stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Teori dan Model Inovasi
RPS minggu 2 · 2x50 menit

Teori dan Model Inovasi

Dari Model Linear hingga Inovasi Interaktif & Difusi Teknologi

Managing Innovation · Program Studi Manajemen, FEB UNDIP

Bagian 1
Evolusi Model Inovasi
Bagaimana cara kita memahami proses inovasi berubah dari sederhana menjadi kompleks sepanjang waktu.

Model Linear: Sains → Pasar

Ciri Model Linear
  • Inovasi mengalir searah: riset dasar → terapan → pengembangan → produksi → pasar.
  • Ilmuwan dan insinyur dianggap sumber ide tunggal.
  • Pasif terhadap kebutuhan pelanggan.
Kelemahan
  • Mengabaikan masukan pasar; banyak produk canggih yang tidak laku.
  • Lambat merespons perubahan kebutuhan konsumen.
  • Tidak menjelaskan inovasi yang justru lahir dari keluhan pelanggan.

Model Interaktif (Coupling)

Inovasi bukan garis lurus, melainkan umpan balik berkelanjutan antara riset, produksi, dan pasar.
  • Ide bisa datang dari sains atau dari kebutuhan pasar (market pull) maupun dorongan teknologi (technology push).
  • Ada loop umpan balik: hasil pasar memengaruhi riset berikutnya.
  • Tim lintas fungsi (R&D, pemasaran, produksi) bekerja bersama, bukan berurutan.
  • Contoh: BBCA mengembangkan fitur berdasarkan keluhan nasabah → riset → rilis → umpan balik lagi.

Lima Generasi Model Inovasi (Rothwell)

Generasi 1
1950an
Technology Push
Riset mendorong pasar; model linear. Sains dianggap sumber utama inovasi.
Generasi 2
1960an
Market Pull
Kebutuhan pasar menarik riset; fokus pada apa yang diinginkan pelanggan.
Generasi 3
1970an
Coupling
Kombinasi technology push & market pull dengan umpan balik antar-fungsi.
Generasi 4
1980an
Integratif
Rantai paralel lintas fungsi; aliansi dengan supplier & pelanggan utama.
Generasi 5
1990an+
Jaringan & Sistem
Inovasi berbasis jaringan, ICT, dan kemitraan luas lintas perusahaan.
Inti Pelajaran
Makin Interaktif
Setiap generasi menambah kerumitan & keterhubungan: dari tunggal ke jaringan.

Walkthrough: Mengidentifikasi Generasi Model Inovasi

LangkahAnalisisHasil/Kesimpulan
1. Sumber ide utamaDari mana ide inovasi berasal? Lab, pasar, atau keduanya?Lab saja → gen 1; pasar → gen 2
2. Alur prosesBerurutan (linear) atau ada umpan balik?Ada umpan balik → gen 3 ke atas
3. Aktor yang terlibatSatu departemen atau lintas fungsi + mitra luar?Jaringan eksternal → gen 5
4. Peran teknologiICT & sistem jaringan digunakan sebagai inti?Ya → ciri gen 5 (jaringan)
Diagnosis Akhir
Generasi → Interaktif
Cocokkan ciri untuk menentukan generasi Rothwell sebuah perusahaan.

Technology Push vs Market Pull

Technology Push
  • Inovasi dimulai dari kemampuan teknologi baru, lalu dicarikan pasar.
  • Risiko: produk canggih tetapi tidak ada yang butuh.
  • Contoh: sensor pintar yang baru dicari aplikasinya.
Market Pull
  • Inovasi dimulai dari kebutuhan pasar, lalu teknologi diarahkan memenuhinya.
  • Risiko: hanya perbaikan kecil, sulit lompatan radikal.
  • Contoh: fitur anti-fraud di m-banking karena banyak keluhan nasabah.
Bagian 2
Adopsi & Difusi Inovasi
Bagaimana inovasi menyebar di masyarakat dan mengapa orang berbeda kecepatan menerimanya.

Kurva-S Adopsi Teknologi

Waktu / Usaha pengembanganAdopsi / KinerjaAwal lambatAkselerasiJenuh

Teori Difusi Rogers: 5 Kategori Adopter

KategoriKarakter% Pasar (perkiraan)
InnovatorsBerani risiko, mencoba pertama sekali2,5%
Early AdoptersPemimpin opini, cepat ikut setelah bukti awal13,5%
Early MajorityPragmatis, menunggu bukti nyata sebelum pakai34%
Late MajoritySkeptis, ikut karena tekanan sosial/umum dipakai34%
LaggardsTradisional, baru pakai jika terpaksa16%

Faktor yang Mempercepat Adopsi (Rogers)

5 Atribut Inovasi
  • Relative advantage — seberapa lebih baik dari cara lama.
  • Compatibility — sesuai nilai & kebiasaan pengguna.
  • Complexity — makin mudah dipahami, makin cepat diadopsi.
  • Trialability — bisa dicoba sebelum komitmen penuh.
  • Observability — hasilnya terlihat orang lain.
Contoh: QRIS
  • Relative advantage: lebih cepat dari tunai.
  • Compatibility: cocok dengan kebiasaan pakai HP.
  • Low complexity: sekali scan langsung jalan.
  • Trialability: bisa coba transaksi kecil dulu.
  • Observability: terlihat di kasir mana-mana.

