stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-01
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 1: Gambaran Manajemen Keuangan
Program Studi Manajemen • FEB

Manajemen Keuangan I

Pertemuan 1 — Gambaran Manajemen Keuangan

Apa itu manajemen keuangan, tiga pilar keputusan, bentuk organisasi bisnis, tujuan perusahaan, dan masalah keagenan.

RPS MINGGU 1 • SUB-CPMK 1 • DURASI 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan gambaran pengelolaan keuangan pada perusahaan (Sub-CPMK 1). Secara rinci:

CAPAIAN 1
DEFINISI
Menjelaskan apa itu keuangan dan tiga keputusan keuangan utama: investasi, pendanaan, dan modal kerja.
CAPAIAN 2
ORGANISASI
Membandingkan kelebihan dan kekurangan usaha perorangan, persekutuan, dan perseroan (PT).
CAPAIAN 3
TUJUAN
Menjelaskan mengapa memaksimumkan kekayaan pemegang saham lebih tepat daripada memaksimumkan laba.
CAPAIAN 4
KEAGENAN
Mengidentifikasi masalah keagenan dan mekanisme tata kelola untuk menyelesaikannya.

Mengapa Setiap Perusahaan Butuh Manajer Keuangan?

Bayangkan Anda baru ditunjuk sebagai CFO (direktur keuangan) sebuah perusahaan Tbk (sudah go-public) di Bursa Efek Indonesia. Hari pertama, tiga surat sudah menunggu di meja Anda:

SURAT 1
PROYEK
Tim operasi minta persetujuan membangun pabrik baru senilai Rp 500 miliar. Layak atau tidak?
SURAT 2
DANA
Jika layak, dananya dari mana — pinjam bank, terbitkan obligasi, atau jual saham baru?
SURAT 3
KAS
Bendahara lapor kas menipis, padahal gaji 5.000 karyawan jatuh tempo minggu depan.
Ketiga surat itu adalah tiga keputusan keuangan yang akan kita kupas hari ini — dan inti pekerjaan seorang manajer keuangan sepanjang kariernya.

Apa Itu Keuangan (Finance)?

Keuangan adalah seni dan ilmu dalam mengelola uang — the art and science of managing money.
LEVEL INDIVIDU
PERSONAL
Bagaimana menghasilkan, mengalokasikan, menabung, dan menginvestasikan uang pribadi secara optimal — gaji, cicilan KPR, dana pensiun, reksa dana.
LEVEL PERUSAHAAN
KORPORAT
Bagaimana perusahaan mencari dana (financing), menanamkannya ke aset produktif (investing), dan membagikan hasil ke pemilik berupa dividen — bagian laba yang dibagikan ke pemegang saham.
Di mata kuliah ini kita fokus pada Corporate Finance — keuangan di level perusahaan. Disebut "seni" karena ada penilaian terhadap masa depan yang tak pasti; disebut "ilmu" karena alat ukurnya pasti: matematika keuangan, statistik, dan rasio.

Tiga Pilar Keputusan Keuangan

Sepanjang kariernya, manajer keuangan pada dasarnya hanya membuat tiga jenis keputusan besar:

PILAR 1
INVESTASI
Capital Budgeting
Aset jangka panjang apa yang dibeli? Bangun pabrik? Beli mesin?
Alat: NPV, IRR, Payback.
PILAR 2
PENDANAAN
Capital Structure
Dari mana dananya? Utang (bank/obligasi) atau ekuitas (saham)?
Alat: Debt, Equity, WACC.
PILAR 3
MODAL KERJA
Working Capital
Bagaimana mengelola kas, piutang, persediaan harian agar operasi lancar?
Alat: manajemen kas, piutang, persediaan.
Ingat baik-baik: ketiga pilar ini akan terus muncul sampai pertemuan ke-14. Investasi → pertemuan 6–7 & 13. Pendanaan → pertemuan 11–12. Modal kerja → melandasi semua keputusan operasi.

