stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Lingkungan Keuangan
Program Studi Manajemen • FEB

Manajemen Keuangan I

Pertemuan 2 — Lingkungan Keuangan

Sistem keuangan, pasar uang vs pasar modal, lembaga & regulator (OJK • BI • LPS), serta struktur pasar modal Indonesia (BEI • KSEI • KPEI) dan mekanisme IPO.

RPS MINGGU 2 • SUB-CPMK 2 • DURASI 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda mampu menjelaskan dan menganalisis lingkungan keuangan (Sub-CPMK 2).

CAPAIAN 1 · SISTEM
ALUR DANA
Menjelaskan alur dana dari unit surplus → unit defisit dan peran intermediasi lembaga keuangan.
CAPAIAN 2 · PASAR
PASAR
Membedakan pasar uang (SBI/SPN, deposito) vs pasar modal (obligasi, saham) beserta instrumennya.
CAPAIAN 3 · LEMBAGA
LEMBAGA
Memetakan peran OJK, BI, LPS dan membedakan bank vs IKNB (asuransi, dana pensiun, multifinance, fintech).
CAPAIAN 4 · STRUKTUR
BEI & IPO
Menelusuri struktur BEI · KSEI · KPEI, mekanisme IPO, dan membaca indeks IHSG / LQ45 / IDX30.

Ke Mana Perginya Tabungan Anda?

Setiap kali Anda menabung Rp 100.000 di BCA, uang itu tidak diam di brankas. Ia bergerak — dan tiga pihak ikut bergantung padanya.

ANDA (PENABUNG)
SURPLUS
Punya uang lebih, ingin aman + sedikit bunga.
BANK / PASAR
JEMBATAN
Mengumpulkan dana banyak penabung, menyalurkannya ke yang membutuhkan.
UMKM / EMITEN
DEFISIT
Butuh dana untuk modal kerja, pabrik, ekspansi. Emiten = perusahaan yang menerbitkan efek (saham/obligasi) ke publik.
Perjalanan satu lembar Rp 100.000 Anda menyentuh seluruh sistem keuangan — itulah yang kita petakan hari ini. UMKM = Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
Bagian 1 dari 4
Sistem Keuangan & Intermediasi
Bagaimana uang berpindah dari pihak yang kelebihan dana ke pihak yang kekurangan dana — dan mengapa kita butuh perantara.
Unit Surplus Unit Defisit Intermediasi

Unit Surplus ↔ Unit Defisit

Inti sistem keuangan = memindahkan dana dari yang kelebihan ke yang kekurangan.

ALIRAN DANA DALAM SISTEM KEUANGAN
UNIT SURPLUSpendapatan > pengeluaranrumah tangga, perusahaanPASAR &LEMBAGA KEUANGANbank, bursa, reksa danaUNIT DEFISITpengeluaran > pendapatanUMKM, emiten, pemerintah① dana② tersalur③ return: bunga / dividen
UNIT SURPLUS
PUNYA LEBIH
Pendapatan > pengeluaran. Contoh: rumah tangga menabung, perusahaan berkas berlebih, dana pensiun.
UNIT DEFISIT
BUTUH DANA
Pengeluaran > pendapatan. Contoh: UMKM ekspansi, emiten bangun pabrik, pemerintah biayai APBN lewat SBN.

Dua Jalur: Langsung vs Tidak Langsung

Dana dari surplus ke defisit bisa lewat dua jalur yang berbeda risiko dan perantaranya.

PEMBIAYAAN LANGSUNG (Direct Finance)

Unit defisit menerbitkan efek (saham/obligasi) yang langsung dibeli unit surplus, lewat pasar keuangan. Perantara (sekuritas/bursa) hanya memfasilitasi, tidak menanggung dana.

Contoh: Anda beli Obligasi Ritel Indonesia (ORI) terbitan pemerintah langsung di pasar perdana.

Risiko ditanggung Anda sendiri sebagai investor.
PEMBIAYAAN TAK LANGSUNG (Indirect Finance)

Dana lewat lembaga perantara (bank). Bank menerima simpanan Anda, lalu menyalurkannya sebagai kredit. Anda tidak kenal si peminjam.

Contoh: Tabungan Anda di BRI → kredit modal kerja UMKM batik di Semarang.

