‹ Daftar slidePertemuan 2: Konteks dan Tahapan Karir: Perkembangan Perspektif Manajemen Karir
Program Studi Manajemen · FEB UNDIP · Manajemen Karir
Konteks & Tahapan Karir
Pertemuan 2 · Perkembangan Perspektif Manajemen Karir
Dari karir yang "diberikan organisasi" menuju karir yang "dikelola sendiri" — dan tahapan hidup karir yang menyertainya.
RPS minggu 2 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan konteks dan tahapan karir serta perkembangan perspektif manajemen karir (Sub-CPMK 2):
Capaian 1 — Evolusi Perspektif
①
Membandingkan perspektif karir tradisional, protean, dan boundaryless menggunakan minimal tiga titik pembeda.
Capaian 2 — Tahapan Karir
②
Menjelaskan empat tahap karir (eksplorasi, pemantapan, menengah, akhir) beserta tugas perkembangan di tiap tahap.
Capaian 3 — Memetakan Tahap
③
Memetakan posisi tahap karir seseorang berdasarkan usia dan masa kerja (tenure) menggunakan kriteria yang tepat.
Capaian 4 — Konteks Karir
④
Mengidentifikasi konteks organisasi, ekonomi, sosial, dan teknologi yang membentuk karir masa kini di Indonesia.
Karir Tidak Lagi Berbentuk Garis Lurus
Tiga generasi, tiga pola karir yang sangat berbeda — semuanya nyata di Indonesia hari ini:
Generasi Kakek — Linear
🏢
Bekerja 30 tahun di satu BUMN, naik jenjang setahap demi setahap sampai pensiun dengan jaminan pensiun tetap.
Generasi Orang Tua — Berpindah
🔄
Pindah dari bank swasta ke perusahaan multinasional lalu ke konsultan, mengejar jenjang dan gaji yang lebih baik.
Generasi Anda — Protean
🧩
Merangkap kerja freelance desain di Fiverr, magang di startup, sambil membangun bisnis daring sendiri di Shopee.
Ketiga pola ini bukan sekadar beda selera — ia mencerminkan pergeseran perspektif tentang apa itu karir yang akan kita bedah hari ini.
Bagian 1 dari 3
Evolusi Perspektif tentang Karir
Dari karir tradisional yang dikelola organisasi, menuju karir protean dan boundaryless yang dikelola individu sendiri.
TradisionalProteanBoundaryless
Apa Itu Karir? Dari Definisi Klasik ke Kontemporer
Definisi karir sendiri sudah bergeser jauh — inilah dua ujung spektrumnya:
Definisi Klasik (Organisasi Sentris)
Karir adalah rangkaian jabatan yang dipegang seseorang di dalam satu organisasi, naik secara berjenjang dari posisi rendah ke posisi tinggi, ditentukan oleh perusahaan.
Definisi Kontemporer (Individu Sentris)
Karir adalah pola pengalaman kerja seseorang sepanjang hidupnya (Greenhaus, Callanan & Godshalk) — bisa lintas organisasi, lintas profesi, bahkan lintas status kerja (karyawan, wirausaha, lepas).
Pergeseran definisi ini bukan cuma akademis — ia mengubah siapa yang bertanggung jawab mengelola karir: dulu perusahaan, kini individu itu sendiri.
Perspektif Karir Tradisional (Organizational Career)
Perspektif tertua: karir sebagai tangga jabatan tunggal yang dikelola sepenuhnya oleh organisasi.
Pengelola karir = organisasi. Perusahaan menentukan jenjang, rotasi, dan waktu promosi.
Ukuran sukses = jabatan & gaji. Naik pangkat dan naik gaji secara vertikal di satu tempat.
Loyalitas timbal balik. Karyawan setia seumur kerja; perusahaan menjamin keamanan kerja (job security).
Perspektif Karir Protean (Hall)
Istilah protean diambil dari dewa Yunani Proteus yang bisa berubah bentuk — karir protean digerakkan oleh individu, bukan organisasi.
Pengelola Karir
🙋
Individu sendiri yang merancang, mengevaluasi, dan mengubah arah karirnya — bukan menunggu keputusan atasan.
Ukuran Sukses
💛
Kepuasan psikologis pribadi (psychological success) & kesesuaian dengan nilai diri — bukan sekadar jabatan atau gaji.
