‹ Daftar slidePertemuan 4: Kinerja Keuangan dengan Rasio
Program Studi Manajemen • FEB
Manajemen Keuangan I
Pertemuan 4 — Kinerja Keuangan dengan Rasio: Menghitung
Lima kelompok rasio dan cara menghitung tiap rasio langkah demi langkah, dari satu set neraca dan laba rugi yang sama. Rasio keuangan = angka perbandingan antara dua pos laporan keuangan.
RPS MINGGU 4 • SUB-CPMK 4 • DURASI 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini Anda mampu menghitung kinerja keuangan perusahaan menggunakan rasio keuangan (Sub-CPMK 4).
CAPAIAN 1 · LIMA KELOMPOK
5 KELUARGA
Menghitung rasio dari lima keluarga: likuiditas, aktivitas, solvabilitas, profitabilitas, pasar.
CAPAIAN 2 · ASAL ANGKA
DARI MANA
Menunjukkan pembilang & penyebut tiap rasio diambil dari pos laporan yang benar. Salah angka = salah rasio.
CAPAIAN 3 · SATUAN
×, HARI, %
Membaca satuan tepat — kali (×), hari, persen (%), rupiah (Rp). Tertukar satuan = salah jenis.
CAPAIAN 4 · DUPONT
ROE = 3 MESIN
Membongkar ROE = NPM × TATO × Equity Multiplier dan membuktikan hasilnya identik. ROE = Return on Equity.
Dari Angka Mentah ke Cerita Kinerja
Dua perusahaan, laba bersih sama persis Rp 210 miliar. Manakah yang lebih sehat? Angka mutlak tak bisa menjawab — rasio bisa.
PERTANYAAN 1 · BAYAR UTANG
LIKUIDITAS
Cukupkah kas & aset lancar untuk melunasi utang jangka pendek? → rasio likuiditas. Likuiditas = kemampuan membayar kewajiban jangka pendek tepat waktu.
PERTANYAAN 2 · EFISIENSI
AKTIVITAS
Seberapa cepat aset diputar jadi penjualan? → rasio aktivitas. Perputaran tinggi = aset bekerja keras.
PERTANYAAN 3 · UNTUNG & NILAI
PROFITABILITAS
Seberapa untung tiap rupiah penjualan, dan berapa pasar menghargai sahamnya? → profitabilitas & pasar.
Rasio mengubah angka mutlak yang sulit dibandingkan menjadi perbandingan bermakna. Itulah mengapa analis, bank, dan investor selalu mulai dari rasio. Hari ini satu perusahaan contoh → dua puluh rasio.
Apa Itu Rasio & Lima Kelompoknya
"Rasio keuangan = satu pos laporan dibagi pos lain → angka perbandingan bermakna."
PETA LIMA KELUARGA RASIO
Kelompok
Menjawab pertanyaan
Contoh anggota
Likuiditas
Bisa bayar utang jangka pendek?
Current, Quick, Cash
Aktivitas
Seberapa efisien aset diputar?
Inv. Turnover, DSO, TATO
Solvabilitas / Leverage
Seberapa besar pakai utang?
DER, DAR, TIE
Profitabilitas
Seberapa untung?
GPM, OPM, NPM, ROA, ROE
Pasar
Bagaimana pasar menilai?
EPS, PER, PBV, Div. Yield, DPR
DER = Debt to Equity Ratio — utang ÷ ekuitas; DSO = Days Sales Outstanding — hari rata-rata penagihan piutang; leverage = penggunaan utang sebagai "ungkitan". Hafalkan lima keluarga ini — kita kerjakan satu per satu.
Coba Sendiri: Jelajahi Lima Keluarga Rasio
Pilih satu keluarga rasio, geser angka pos laporan, dan lihat bagaimana interpretasinya berubah dari sehat ke berisiko.
Data Induk: PT Cahaya Makmur Tbk
Satu perusahaan contoh untuk seluruh perhitungan hari ini — angka direka agar bulat dan mudah diikuti (Rp miliar).
