringkat proyek mutually exclusive, dan menjelaskan capital rationing (Sub-CPMK 3). Secara rinci:

Capaian 1 — IRR & Batasnya
Menerapkan & menafsirkan IRR; mengenali multiple IRR dan memakai MIRR sebagai perbaikan untuk arus kas non-konvensional.
Capaian 2 — Pemeringkatan
Memeringkat proyek mutually exclusive beda skala/timing via incremental IRR & crossover rate; memilih berbasis NPV.
Capaian 3 — Rationing
Menerapkan Profitability Index untuk memilih kombinasi proyek saat anggaran terbatas (capital rationing).
Capaian 4 — Intuisi Optimasi
Menjelaskan intuisi pemrograman di balik penjatahan modal dan batas heuristik PI secara kualitatif.

Anda Analis Investasi: Anggaran Capex Tidak Cukup untuk Semua

Sebuah emiten consumer goods di Bursa Efek Indonesia menetapkan anggaran belanja modal (capex) tahun ini Rp 1.000 miliar. Tim ekspansi mengajukan lima proyek — semua ber-NPV positif — tetapi total kebutuhan dananya Rp 1.700 miliar.

Masalah 1 — Memilih Satu
Di satu lokasi premium hanya boleh dibangun satu gerai: kecil (efisien, IRR tinggi) atau besar (NPV tinggi). Mana yang dipilih?
Masalah 2 — Memilih Banyak
Lima proyek bersaing memperebutkan plafon Rp 1.000 M. Kombinasi mana yang memaksimalkan nilai perusahaan?
Dua masalah ini — mutually exclusive ranking dan capital rationing — adalah jantung pertemuan hari ini. Jawaban yang salah = miliaran rupiah nilai pemegang saham menguap.
Bagian 1 dari 4
Rekap Cepat & Akar Konflik
Segarkan NPV & IRR dari MK I Pertemuan 14 — lalu pahami dua akar mengapa IRR bisa menyesatkan saat memeringkat proyek.

Rekap 30 Detik — Dua Aturan dari MK I

Anda sudah kuasai ini di MK I Pertemuan 13–14. Kita pakai sebagai titik tolak, lalu naik level.

NPV = Σ [ CFt ÷ (1 + r)t ] − Investasi awal  →  Terima jika NPV > 0
IRR = tingkat r yang membuat NPV = 0  →  Terima jika IRR > WACC
NPV — Satuan Rupiah
Mengukur tambahan kekayaan pemegang saham. Reinvestasi diasumsikan pada WACC (realistis).
IRR — Satuan Persen
Mengukur tingkat hasil proyek. Reinvestasi diasumsikan pada IRR sendiri (sering tak realistis).
Untuk proyek independen: NPV & IRR selalu sepakat. Masalah baru muncul saat proyek mutually exclusive — itulah fokus hari ini.

Dua Akar Konflik NPV–IRR (pada Proyek Mutually Exclusive)

Akar 1 — Beda Skala
IRR mengabaikan ukuran. Hasil 50% atas Rp 100 jt (= Rp 50 jt) kalah jumlah dengan 20% atas Rp 1 miliar (= Rp 200 jt). Persen tinggi pada basis kecil ≠ rupiah lebih banyak.
Akar 2 — Beda Timing
Satu proyek arus kasnya besar di awal, lain di akhir. Karena asumsi reinvestasi NPV (WACC) ≠ IRR (IRR), peringkat keduanya bisa berbalik tergantung tingkat diskonto.
Konsekuensi praktis: jangan pernah memilih proyek mutually exclusive hanya dengan adu IRR. Selalu kembalikan ke NPV — dan untuk membuktikan kapan IRR salah, gunakan incremental IRR (Blok 2).
Bagian 2 dari 4
Memeringkat Proyek Mutually Exclusive
Beda skala dan beda timing — lalu alat penengah yang menyelesaikan konflik secara presisi: incremental IRR & crossover rate.