Bank yang menanggung risiko kredit — bukan Anda.

Peran Intermediasi: Apa yang "Diubah" Bank?

Lembaga perantara tidak sekadar menyalurkan — ia mentransformasi dana. Tiga transformasi kunci:

TRANSFORMASI 1
DENOMINASI
Banyak kecil → satu besar
Kumpulkan tabungan Rp 1 juta × ribuan orang → kredit pabrik Rp 5 miliar. Anda sendiri tidak mampu.
TRANSFORMASI 2
JANGKA
Pendek → Panjang
Simpanan bisa ditarik kapan saja → diubah jadi kredit KPR 15 tahun. Disebut maturity transformation.
TRANSFORMASI 3
RISIKO
Terpusat → Tersebar
Satu peminjam gagal bayar tidak menghancurkan satu penabung; risiko disebar ke ribuan kredit (diversifikasi).
Plus: bank menyaring siapa yang layak dipinjami — mengatasi asimetri informasi (kondisi di mana peminjam tahu lebih banyak tentang risikonya sendiri daripada bank). Sesuatu yang sulit Anda lakukan sendiri.

Hitung dari Nol: Spread Bunga Bank

Dari mana bank dapat untung sebagai perantara? Dari selisih bunga (spread). Ikuti perjalanan Rp 100 juta — angka bunga ilustratif.

LANGKAH-DEMI-LANGKAH
LangkahPerhitunganNilai
Dana deposito nasabahRp 100,0 jt
Bunga dibayar ke penabung (4%/th)4% × 100 jtRp 4,0 jt
Dana disalurkan sebagai kreditRp 100,0 jt
Bunga diterima dari debitur (10%/th)10% × 100 jtRp 10,0 jt
Laba kotor bunga bank10 jt − 4 jtRp 6,0 jt
SPREAD / NIM SEDERHANA
6%
selisih bunga kredit − bunga simpanan
Ini yang disebut Net Interest Margin (NIM) versi sederhana — imbalan bank atas jasa intermediasi & menanggung risiko.
Belum bersih: dikurangi biaya operasi, cadangan kredit macet, dan Giro Wajib Minimum (GWM) — bagian dana wajib disetor ke BI yang tidak bisa disalurkan. Angka 4% & 10% = ilustratif.

Coba Sendiri: Geser Bunga, Lihat Untung Bank

Geser bunga simpanan & bunga kredit untuk melihat bagaimana spread (NIM) berubah — dan kapan bank bisa merugi.

Bagian 2 dari 4
Pasar Uang vs Pasar Modal
Dua jenis pasar keuangan yang sering tertukar — dibedakan bukan oleh tempat, tetapi oleh jangka waktu instrumen yang diperdagangkan.
< 1 tahun > 1 tahun

Pasar Uang vs Pasar Modal

Pembeda utama = jangka waktu instrumen. Satu angka yang memisahkan keduanya: 1 tahun.

TABEL PEMBANDING
AspekPasar Uang (Money Market)Pasar Modal (Capital Market)
Jangka waktu< 1 tahun (jangka pendek)> 1 tahun (jangka panjang)
TujuanLikuiditas / kelola kasPendanaan investasi jangka panjang
InstrumenSBI, SPN, deposito, commercial paperSaham, obligasi, sukuk, reksa dana
Risiko & imbal hasilRendahLebih tinggi
Tempat di IndonesiaAntarbank, Bank IndonesiaBEI (Bursa Efek Indonesia)
Analogi: pasar uang = parkir uang sebentar (jaga likuiditas); pasar modal = tanam uang lama (kejar pertumbuhan). Likuiditas = kemudahan mengubah aset menjadi kas tanpa kehilangan nilai.

Instrumen Pasar Uang

Instrumen pasar uang = utang jangka pendek, likuid, risiko rendah.

INSTRUMEN NEGARA

SBI (Sertifikat Bank Indonesia) — surat utang jangka pendek BI untuk kelola likuiditas perbankan. Risiko nyaris nol.

SPN (Surat Perbendaharaan Negara) — surat utang pemerintah < 1 tahun, versi pendek dari SBN. Dijamin negara.

SBN = Surat Berharga Negara, payung untuk surat utang pemerintah.

