‹ Daftar slidePertemuan 7: Nilai Waktu Uang — Menganalisis & Menerapkan
Program Studi Manajemen · FEB UNDIP · Manajemen Keuangan I
Nilai Waktu Uang
Pertemuan 7 · Menganalisis & Menerapkan
Dari teori ke keputusan nyata: menyusun tabel angsuran KPR, menghitung setoran dana pendidikan, dan memilih opsi pembayaran termurah lewat nilai sekarang.
RPS MINGGU 7 · SUB-CPMK 07 · 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini (Sub-CPMK07)
Setelah pertemuan ini, Anda mampu menganalisis nilai waktu uang — yaitu memakainya untuk memutuskan, bukan sekadar menghitung.
Capaian 1 · Amortisasi
Menyusun tabel angsuran pinjaman: angsuran tetap, lalu porsi bunga dan pokok pada tiap periode.
Capaian 2 · Menabung
Menghitung setoran berkala yang diperlukan untuk mencapai target dana masa depan.
Capaian 3 · Membandingkan
Memilih opsi pembayaran termurah dengan membandingkan present value-nya.
Capaian 4 · Bunga & Inflasi
Membedakan flat vs efektif dan mengonversi nominal ke riil lewat persamaan Fisher.
Empat Keputusan Nyata yang Menunggu Anda
Keempat keputusan ini akan benar-benar mampir ke hidup Anda — dan keempatnya dijawab dengan satu alat: nilai waktu uang.
Rumah
Bank menawarkan KPR Rp 300.000.000. Angsurannya berapa per bulan, dan berapa total bunga yang Anda bayar?
Pendidikan
Anak Anda kuliah 15 tahun lagi, perlu Rp 200.000.000. Berapa harus Anda sisihkan tiap bulan mulai sekarang?
Belanja Besar
Dealer menawarkan: bayar tunai Rp 250.000.000, atau cicil Rp 5.000.000/bulan selama 5 tahun. Mana lebih murah?
Tabungan
Deposito memberi bunga 6%, tapi inflasi 3%. Apakah uang Anda benar-benar bertambah?
Keempatnya kita pecahkan hari ini, langkah demi langkah.
Empat Alat TVM yang Dipakai Hari Ini
Kita tidak belajar rumus baru hari ini — kita memakai empat rumus dari Pertemuan 6 untuk empat tujuan baru.
Tujuan hari ini
Alat (dari P6)
Inti rumus
Hitung angsuran tetap
PMT anuitas
A = P · i(1+i)ⁿ / [(1+i)ⁿ − 1]
Hitung setoran menabung
FV anuitas
FV = A · [(1+i)ⁿ − 1] / i
Bandingkan opsi bayar
PV anuitas
PV = A · [1 − (1+i)⁻ⁿ] / i
Geser satu arus kas
PV / FV tunggal
PV = FV / (1+i)ⁿ · FV = PV · (1+i)ⁿ
Nominal vs riil
Fisher
(1 + rnom) = (1 + rriil)(1 + inflasi)
Notasi: P = pokok · A = arus kas berkala (angsuran/setoran) · FV/PV = nilai masa depan/sekarang satu arus kas · i = bunga per periode · n = jumlah periode.
Blok 1 dari 4
Amortisasi Pinjaman
Bagaimana satu angsuran KPR yang tetap diam-diam berisi porsi bunga dan pokok yang berubah tiap bulan — dan bagaimana menyusun tabelnya dari nol.
KPR · KKB · KREDIT MULTIGUNA
Apa Itu Pinjaman Teramortisasi?
Pinjaman teramortisasi = dilunasi lewat angsuran tetap yang sama tiap periode, sampai pokok habis.
Angsuran Tetap
Jumlah yang Anda bayar tiap bulan sama persis dari awal sampai lunas. Mudah dianggarkan setiap bulan.
Isi Berubah
Tiap angsuran dipecah dua: bunga (dari sisa pokok) + pokok (sisanya). Karena sisa pokok turun, porsi bunga ikut turun dan porsi pokok naik.
Angsuran = Bunga periode + Pengembalian Pokok
Aturan kunci: bunga selalu dihitung dari SISA pokok, bukan dari pinjaman awal. Inilah inti bunga efektif.
Rumus Angsuran Tetap (PMT)
Untuk mencari angsuran tetap, kita "membalik" rumus PV anuitas — karena pinjaman = PV dari semua angsuran masa depan.