Aturan Pemeringkatan Proyek Mutually Exclusive

SituasiAlat yang benarMengapa
Proyek independenNPV atau IRR (sepakat)Tak ada konflik; ambil semua NPV > 0
Proyek mutually exclusiveNPV terbesarMengukur tambahan kekayaan dalam rupiah
Ingin "membuktikan" via persenIncremental IRRIRR dari selisih arus kas (L − S)
Aturan emas (dari MK I, tetap berlaku): saat konflik pada proyek mutually exclusive, pilih NPV terbesar. IRR & PI = penasihat, bukan hakim.
Incremental IRR tidak menggantikan NPV — ia mengkonfirmasi NPV dengan bahasa persen yang disukai praktisi.

Hitung dari Nol — HDN-1: Gerai Kecil (S) vs Gerai Besar (L)

Emiten ritel, WACC 10%. Hanya boleh satu gerai di lokasi itu (mutually exclusive). Faktor anuitas PV (10%, 3 thn) = 2,4869. Semua nilai Rp juta.

LangkahProyek S (kecil)Proyek L (besar)
Investasi awal(200)(800)
Arus kas masuk/thn (×3)120380
PV masuk = CF × 2,4869298,42945,00
NPV = PV − Investasi98,42145,00
IRR (buat NPV = 0)36,31%20,04%
IRR memilih S (36,31% > 20,04%). NPV memilih L (145 > 98,42). → Konflik beda skala. Keputusan benar: pilih L (NPV terbesar). Verifikasi penuh: Lampiran A.1.

Incremental IRR = Crossover Rate

Daripada mengadu IRR S vs IRR L, hitung IRR dari selisih arus kas (L − S). Tingkat itulah crossover rate — saat NPV kedua proyek sama persis.

NPVr (%)014,42036L (besar)S (kecil)crossover 14,4%WACC 10%KIRI → L unggul
Crossover: cari r di mana NPVL(r) = NPVS(r)  ⇔  NPV(L − S) = 0
WACC 10% < crossover 14,4% → kita di kiriL unggul (NPV lebih besar). Di kanan crossover → S unggul. Diturunkan dari nol: HDN-2.
Crossover punya DUA sisi — jangan kira proyek besar selalu menang. KIRI crossover → proyek BESAR menang (kasus S/L: WACC 10% di kiri 14,4% → L). KANAN crossover → proyek KECIL menang. Contoh sisi-kanan: pada WACC 12% dengan crossover 9,7%, proyek kecil unggul — persis pola di soal latihan M/N nanti (Lampiran A.7). Aturan tetap satu: hitung NPV pada WACC Anda, lalu lihat Anda di sisi mana.

Hitung dari Nol — HDN-2: Incremental IRR (L − S)

Selisihkan arus kas L dan S, lalu cari IRR-nya. Nilai Rp juta.

LangkahPerhitunganNilai
Selisih investasi (L − S)−800 − (−200)(600)
Selisih arus kas/thn380 − 120260
Faktor anuitas impas600 ÷ 2602,30769
Cari r: AF(r, 3) = 2,30769trial → r ≈ 14,36%≈ 14,4%
Bandingkan dgn WACC14,4% > 10%proyek tambahan layak
Incremental IRR ≈ 14,4% > WACC 10% → 'investasi ekstra' Rp 600 jt untuk naik dari S ke L menghasilkan 14,4%, di atas biaya modal → pilih L. Konsisten dgn NPV. Tegaskan: incremental IRR = crossover rate = 14,4%. Verifikasi: Lampiran A.2.

Sumber Konflik Kedua: Beda Timing Arus Kas

Dua proyek dengan investasi awal sama, tetapi satu menerima arus kas besar di awal dan satu di akhir. Peringkat NPV keduanya bisa berbalik tergantung tingkat diskonto.