NERACA (AKHIR 2024)
Pos Aset
Rp M
Pos L+E
Rp M
Kas
120
Utang lancar
500
Piutang
280
Utang jk panjang
600
Persediaan
400
Total liabilitas
1.100
Aset lancar
800
Ekuitas
900
Aset tetap
1.200
Total aset
2.000
Total L+E
2.000
LABA RUGI (2024) + DATA PASAR
Pos
Rp M
Penjualan (kredit)
2.400
HPP
1.560
Laba kotor
840
Beban operasi
480
EBIT
360
Beban bunga
90
PPh Badan 22%
59,4
Laba bersih
210,6
Saham beredar / harga
1.000 jt lbr / Rp 1.800
Total dividen
Rp 90 M
Blok 1 dari 5
Rasio Likuiditas
Bisakah perusahaan melunasi kewajiban jangka pendeknya tepat waktu? Tiga rumus dengan tingkat keketatan berbeda.
Current RatioQuick / Acid-TestCash Ratio
Rasio Likuiditas: Tiga Rumus
Current Ratio = Aset Lancar ÷ Utang Lancar (satuan: kali ×)
Quick Ratio (Acid-Test) = (Aset Lancar − Persediaan) ÷ Utang Lancar (satuan: kali ×)
Cash Ratio = (Kas + Setara Kas) ÷ Utang Lancar (satuan: kali ×)
Jebakan klasik: Quick ratio mengeluarkan persediaan, BUKAN kas. Alasannya: persediaan adalah aset lancar paling lambat dan paling tidak pasti dicairkan menjadi kas. Setara kas = instrumen sangat likuid berjangka ≤3 bulan (mis. deposito jangka pendek, SBI).
Hitung dari Nol: Likuiditas PT Cahaya Makmur
Data: Aset lancar Rp 800 M, Persediaan Rp 400 M, Kas Rp 120 M, Utang lancar Rp 500 M.
LANGKAH DEMI LANGKAH
Rasio
Perhitungan
Hasil
Current ratio
800 ÷ 500
1,60×
Quick ratio
(800 − 400) ÷ 500 = 400 ÷ 500
0,80×
Cash ratio
120 ÷ 500
0,24×
MEMBACA CEPAT
1,60 → 0,80 → 0,24
makin ketat, makin kecil
Tiap Rp 1 utang lancar dijamin Rp 1,60 aset lancar; tanpa persediaan tinggal Rp 0,80; dalam kas murni hanya Rp 0,24.
Persediaan = Rp 400 M = 50% aset lancar — itulah mengapa quick ratio turun sangat jauh dari current ratio.
Blok 2 dari 5
Rasio Aktivitas (Efisiensi)
Seberapa cepat dan efisien perusahaan memutar aset menjadi penjualan? Perputaran tinggi = aset bekerja keras.
TATO (Total Asset Turnover) = Penjualan ÷ Total Aset (kali ×)
Dua jebakan: (1) Inventory turnover pakai HPP — persediaan dicatat sebesar biaya, bukan harga jual. (2) Receivable turnover pakai penjualan kredit — tunai langsung jadi kas, tidak lewat piutang. DSO satu-satunya yang bersatuan hari.
Hitung dari Nol: Aktivitas PT Cahaya Makmur
Data: HPP Rp 1.560, Persediaan Rp 400, Penjualan Rp 2.400, Piutang Rp 280, Total aset Rp 2.000 (semua miliar).
LANGKAH DEMI LANGKAH
Rasio
Perhitungan
Hasil
Inventory turnover
1.560 ÷ 400
3,90×
Receivable turnover
2.400 ÷ 280
8,57×
DSO
365 ÷ 8,57
≈42,6 hari
TATO
2.400 ÷ 2.000
1,20×
MEMBACA CEPAT
Persediaan terjual ~3,9×/tahun
Piutang tertagih ~8,6×/tahun atau rata-rata tiap ~43 hari.
Tiap Rp 1 aset → Rp 1,20 penjualan.
Ingat angka TATO 1,20× — muncul lagi di DuPont.
Blok 3 dari 5
Rasio Solvabilitas / Leverage
Seberapa berat perusahaan bersandar pada utang, dan apakah labanya cukup menutup bunga? Utang = tuas dua sisi.
