‹ Daftar slidePertemuan 14: K-Means Clustering dan Fuzzy C-Means
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Machine Learning in Finance
Pertemuan 14 — K-Means Clustering dan Fuzzy C-Means
Belajar mengelompokkan data keuangan tanpa label jawaban — dari algoritma K-Means yang tegas, sampai Fuzzy C-Means yang mengakui bahwa dunia nyata itu tidak selalu hitam-putih.
RPS MINGGU 15 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Fondasi Clustering: Dari Data ke Kelompok
Apa itu unsupervised learning, konsep jarak antar-data, dan bagaimana algoritma K-Means bekerja secara intuitif.
Unsupervised LearningJarak EuclideanK-Means
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menerapkan teknik unsupervised learning untuk segmentasi data finansial. Secara rinci:
CAPAIAN 1 — KONSEP
UNSUPERVISED LEARNING
Membedakan unsupervised dari supervised learning yang sudah dipelajari sebelumnya, serta memahami konsep jarak antar-data.
CAPAIAN 2 — ALGORITMA
MEKANIKA K-MEANS
Menjelaskan dan menghitung langkah-langkah algoritma K-Means secara manual, dari inisialisasi sampai konvergensi.
CAPAIAN 3 — EVALUASI
MEMILIH JUMLAH CLUSTER
Menggunakan Elbow Method dan Silhouette Score untuk menentukan jumlah cluster (k) yang optimal.
CAPAIAN 4 — FUZZY & APLIKASI
FUZZY C-MEANS DI KEUANGAN
Memahami Fuzzy C-Means sebagai alternatif "lunak" dan menerapkan clustering pada segmentasi nasabah & saham.
Mengapa Bank Perlu Mengelompokkan Nasabah Tanpa Label?
Bayangkan Anda analis data di sebuah bank digital dengan 2 juta nasabah. Tidak ada label "nasabah tipe A" atau "tipe B" di database — yang ada hanya data transaksi mentah.
TANPA CLUSTERING
PROMOSI PUKUL RATA
Semua nasabah dikirimi promo yang sama: mahasiswa penabung kecil mendapat tawaran kartu kredit premium, sementara nasabah UMKM potensial malah dilewatkan.
DENGAN CLUSTERING
SEGMENTASI CERDAS
Algoritma menemukan sendiri pola tersembunyi: "nasabah hemat-loyal", "nasabah UMKM aktif", "nasabah premium jarang transaksi" — tanpa perlu diberi tahu polanya lebih dulu.
Inilah inti unsupervised learning: algoritma menemukan struktur/pola dari data itu sendiri, bukan menebak label yang sudah kita tentukan sebelumnya.
Unsupervised vs Supervised Learning: Menyegarkan Ingatan
Pertemuan-pertemuan sebelumnya Anda mempelajari supervised learning (logistic regression, decision tree, random forest, KNN). Hari ini kita masuk ke ranah yang berbeda.
PERBANDINGAN DUA PARADIGMA
Aspek
Supervised Learning
Unsupervised Learning
Label/Target
Ada (mis. gagal bayar: ya/tidak)
Tidak ada — hanya fitur mentah
Tujuan
Memprediksi label baru
Menemukan struktur/pola tersembunyi
Contoh Minggu Lalu
KNN klasifikasi risiko kredit
K-Means segmentasi nasabah
Evaluasi
Akurasi, presisi, recall
Elbow Method, Silhouette Score
Konsep Dasar: Cluster dan Jarak Euclidean
Cluster adalah kelompok titik data yang mirip satu sama lain, dan berbeda dari titik di kelompok lain. Kemiripan ini diukur dengan jarak.
ISTILAH KUNCI
Cluster: sekelompok data yang "berdekatan" dalam ruang fitur.
Centroid: titik pusat (rata-rata) dari seluruh anggota satu cluster.