Visualisasi: Aliran Dana dalam Perusahaan

DARI INVESTOR → KE ASET → KEMBALI KE INVESTOR
PASAR MODALInvestor: pemegang saham& kreditor (Pilar 2)① dana masukMANAJER KEUANGANmengalokasikan danake pilihan terbaik② dibelikan asetASET OPERASIONALPabrik, mesin, proyek(Pilar 1)MODAL KERJA (Pilar 3)Kas, piutang, persediaan③ hasil dikembalikan ke investor: dividen & capital gain
Bagian 2 dari 4
Di Mana Manajer Keuangan Bekerja?
Tiga bentuk organisasi bisnis — usaha perorangan, persekutuan, dan perseroan — dan mengapa pilihan bentuk menentukan akses modal, risiko, dan pajak.
Sole Proprietorship Partnership Corporation

Bentuk 1 — Usaha Perorangan (Sole Proprietorship)

DEFINISI
SATU PEMILIK
Bisnis dimiliki & dikelola satu orang. Contoh Indonesia: warung makan, bengkel, toko kelontong, freelancer, pedagang online perorangan.
KELEBIHAN
  • Mudah & murah didirikan
  • Keputusan cepat (satu tangan)
  • Laba 100% milik pemilik
  • Pajak hanya di level pribadi (tanpa pajak ganda)
KEKURANGAN
  • Tanggung jawab TIDAK TERBATAS — aset pribadi bisa disita
  • Sulit mengumpulkan modal besar
  • Umur bisnis = umur pemilik

Bentuk 2 & 3 — Persekutuan dan Perseroan

BENTUK 2 — PERSEKUTUAN
FIRMA / CV
Dua orang atau lebih berbisnis bersama. Contoh: kantor akuntan, firma hukum, CV kontraktor.

+ Modal & keahlian gabungan.
Tanggung jawab tidak terbatas (sekutu aktif), rawan konflik antar-sekutu.
BENTUK 3 — PERSEROAN
PT / Tbk
Badan hukum terpisah dari pemilik. Pemilik = pemegang saham. Contoh: PT Telkom Tbk, PT Bank BCA Tbk, PT GoTo Tbk.

+ Tanggung jawab terbatas, mudah alih kepemilikan, akses modal raksasa (IPO di BEI). Pajak berpotensi ganda.
Kata kunci pembeda: di perseroan, "terbatas" berarti kerugian maksimal Anda hanya sebesar modal saham yang disetor — rumah dan mobil pribadi aman.

Perbandingan Tiga Bentuk Organisasi

TABEL PEMBANDING — SERING KELUAR DI UJIAN
AspekPeroranganPersekutuanPerseroan (PT)
Tanggung jawabTidak terbatasTidak terbatas*TERBATAS
Akses modalSangat terbatasSedangBesar (IPO, obligasi)
Umur bisnis= umur pemilik= umur sekutuTidak terbatas
Pajak1× (pribadi)1× (pribadi)Berpotensi 2×
Alih kepemilikanSulitSulitMudah (jual saham)
Biaya pendirianMurahSedangMahal
* Catatan: pada CV, sekutu komanditer (pasif) tanggung jawabnya terbatas pada modal; sekutu komplementer (aktif) tetap tidak terbatas.

Hitung dari Nol: Pajak Berganda pada Perseroan

Mengapa PT bisa kena pajak "dua kali"? Mari ikuti satu rupiah laba dari perusahaan sampai ke kantong pemegang saham — contoh ilustratif untuk memahami konsepnya.

LANGKAH PERHITUNGAN (CONTOH: LABA Rp 100 JUTA)
LangkahPerhitunganNilai
Laba sebelum pajakRp 100,0 jt
(−) PPh Badan 22%22% × 100(Rp 22,0 jt)
Laba setelah pajak100 − 22Rp 78,0 jt
Dibagikan sbg dividenseluruhnyaRp 78,0 jt
(−) PPh dividen 10%*10% × 78(Rp 7,8 jt)
Diterima pemegang saham78 − 7,8Rp 70,2 jt
BEBAN PAJAK EFEKTIF
29,8%
ilustrasi konsep (tarif dividen klasik)
Rp 22 jt (badan) + Rp 7,8 jt (dividen) = Rp 29,8 jt menguap jadi pajak sebelum sampai ke investor.
* Penting (Indonesia, UU HPP 2021): tarif final 10% (PP 19/2009) sudah tidak berlaku. Dividen ke WP orang pribadi dalam negeri kini dikecualikan dari PPh bila diinvestasikan kembali di Indonesia; bila tidak, digabung ke penghasilan & dikenai tarif progresif (PPh Pasal 17). Jadi "10%" di atas adalah ilustrasi konsep klasik, bukan tarif terkini.

Mengapa Perseroan Mendominasi Perekonomian?

Secara jumlah, usaha perorangan jauh lebih banyak. Tetapi secara nilai pendapatan, perseroan menguasai mayoritas ekonomi.