DERDARTimes Interest Earned
Rasio Solvabilitas: Tiga Rumus
DER (Debt to Equity) = Total Liabilitas ÷ Ekuitas (kali ×)
DAR (Debt to Asset) = Total Liabilitas ÷ Total Aset (desimal / %)
TIE (Times Interest Earned) = EBIT ÷ Beban Bunga (kali ×)
Jebakan TIE: pakai EBIT, BUKAN laba bersih. Mengapa? Bunga dibayar dari laba operasi sebelum bunga dan pajak dipotong — memakai laba bersih berarti bunga sudah dibuang dua kali. TIE = 4× artinya laba operasi cukup membayar bunga 4 kali lipat — semakin tinggi, semakin aman.
Hitung dari Nol: Solvabilitas PT Cahaya Makmur
Data: Total liabilitas Rp 1.100 M, Ekuitas Rp 900 M, Total aset Rp 2.000 M, EBIT Rp 360 M, Beban bunga Rp 90 M.
LANGKAH DEMI LANGKAH
Rasio
Perhitungan
Hasil
DER
1.100 ÷ 900
1,22×
DAR
1.100 ÷ 2.000
0,55 (55%)
TIE
360 ÷ 90
4,00×
MEMBACA CEPAT
55% dibiayai utang
Utang 1,22× lebih besar dari ekuitas (DER).
Lebih dari separuh aset dari utang (DAR = 55%).
Laba operasi menutupi bunga 4× lipat (TIE) — cukup aman. Bukan laba bersih 210,6 yang dibagi!
Blok 4 dari 5
Rasio Profitabilitas
Seberapa besar laba yang dihasilkan — dari penjualan (margin), dari aset, dan dari modal pemilik (return)?
GPM · OPM · NPMROA · ROE
Rasio Profitabilitas: Lima Rumus
Semua bersatuan persen (%). Tiga margin membandingkan ke penjualan; dua return membandingkan ke basis modal.
LIMA RUMUS — DUA SUB-KELOMPOK
Rasio
Rumus
Lapisan
GPM
Laba Kotor ÷ Penjualan
setelah HPP
OPM
EBIT ÷ Penjualan
setelah biaya operasi
NPM
Laba Bersih ÷ Penjualan
setelah bunga & pajak
ROA
Laba Bersih ÷ Total Aset
per rupiah aset
ROE
Laba Bersih ÷ Ekuitas
per rupiah ekuitas
ROE > ROA bila perusahaan punya utang — selisihnya adalah sumbangan leverage. Ini yang akan dibongkar DuPont. Kelima rasio bersatuan persen (%) — jangan tertukar dengan rasio aktivitas yang bersatuan kali.
Hitung dari Nol: Profitabilitas PT Cahaya Makmur
Data: Laba kotor 840, EBIT 360, Laba bersih 210,6, Penjualan 2.400, Total aset 2.000, Ekuitas 900 (Rp miliar).
LANGKAH DEMI LANGKAH
Rasio
Perhitungan
Hasil
GPM
840 ÷ 2.400
35,00%
OPM
360 ÷ 2.400
15,00%
NPM
210,6 ÷ 2.400
8,78%
ROA
210,6 ÷ 2.000
10,53%
ROE
210,6 ÷ 900
23,40%
MEMBACA CORONG
35% → 15% → 8,78%
margin menyusut tiap lapis
Dari Rp 100 penjualan: Rp 35 laba kotor, Rp 15 laba operasi, Rp 8,78 laba bersih.
ROE 23,40% jauh > ROA 10,53% — efek utang. DuPont akan menjelaskan.
Blok 5 dari 5
Rasio Pasar (Nilai Pasar)
Bagaimana pasar saham menilai perusahaan? Menggabungkan laporan keuangan dengan harga saham di BEI — butuh data tambahan.
EPS & Nilai BukuPER & PBVDividend Yield & DPR
Rasio Pasar: Lima Rumus
Ada rantai turunan — hitung EPS dulu, baru yang lain. Perhatikan satuan masing-masing.