Ruang fitur: "peta" tempat setiap data diplot berdasarkan variabelnya (mis. frekuensi transaksi & nilai rata-rata).
Jarak Euclidean: ukuran kedekatan dua titik — garis lurus terpendek antar keduanya.
d(A,B) = √[(x₁-x₂)² + (y₁-y₂)²]
Semakin kecil d (jarak), semakin mirip dua data tersebut — dan semakin besar peluang keduanya masuk cluster yang sama.
K-Means: Intuisi di Balik Algoritmanya
K-Means mengelompokkan data ke dalam k cluster sedemikian rupa sehingga setiap titik paling dekat dengan centroid cluster-nya sendiri.
VISUALISASI: 3 CLUSTER NASABAH
INTUISI SEDERHANA
"MENDEKAT KE PUSAT TERDEKAT"
Setiap titik data "memilih" centroid terdekat sebagai kelompoknya. Lalu, centroid itu sendiri bergeser mengikuti rata-rata anggotanya — proses ini berulang sampai stabil.
Bagian 2 dari 3
Mekanika Algoritma & Evaluasi Cluster
Langkah-langkah pasti K-Means, latihan hitung manual, dan cara ilmiah menentukan jumlah cluster yang tepat.
IterasiElbow MethodSilhouette Score
Empat Langkah Algoritma K-Means
K-Means bekerja secara iteratif — mengulang dua langkah utama sampai centroid tidak lagi bergeser (konvergen).
LANGKAH 1 — INISIALISASI
TENTUKAN k & CENTROID AWAL
Tentukan jumlah cluster k, lalu pilih k titik acak sebagai centroid awal.
LANGKAH 2 — ASSIGNMENT
HITUNG JARAK & TETAPKAN
Hitung jarak Euclidean tiap titik ke semua centroid; titik masuk ke centroid terdekat.
LANGKAH 3 — UPDATE
GESER CENTROID
Hitung ulang posisi centroid = rata-rata seluruh titik anggotanya saat ini.
LANGKAH 4 — ULANGI
KONVERGEN?
Ulangi Langkah 2–3 sampai centroid tidak bergeser lagi — algoritma berhenti.
Klik tombol iterasi berulang kali dan amati titik-titik nasabah berpindah cluster serta centroid bergeser sampai konvergen.
Hitung dari Nol — HDN-1: Menetapkan Cluster untuk Satu Nasabah
Nasabah X = (3, 4) — sumbu x = frekuensi transaksi/bulan, sumbu y = nilai transaksi rata-rata (skala jutaan). Centroid A = (2, 2), Centroid B = (8, 8). Ke cluster mana X bergabung?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Kuadrat selisih ke Centroid A (2,2)
(3-2)² + (4-2)²
1 + 4 = 5
2. Jarak Euclidean ke A
√5
≈ 2,24
3. Kuadrat selisih ke Centroid B (8,8)
(3-8)² + (4-8)²
25 + 16 = 41
4. Jarak Euclidean ke B
√41
≈ 6,40
5. Bandingkan & tetapkan cluster
2,24 < 6,40
Masuk Cluster A
HASIL ASSIGNMENT
Cluster A
jarak ≈ 2,24
Karena jarak X ke Centroid A (2,24) lebih kecil dari jarak ke Centroid B (6,40), nasabah X ditetapkan masuk Cluster A — kelompok nasabah dengan frekuensi & nilai transaksi lebih rendah.
Menentukan k yang Optimal: Elbow Method
WCSS (Within-Cluster Sum of Squares) mengukur total jarak kuadrat titik ke centroid-nya. Semakin banyak k, WCSS pasti turun — tapi kita cari titik "siku" (elbow) di mana penurunan mulai melandai.