A = P × [ i (1+i)n ] / [ (1+i)n − 1 ]
Keterangan Simbol
A = angsuran tetap per periode
P = pokok pinjaman (diterima hari ini)
i = suku bunga per periode (mis. bunga tahunan ÷ 12)
n = jumlah periode angsuran
Mengapa Begini?
Bank meminjamkan P hari ini.
Bank menerima n kali angsuran A.
Agar adil: PV semua A = P.
Dari sinilah rumus PMT diturunkan.
Hitung dari Nol: Angsuran KPR Rp 300 juta
Kasus: KPR pokok Rp 300.000.000, bunga efektif 12%/tahun, tenor 1 tahun (12 bulan) — sengaja 1 tahun agar tabelnya muat penuh.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Bunga per bulan (i)
12% ÷ 12
1% = 0,01
Jumlah periode (n)
1 thn × 12
12
Faktor (1+i)ⁿ
1,01¹²
1,126825
Pembilang i(1+i)ⁿ
0,01 × 1,126825
0,0112683
Penyebut (1+i)ⁿ − 1
1,126825 − 1
0,126825
Faktor anuitas
0,0112683 / 0,126825
0,0888488
Angsuran A
Rp 300.000.000 × 0,0888488
Rp 26.654.637
Total Bunga (12 bln)
Rp 19,86 jt
total dibayar Rp 319.855.639
Meminjam Rp 300 juta, Anda kembalikan hampir Rp 320 juta — hampir Rp 20 juta menguap jadi bunga hanya dalam 1 tahun.
Pangkat di kalkulator: untuk 1,01¹² tekan y^x (atau x^y) → ketik 1,01 → y^x → 12 → =. Di Excel tulis =1,01^12 (lambang ^ = pangkat).
Membangun Tabel Amortisasi KPR
Inti blok ini: 4 langkah berulang tiap bulan — 1Bunga = sisa × 1% 2Pokok = Angsuran − Bunga 3Sisa baru = sisa lama − Pokok 4Ulang sampai 0.
Bln
Angsuran
Bunga (1% × sisa)
Pokok
Sisa Pokok
0
—
—
—
300.000.000
1
26.654.637
3.000.000
23.654.637
276.345.363
2
26.654.637
2.763.454
23.891.183
252.454.180
3
26.654.637
2.524.542
24.130.095
228.324.085
4
26.654.637
2.283.241
24.371.396
203.952.689
…
…
…
…
…
11
26.654.637
525.202
26.129.435
26.390.726
12
26.654.633
263.907
26.390.726
0
Lihat bln 1 vs 12: porsi bunga anjlok Rp 3,0 jt → Rp 0,26 jt; porsi pokok naik Rp 23,7 jt → Rp 26,4 jt. Angsuran tetap, isinya bergeser.
Grafik: Pergeseran Bunga → Pokok
Satu gambar merangkum seluruh tabel: angsuran tetap, tapi komposisinya berputar.
Garis bunga (atas, terang) menurun karena sisa pokok menyusut.
Garis pokok (bawah, gelap) menaik sebagai cerminnya.
Total tinggi tiap batang (= angsuran ±Rp 26,65 jt) konstan sepanjang waktu.
Coba Sendiri: Geser Tahun, Lihat Komposisi Angsuran
Ubah pokok pinjaman, bunga, dan tenor, lalu amati bagaimana porsi bunga menyusut dan porsi pokok membesar tiap bulan.
Blok 2 dari 4
Menabung untuk Tujuan
Membalik logika pinjaman: alih-alih melunasi utang, kita menumpuk setoran berkala agar mencapai target dana di masa depan.
DANA PENDIDIKAN · PENSIUN · DANA HAJI
Menabung = Anuitas Terbalik (FV)
Menabung rutin = anuitas yang kita cari nilai masa depannya (FV), lalu dibalik untuk mencari setoran.
FV = A × [ (1+i)n − 1 ] / i
A = FV × i / [ (1+i)n − 1 ] ← dibalik untuk cari setoran
Kekuatan bunga majemuk: setoran kecil + waktu lama = hasil besar. Mulai dini lebih kuat daripada mulai besar tapi telat.
Syarat: i & n harus seirama. Setoran bulanan → i bulanan, n dalam bulan.