LIMA RUMUS PASAR + SATUAN
Rasio
Rumus
Satuan
EPS
Laba Bersih ÷ Jumlah Saham Beredar
Rp/lembar
PER
Harga Saham ÷ EPS
kali (×)
PBV
Harga Saham ÷ Nilai Buku per Saham
kali (×)
Dividend Yield
DPS ÷ Harga Saham
persen (%)
DPR (Payout)
Total Dividen ÷ Laba Bersih
persen (%)
Nilai buku per saham = Ekuitas ÷ Jumlah Saham. DPS (Dividend Per Share) = Total Dividen ÷ Jumlah Saham. Waspadai satuan — EPS & DPS dalam rupiah (Rp); PER & PBV dalam kali; yield & DPR dalam persen.
Hitung dari Nol: Rasio Pasar PT Cahaya Makmur
Data: Laba bersih 210,6 M, Ekuitas 900 M, Saham 1.000 juta lembar, Harga Rp 1.800, Dividen total 90 M.
LANGKAH A — PER LEMBAR (SAMAKAN SATUAN DULU)
Kunci: 1.000 juta lbr = 1 miliar lbr. "Miliar" di L/R dan "miliar" di penyebut saling coret → hasil Rp/lembar.
Langkah
Perhitungan
Hasil
EPS
210,6 M ÷ 1 M lbr
Rp 210,6/lbr
Nilai buku/saham
900 M ÷ 1 M lbr
Rp 900/lbr
DPS
90 M ÷ 1 M lbr
Rp 90/lbr
LANGKAH B — RASIO PASAR (PAKAI ANGKA PER-LEMBAR)
Rasio
Perhitungan
Hasil
PER
1.800 ÷ 210,6
≈8,55×
PBV
1.800 ÷ 900
2,00×
Dividend yield
90 ÷ 1.800
5,00%
DPR
90 ÷ 210,6
≈42,7%
Pasar membayar ~8,55× laba; harga 2× nilai buku; 5% yield dividen; 42,7% laba dibagikan, sisanya ditahan.
Identitas DuPont: Membongkar ROE Jadi 3 Mesin
ROE = NPM × TATO × Equity Multiplier — bukan klaim, melainkan aljabar pecahan yang dapat dibuktikan dua langkah.
Seberapa untung tiap rupiah penjualan → Laba Bersih ÷ Penjualan
TATO
EFISIENSI
Seberapa keras aset bekerja → Penjualan ÷ Total Aset
EQUITY MULTIPLIER
LEVERAGE
Seberapa besar utang mengungkit → Total Aset ÷ Ekuitas. EM = pengganda ekuitas.
Coret (LB/Penj)×(Penj/Aset) = LB/Aset (Penjualan coret). Lalu ×(Aset/Ekuitas) = LB/Ekuitas = ROE (Aset coret). Dua tahap, bukan sihir.
Buktikan DuPont dari Nol
Buktikan dengan data induk bahwa NPM × TATO × EM = ROE = 23,40%.
LANGKAH DEMI LANGKAH
Komponen
Perhitungan
Nilai
NPM
210,6 ÷ 2.400
0,0878 (8,78%)
TATO
2.400 ÷ 2.000
1,2000×
Equity Multiplier
2.000 ÷ 900
2,2222×
ROE (DuPont)
0,0878 × 1,20 × 2,2222
≈23,40%
ROE (langsung)
210,6 ÷ 900
23,40%
DUA JALUR, SATU HASIL
23,40%
= ROE DuPont = ROE langsung ✓
Pembuktian ini menegaskan ROE tersusun dari profitabilitas, efisiensi, dan leverage. Perusahaan A dan B bisa punya ROE sama tetapi mesin berbeda.
Anchor Indonesia: UNVR vs ICBP (Pola Ilustratif)
Dua raksasa konsumen BEI dengan pola dekomposisi DuPont berbeda — angka di bawah ilustratif; verifikasi di laporan resmi & idx.co.id.
UNVR — UNILEVER INDONESIA
MARGIN + EM TINGGI
pola historis — ilustratif
ROE sangat tinggi karena ekuitas relatif tipis: hampir seluruh laba dibagikan sebagai dividen (payout besar) → ekuitas tidak bertambah → Equity Multiplier besar. Payout = porsi laba dibagikan sebagai dividen.
ICBP — INDOFOOD CBP
LEVERAGE MODERAT
pola historis — ilustratif
Margin sehat, laba lebih banyak ditahan untuk ekspansi → ekuitas tumbuh, EM lebih kecil, ROE terlihat lebih "wajar". Laba ditahan = retained earnings — tidak dibagikan, menambah ekuitas.
