stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-11
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 11: Sentiment Analysis dan Algorithmic Trading
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Machine Learning in Finance

Pertemuan 11 — Sentiment Analysis dan Algorithmic Trading

Mengubah teks berita dan media sosial menjadi sinyal kuantitatif untuk pengambilan keputusan trading otomatis.

RPS MINGGU 12 • 2×50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan bagaimana teks finansial diubah menjadi sinyal trading serta menilai risikonya. Secara rinci:

KONSEP
NLP
Natural Language Processing dasar
Memahami pipeline pengolahan teks (tokenisasi, lexicon, skor sentimen) untuk data finansial tak terstruktur.
PENERAPAN
Sinyal
Dari sentimen ke keputusan trading
Merancang aturan sederhana yang mengubah skor sentimen menjadi sinyal beli/jual/tahan dalam sistem algorithmic trading.

Mengapa Ini Penting?

Harga saham bergerak bukan hanya karena laporan keuangan — tapi juga karena persepsi dan emosi pasar yang tersebar di jutaan teks setiap hari.

Kasus nyata: Saat rumor merger GoTo – Grab ramai dibicarakan di media dan media sosial pada 2023–2024, harga saham GOTO di BEI sempat bergejolak tajam hanya dalam hitungan jam — jauh sebelum laporan keuangan resmi terbit. Dana kelolaan (hedge fund) global memakai sentiment analysis otomatis untuk menangkap pergerakan seperti ini dalam hitungan detik.
Manusia tidak sanggup membaca ribuan berita dan cuitan setiap menit — di sinilah machine learning mengambil alih peran "membaca dan menyimpulkan" secara masif dan cepat.
Bagian 1 dari 3
NLP & Sentiment Analysis Dasar
Bagaimana komputer mengubah kalimat berita menjadi angka sentimen yang bisa dihitung.

Apa Itu Sentiment Analysis?

Sentiment analysis (analisis sentimen) adalah teknik NLP (Natural Language Processing, pengolahan bahasa alami oleh komputer) untuk mengklasifikasikan polaritas teks — positif, negatif, atau netral — secara otomatis.

Sumber Data Teks Finansial
  • Berita ekonomi (Kontan, Bisnis Indonesia, CNBC ID)
  • Media sosial (X/Twitter, forum saham StockBit)
  • Siaran pers & keterbukaan informasi BEI (IDX)
  • Transkrip earnings call emiten
Output Sentimen
  • Positif — berita optimistis, laba naik
  • Negatif — skandal, laba turun, gugatan
  • Netral — laporan administratif rutin

Pipeline NLP Dasar

Sebelum dihitung skornya, teks mentah harus melalui beberapa tahap pembersihan dan penyederhanaan.

Teks Mentah"Laba BBCA melonjak..."Tokenisasipecah jadi kataHapus Stopwordbuang kata umumCocokkan Lexiconskor tiap kataSkorsentimen
Stopword = kata umum yang tidak membawa makna sentimen (contoh: "yang", "dan", "namun"). Lexicon = kamus kata beserta skor sentimennya (mis. "melonjak" = +2).

Dua Pendekatan Utama

Ada dua cara utama membangun mesin pembaca sentimen, masing-masing dengan kelebihan dan keterbatasan.

AspekLexicon-basedML-based (Machine Learning)
Cara kerjaCocokkan kata dengan kamus skor tetapModel belajar pola dari data berlabel
Contoh alatVADER, Loughran-McDonaldFinBERT, Logistic Regression, LSTM
Butuh data latih?TidakYa, dataset berlabel besar
Tangkap konteks/sarkasme?LemahLebih kuat (terutama model transformer)
Kecepatan & biaya komputasiSangat cepat, murahLebih lambat, butuh GPU untuk model besar

Hitung dari Nol: Skor Sentimen Lexicon-Based

Kalimat berita: "Laba BBCA melonjak saham menguat namun risiko kredit meningkat." Lexicon sederhana: melonjak = +2, menguat = +1, risiko = −1, meningkat (konteks risiko) = −1.

LangkahPerhitunganNilai
1. Tokenisasi kalimat"Laba BBCA melonjak saham menguat namun risiko kredit meningkat" → 9 kata9 token
2. Hapus stopword9 token − 1 stopword ("namun")8 token
3. Cocokkan ke lexiconmelonjak(+2) + menguat(+1) + risiko(−1) + meningkat(−1)4 kata bermuatan
4. Jumlahkan skor2 + 1 + (−1) + (−1)Total = 1
5. Normalisasi (skor ÷ token)1 ÷ 8
0,125
(positif lemah)
Bagian 2 dari 3
Dari Sentimen ke Sinyal Trading
Mengubah angka sentimen menjadi keputusan beli, jual, atau tahan — inti dari algorithmic trading.

Dari Skor Sentimen ke Sinyal Trading

Sistem trading otomatis membutuhkan aturan ambang batas (threshold) yang mengubah angka sentimen menjadi keputusan konkret.

SKOR > 0,10
BELI
Sentimen cukup positif — sistem membuka posisi beli (long).
−0,10 ≤ SKOR ≤ 0,10
TAHAN
Sinyal terlalu lemah untuk ditindaklanjuti — posisi tidak berubah.
SKOR < −0,10
JUAL
Sentimen cukup negatif — sistem menutup posisi atau jual (short).
Ambang batas 0,10 bersifat ilustratif — di praktik nyata nilainya dikalibrasi lewat backtesting historis, bukan ditebak begitu saja.