"Chasm": Jurang Mematikan (Moore)

Geoffrey Moore: ada jurang (chasm) antara Early Adopters dan Early Majority. Banyak inovasi gagal melompatinya.
  • Early Adopters membeli karena kebaruan & status; Early Majority butuh bukti & dukungan praktis.
  • Jika inovasi tidak siap untuk kebutuhan mayoritas, ia mentok di segmen awal.
  • Contoh: banyak startup fase awal untung dari pengguna awal, tapi gagal skalakan ke pasar luas.
  • Strategi: fokus segmen beachhead — kuasai satu pasar kecil dulu, baru meluas.

Difusi di Indonesia: Pembayaran Digital

Fase DifusiAdopter DominanBukti di Indonesia
PerkenalanInnovatorsE-wallet awal dipakai segelintir pengguna tech-savvy (2010-an)
PertumbuhanEarly AdoptersGo-PAY & OVO naik via ride-hailing & promo
AkselerasiEarly MajorityQRIS distandarkan BI, dipakai UMKM luas
JenuhLate MajorityTunai mulai terdesak di kota besar; laggards terpaksa ikut
Bagian 3
Mode Produksi Pengetahuan
Bagaimana pengetahuan dan inovasi dihasilkan: dari mode akademik ke mode kontekstual & terpadu.

Mode 1, 2, dan 3 Produksi Pengetahuan

Mode 1
  • Riset akademik, disipliner.
  • Fokus pada kebaruan teoritis.
  • Konteks terbatas di universitas.
Mode 2
  • Riset kontekstual, aplikatif.
  • Transdisipliner, melibatkan praktisi.
  • Dilakukan di konteks nyata pakai.
Mode 3
  • Inovasi terpadu & berkelanjutan.
  • Banyak aktor, jaringan luas.
  • Quadruple Helix: univ-bisnis-pemerintah-masyarakat.

Walkthrough: Menganalisis Adopsi Inovasi

LangkahAnalisisHasil/Kesimpulan
1. Posisi di kurva-SApakah inovasi masih awal, akselerasi, atau jenuh?Menentukan strategi investasi
2. Kelompok adopter saat iniSiapa pengguna terbesar sekarang?Mengarahkan pesan pemasaran
3. Nilai 5 atribut RogersApakah ada atribut yang lemah?Perbaiki atribut terlemah dulu
4. Cek risiko chasmApakah siap melayani Early Majority?Belum siap → risiko mentok
Kesimpulan Strategi
Targetkan Kelompok Berikutnya
Pindahkan fokus dari Early Adopters ke Early Majority agar adopsi meluas.

Mode Produksi & Inovasi Indonesia

Tren Saat Ini
  • Bergeser dari Mode 1 (akademik) ke Mode 2 & 3 (kontekstual, kolaboratif).
  • Startup bekerja sama dengan kampus untuk R&D dan talenta.
  • Pemerintah mendorong hilirisasi & komersialisasi riset.
Tantangan
  • Riset kampus sering berhenti di publikasi, tidak komersial.
  • Kesenjangan budaya antara akademisi & pebisnis.
  • Dana & insentif kolaborasi masih terbatas.

Inovasi Terbuka (Open Innovation)

Henry Chesbrough (2003): perusahaan tidak bisa mengandalkan R&D internal saja — ide harus masuk dan keluar melintasi batas perusahaan.
Inbound
  • Memanfaatkan ide, teknologi, & talenta dari luar (kampus, startup, komunitas).
  • Contoh: hackathon, program akselerator, kemitraan riset.
Outbound
  • Membawa teknologi internal yang tidak terpakai ke pasar luar.
  • Contoh: lisensi paten, spin-off, API publik (pembayaran Go-PAY).

Sintesis: Teori Inovasi & Praktik Manajerial

Model ProsesLinear → Interaktif(5 generasi Rothwell)Adopsi & DifusiKurva-S · RogersChasm (Moore)Mode PengetahuanMode 1 · 2 · 3Quadruple HelixPraktik Manajerial InovasiMerancang model, memprediksi adopsi, membangun jaringan

Ringkasan Pertemuan 2 & Persiapan Pertemuan 3

Yang Sudah Dipelajari
  • Evolusi model inovasi: linear → interaktif; 5 generasi model Rothwell.
  • Kurva-S adopsi teknologi & 5 kategori adopter Rogers + jurang chasm (Moore).
  • 5 atribut inovasi yang mempercepat adopsi (relative advantage, compatibility, dst.).
  • Mode produksi pengetahuan 1, 2, 3 & pendekatan Quadruple Helix.
Tugas Persiapan Pertemuan 3
  • Baca ringkas konsep stage-gate (Cooper) dan design thinking sebelum kelas.
  • Pilih satu produk Indonesia, tentukan kelompok adopter utamanya saat ini.
  • Siapkan satu ide untuk latihan design thinking di pertemuan berikutnya.