Proyek F — Front-Loaded
Investasi 700; arus kas 500 / 300 / 150 (Rp juta). Besar di awal. NPV kurang sensitif terhadap kenaikan diskonto. Cocok saat WACC tinggi.
Proyek B — Back-Loaded
Investasi 700 (sama); arus kas 100 / 250 / 720 (Rp juta). Besar di akhir. NPV sangat sensitif terhadap diskonto. Unggul saat WACC rendah.
WACCNPV F (front)NPV B (back)Menang
6% (rendah)164,64221,36B (back-loaded)
14% (tinggi)70,6866,07F (front-loaded)
Peringkat benar-benar berbalik: di WACC 6% B menang, di WACC 14% F menang. Kurva profil NPV berpotongan di crossover ≈ 13,3%. Di bawah crossover: back-loaded; di atas: front-loaded. Tetap putuskan via NPV pada WACC Anda. Turunan penuh: HDN-5 & Lampiran A.8.

Hitung dari Nol — HDN-5: Front (F) vs Back-Loaded (B)

Investasi sama 700; F = arus kas 500 / 300 / 150, B = 100 / 250 / 720 (Rp juta). Hitung NPV di dua WACC (6% & 14%) — lihat peringkat berbalik.

Faktor diskonto: 6% → 0,9434 / 0,8900 / 0,8396  ·  14% → 0,8772 / 0,7695 / 0,6750

LangkahPada WACC 6%Pada WACC 14%
PV arus kas F471,70 + 267,00 + 125,94 = 864,64438,60 + 230,84 + 101,25 = 770,68
NPV F = PV − 700164,6470,68
PV arus kas B94,34 + 222,50 + 604,53 = 921,3687,72 + 192,37 + 485,98 = 766,07
NPV B = PV − 700221,3666,07
PeringkatB > F (back menang)F > B (front menang)
Peringkat berbalik! WACC 6% → B (221,36 > 164,64); WACC 14% → F (70,68 > 66,07). Crossover (NPV F = NPV B) di ≈ 13,29%, tempat keduanya sama persis ≈ 78,28. Verifikasi: Lampiran A.8.
Bagian 3 dari 4
IRR yang Bermasalah: Multiple IRR & MIRR
Saat arus kas berubah tanda lebih dari sekali, IRR bisa bernilai ganda. MIRR memberi satu jawaban dengan asumsi reinvestasi realistis.

Arus Kas Non-Konvensional Menghasilkan IRR Ganda

Proyek tambang: investasi −Rp 1.600 jt, untung besar +Rp 10.000 jt thn 1, lalu biaya reklamasi −Rp 10.000 jt thn 2. Tanda berubah dua kali (− + −).

rNPV (Rp jt)
10%  (−1.600 + 9.090,9 − 8.264,5)−773,6
25%0 ← IRR ke-1
100%+900,0
400%0 ← IRR ke-2
500%−211,1
NPVr25%400%2 kali potong sumbu

Kurva NPV memotong sumbu-x dua kali (bandingkan kurva konvensional: sekali potong).

Momen-aha — kenapa TEPAT dua: substitusi x = 1/(1+r) ubah NPV jadi persamaan kuadrat: −1.600 + 10.000x − 10.000x² = 0 → x² − x + 0,16 = 0 → x = (1 ± √0,36)/2 = 0,8 atau 0,2. Dua akar x → dua r: 1/0,8 = 1,25 (r = 25%) dan 1/0,2 = 5 (r = 400%). Kuadrat selalu punya (paling banyak) dua akar — itulah sebabnya tepat dua IRR.
Dua IRR (25% & 400%) sama-sama valid → IRR tak terpakai. Putuskan via NPV: di WACC 10%, NPV = −773,6 → tolak. Atau pakai MIRR (satu nilai). Verifikasi penuh: Lampiran A.4.

MIRR — Memperbaiki Dua Cacat IRR

MIRR (modified IRR) memperbaiki: ① asumsi reinvestasi tak realistis dan ② masalah multiple IRR. Intuisinya: bawa semua biaya ke kiri (t=0) dan semua hasil ke kanan (akhir), lalu cari satu tingkat penghubungnya.