Jumlah Cluster (k)
WCSS
Penurunan dari k Sebelumnya
k = 1
980
—
k = 2
540
-440 (besar)
k = 3
310
-230 (besar)
k = 4
270
-40 (melandai — "siku")
k = 5
250
-20 (kecil)
Titik "siku" ada di k = 4: setelah itu, menambah cluster hanya menurunkan WCSS sedikit, tapi model jadi lebih rumit untuk diinterpretasi. k = 4 dipilih sebagai jumlah cluster optimal.
Mengukur Kualitas Cluster: Silhouette Score
Elbow Method menjawab "berapa k?", tapi Silhouette Score menjawab "seberapa rapi hasil pengelompokannya?" — untuk setiap titik data.
s = (b - a) / max(a, b)
KETERANGAN SIMBOL
a = rata-rata jarak titik ke sesama anggota cluster-nya (kekompakan).
b = rata-rata jarak titik ke cluster tetangga terdekat (pemisahan).
RENTANG NILAI: -1 SAMPAI +1
SEMAKIN DEKAT +1, SEMAKIN BAIK
• Mendekati +1: titik sangat cocok di cluster-nya, jauh dari cluster lain. • Mendekati 0: titik berada di perbatasan dua cluster. • Negatif: titik kemungkinan salah cluster.
Tiga Keterbatasan Utama K-Means
K-Means sederhana dan cepat, tapi punya asumsi kaku yang tidak selalu cocok dengan data keuangan riil.
KETERBATASAN 1
SENSITIF TERHADAP INISIALISASI
Centroid awal yang acak bisa menghasilkan hasil clustering berbeda-beda tiap kali dijalankan.
KETERBATASAN 2
ASUMSI CLUSTER "BULAT"
K-Means mengasumsikan cluster berbentuk bulat & berukuran mirip — kurang cocok untuk pola data yang tidak beraturan.
KETERBATASAN 3
HARD ASSIGNMENT
Setiap titik wajib masuk tepat satu cluster — padahal nasabah "di perbatasan" dua segmen sebenarnya ada di dunia nyata.
Masalah Keterbatasan 3 inilah yang dijawab oleh Fuzzy C-Means — teknik yang akan kita pelajari selanjutnya.
Bagian 3 dari 3
Fuzzy C-Means dan Aplikasi di Dunia Keuangan
Clustering "lunak" yang mengakui derajat keanggotaan, lalu penerapannya pada segmentasi nasabah dan saham di BEI.
Fuzzy C-Means: Ketika Satu Titik Bisa "Setengah-setengah"
Berbeda dari K-Means yang tegas, Fuzzy C-Means (FCM) memberi setiap titik data sebuah derajat keanggotaan (membership degree) ke setiap cluster, bukan hanya satu.
K-MEANS (HARD CLUSTERING)
0 ATAU 1
Nasabah X: 100% Cluster A, 0% Cluster B. Tegas, tidak ada abu-abu.
FUZZY C-MEANS (SOFT CLUSTERING)
DERAJAT 0 SAMPAI 1
Nasabah X: 70% Cluster A, 30% Cluster B. Mengakui posisi "di antara" dua segmen.
uij = 1 / Σk (dij / dik)² (untuk fuzziness m = 2)
Glosarium: membership degree (uij) = seberapa besar titik i "menjadi milik" cluster j, dinyatakan dalam angka 0–1 (atau 0%–100%), dan totalnya selalu berjumlah 1 (100%) untuk satu titik.
Hitung dari Nol — HDN-2: Derajat Keanggotaan Fuzzy Nasabah X
Nasabah X yang sama dari HDN-1: jarak ke Centroid A = 2,24, jarak ke Centroid B = 6,40. Berapa derajat keanggotaan X ke Cluster A (fuzziness m = 2)?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Rasio jarak A terhadap B
2,24 ÷ 6,40
≈ 0,35
2. Kuadratkan rasio (m=2)
0,35²
≈ 0,12
3. Tambahkan rasio A-ke-A (=1²)
1 + 0,12
1,12
4. Balikkan (1 ÷ total)
1 ÷ 1,12
≈ 0,89
MEMBERSHIP DEGREE
89% : 11%
Cluster A : Cluster B
Nasabah X memiliki derajat keanggotaan 89% ke Cluster A dan 11% ke Cluster B — jauh lebih informatif daripada label tegas "100% Cluster A" dari K-Means.