USAHA PERORANGAN
~72%
dari JUMLAH unit usaha
Terbanyak secara kuantitas, tetapi rata-rata berskala kecil — warung, bengkel, pedagang. Kontribusi pendapatannya kecil.
PERSEROAN
~83%
dari TOTAL PENDAPATAN bisnis
Hanya sekitar 18% dari jumlah unit, tetapi menguasai sebagian besar pendapatan karena skala raksasa — Astra, Unilever, BCA.
Bandingkan: warung BANYAK tapi kecil; PT SEDIKIT tapi raksasa. Angka ilustratif (pola klasik ekonomi AS, Brigham & Houston), bukan data BPS Indonesia. Polanya universal: tanggung jawab terbatas + akses modal memungkinkan perseroan tumbuh ke skala yang mustahil dicapai usaha perorangan.
Bagian 3 dari 4
Apa Sebenarnya Tujuan Perusahaan?
Pertanyaan yang paling sering dijawab keliru: bukan "laba sebesar-besarnya", melainkan memaksimumkan kekayaan pemegang saham.
Laba Maksimal  ≠  Tujuan Perusahaan

Pertanyaan Kritis: Laba atau Kekayaan?

Jika Anda CEO, apa yang Anda maksimumkan?

JAWABAN POPULER — KELIRU
LABA MAKSIMAL
Profit Maximization
Mengejar laba akuntansi (net income) sebesar-besarnya tiap tahun. Terlihat logis, tetapi punya tiga kelemahan fatal (slide berikutnya).
JAWABAN BENAR
KEKAYAAN
Shareholder Wealth Maximization
Memaksimumkan harga saham jangka panjang — yang otomatis memperhitungkan waktu, risiko, dan arus kas riil.
Konsensus buku teks (Brigham & Houston; Ross, Westerfield & Jordan): tujuan normatif manajemen keuangan adalah memaksimumkan kekayaan pemegang saham, bukan laba akuntansi semata.

Tiga Kelemahan Fatal "Laba Maksimal"

CACAT 1
WAKTU
Abai nilai waktu uang
Laba Rp 100 jt tahun ini dianggap sama dengan Rp 100 jt sepuluh tahun lagi. Padahal uang hari ini lebih berharga (pertemuan 6).
CACAT 2
RISIKO
Abai risiko
Proyek A: laba Rp 100 jt pasti. Proyek B: laba Rp 100 jt dengan 50% gagal. "Laba maksimal" menilai keduanya sama — padahal beda jauh.
CACAT 3
AKUNTANSI
Laba ≠ arus kas
Laba akuntansi bisa "diatur" (metode depresiasi, kapitalisasi). Arus kas riil lebih sulit dimanipulasi — kas ada atau tidak.
Harga saham, sebaliknya, secara otomatis sudah memperhitungkan ketiganya: timing, risiko, dan arus kas riil. Itulah mengapa ia jadi tolok ukur yang lebih baik.

Kekayaan Pemegang Saham & Stakeholder Lain

Maks. Harga Saham  =  Maks. Kekayaan Pemegang Saham
MENGAPA HARGA SAHAM TOLOK UKUR TERBAIK?
  • Memperhitungkan timing arus kas (nilai waktu)
  • Memperhitungkan risiko (return disesuaikan risiko)
  • Berbasis arus kas, bukan laba akuntansi
  • Berorientasi jangka panjang & mudah dipantau harian di BEI
Bukan berarti mengorbankan stakeholder lain. Perusahaan yang sehat finansial justru paling mampu menggaji karyawan, melayani pelanggan, membayar pajak, dan ber-CSR. Perusahaan bangkrut tak bisa berbuat apa-apa untuk siapa pun. Kekayaan pemegang saham jangka panjang dan kepentingan stakeholder umumnya searah.
Bagian 4 dari 4
Masalah Keagenan & Tata Kelola
Apa yang terjadi ketika pemilik perusahaan dan pengelolanya adalah orang yang berbeda — dan bagaimana mekanisme tata kelola menjembataninya.
P Principal (pemilik)       A Agent (manajer)

Masalah Keagenan (Agency Problem)

Konflik kepentingan saat pemilik (pemegang saham) dan pengelola (manajer) adalah orang berbeda — akibat separation of ownership and control.

PRINCIPAL — PEMILIK
PEMEGANG SAHAM
Ingin harga saham naik & perusahaan dikelola efisien. Tetapi tidak mengelola langsung — mereka menyewa manajer profesional.
AGENT — PENGELOLA
MANAJER / CEO
Dipekerjakan pemegang saham, tetapi punya kepentingan pribadi: gaji besar, fasilitas mewah, rasa aman jabatan — yang belum tentu sejalan.
Agency Problem = manajer cenderung bertindak demi kepentingannya sendiri, bukan kepentingan pemegang saham.