DEPOSITO & COMMERCIAL PAPER

Deposito berjangka — simpanan di bank dengan jangka tetap (1/3/6/12 bulan), bunga lebih tinggi dari tabungan, dijamin LPS sampai Rp 2 miliar.

Commercial paper — surat utang pendek korporasi tanpa jaminan; risiko lebih tinggi dari instrumen negara.

Ciri umum: cepat dicairkan, imbal hasil kecil. Dipakai untuk mengelola kas — bukan untuk kaya, tetapi agar uang menganggur tidak sia-sia.

Instrumen Pasar Modal

Instrumen pasar modal = jangka panjang (> 1 tahun). Dua bintang utamanya:

OBLIGASI — SURAT UTANG
KREDITOR
Anda meminjamkan ke perusahaan
Dapat kupon (bunga berkala, tetap) + pokok di jatuh tempo. Risiko lebih rendah dari saham. Contoh: obligasi ASII, SBN FR, ORI. Kupon = bunga berkala penerbit obligasi.
SAHAM — SURAT KEPEMILIKAN
PEMILIK
Anda ikut memiliki perusahaan
Dapat dividen + capital gain bila harga naik. Risiko tertinggi, potensi imbal hasil tertinggi. Contoh: BBCA, TLKM, BBRI, GOTO. Capital gain = keuntungan kenaikan harga jual di atas harga beli.
Beda inti: obligasi = meminjamkan (Anda kreditor); saham = ikut memiliki (Anda pemilik). Kalau perusahaan bangkrut: pemegang obligasi dibayar lebih dulu, sisanya baru untuk pemegang saham.

SBN Ritel: ORI, SBR, ST

Anda tidak perlu modal miliaran untuk ikut pasar modal. Pemerintah menjual surat utang ke ritel mulai ~Rp 1 juta.

ORI — Obligasi Negara Ritel
KUPON TETAP
Bisa diperdagangkan di pasar sekunder (dijual sebelum jatuh tempo). Kupon tetap selama masa berlaku.
SBR — Savings Bond Ritel
FLOATING FLOOR
Kupon mengambang dengan batas minimum — tidak turun di bawah ambang. Tidak bisa diperdagangkan (hanya early redemption).
ST — Sukuk Tabungan
SYARIAH
Versi syariah dari SBR; berbasis akad syariah, imbal hasil dari aset. Tidak diperdagangkan.
Dijual berkala lewat mitra distribusi (termasuk aplikasi ponsel). Aman (dijamin UU SBN), kupon biasanya di atas deposito — pintu masuk ritel ke pasar modal. Angka kupon & minimum pemesanan berubah tiap seri — verifikasi di kemenkeu.go.id.
Bagian 3 dari 4
Lembaga & Regulator Keuangan
Siapa yang menggerakkan dana (bank & non-bank) dan siapa yang menjaga agar sistem tetap sehat (OJK • BI • LPS).
Pemain (Lembaga) Wasit (Regulator)

Lembaga Keuangan: Bank vs Non-Bank

Lembaga keuangan dibagi dua besar berdasarkan boleh-tidaknya menghimpun simpanan masyarakat.

BANK (Lembaga Depositori) ✔ BOLEH SIMPANAN

Boleh menghimpun simpanan masyarakat (tabungan, giro, deposito) lalu menyalurkannya sebagai kredit.

Jenis: Bank umum (BCA, BRI, Mandiri, BNI) & BPR. Inti bisnis = intermediasi + sistem pembayaran.

Giro = simpanan penarikannya bisa pakai cek/bilyet giro. BPR = Bank Perekonomian Rakyat.

NON-BANK / IKNB ✘ TIDAK SIMPANAN

Tidak menghimpun simpanan biasa, tetapi mengelola dana lewat cara lain.

Contoh: asuransi, dana pensiun, perusahaan pembiayaan (multifinance), fintech P2P lending, pegadaian, manajer investasi.

IKNB = Industri Keuangan Non-Bank.

Kunci pembeda: hanya bank yang boleh menerima simpanan masyarakat dan ikut sistem pembayaran. Karena itu bank diawasi paling ketat dan simpanannya dijamin LPS.