Contoh: seorang lulusan akuntansi UNDIP keluar dari kantor akuntan publik untuk membangun bisnis kopi sendiri — bukan karena gagal, tapi karena itu lebih sesuai nilai hidupnya.
Perspektif Karir Boundaryless (Arthur & Rousseau)
Karir yang melintasi batas-batas satu organisasi, satu profesi, bahkan satu negara — didorong oleh jejaring, bukan jenjang.
Contoh Indonesia: seorang desainer UI/UX berpindah dari Gojek ke proyek lepas internasional lewat Upwork, lalu ke tim produk startup lain — jaringan & portofolionya yang membawanya, bukan jenjang satu perusahaan.
Perbandingan Tiga Perspektif Karir
Ringkasan tiga titik pembeda utama antara tradisional, protean, dan boundaryless:
Titik Pembeda
Tradisional
Protean
Boundaryless
Pengelola karir
Organisasi
Individu
Individu + jejaring
Batas kerja
Satu organisasi
Fleksibel, ikut nilai
Lintas organisasi/negara
Ukuran sukses
Jabatan & gaji
Kepuasan psikologis
Portofolio & reputasi
Ketiganya hidup berdampingan di Indonesia: PNS/BUMN condong tradisional; pekerja kreatif & startup condong protean-boundaryless.
Bagian 2 dari 3
Tahapan Karir dalam Siklus Hidup
Sepanjang hidup kerjanya, setiap orang melewati empat tahap karir dengan tugas perkembangan yang berbeda-beda.
EksplorasiPemantapanMenengah & Akhir
Model Empat Tahap Karir (Greenhaus)
Sepanjang hidup kerja (kira-kira usia 22–65 tahun), karir bergerak melalui empat tahap berikut:
Rentang usia ini bersifat umum & luwes, bukan mutlak — bisa bergeser mundur/maju tergantung industri & jalur karir tiap orang.
Hitung dari Nol: Porsi Durasi Tiap Tahap Karir
Dari rentang usia kerja 22–65 tahun (44 tahun), berapa persen porsi waktu tiap tahap karir?
Langkah
Perhitungan
Nilai
Total rentang usia kerja
65 − 22 + 1
44 tahun
Porsi tahap Eksplorasi (22–24, 3 th)
3 ÷ 44 × 100
6,8%
Porsi tahap Pemantapan (25–44, 20 th)
20 ÷ 44 × 100
45,5%
Porsi tahap Karir Menengah (45–60, 16 th)
16 ÷ 44 × 100
36,4%
Porsi tahap Karir Akhir (61–65, 5 th)
5 ÷ 44 × 100
11,4%
Total ≈ 100% (selisih kecil karena pembulatan). Perhatikan: tahap Pemantapan menyita hampir separuh usia kerja seseorang — itulah mengapa bagian ini paling menentukan arah karir jangka panjang.
Coba Sendiri: Geser Rentang Usia Kerja Anda
Geser batas usia mulai & pensiun, lalu amati bagaimana porsi persentase keempat tahap karir berubah.
Tahap Eksplorasi (~22–24 Tahun)
Tugas utama: mengenal diri & mencoba dunia kerja sebelum berkomitmen jangka panjang.
Tugas Perkembangan
🔍
Mengeksplorasi minat, nilai, dan kemampuan diri lewat magang, kerja paruh waktu, dan pekerjaan pertama.
Tantangan Umum
⚡
Reality shock — kesenjangan antara ekspektasi kuliah dengan realita kerja sesungguhnya di kantor pertama.
Contoh: mahasiswa FEB UNDIP magang di bank BCA, lalu di startup fintech — mencoba dua dunia sebelum memutuskan jalur karir tetap.
Tahap Pemantapan / Establishment (~25–44 Tahun)
Tahap terpanjang & paling menentukan: membangun kompetensi, reputasi, dan pencapaian nyata.
Sub-tahap Awal
🌱
Belajar aturan main organisasi, mencari mentor, dan membuktikan kompetensi dasar.
Sub-tahap Pencapaian
🏆
Menjadi kontributor independen, membangun reputasi, mengejar promosi & kenaikan tanggung jawab.
Risiko Tahap Ini
⚠️
Work-life conflict — puncak tahap ini sering bertepatan dengan usia menikah & punya anak kecil.
Contoh: seorang analis kredit BRI usia 32 tahun sedang mengejar posisi manajer cabang sambil membesarkan anak balita — inilah wajah nyata tahap pemantapan.