1 TV (Nilai Terminal): majemukkan semua arus kas masuk ke akhir umur proyek pada WACC (geser ke kanan →).

2 PV biaya: diskonkan semua arus kas keluar ke t=0 pada WACC (geser ke kiri ←).

3 MIRR = (TV ÷ PV biaya)(1/n) − 1.

MIRR = (TV ÷ PV biaya)(1/n) − 1
Kunci: arus kas masuk ditanam ulang pada WACC (realistis), bukan IRR. Hasil: satu nilai MIRR saja → bebas multiple IRR. (Dari mana rumus pangkat 1/n ini? Slide berikutnya.)

Penurunan Rumus MIRR — Tiga Langkah Aljabar

Definisi MIRR cuma satu kalimat: tingkat yang membuat nilai sekarang biaya tumbuh menjadi Nilai Terminal dalam n tahun. Sisanya aljabar SMP.

①  PV biaya × (1 + MIRR)n = TV  ⇔  PV biaya = TV ÷ (1 + MIRR)n
② Kali silang: pindahkan PV biaya → (1 + MIRR)n = TV ÷ PV biaya. Kita ingin MIRR sendirian, tetapi ia masih terkurung di dalam pangkat n.
③ Akar pangkat n: pangkatkan kedua sisi dengan 1/n → 1 + MIRR = (TV ÷ PV biaya)(1/n). Kurangi 1 di kedua sisi → selesai.
MIRR = (TV ÷ PV biaya)(1/n) − 1
Tiga gerakan: (1) tulis definisi → (2) kali silang lepaskan pangkat → (3) akar pangkat n buka pangkat. Rumus MIRR bukan hafalan — ia jatuh sendiri dari definisinya.

Hitung dari Nol — HDN-3: MIRR Proyek L

Proyek L: investasi Rp 800 jt, arus kas masuk Rp 380 jt/thn × 3. WACC = reinvestasi = 10%, n = 3. Nilai Rp juta.

LangkahPerhitunganNilai
Majemukkan CF thn 1 → thn 3380 × (1,10)²459,80
Majemukkan CF thn 2 → thn 3380 × (1,10)¹418,00
CF thn 3 (sudah di akhir)380 × (1,10)⁰380,00
Nilai Terminal (TV)459,80 + 418,00 + 380,001.257,80
PV biayainvestasi awal800,00
Bagi1.257,80 ÷ 8001,5723
Akar pangkat 3 (x^y, eksp. 1/3)1,57230,333331,1628
MIRR1,1628 − 116,28%
IRR L = 20,04%, MIRR L = 16,28% — lebih rendah & lebih jujur (reinvestasi di 10%, bukan 20%). Tetap > WACC 10% → L layak. Verifikasi: Lampiran A.3.

Coba Sendiri: Geser Discount Rate, Temukan Titik Crossover

Geser tingkat diskonto di profil NPV dua proyek dan cari titik crossover tempat peringkat NPV berbalik dari peringkat IRR.

Bagian 4 dari 4
Capital Rationing: PI & Intuisi Optimasi
Anggaran modal terbatas → pilih kombinasi proyek yang memaksimalkan total NPV. Profitability Index sebagai alat pemeringkat, plus intuisi pemrograman.

Profitability Index (PI) — NPV per Rupiah Investasi

PI mengukur nilai sekarang arus kas masuk per rupiah investasi. Inilah alat pemeringkat saat dana terbatas.

PI = PV arus kas masuk ÷ Investasi awal
PI = 1 + (NPV ÷ Investasi awal)
Nilai PIArtiKeputusan
PI > 1NPV positif (tiap Rp 1 jadi > Rp 1)Terima
PI = 1NPV nol (impas)Indiferen
PI < 1NPV negatifTolak
PI = ukuran efisiensi (bang for the buck). Untuk satu proyek, PI & NPV selalu sepakat terima/tolak. Bedanya muncul saat memeringkat di bawah anggaran terbatas.