IKNB: Empat Penghuni Non-Bank

Empat jenis IKNB yang paling sering Anda temui — semua diawasi OJK:

ASURANSI
PREMI → KLAIM
Kumpulkan premi banyak orang → bayar klaim ke yang tertimpa risiko. Menjual perlindungan: jiwa, kesehatan, kendaraan. Premi = iuran berkala tertanggung; Klaim = tuntutan pembayaran.
DANA PENSIUN
IURAN → MANFAAT
Kumpulkan iuran pekerja selama bekerja → bayar manfaat pensiun di hari tua. Investor jangka sangat panjang di pasar modal.
MULTIFINANCE (PEMBIAYAAN)
CICILAN
Biayai pembelian konsumen (motor, mobil, elektronik) secara cicilan. Contoh: leasing kendaraan, kredit barang elektronik.
FINTECH P2P LENDING
PEER-TO-PEER
Platform digital mempertemukan pemberi pinjaman & peminjam langsung. Wajib berizin OJK — waspadai pinjol ilegal. P2P = peer-to-peer; pinjol ilegal = tanpa izin OJK.

Tiga Penjaga: OJK • BI • LPS

Agar sistem keuangan tetap sehat dan dipercaya, ada tiga regulator dengan peran berbeda.

OJK
MENGAWASI
Otoritas Jasa Keuangan
Mengatur & mengawasi seluruh sektor jasa keuangan — perbankan, pasar modal, IKNB. Melindungi konsumen. (Ambil alih pengawasan bank dari BI sejak 2013–2014.)
BI — Bank Indonesia
MONETER
Bank Sentral RI
Jaga stabilitas nilai rupiah (kebijakan moneter, suku bunga acuan) & sistem pembayaran. Bukan pengawas bank lagi sejak OJK berdiri. Suku bunga acuan = patokan yang memengaruhi bunga bank.
LPS
MENJAMIN
Lembaga Penjamin Simpanan
Menjamin simpanan nasabah bank sampai Rp 2 miliar per nasabah per bank; ikut menangani bank gagal. Mencegah rush (penarikan serentak karena panik).
Formula: OJK mengawasi pemain · BI menjaga nilai uang & lalu lintas pembayaran · LPS menjamin simpanan Anda.

Kasus: Saat Sistem Diuji

Peran regulator paling terasa saat krisis. Dua contoh ringkas dari Indonesia:

PELAJARAN SEJARAH KEUANGAN INDONESIA
PeristiwaYang TerjadiPeran Regulator
Krisis 1998Banyak bank kolaps; nasabah panik menarik dana (rush)Latar lahirnya penjaminan simpanan; kelak LPS dibentuk (2005)
Bank gagal (berkala)Bank bermasalah dicabut izinnyaLPS bayar simpanan terjamin (≤ Rp 2 M/nasabah); OJK cabut izin
Pelajaran: tanpa OJK, BI, dan LPS, satu bank ambruk bisa memicu kepanikan beruntun (contagion = efek menular di sistem keuangan). Regulator menjaga kepercayaan — modal utama sistem keuangan.
Bagian 4 dari 4
Struktur Pasar Modal Indonesia
Tiga lembaga di balik setiap transaksi efek — BEI, KSEI, KPEI — dan bagaimana sebuah perusahaan masuk bursa lewat IPO.
BEI KSEI KPEI IPO

Tiga Pilar Infrastruktur: BEI • KSEI • KPEI

Di balik setiap transaksi saham, tiga lembaga bekerja bersama — diawasi OJK.

ALUR SATU TRANSAKSI EFEK
INVESTORorder beli/jualBEI / IDXmatching order(Bursa Efek Indonesia)KPEIkliring & jaminan(penyelesaian)KSEIcatat kepemilikan(kustodian sentral)
BEI / IDX
PASARNYA
Penyelenggara sistem perdagangan efek. Mempertemukan order beli & jual. IDX = International Data Exchange, nama internasional BEI.
KSEI
BUKU BESAR
Menyimpan & mencatat kepemilikan efek secara elektronik (scriptless = tanpa kertas). Kustodian = penyimpan efek.
KPEI
WASIT SELESAI
Kliring & jaminan penyelesaian — penjual pasti dapat uang, pembeli pasti dapat saham. Kliring = penghitungan hak & kewajiban tiap pihak.