K-Means vs Fuzzy C-Means: Kapan Pakai yang Mana?
TABEL PERBANDINGAN
Aspek
K-Means
Fuzzy C-Means
Tipe assignment
Hard (0 atau 1)
Soft (derajat 0–1)
Kecepatan komputasi
Lebih cepat
Lebih berat (banyak hitungan derajat)
Sensitivitas outlier
Cukup sensitif
Lebih tahan, karena "berbagi" pengaruh
Cocok untuk kasus
Segmen jelas terpisah
Data tumpang-tindih/ambigu
Rule of thumb: pakai K-Means untuk eksplorasi cepat & segmen yang jelas; pakai Fuzzy C-Means saat batas antar-kelompok kabur dan Anda butuh strategi bertingkat (mis. promosi campuran).
Aplikasi Keuangan 1: Segmentasi Nasabah Bank & Fintech
Bank seperti BBCA atau fintech pembiayaan UMKM menggunakan clustering pada data frekuensi transaksi, nilai rata-rata, dan tenor produk untuk menyusun strategi.
Transaksi rutin bernilai menengah-besar. Cocok ditawari kredit modal kerja & QRIS bisnis.
SEGMEN 3
PREMIUM JARANG AKTIF
Saldo besar, frekuensi rendah. Cocok ditawari wealth management & reksa dana premium.
Dengan Fuzzy C-Means, seorang nasabah UMKM yang sedang berkembang bisa punya 60% keanggotaan Segmen 2 dan 40% Segmen 3 — sinyal bahwa ia layak ditawari produk wealth management secara bertahap.
Aplikasi Keuangan 2: Segmentasi Saham di Bursa Efek Indonesia
Investor mengelompokkan saham-saham BEI berdasarkan volatilitas (risiko) dan rata-rata imbal hasil (return) untuk membangun portofolio yang terdiversifikasi.
Cluster "Growth": volatilitas tinggi, potensi return tinggi — mis. saham teknologi/digital seperti afiliasi Tokopedia.
Cluster "Value": volatilitas sedang, undervalued terhadap fundamental — mis. saham perbankan/komoditas.
MANFAAT BAGI INVESTOR
DIVERSIFIKASI TERSTRUKTUR
Alih-alih memilih saham satu per satu secara subjektif, investor memilih proporsional dari tiap cluster agar portofolio tidak terlalu terkonsentrasi pada satu karakteristik risiko.
Latihan Praktik & Ringkasan Pertemuan
INSTRUKSI TUGAS PRAKTIKUM
Unduh dataset simulasi 200 nasabah (frekuensi transaksi & nilai rata-rata) dari LMS.
Jalankan K-Means di Python (scikit-learn) untuk k = 2 sampai k = 6, plot Elbow Method.
Hitung Silhouette Score untuk k terpilih, interpretasikan hasilnya.
Jalankan Fuzzy C-Means (library scikit-fuzzy), bandingkan hasil segmentasinya dengan K-Means.
Kumpulkan laporan singkat: rekomendasi strategi bisnis per segmen.
RINGKASAN PERTEMUAN 14
DARI DATA MENTAH KE SEGMEN BERMAKNA
Anda telah belajar: unsupervised learning, jarak Euclidean, algoritma K-Means (4 langkah), Elbow Method, Silhouette Score, Fuzzy C-Means & membership degree, hingga aplikasinya di segmentasi nasabah dan saham.
Pertemuan ini menutup rangkaian teknik machine learning terapan semester ini — persiapkan diri Anda untuk evaluasi akhir/proyek akhir yang akan mengombinasikan beberapa teknik yang sudah dipelajari sepanjang semester.