Contoh Nyata: Dunia dan Indonesia

GLOBAL — ENRON (2001)
≈USD 74 M
estimasi kerugian pemegang saham
Manajemen menyembunyikan utang dalam entitas khusus agar laba & harga saham terlihat bagus (demi bonus). Saat terbongkar, saham jatuh dari puncak ~USD 90 ke hampir nol; ±20.000 karyawan kehilangan pekerjaan & dana pensiun.
INDONESIA — GARUDA (2018)
USD 240 jt
diakui sbg pendapatan tanpa kas
Manajemen mengakui pendapatan dari kontrak kerja sama (Mahata) yang kasnya belum diterima, sehingga 2018 tampak laba. OJK & Kemenkeu menjatuhkan sanksi; laporan disajikan ulang menjadi rugi.
Pola yang sama: manajer mengejar laba & bonus jangka pendek dengan merekayasa laporan — merugikan pemegang saham. Inilah mengapa tata kelola (GCG) dan pengawasan OJK penting.

Biaya Keagenan (Agency Costs)

Untuk meredam masalah keagenan, pemegang saham menanggung biaya tambahan. Ada tiga jenis:

JENIS 1
MONITORING
Pengawasan
Biaya mengawasi manajer: audit eksternal (KAP), dewan komisaris independen, laporan keuangan berkala, komite audit.
JENIS 2
BONDING
Penjaminan
Biaya yang ditanggung manajer untuk meyakinkan pemilik: kontrak pembatasan, jaminan, asuransi tanggung jawab.
JENIS 3
RESIDUAL
Sisa kerugian
Kerugian yang tetap ada walau sudah ada monitoring & bonding — karena mustahil mengawasi manajer 100% setiap saat.
Agency cost ibarat "premi asuransi" yang dibayar pemegang saham karena tidak bisa mengelola sendiri. Mahal, tetapi lebih murah daripada membiarkan manajer bertindak semaunya.

Mekanisme Mengatasi Masalah Keagenan

INTERNAL — INSENTIF (CARROT)
  • Kompensasi berbasis kinerja — bonus dikaitkan ke harga saham, bukan laba
  • Opsi saham & saham terbatas — manajer ikut untung jika saham naik; vesting (masa tunggu sebelum opsi bisa dicairkan) memaksa fokus jangka panjang
  • Dewan komisaris independen — mengawasi & mengevaluasi direksi
EKSTERNAL — ANCAMAN (STICK)
  • Ancaman pengambilalihan paksa (hostile takeover) jika saham terus jatuh
  • Ancaman pemecatan oleh RUPS/komisaris
  • Pasar tenaga kerja manajerial — reputasi rusak, sulit dapat kerja
  • Regulasi — OJK, BEI, prinsip GCG
Inti: selaraskan kepentingan manajer dengan pemegang saham — beri insentif yang tepat, dan jaga ancaman yang kredibel.

Hitung dari Nol: Bagaimana Opsi Saham Menyelaraskan Kepentingan

Contoh: CEO diberi opsi membeli 1 juta lembar saham di harga Rp 1.000.

SKENARIO A — SAHAM NAIK
Rp 1.500
Beli di Rp 1.000, harga pasar Rp 1.500.
Untung = (1.500 − 1.000) × 1 jt = Rp 500 jt.
CEO sangat termotivasi menaikkan harga saham → kepentingan pemegang saham terlayani.
SKENARIO B — SAHAM TURUN
Rp 700
Untuk apa beli di Rp 1.000 kalau pasar Rp 700? Opsi tidak digunakan.
Untung = Rp 0.
CEO rugi peluang → terpaksa fokus memperbaiki kinerja.
Catatan: opsi saham bisa memancing manipulasi harga jangka pendek (lihat kasus Enron). Maka diberi vesting period 3–5 tahun agar manajer berorientasi jangka panjang.

Ancaman Pengambilalihan Paksa (Hostile Takeover)

MEKANISMENYA
PERUSAHAAN TARGETsaham murah (dikelola buruk)PENGAKUISISImelihat peluang undervaluedBeli saham mayoritas di pasar(tanpa restu manajemen lama)MANAJEMEN LAMA DIGANTI
MENGAPA EFEKTIF?
DISIPLIN
via ancaman kredibel
Setiap CEO tahu: bila keputusannya buruk dan harga saham jatuh, perusahaan lain bisa datang, membeli saham mayoritas, lalu memecat manajemen. Ancaman ini saja sudah mendisiplinkan, walau jarang benar-benar terjadi.