Hitung dari Nol: Dana Pendidikan Rp 200 juta
Kasus: target Rp 200.000.000 untuk kuliah anak 15 tahun lagi; reksa dana memberi imbal hasil 6%/tahun. Berapa setoran/bulan?
Langkah
Perhitungan
Nilai
Bunga per bulan (i)
6% ÷ 12
0,5% = 0,005
Jumlah periode (n)
15 thn × 12
180
Faktor (1+i)ⁿ
1,005¹⁸⁰
2,454094
(1+i)ⁿ − 1
2,454094 − 1
1,454094
Faktor FV anuitas
1,454094 / 0,005
290,8187
Setoran A
Rp 200.000.000 / 290,8187
±Rp 687.714/bln
Setoran Bulanan
±Rp 688 rb
per bulan selama 15 tahun
Total disetor hanya ±Rp 123,8 juta; sisanya ±Rp 76,2 juta adalah hasil bunga majemuk — uang bekerja untuk Anda.
Tanpa diinvestasikan (celengan), Anda harus menyetor Rp 1.111.111/bulan untuk target sama. Selisihnya = hadiah bunga majemuk.
Konteks Indonesia: Dana Haji, Pensiun, BPJS-TK
Rumus yang sama melandasi tiga rencana keuangan paling penting orang Indonesia.
Dana Haji / Umrah
Biaya naik tiap tahun. Menabung rutin di tabungan haji (mis. via bank syariah seperti BRIS) jauh lebih ringan daripada menyiapkan sekaligus. Prinsip: FV anuitas.
Dana Pensiun
BPJS Ketenagakerjaan (program JHT & Jaminan Pensiun) dan DPLK bekerja persis seperti ini: iuran berkala → akumulasi → manfaat di masa tua.
Pesan OJK soal literasi keuangan: mulai sedini mungkin. Karena pengali waktu (1+i)ⁿ tumbuh eksponensial, satu dekade lebih awal bisa menggandakan hasil akhir.
Blok 3 dari 4
Membandingkan Opsi Pembayaran
Tunai sekarang, cicil bertahun-tahun, atau bayar penuh nanti — mana yang paling murah? Jawabannya tidak pernah dari nominal, selalu dari present value.
NOMINAL MENIPU · BANDINGKAN DI NILAI SEKARANG
Aturan Emas: Bandingkan di Titik Waktu Sama
Jangan bandingkan uang di waktu berbeda secara langsung — diskontokan dulu ke titik yang sama.
Tiga Langkah
① Tentukan tingkat diskonto = biaya peluang Anda (mis. bunga deposito/pinjaman).
② Tarik tiap opsi ke hari ini (PV) dengan membagi (1+i)ⁿ.
③ Pilih PV terkecil jika ini biaya, atau PV terbesar jika ini penerimaan.
Hati-hati arah: untuk biaya yang Anda bayar, PV terkecil = pilihan terbaik (paling sedikit menguras kantong hari ini).
Hitung dari Nol: Tunai vs Cicilan vs Lump Sum
Beli mobil. Tiga tawaran dealer, biaya peluang dana Anda 9%/tahun. Mana termurah?
Opsi
Skema
Perhitungan PV
PV (hari ini)
A — Tunai
Rp 250 jt sekarang
sudah di t=0
Rp 250,0 jt
B — Cicilan
Rp 5 jt/bln × 60 bln (i=0,75%/bln)
5 jt × [1−1,0075⁻⁶⁰]/0,0075
±Rp 240,9 jt
C — Lump akhir thn 2
Rp 280 jt di t=2 (i=9%/thn)
280 jt / (1,09)²
±Rp 235,7 jt
PV terkecil = Opsi C (±Rp 235,7 jt) → paling murah. Padahal nominal C (Rp 280 jt) tampak mahal dan total cicilan B (Rp 300 jt) tampak termahal.
Pelajaran: nominal Rp 300 jt cicilan ≠ lebih mahal. Setelah didiskon, cicilan (240,9 jt) malah lebih murah dari tunai (250 jt). Selalu pakai PV.
Mengapa Opsi B Pakai 0,75% tapi C Pakai 9%?
Ini bukan inkonsistensi — justru penerapan aturan "samakan i & n dengan frekuensi arus kas" yang benar.
Opsi B · Beraliran Bulanan
Arus kas masuk tiap bulan selama 60 bulan → i & n harus bulanan. Maka 9% ÷ 12 = 0,75%/bulan, n = 60.