Hitung dari Nol — HDN-4: Pilih dengan PI saat Dana Terbatas

Anggaran capex Rp 1.000 jt (terbatas). Tiga proyek independen ber-NPV positif. WACC 10%. Hitung PI dari nol, lalu pilih. Nilai Rp juta.

ProyekInvestasiPV masukNPV = PV − InvPI = PV ÷ InvPeringkat
A400520120520/400 = 1,301
B60069090690/600 = 1,153
C500600100600/500 = 1,202
Urut PI tinggi→rendah: A (1,30) → C (1,20) → B (1,15). Ambil sampai dana habis: A (400) + C (500) = Rp 900 jt, total NPV = 120 + 100 = Rp 220 jt; sisa Rp 100 jt tak cukup B (butuh 600). Di kasus ini ranking PI kebetulan menghasilkan kombinasi terbaik — tidak selalu (lihat slide berikut). Verifikasi: Lampiran A.5.
Strategi naif "ambil investasi besar dulu biar dana terpakai" → B (600) + A (400) = Rp 1.000 jt, total NPV = 90 + 120 = 210 < 220. PI menghindari jebakan ini dengan memeringkat efisiensi, bukan ukuran.

Coba Sendiri: Susun Kombinasi Proyek Terbaik dalam Anggaran Terbatas

Ubah plafon anggaran dan pilih kombinasi proyek, amati total NPV yang terkumpul dibanding pemeringkatan PI.

Mengapa Penjatahan Pakai PI, Bukan NPV Mentah?

PI adalah titik-awal yang umumnya benar — kita baru saja melihatnya bekerja di HDN-4. Slide ini menjelaskan mengapa PI mengalahkan NPV mentah saat dana terbatas; slide berikutnya lalu menunjukkan batas-nya.

Tanpa Batas Dana
Proyek independen, dana cukup → ambil semua NPV > 0. Tak perlu memeringkat. NPV mentah sudah benar.
Dengan Batas Dana
Setiap rupiah langka & punya biaya peluang. Yang dimaksimalkan: NPV per rupiah, bukan NPV absolut → urutkan PI.
Analogi: dengan koper terbatas, Anda tidak memasukkan barang termahal dulu, melainkan barang dengan nilai per kilogram tertinggi. PI = 'nilai per kilogram' proyek.
Penting: PI hanya benar saat proyek bisa dibagi habis tepat mengisi anggaran. Bila ada sisa dana menganggur atau proyek tak bisa dipecah, ranking PI bisa tidak optimal (slide berikut).

Penjatahan Modal = Masalah Optimasi (Intuisi Pemrograman)

PI = titik-awal yang umumnya benar; berikut batasnya. Di HDN-4 ranking PI kebetulan optimal. Sekarang satu kasus di mana ia kalah. Tujuan sebenarnya: maksimalkan ΣNPV dengan kendala Σinvestasi ≤ anggaran; ranking PI = heuristik cepat, optimasi = jawaban pasti.

ProyekInvestasiNPVPIPeringkat PI
P6001301,2171
Q5001001,2002
R500951,1903
Ranking PI ambil P (600) lalu sisa Rp 400 jt → tak cukup Q/R → total NPV = 130, sisa Rp 400 jt menganggur. Optimasi: Q + R (500+500 = Rp 1.000 jt, dana habis) → total NPV = 100 + 95 = 195 > 130! Heuristik PI kalah.
Pelajaran: PI = titik awal bagus, tetapi saat ada sisa anggaran besar atau proyek tak bisa dipecah (integer), cari kombinasi yang benar-benar memaksimalkan total NPV — ini masalah integer programming (knapsack).

Anchor Indonesia: Alokasi Capex saat Dana Terbatas

Kembali ke emiten consumer goods (Slide 3): plafon capex Rp 1.000 M, proyek ekspansi melebihi anggaran. Bagaimana komite investasi memilih?

