‹ Daftar slidePertemuan 10: Biaya Modal — Komponen (Bagian 1)
FEB UNDIP · Manajemen Keuangan I
Biaya Modal
Pertemuan 10 · Komponen Biaya Modal (Bagian 1)
Apa itu biaya modal, dan cara menghitung biaya tiap sumber dana — utang, saham preferen, dan ekuitas — satu per satu dari nol.
RPS Minggu 11 · Sub-CPMK 10 · 2 × 50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menghitung biaya modal (Sub-CPMK 10). Secara rinci, empat capaian berikut menjadi daftar periksa Anda:
Capaian 1 · Konsep
Menjelaskan biaya modal sebagai biaya peluang investor sekaligus hurdle rate (tingkat rintangan) perusahaan, dengan kata-kata sendiri.
Capaian 2 · Utang & Preferen
Menghitung biaya utang setelah pajak kd(1−T) dengan T = 22%, dan biaya preferen kp = Dp/Pp.
Capaian 3 · Ekuitas
Menghitung biaya ekuitas via CAPM dan model pertumbuhan dividen; menyebut pendekatan bond-yield-plus.
Capaian 4 · Risiko
Membedakan risiko sistematis vs tidak sistematis dan menafsirkan angka beta (β).
Hook: Berapa "Sewa" Uang yang Anda Pakai?
Bayangkan Anda manajer keuangan PT Maju Tbk. Untuk membiayai pabrik baru, Anda mengumpulkan uang dari tiga sumber. Tiap sumber menuntut "sewa" yang berbeda:
Sumber 1 · Bank / Obligasi
Rp 400 M
bunga ~10% per tahun
Kreditor minta bunga tetap. Ada kontrak, ada kuitansi — paling jelas.
Sumber 2 · Saham Preferen
Rp 100 M
dividen tetap
Pemegangnya minta dividen tetap yang didahulukan atas saham biasa.
Sumber 3 · Saham Biasa
Rp 500 M
imbal hasil tersembunyi
Tidak ada kuitansi, tapi diam-diam menuntut imbal hasil tinggi — kalau tidak, mereka jual saham.
Berapa rata-rata "sewa" uang yang Anda pakai? Itulah biaya modal. Hari ini kita ukur biaya tiap sumber satu per satu.
Blok 1 dari 4
Apa & Mengapa Biaya Modal
Biaya modal sebagai biaya peluang investor sekaligus hurdle rate perusahaan — dua sisi dari satu angka yang sama, sebelum kita masuk ke aritmetika.
Apa Itu Biaya Modal? (Dua Sisi Koin)
Biaya modal = tingkat imbal hasil yang dituntut penyedia dana atas modal yang mereka tanamkan di perusahaan.
Sisi Investor
Bagi investor, ini adalah imbal hasil yang diharapkan (required return). Mereka menyetor dana hanya jika dijanjikan imbal hasil sepadan dengan risikonya.
Sisi Perusahaan
Bagi perusahaan, angka yang sama persis adalah biaya — beban minimum yang harus dihasilkan agar penyedia dana tetap puas dan tidak menarik dananya.
Kunci: required return investor dan cost of capital perusahaan adalah satu angka yang sama, dilihat dari dua arah — seperti dua sisi koin.
Hurdle Rate: Rintangan yang Harus Dilewati
Biaya modal juga berfungsi sebagai hurdle rate (tingkat rintangan) — pagar yang harus dilompati setiap proyek baru agar layak dijalankan.
Aturan emas: terima proyek hanya jika imbal hasilnya ≥ biaya modal. Proyek di bawah hurdle akan menghancurkan nilai perusahaan, walau labanya tetap positif.
Empat Komponen Sumber Dana
Modal perusahaan biasanya berasal dari empat komponen. Tiap komponen punya simbol dan rumus biayanya sendiri:
Komponen
Simbol
Penyedia
Cara hitung biaya
Utang
kd(1−T)
Bank, pemegang obligasi
Yield × (1 − pajak)
Saham preferen
kp
Pemegang preferen
Dp / Pp
Laba ditahan
ks
Pemegang saham biasa
CAPM / model dividen / yield-plus *
Saham biasa baru
ke
Investor baru (IPO / rights issue)
CAPM / model dividen + biaya emisi
Hari ini (Bagian 1) kita hitung biaya tiap komponen secara terpisah. Di P11 (Bagian 2) kita rata-ratakan dengan bobot menjadi WACC. * Tiga cara hitung biaya ekuitas baru dibedah di Blok 3 — di sini cukup tahu namanya dulu.