Pelajaran DuPont: ROE tinggi belum tentu karena operasi hebat — bisa karena ekuitas tipis akibat payout besar atau utang besar. Pertemuan 5 akan membongkar mana yang sehat. Selalu verifikasi di idx.co.id.
Jebakan Hitung yang Sering Salah
90% kesalahan rasio di ujian = salah ambil angka atau salah satuan, bukan salah rumus. Dua daftar wajib diingat.
JEBAKAN RUMUS
Quick ratio → buang persediaan, bukan kas
Inventory turnover → pakai HPP, bukan penjualan
TIE → pakai EBIT, bukan laba bersih
Receivable turnover → idealnya penjualan kredit, bukan total
JEBAKAN SATUAN
Current, Quick, Cash, DER, TIE, PER, PBV → kali (×)
DSO → hari
GPM, OPM, NPM, ROA, ROE, yield, DPR → persen (%)
EPS, DPS, nilai buku/saham → rupiah (Rp)
Kebiasaan penyelamat: selalu tulis satuan tepat di sebelah angka, dan sebelum menghitung tanyakan "angka ini dari baris mana di laporan?".
Kartu Rumus: 20 Rasio + DuPont
CHEAT SHEET — HASIL PT CAHAYA MAKMUR TBKK (Rp M)
Kelompok
Rasio
Hasil
Likuiditas
Current / Quick / Cash
1,60× / 0,80× / 0,24×
Aktivitas
Inv. TO / Rec. TO / DSO / TATO
3,90× / 8,57× / 42,6 hari / 1,20×
Solvabilitas
DER / DAR / TIE
1,22× / 0,55 / 4,00×
Profitabilitas
GPM / OPM / NPM
35,00% / 15,00% / 8,78%
Profitabilitas
ROA / ROE
10,53% / 23,40%
Pasar
EPS / PER / PBV
Rp 210,6 / 8,55× / 2,00×
Pasar
Div. Yield / DPR
5,00% / 42,7%
DuPont
NPM × TATO × EM
8,78% × 1,20 × 2,22 = 23,40%
Semua angka ini lahir dari satu set neraca + laba rugi. Kuasai cara mengambil angkanya, dan rasio apa pun bisa Anda hitung. Simpan slide ini.
Latihan Kilat: PT Surya Mini
Data baru: Aset lancar Rp 300 M, Persediaan Rp 120 M, Utang lancar Rp 200 M, Penjualan Rp 1.000 M, Laba bersih Rp 80 M, Total aset Rp 800 M, Ekuitas Rp 500 M.
SOAL 1 — LIKUIDITAS
Current & Quick
Hitung Current ratio dan Quick ratio.
Ingat: quick membuang persediaan, bukan kas.
SOAL 2 — PROFITABILITAS + DUPONT
NPM, ROA, ROE
Hitung NPM, ROA, ROE, lalu buktikan ROE via DuPont (EM = Total Aset ÷ Ekuitas).
TATO = Penjualan ÷ Total Aset.
Kerjakan 4 menit sendiri, lalu kita cocokkan. Jawaban: Current 1,50× · Quick 0,90× · NPM 8% · ROA 10% · ROE 16% · DuPont: 8%×1,25×1,6=16%.
Persiapan Pertemuan Berikutnya
Hari ini kita menghitung. Pertemuan depan kita menganalisis — membandingkan antarwaktu, antarindustri, dan membongkar DuPont lebih dalam.
YANG SUDAH ANDA KUASAI
Lima kelompok rasio & 20 rasio dari satu laporan
Satuan benar (×, hari, %, Rp)
Empat jebakan rumus yang sering salah
Identitas DuPont terbukti dua jalur
TUGAS MANDIRI
UNDUH LAPORAN EMITEN
Ambil laporan keuangan satu emiten BEI (mis. ICBP / UNVR / TLKM) dari idx.co.id. Hitung minimal: Current ratio, DER, NPM, ROE. Bawa hasilnya ke kelas.
Terima Kasih. Sampai jumpa di Pertemuan 5 — Analisis Rasio: dari Menghitung menjadi Memahami.