Etika Bisnis & Tata Kelola yang Baik (GCG)

Memaksimumkan kekayaan pemegang saham bukan berarti menghalalkan segala cara. Ada rambu etika & hukum.

DILARANG
TIDAK ETIS
• Manipulasi laporan keuangan
Insider trading (pakai info rahasia)
• Suap demi kontrak
• Membuang limbah demi hemat biaya
• Membohongi investor
WAJIB
ETIS & GCG
• Transparansi laporan keuangan
• Tata kelola perusahaan (GCG)
• Patuh regulasi OJK & BEI
• Tanggung jawab sosial (CSR)
• Lindungi hak pemegang saham minoritas
Pelajaran dari Enron, Wirecard, Garuda: kecurangan mungkin untung sesaat, tetapi saat terbongkar, harga saham jatuh dan perusahaan hancur. Etika = syarat bertahan jangka panjang.

Peta Perjalanan: 14 Pertemuan Manajemen Keuangan I

ROADMAP SESUAI RPS — SIMPAN SLIDE INI
BlokPertemuanTopik (RPS)Pilar
Fondasi & Analisis1Gambaran Manajemen Keuangan  ← Anda di sini
2Lingkungan Keuangan
3Bentuk Laporan Keuangan
4Kinerja Keuangan dengan Rasio
5Analisis Rasio (time-series & industri)
Nilai Waktu Uang6Nilai Waktu Uang — MenghitungInvestasi
7Nilai Waktu Uang — MenganalisisInvestasi
UTSUjian Tengah Semester (RPS minggu 8)
Valuasi8Penilaian ObligasiInvestasi
9Penilaian SahamInvestasi
Biaya Modal10–11Biaya Modal (WACC)Pendanaan
12Arus Kas ProyekInvestasi
Penganggaran13–14Capital BudgetingInvestasi

Rangkuman Pertemuan 1

CHEAT SHEET — KONSEP KUNCI HARI INI
KonsepInti
KeuanganSeni & ilmu mengelola uang; fokus kita: corporate finance
3 Pilar KeputusanInvestasi (capital budgeting), Pendanaan (capital structure), Modal Kerja
Bentuk OrganisasiPT unggul: tanggung jawab terbatas + akses modal besar, tetapi potensi pajak ganda
Tujuan PerusahaanMaks. kekayaan pemegang saham (harga saham), BUKAN laba akuntansi
Masalah KeagenanKonflik principal (pemilik) vs agent (manajer)
SolusinyaOpsi saham, komisaris independen, ancaman takeover, regulasi OJK/GCG
Jika Anda bisa menjelaskan setiap baris ini dengan kalimat sendiri tanpa membuka buku, Anda sudah menguasai Pertemuan 1.

Diskusi Kelas

DISKUSI 1
PERUSAHAAN RUGI, SAHAM NAIK
Banyak perusahaan teknologi mencatat rugi bertahun-tahun, tetapi harga sahamnya tetap naik. Apakah ini membuktikan bahwa wealth maximization lebih valid daripada profit maximization? Jelaskan alasannya.
DISKUSI 2
GOTO DI BEI
GoTo (induk Gojek-Tokopedia) sempat rugi besar namun menghimpun dana raksasa lewat IPO di BEI. Jika Anda investor, atas dasar apa Anda menilai perusahaan yang belum untung?
Pikirkan 3 menit, lalu kita bahas bersama. Kaitkan jawaban Anda dengan tiga kelemahan "laba maksimal".

Persiapan Pertemuan Berikutnya

Hari ini kita memahami gambaran besar manajemen keuangan. Pertemuan depan kita masuk ke lingkungan tempat keputusan keuangan terjadi.

PERTEMUAN 2 — LINGKUNGAN KEUANGAN
  • Pasar keuangan: pasar uang vs pasar modal
  • Lembaga keuangan & peran perantara
  • Bursa Efek Indonesia (BEI) & peran OJK
  • Bagaimana perusahaan berinteraksi dengan sistem keuangan
TUGAS MANDIRI
BACA
sebelum kelas berikutnya
Brigham & Houston, Fundamentals of Financial Management, bab "Financial Markets and Institutions". Catat satu pertanyaan untuk dibawa ke kelas.
Terima Kasih. Sampai jumpa di Pertemuan 2 — Lingkungan Keuangan.