Blok 2 dari 4
Biaya Utang & Biaya Preferen
Mulai dari yang paling mudah diukur — karena ada kontrak dan kuitansi — termasuk "diskon pajak" yang membuat utang lebih murah dari kelihatannya. Tiga konsep: kd · Tax Shield · kp.
Biaya Utang Sebelum Pajak (kd)
Biaya utang sebelum pajak (kd) = imbal hasil yang dituntut kreditor. Untuk obligasi, ini adalah yield to maturity (YTM), bukan sekadar tingkat kupon.
Dari Mana Angkanya?
Untuk pinjaman bank → suku bunga efektif. Untuk obligasi → YTM obligasi yang beredar (mencerminkan harga pasar terkini), bukan kupon nominal.
Contoh
10%
kd sebelum pajak
PT Maju menerbitkan obligasi dengan YTM 10%. Maka kd = 10% (sebelum pajak).
Pakai biaya marginal — biaya dana baru sekarang — bukan biaya utang lama yang sudah terlanjur murah/mahal. Keputusan investasi memakai dana baru.
Mengapa Utang Punya "Diskon Pajak"? (Tax Shield)
Biaya utang setelah pajak = kd × (1 − T)
Bunga utang boleh dikurangkan dari laba kena pajak (tax-deductible). Setiap Rp 1 bunga menghemat pajak sebesar T rupiah. Inilah tax shield (perisai pajak).
Tanpa Utang
Laba Rp 100 → pajak 22% → bayar pajak Rp 22,0.
Dengan Bunga Rp 30
Laba kena pajak (100 − 30) = Rp 70 → pajak 22% → Rp 15,4. Hemat pajak = Rp 6,6 (= 22% × 30).
Karena negara menanggung sebagian beban bunga, biaya utang sebenarnya lebih murah dari kupon. Faktor (1−T) inilah keunggulan pajak utang (Modigliani-Miller 1963).
Hitung dari Nol: Biaya Utang Setelah Pajak
Diketahui: PT Maju Tbk menerbitkan obligasi dengan YTM = 10%. PPh Badan Indonesia T = 22%. Berapa biaya utang setelah pajak?
Ubah bunga pinjaman dan tarif pajak, lihat berapa besar penghematan pajak dan biaya utang efektif setelah pajak.
Biaya Saham Preferen (kp)
kp = Dp / Pp
Saham preferen membayar dividen tetap selamanya — strukturnya seperti perpetuitas, jadi biayanya = dividen dibagi harga. (Dp = dividen preferen tahunan; Pp = harga pasar preferen, bersih biaya emisi.)
Contoh Hitung
12,5%
kp = 1.000 / 8.000
Dp = Rp 1.000/lembar; Pp = Rp 8.000/lembar → kp = 1.000 ÷ 8.000 = 12,5%.
Tidak Ada (1−T) di Sini!
Dividen preferen dibayar dari laba setelah pajak, jadi tidak mengurangi pajak — beda dengan bunga utang. Inilah salah satu alasan preferen biasanya lebih mahal dari utang.
Blok 3 dari 4
Biaya Ekuitas: Tiga Pendekatan
Komponen termahal dan tersulit diukur — karena pemegang saham tidak mengirim tagihan. Kita pakai tiga cara estimasi: CAPM · Dividend Growth · Bond-Yield-plus.
Mengapa Ekuitas Paling Mahal & Paling Sulit Diukur
Paling Mahal
Pemegang saham menanggung risiko terbesar — dibayar paling akhir (setelah kreditor & preferen), dan dividennya tidak dijamin. Risiko besar → tuntutan imbal hasil besar.
Paling Sulit Diukur
Tidak ada kontrak yang menyebut angkanya. Kita harus mengestimasi lewat model — tiap model punya asumsi & keterbatasan sendiri.
Urutan biaya yang umum: utang < preferen < ekuitas. Makin belakang antrean klaim, makin tinggi risiko, makin tinggi biaya.
Pendekatan 1 — CAPM: Anatomi Rumus
ks = rf + β × (rm − rf) = rf + β × ERP
rf
Risk-free rate (imbal hasil tanpa risiko) → SUN 10 tahun ~6,8%. Bayaran dasar yang diminta meski tanpa risiko.
β (beta)
Ukuran risiko sistematis — kepekaan saham terhadap gerakan pasar (IHSG).
(rm − rf) = ERP
Equity risk premium — premi risiko pasar saham atas aset bebas risiko.
Logika CAPM: imbal hasil adil = bayaran dasar bebas risiko + bonus risiko sebesar beta kali premi pasar. Makin tinggi β, makin besar imbal hasil yang dituntut.
Beta: Mengukur Risiko Sistematis
Beta (β) mengukur seberapa besar saham bergerak relatif terhadap pasar (mis. IHSG). Patokannya pasar = β 1,0.