Pasar Perdana vs Pasar Sekunder

Saham hidup di dua pasar yang berbeda fungsinya — ini sumber miskonsepsi terbesar.

PASAR PERDANA (Primary Market)

Perusahaan menjual saham untuk pertama kali ke publik (saat IPO = Initial Public Offering).

Uang masuk ke perusahaan (emiten). Terjadi sekali per penerbitan.

Emiten = perusahaan penerbit efek.

PASAR SEKUNDER (Secondary Market)

Investor memperjualbelikan ulang saham antar-mereka di BEI.

Uang mengalir antar-investor, bukan ke perusahaan. Terjadi setiap hari bursa.

Listing = pencatatan saham di bursa agar bisa diperdagangkan.

Miskonsepsi! "Beli saham TLKM di aplikasi = uang saya masuk ke Telkom." Salah — itu pasar sekunder; uang Anda ke investor penjual. Telkom hanya dapat dana saat IPO/penerbitan saham baru.

Proses IPO Langkah-demi-Langkah

Bagaimana perusahaan tertutup berubah menjadi Tbk dan masuk bursa? Lima langkah baku. Konteks: IPO GoTo di BEI, April 2022.

LIMA LANGKAH IPO (GO-PUBLIC)
#LangkahYang TerjadiCatatan
1Keputusan internalRUPS setuju go-publicbutuh dana ekspansi
2Tunjuk underwriterSekuritas penjamin emisi menata IPO+ akuntan, notaris, konsultan hukum
3Pendaftaran ke OJKSampaikan prospektus; tunggu pernyataan efektif OJKOJK menelaah kelengkapan & kebenaran
4Penawaran umumPublik memesan saham pada harga IPOGoTo: ~Rp 338/lembar
5Penjatahan & listingSaham tercatat & mulai diperdagangkan di BEIsejak ini → pasar sekunder
Garis waktu: Tertutup → IPO (pasar perdana) → Tercatat (pasar sekunder). Dana baru masuk ke emiten hanya di langkah 4–5. Berapa besarnya? Kita hitung di slide berikut.

Hitung dari Nol: Berapa Dana yang Dihimpun?

Lanjutan langkah 4: berapa dana yang masuk ke kas emiten? Dari dua angka publik IPO GoTo, April 2022angka publik, di-hedge, verifikasi sebelum dipakai formal.

LANGKAH PERHITUNGAN
LangkahPerhitunganNilai
(a) Harga penawaran perdana~Rp 338 / lembar
(b) Jumlah saham ditawarkan~40,6 miliar lembar
(c) Dana dihimpun (kotor)338 × 40,6 M lembar≈ Rp 13,7 triliun
DANA DIHIMPUN (PASAR PERDANA)
≈ Rp 13,7 T
masuk ke kas GoTo saat IPO
Rumus: Rp 338 × 40.600.000.000 lembar ≈ Rp 13,72 triliun.
Setelah listing, jual-beli harian terjadi di pasar sekunder — uang berpindah antar-investor, tidak lagi masuk ke GoTo.

Indeks Saham: IHSG, LQ45, IDX30

Bagaimana mengukur "pasar naik" atau "pasar turun" dengan satu angka? Pakai indeks — barometer kondisi pasar.

IHSG / IDX COMPOSITE
SEMUA
Seluruh saham di BEI
Gabungan seluruh saham tercatat di BEI. Barometer keseluruhan pasar Indonesia. Naik = mayoritas saham menguat.
LQ45
45 SAHAM
Paling likuid & besar
45 saham paling likuid & berkapitalisasi besar. Wakil saham unggulan (blue chip) yang gampang diperjualbelikan. Contoh: BBCA, TLKM, BBRI.
IDX30
30 SAHAM
Lebih ketat dari LQ45
30 saham paling likuid. Sering jadi acuan produk indeks/ETF (Exchange-Traded Fund = reksa dana diperdagangkan di bursa).
Hierarki: IHSG (semua) ⊃ LQ45 (45) ⊃ IDX30 (30). Dipakai investor membandingkan kinerja portofolio vs pasar (benchmark). Kapitalisasi pasar = harga × jumlah lembar beredar.