Tahap Karir Menengah / Mid-Career (~45–60 Tahun)
Titik krusial: menjaga performa & relevansi, atau justru terjebak dalam career plateau.
Jalur Positif
📈
Menjadi mentor bagi generasi muda, memperluas pengaruh, terus meremajakan keterampilan (mis. belajar analitik data).
Jalur Berisiko: Plateau
🧱
Career plateau — kemungkinan promosi lebih lanjut sangat kecil; motivasi & semangat kerja bisa menurun.
Contoh: manajer senior di Telkomsel usia 50 tahun yang memilih membimbing tim muda & belajar AI agar tetap relevan, bukan bertahan di zona nyaman lama.
Hitung dari Nol: Memetakan Tahap Karir Bu Rina
Bu Rina lahir 1974, mulai bekerja di sebuah BUMN pada 2001. Sekarang tahun 2026. Di tahap mana posisinya?
Langkah
Perhitungan
Nilai
Usia Bu Rina sekarang
2026 − 1974
52 tahun
Masa kerja (tenure)
2026 − 2001
25 tahun
Cocokkan usia dengan rentang tahap (45–60 th)
52 ∈ [45, 60]
Karir Menengah
Cocokkan tenure dengan ambang plateau (>15 th)
25 > 15
Berisiko plateau
Kesimpulan pemetaan
Usia 52 th + tenure 25 th
Karir Menengah, perlu re-motivasi
Implikasi HR: Bu Rina kandidat kuat untuk program mentoring/re-skilling, bukan promosi vertikal lagi.
Tahap Karir Akhir / Late Career (~61–65 Tahun)
Tugas utama: melepaskan peran secara bertahap (disengagement) & mempersiapkan masa pensiun.
Peran yang Berubah
🎓
Dari eksekutor menjadi penasihat/mentor senior; kontribusi lewat kebijaksanaan & jejaring, bukan lagi kecepatan kerja.
Contoh: seorang dosen senior FEB UNDIP mendekati masa purnabakti mulai membimbing dosen muda & menulis buku — mewariskan ilmu sebelum benar-benar pensiun.
Bagian 3 dari 3
Konteks yang Membentuk Karir
Karir individu tidak berkembang dalam ruang hampa — ia dibentuk oleh konteks organisasi, ekonomi, sosial, dan teknologi di sekitarnya.
OrganisasiEkonomiSosial & Teknologi
Konteks Organisasi, Ekonomi & Teknologi
Tiga kekuatan besar yang mengubah bentuk karir dalam dua dekade terakhir:
Organisasi — Delayering
🏗️
Struktur organisasi makin datar (sedikit level manajerial) → jenjang promosi vertikal makin sempit & lambat.
Ekonomi — Gig Economy
🛵
Munculnya ekonomi lepas (Gojek, Grab, freelancer digital) — status kerja bergeser dari karyawan tetap ke mitra/kontrak.
Teknologi — Otomasi & AI
🤖
Otomasi menggeser jenis pekerjaan yang dibutuhkan — makin menuntut pembaruan keterampilan berkelanjutan.
Ketiganya saling terkait: organisasi yang datar + ekonomi berbasis platform + otomasi = karir individu makin tidak linear & tidak pasti, tapi juga lebih fleksibel.
Latihan & Refleksi: Petakan Karir di Sekitar Anda
Kerjakan berpasangan (10 menit), lalu siap dipresentasikan singkat ke kelas.
Instruksi Latihan
Pilih 1 anggota keluarga/kenalan yang bekerja (sebutkan usia & masa kerjanya).
Hitung tahap karirnya memakai kriteria seperti studi kasus Bu Rina.
Tentukan: perspektif karirnya lebih dekat ke tradisional, protean, atau boundaryless?
Identifikasi 1 konteks (organisasi/ekonomi/sosial/teknologi) yang paling memengaruhi karirnya.
Ringkasan Pertemuan Ini
Tiga perspektif karir: tradisional, protean, boundaryless — hidup berdampingan di Indonesia.
Empat tahap karir: eksplorasi, pemantapan, menengah, akhir — tiap tahap punya tugas & risiko sendiri.
Karir dibentuk konteks organisasi, ekonomi, sosial, teknologi — bukan pilihan individu semata.
Minggu depan: Tantangan & Peluang Work-Life bagi manajemen karir.