Beta hanya mengukur risiko sistematis (risiko pasar yang tak bisa didiversifikasi) — bukan kualitas manajemen, bukan risiko spesifik perusahaan. Beta tinggi ≠ perusahaan jelek.
Coba Sendiri: Baca Beta dari Sebaran Titik
Lihat sebaran return saham vs return pasar (IHSG); geser data dan amati bagaimana kemiringan garis mencerminkan beta.
Hitung dari Nol: Biaya Ekuitas via CAPM
Diketahui untuk saham PT Maju Tbk: rf = SUN 10thn ~6,8%; β = 1,20; ERP Indonesia ~7% (Damodaran, per Jan 2026). Berapa biaya ekuitas via CAPM?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Tingkat bebas risiko (rf)
SUN 10 tahun (~)
~6,8%
2. Premi risiko pasar (ERP)
Damodaran Indonesia, per Jan 2026 (~)
~7%
3. Bonus risiko saham
β × ERP = 1,20 × 7%
8,4%
4. Biaya ekuitas (CAPM)
rf + (β × ERP) = 6,8% + 8,4%
~15,2%
Hasil: ks ≈ 15,2%. Bandingkan dengan biaya utang 7,8% — ekuitas memang jauh lebih mahal, sesuai teori (risiko ekuitas > utang).
Pendekatan 2 — Model Pertumbuhan Dividen (Gordon)
ks = (D1 / P0) + g
Ini kebalikan dari rumus penilaian saham di P9. Dulu kita cari harga; sekarang kita balik mencari imbal hasil yang tersirat di harga itu.
Langkah penurunan
Operasi
1. Rumus harga saham (dari P9)
P0 = D1 / (ks − g)
2. Kalikan kedua ruas dengan (ks − g)
P0 × (ks − g) = D1
3. Bagi kedua ruas dengan P0
ks − g = D1 / P0
4. Pindahkan g ke ruas kanan
ks = D1/P0 + g
Suku D1/P0 = dividend yield; suku g = pertumbuhan dividen (capital gain yang diharapkan). Cocok untuk saham mapan rutin bagi dividen (UNVR, BBCA); kurang cocok untuk yang belum bagi dividen (GOTO).
Hitung dari Nol: Biaya Ekuitas via Dividend Growth
Diketahui: PT Sentosa Tbk baru saja membayar dividen D0 = Rp 200/lembar; pertumbuhan g = 6%; harga saham P0 = Rp 4.000. Berapa biaya ekuitasnya?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Dividen tahun depan (D1)
D0 × (1+g) = 200 × 1,06
Rp 212
2. Imbal hasil dividen
D1 / P0 = 212 / 4.000
5,3%
3. Tambah pertumbuhan (g)
+ 6%
6,0%
4. Biaya ekuitas (DGM)
(D1/P0) + g = 5,3% + 6,0%
11,3%
Hasil: ks ≈ 11,3%. Perhatikan: D1 memakai dividen tahun depan (D0 dinaikkan dulu dengan g), bukan D0 mentah — kesalahan paling sering di sini.
Pendekatan 3 — Bond-Yield-plus-Risk-Premium
ks = yield obligasi perusahaan + premi risiko penilaian
Pendekatan cepat & praktis: pemegang saham menanggung risiko lebih tinggi dari pemegang obligasi perusahaan yang sama, jadi mereka menuntut imbal hasil obligasi plus sebuah premi (lazim 3–5%).
Premi 3–5% bersifat subjektif (rule of thumb), bukan presisi. Berguna untuk cek silang hasil CAPM/DGM, bukan sebagai satu-satunya metode.
Tiga Pendekatan, Tiga Angka — Mana yang Dipakai?
Pendekatan
Input utama
Hasil (contoh)
Cocok untuk
CAPM
rf, β, ERP
~15,2%
Semua saham, terutama yang belum bagi dividen
Dividend Growth (Gordon)
D1, P0, g
~11,3%
Saham mapan, dividen stabil (UNVR, BBCA)
Bond-yield-plus
YTM obligasi + premi
~14,0%
Cek silang cepat
Angkanya berbeda — itu wajar. Tiap model pakai data & asumsi berbeda. Praktik terbaik: hitung beberapa metode, lalu ambil kisaran (≈ 11–15%) yang masuk akal. Jangan terpaku satu angka "pasti".
Blok 4 dari 4
Risiko, Beta & Penutup
Memperdalam beda risiko sistematis vs tidak sistematis, menengok angka nyata pasar Indonesia, lalu merangkum semua rumus sebelum merakit WACC di pertemuan depan.