Opsi C · Satu Pembayaran
Hanya satu pembayaran di tahun ke-2 → cukup i & n tahunan. Maka pakai 9%/tahun langsung, n = 2.
Keduanya sama-sama 9% per tahun — hanya dinyatakan dalam satuan periode yang sesuai dengan frekuensi arus kasnya. Bukan dua bunga berbeda.
Diskon "0%" & Promo Cicilan — Jebakan Halus
Hati-hati: tidak semua "cicilan 0%" benar-benar nol, dan tidak semua diskon tunai berarti rugi.
Cicilan 0% yang Semu
Sering harga sudah dinaikkan diam-diam, atau ada biaya admin/asuransi. Bandingkan harga cash vs total cicilan di nilai sekarang.
Diskon Tunai
Diskon besar untuk bayar tunai = dealer "membayar Anda" untuk tidak mencicil. Hitung: apakah diskonnya > bunga yang Anda hemat dengan mencicil?
Kerangkanya satu: ubah semua skema ke PV, lalu pilih yang terkecil. Promo hanya pengalih perhatian dari angka sebenarnya.
Blok 4 dari 4
Bunga Flat vs Efektif & Inflasi
Dua sumber kebingungan terbesar konsumen Indonesia: bunga "flat" yang terdengar murah tapi mahal, dan bunga deposito yang terlihat untung tapi diam-diam tergerus inflasi.
BUNGA FLAT · BUNGA EFEKTIF · PERSAMAAN FISHER
Bunga Flat vs Bunga Efektif
Dua cara menghitung bunga pinjaman yang menghasilkan beban sangat berbeda.
Bunga Flat
Bunga dihitung dari pokok awal dan tetap sepanjang tenor. Terlihat kecil. Sering dipakai kredit motor/elektronik. Contoh: 8% flat.
Bunga Efektif
Bunga dihitung dari sisa pokok yang menurun (seperti tabel amortisasi). Lebih jujur. Dipakai KPR & kredit perbankan formal.
Karena flat selalu menghitung dari pokok awal (tak pernah menyusut), bunga flat X% ≈ efektif 1,8–2× X%. "Flat 8%" bisa setara efektif ±14%.
Hitung dari Nol: Flat 8% = Efektif ±14%
Kasus: pinjaman Rp 12.000.000, dealer pasang "bunga flat 8%/tahun", tenor 12 bulan. Berapa bunga efektifnya?
Langkah
Perhitungan
Nilai
Bunga flat total
8% × 12 jt × 1 thn
Rp 960.000
Total dibayar
12 jt + 0,96 jt
Rp 12.960.000
Angsuran/bln
12,96 jt ÷ 12
Rp 1.080.000
Cari i: PV anuitas = pokok
1,08 jt × [1−(1+i)⁻¹²]/i = 12 jt
i ≈ 1,204%/bln
Efektif setahun (×12, APR)
1,204% × 12
±14,45%
Flat 8% Setara
±14,4%
efektif per tahun (APR)
Rasio efektif/flat ≈ 1,81×. Setiap lihat kata "flat", otomatis kalikan ~2 untuk tahu beban sebenarnya.
i baris ke-4 tak bisa dihitung rumus langsung — ia muncul di dua tempat (pangkat ⁻¹² dan penyebut), jadi dicari secara numerik (coba-coba sampai pas). Di Excel: =RATE(12; -1080000; 12000000) → 1,204%/bln.
Coba Sendiri: Bongkar Iklan "Bunga Flat"
Masukkan pokok, bunga flat, dan tenor sebuah promo cicilan, lalu lihat berapa bunga efektif sebenarnya yang tersembunyi.
Inflasi & Daya Beli — Nominal vs Riil
Bunga yang tertulis (nominal) belum tentu menambah daya beli Anda. Yang penting adalah bunga riil setelah dikurangi inflasi.
Jika bunga deposito = inflasi, daya beli Anda tidak bertambah — hanya "jalan di tempat".
Patokan Indonesia: target inflasi BI 2,5% ± 1%; SUN 10 tahun ~6,8% (verifikasi saat dipakai).
Hitung dari Nol: Konversi Nominal → Riil (Fisher)
Kasus: deposito bunga nominal 6%, inflasi 3%. Berapa keuntungan riil Anda untuk Rp 100 juta?