Praktik Nyata
Emiten BEI lazim publikasikan alokasi capex di laporan tahunan & paparan publik. Pilihan antar-lini (pabrik baru vs distribusi vs digital) = capital rationing nyata.
Aturan Main
① Hitung NPV & PI tiap proyek pada WACC perusahaan. ② Urut PI sebagai titik awal. ③ Cek kombinasi yang maksimalkan total NPV tanpa sisa menganggur. ④ Pertimbangkan strategi & risiko non-finansial.
Di praktik, keputusan capex bukan hanya angka: ada faktor strategis (pangsa pasar), regulasi (OJK, izin), dan sinyal ke pasar. NPV/PI = fondasi kuantitatif, bukan satu-satunya pertimbangan.

Lima Jebakan yang Sering Membuat Keputusan Salah

#JebakanYang benar
1Pilih mutually exclusive via IRR tertinggiPilih NPV terbesar
2Adu IRR S vs IRR L langsungHitung incremental IRR (L − S)
3Pakai satu IRR pada arus kas non-konvensionalCek tanda; pakai MIRR / NPV
4Penjatahan dgn urut NPV mentahUrut PI; lalu cek total NPV
5Anggap ranking PI selalu optimalCek kombinasi; hindari dana nganggur
Empat dari lima jebakan ini berakar pada satu kesalahan: memperlakukan persen (IRR/PI) sebagai hakim. Hakim sejati = NPV dalam rupiah.

Cheat Sheet — Pertemuan 3

KonsepInti
Memeringkat mutually exclusivePilih NPV terbesar; konflik berasal dari beda skala / timing
Incremental IRR = crossoverIRR dari (L − S); bila > WACC → pilih proyek besar (L)
Multiple IRRTanda arus kas berubah > 1× → IRR ganda → tak terpakai
MIRR(TV ÷ PV biaya)(1/n) − 1; reinvestasi di WACC; satu nilai
PIPV masuk ÷ investasi = 1 + NPV/investasi; ukur efisiensi
Capital rationingDana terbatas → urut PI; tujuan = maks total NPV (knapsack)
Satu kalimat untuk diingat: NPV adalah hakim; IRR, incremental IRR, dan PI adalah penasihat. Saat alat berkonflik → ikuti NPV.

Diskusi & Latihan Kelas

Latihan Hitung
Dua proyek mutually exclusive, WACC 12%, AF(12%,3) = 2,4018. Proyek M: invest 300, CF 150/thn ×3. Proyek N: invest 600, CF 270/thn ×3. (a) Hitung NPV & IRR keduanya. (b) Hitung incremental IRR (N − M). (c) Pilih mana? Jawaban di Lampiran B.
Diskusi Kelas
Seorang manajer operasi ngotot memilih proyek ber-IRR 30% (NPV Rp 40 jt) daripada proyek ber-IRR 18% (NPV Rp 110 jt) yang lebih besar. Sebagai analis, bagaimana Anda meyakinkannya dengan incremental IRR?
Kerjakan latihan hitung dari nol — tunjukkan setiap langkah. Untuk diskusi, susun argumen "investasi ekstra menghasilkan tingkat hasil X% > WACC".

Penutup & Persiapan Pertemuan 4

Yang Sudah Anda Kuasai
① Memeringkat proyek mutually exclusive via NPV & incremental IRR. ② Mengenali & menyelesaikan multiple IRR dengan MIRR. ③ Capital rationing dengan PI + intuisi optimasi.
Persiapan Pertemuan 4
Topik berikutnya mendalami risiko dalam keputusan investasi (analisis sensitivitas, skenario, & risk-adjusted). Bawa pemahaman NPV/IRR hari ini — risiko dibangun di atasnya.
Keputusan investasi yang benar = fondasi penciptaan nilai. Kuasai pemeringkatan & penjatahan hari ini, dan Anda siap menambahkan dimensi risiko di pertemuan berikutnya.

📖 Baca juga: Npv Vs Irr — penjelasan mendalam dan contoh numerik.