Perusahaan Bertemu Pasar: 3 Pintu Pendanaan

Mengaitkan kembali ke Pertemuan 1 — pilar pendanaan: saat butuh dana, perusahaan punya tiga pintu di lingkungan keuangan.

TIGA JALUR PENDANAAN PERUSAHAAN
PintuLewatStatus Pemberi DanaContoh Indonesia
Pinjam bankLembaga (tak langsung)Kreditor (bank)Kredit investasi BRI/Mandiri
Terbitkan obligasiPasar modal (langsung)Kreditor (pemegang obligasi)Obligasi korporasi ASII, sukuk
Terbitkan saham (IPO/rights)Pasar modal (langsung)Pemilik (pemegang saham)IPO GoTo, BBYB di BEI
Pilihan pintu = keputusan pendanaan (Pilar 2 dari Pertemuan 1). Tiap pintu beda biaya, risiko, dan konsekuensi kepemilikan — akan kita dalami di Biaya Modal (Pertemuan 10–11). Rights issue = penerbitan saham baru yang ditawarkan lebih dulu ke pemegang saham lama.

Rangkuman Pertemuan 2

CHEAT SHEET — KONSEP KUNCI HARI INI
KonsepInti
Sistem keuanganJembatan dana unit surplus → unit defisit lewat jalur langsung (pasar) & tak langsung (bank)
IntermediasiBank mentransformasi denominasi, jangka, risiko; untung dari spread (bunga kredit − bunga simpanan)
Pasar uang vs modal< 1 thn (SBI/SPN, deposito) vs > 1 thn (saham, obligasi)
LembagaBank (boleh terima simpanan) vs IKNB (asuransi, dana pensiun, multifinance, fintech)
RegulatorOJK mengawasi · BI moneter & pembayaran · LPS menjamin (≤ Rp 2 M/nasabah/bank)
Infrastruktur pasar modalBEI (transaksi) · KSEI (kustodian) · KPEI (kliring)
Perdana vs sekunderIPO = dana ke emiten · harian di BEI = dana antar-investor
IndeksIHSG (semua) · LQ45 (45 likuid) · IDX30 (30 likuid)
Bisa menjelaskan tiap baris ini dengan kalimat sendiri tanpa membuka buku? Anda sudah menguasai Pertemuan 2.

Diskusi Kelas

Pikirkan 3 menit, lalu kita bahas. Kaitkan jawaban dengan peran regulator & struktur pasar.

DISKUSI 1 · UANG SAYA KE MANA?
BBRI & Pasar
Anda membeli 100 lembar saham BBRI lewat aplikasi sekuritas hari ini. Apakah uang Anda masuk ke kas Bank BRI? Jelaskan dengan konsep pasar perdana vs sekunder, dan sebutkan peran BEI, KPEI, KSEI dalam transaksi Anda.
DISKUSI 2 · PINJOL vs BANK
Risiko & Regulator
Teman menawarkan pinjaman lewat aplikasi tanpa izin OJK dengan bunga sangat tinggi. Lewat konsep lembaga keuangan & regulator hari ini, jelaskan mengapa ini berbahaya dan apa bedanya dari kredit bank yang diawasi OJK.

Persiapan Pertemuan Berikutnya

Hari ini kita memetakan lingkungan tempat keputusan keuangan terjadi. Pertemuan depan kita masuk ke bahasa angka perusahaan.

PERTEMUAN 3 — BENTUK LAPORAN KEUANGAN
  • Neraca, laba rugi, arus kas, CALK
  • Perbedaan laporan perusahaan manufaktur, jasa, dan bank
  • Struktur laporan sesuai PSAK 201 (eks PSAK 1)
  • Mengapa laba ≠ kas (akrual vs kas)

PSAK = Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. CALK = Catatan atas Laporan Keuangan.

TUGAS MANDIRI
BACA + EKSPLORASI
1. Baca Brigham & Houston, bab Financial Statements & Cash Flow.

2. Buka idx.co.id, pilih satu emiten yang Anda kenal, dan catat 2 hal yang ingin Anda tanyakan di kelas.
Terima Kasih. Sampai jumpa di Pertemuan 3 — Bentuk Laporan Keuangan.