Langkah
Perhitungan
Nilai
Aproksimasi cepat
6% − 3%
≈ 3,00%
Balik rumus cari r_riil
(1+r_riil) = (1+r_nom)/(1+inflasi)
bentuk bagi
Fisher eksak
(1+0,06)/(1+0,03) − 1
2,91%
Rp 100 jt → nominal 1 thn
100 jt × 1,06
Rp 106,0 jt
Daya beli (harga naik 3%)
Rp 106 jt / 1,03
±Rp 102,9 jt
Kenaikan daya beli riil
Rp 102,9 jt − Rp 100 jt
±Rp 2,91 jt
Bunga Riil Sebenarnya
±2,91%
bukan 6% seperti tertulis
Uang Anda memang bertambah, tapi hanya ±Rp 2,9 juta dalam daya beli nyata — separuhnya "dimakan" inflasi.
Jika inflasi naik jadi 6% (= bunga deposito), bunga riil ≈ 0%: nominal naik, daya beli tak bergerak sama sekali.
Eksperimen Nilai Sekarang (Geser Sendiri)
Mari rasakan sendiri: satu arus kas, geser bunga & waktunya, lihat nilai sekarang & masa depannya berubah.
PV = FV / (1+i)n · FV = PV × (1+i)n← rumus nilai tunggal P6; widget hanya menghitung ini tiap Anda menggeser slider
Eksperimen 1
Naikkan i dari 6% → 12%: PV anjlok (uang masa depan makin tak berharga hari ini).
Eksperimen 2
Perpanjang n dari 5 → 20 tahun: efek diskonto menumpuk makin kuat.
Eksperimen 3
Set i = 0%: PV = FV (tanpa bunga, waktu tak berpengaruh).
Widget interaktif tvm-single-cashflow tampil di versi situs deck ini — geser slider i dan n, amati PV & FV beserta garis waktunya berubah real-time.
Cheat Sheet Pertemuan 7
Seluruh pertemuan hari ini dalam satu tabel. Simpan slide ini.
Konsep
Inti
Amortisasi
Angsuran tetap, tapi porsi bunga turun & pokok naik; bunga = i × sisa pokok
Tabel amortisasi
4 langkah berulang: bunga → pokok → sisa → ulang sampai 0
Menabung (FV anuitas)
Setoran kecil + waktu lama = hasil besar; mulai dini menang
Bandingkan opsi
Tarik semua ke PV; untuk biaya, PV terkecil = terbaik
Flat vs efektif
Flat hitung dari pokok awal; flat X% ≈ efektif ~1,8X%
Nominal vs riil
Fisher: (1+nom) = (1+riil)(1+inflasi); yang penting daya beli
Jika Anda bisa menyusun tabel amortisasi & membandingkan opsi pakai PV tanpa membuka catatan, Anda sudah menguasai Pertemuan 7.
Diskusi & Latihan Kelas
Keterampilan ini hanya menempel kalau dilatih dengan tangan sendiri.
Latihan 1 · KPR
KPR Rp 500 juta, bunga efektif 12% p.a., tenor 5 tahun (60 bulan). Hitung angsuran bulanannya, lalu isi 3 baris pertama tabel amortisasinya.
Diskusi 2 · Flat
Sebuah leasing motor memasang "bunga 0,9% per bulan flat". Apakah ini murah atau mahal dibanding KPR efektif 12% p.a.? Jelaskan dengan logika flat vs efektif.
Pikirkan 5 menit; kerjakan Latihan 1 di kertas. Kita bahas bersama — kunci ada di lampiran soal.
Persiapan Pertemuan 8 — Penilaian Obligasi
Hari ini kita menerapkan nilai waktu uang untuk keputusan nyata. Pertemuan depan kita pakai alat yang sama untuk menilai obligasi.
Pertemuan 8 · Penilaian Obligasi
Apa itu obligasi & kupon
Harga obligasi = PV dari kupon + nilai nominal
Konsep yield (imbal hasil)
Obligasi pemerintah (SUN/ORI) di Indonesia
Tugas Mandiri · Baca
Brigham & Houston, bab Bonds and Their Valuation. Catat pertanyaan: "mengapa harga obligasi turun saat bunga pasar naik?"
Terima Kasih. Sampai jumpa di Pertemuan 8 — Penilaian Obligasi. (Catatan: minggu 8 dalam RPS adalah jadwal UTS — sesuaikan urutan dengan kalender akademik.)