Risiko Sistematis vs Tidak Sistematis
Risiko Tidak Sistematis
Risiko khas perusahaan — mogok kerja, pabrik kebakaran, CEO mundur, produk gagal. Bisa dihilangkan dengan diversifikasi (punya banyak saham berbeda).
Risiko Sistematis
Risiko pasar/makro — resesi, kenaikan suku bunga BI, krisis global, pelemahan rupiah. Tidak bisa dihilangkan dengan diversifikasi.
Investor hanya dibayar untuk menanggung risiko sistematis (yang tak terhindarkan). Itu sebabnya hanya beta yang masuk rumus CAPM — beta = ukuran risiko sistematis.
Anchor Indonesia: rf, ERP & Beta Sektor di BEI
Parameter
Nilai (ilustratif, verifikasi saat dipakai)
Sumber
Risk-free (rf)
SUN 10 tahun ~6,8%
DJPPR Kemenkeu
ERP Indonesia
~6,7% per Jan 2026 (kisaran ~6,5–7,5%)
Damodaran (Stern NYU)
PPh Badan (T)
22%
UU HPP
Beta perbankan (BBRI/BBCA)
~0,9–1,2 (gambaran)
estimasi pasar BEI
Beta consumer (UNVR)
~0,5–0,8 (defensif)
estimasi pasar BEI
Angka rf, ERP & beta bergerak terus. Gunakan sebagai gambaran, bukan patokan tetap. ERP Damodaran diperbarui tiap Januari. Untuk tugas/skripsi: ambil data terkini dari DJPPR, situs Damodaran, dan estimasi beta dari data harga BEI — sebut tanggal aksesnya.
Miskonsepsi yang Sering Menjebak
MITOS
"Ekuitas gratis karena tak ada bunga."
"Pakai biaya utang saja, paling murah."
"Beta tinggi = perusahaan jelek."
"Pakai kupon obligasi lama untuk kd."
FAKTA
Ekuitas punya biaya (paling mahal).
Harus campur sesuai bobot (WACC).
Beta = risiko pasar, bukan mutu.
Pakai YTM / biaya marginal dana baru.
Dua kesalahan hitung tersering: lupa (1−T) pada biaya utang, dan lupa menaikkan D0 menjadi D1 pada model Gordon.
Cheat Sheet: Rumus Biaya Tiap Komponen
Komponen
Rumus
Catatan kunci
Biaya utang
kd × (1 − T), T = 22%
Pakai YTM; ada perisai pajak
Biaya preferen
kp = Dp / Pp
Tanpa (1−T); dividen perpetuitas
Ekuitas — CAPM
ks = rf + β(rm − rf)
rf ~6,8% (SUN); β = risiko sistematis
Ekuitas — Gordon
ks = D1/P0 + g
D1 = D0(1+g); butuh dividen stabil
Ekuitas — Bond+
ks = YTM + premi 3–5%
Cek silang; premi subjektif
Jika Anda bisa menuliskan kelima rumus ini dari ingatan dan menghitung satu contoh tiap rumus, Anda sudah memenuhi Sub-CPMK 10: "mampu menghitung biaya modal".
Diskusi & Latihan Kelas
Latihan · Hitung
PT Andalan Tbk: obligasi YTM 11%; saham β = 1,3; rf ~6,8%; ERP ~7%. Hitung: (a) biaya utang setelah pajak, (b) biaya ekuitas via CAPM. (Kunci di Lampiran B.)
Diskusi · Nalar
GOTO belum pernah bagi dividen. Pendekatan biaya ekuitas mana yang tidak bisa dipakai, dan mana yang paling tepat? Mengapa?
Kerjakan 5 menit, lalu kita bahas. Ingat: cek faktor (1−T) dan urutan langkah CAPM. Kunci (a): 11% × 0,78 = 8,58%. (b): 6,8% + 1,3 × 7% = 15,9%.
Jembatan ke P11: Merakit WACC
Hari ini kita mengukur biaya tiap komponen terpisah. Pertemuan depan, kita gabungkan dengan bobot masing-masing menjadi satu angka tunggal.
Pertemuan 11 · Biaya Modal (WACC)
Menentukan bobot utang, preferen, ekuitas
Rumus WACC = Σ (bobot × biaya komponen)
Bobot nilai pasar vs nilai buku
Marginal cost of capital
Tugas Mandiri · Baca
Brigham & Houston, bab The Cost of Capital bagian WACC. Ulangi Hitung-dari-Nol slide biaya utang, CAPM, dan dividend growth dengan angka berbeda.
Sampai jumpa di Pertemuan 11 — kita ubah lima angka komponen hari ini menjadi satu angka WACC yang akan jadi hurdle rate proyek.
📖 Baca juga: Wacc — penjelasan mendalam dan contoh numerik.