Coba Sendiri: Uji Ambang Batas Sinyal Sentimen

Geser ambang batas beli/jual dan amati bagaimana hasil backtest strategi sentimen berubah pada data historis yang sama.

Studi Kasus: Reaksi Harga terhadap Berita

Walkthrough dua tahap: bagaimana sebuah kabar tentang BBCA bergerak dari teks mentah sampai memengaruhi harga di lantai bursa.

Tahap 1 — Sebelum Berita (Kondisi Normal)
Harga saham BBCA bergerak stabil di kisaran Rp9.800–Rp9.850 tanpa katalis khusus. Skor sentimen berita harian netral, sekitar 0,02. Sistem algorithmic trading berada di posisi TAHAN karena skor berada dalam rentang netral.
Tahap 2 — Berita Laba Kuartal Terbit
BBCA merilis laba kuartalan naik signifikan; ratusan artikel dan cuitan memakai kata "melonjak", "rekor", "optimis". Skor sentimen agregat naik ke 0,34 — melewati ambang beli 0,10. Sistem otomatis membuka posisi beli dalam hitungan detik, jauh lebih cepat daripada investor ritel yang baru membaca beritanya sore hari.

Apa Itu Algorithmic Trading?

Algorithmic trading adalah eksekusi transaksi jual-beli aset finansial secara otomatis oleh program komputer berdasarkan aturan atau model tertentu, tanpa intervensi manual per transaksi.

MOMENTUM
Ikuti Tren
Beli saat harga/sentimen naik kuat, jual saat melemah — ikuti arah pasar.
MEAN REVERSION
Balik Rerata
Asumsikan harga akan kembali ke rerata historis setelah reaksi berlebihan.
SENTIMENT-DRIVEN
Ikuti Berita
Strategi yang kita pelajari hari ini — sinyal berasal dari skor teks, bukan harga.

Arsitektur Sistem Sentiment-Driven Trading

Dari sumber teks mentah sampai eksekusi order — lima komponen utama yang bekerja berurutan.

Data Feedberita, X, forumModul NLPskor sentimenMesin Sinyalaturan thresholdEksekusi Orderkirim ke bursaManajemen Risikobatas posisi
Komponen manajemen risiko adalah pengaman terakhir — membatasi ukuran posisi maksimum agar satu sinyal keliru tidak menghancurkan portofolio.

Hitung dari Nol: Backtest Strategi Sentimen

Aturan: skor > 0,10 → beli; skor < −0,10 → jual. Data 3 hari saham hipotetis "XYZA": Hari-1 harga Rp1.000 skor 0,15; Hari-2 harga Rp1.030 skor 0,05; Hari-3 harga Rp1.050 skor −0,12.

LangkahPerhitunganNilai
1. Sinyal Hari-1 (skor 0,15 > 0,10)Skor melewati ambang beliPosisi = BELI @ Rp1.000
2. Sinyal Hari-2 (skor 0,05)−0,10 ≤ 0,05 ≤ 0,10 → netralPosisi tetap BELI
3. Sinyal Hari-3 (skor −0,12 < −0,10)Skor melewati ambang jualPosisi = JUAL @ Rp1.050
4. Hitung return kotor transaksi(1.050 − 1.000) ÷ 1.000 × 100%Return = 5%
5. Kurangi biaya transaksi (~0,3%)5% − 0,3%
4,7%
(return bersih)
Bagian 3 dari 3
Risiko, Evaluasi & Praktik
Sistem otomatis bukan tanpa cacat — kita tutup dengan risiko, cara mengevaluasi, dan aturan mainnya di Indonesia.

Risiko & Jebakan Sentiment Trading

Risiko Teknis
  • Noise — skor sentimen bisa keliru karena sarkasme atau bahasa gaul
  • Latency — keterlambatan pemrosesan membuat sinyal basi
  • Overfitting — aturan terlalu pas dengan data historis, gagal di data baru
Risiko Pasar & Etika
  • Pump-and-dump — sentimen palsu sengaja disebar untuk menggoreng harga
  • Herding otomatis — banyak sistem bereaksi serentak, memperbesar gejolak
  • Data medsos rentan bot dan akun palsu yang mendistorsi skor sentimen

Mengevaluasi Performa Strategi

Untung sekali bukan bukti strategi bagus — dibutuhkan metrik yang mengukur konsistensi dan risiko.

Sharpe Ratio = (Return Rata-rata − Risk-free Rate) ÷ Standar Deviasi Return
SHARPE RATIO
> 1
Umumnya dianggap baik — imbal hasil sepadan dengan risikonya.
WIN RATE
%
Persentase transaksi yang menghasilkan untung dari total transaksi.
MAX DRAWDOWN
Penurunan nilai portofolio terbesar dari puncak ke titik terendah.

Regulasi, Etika & Tools Populer

Regulasi & Etika di Indonesia
  • OJK melarang manipulasi pasar dan penyebaran informasi menyesatkan (UU P2SK)
  • Insider trading (perdagangan berbasis informasi orang dalam) dilarang keras
  • Emiten wajib keterbukaan informasi material via BEI sebelum dipakai untuk trading algoritmik
Tools NLP Populer
  • VADER — lexicon ringan, cocok teks media sosial berbahasa Inggris
  • FinBERT — model transformer khusus teks keuangan
  • NLTK / spaCy — pustaka Python untuk pipeline NLP dasar

Latihan Diskusi Kelas

Skenario: Sebuah sistem sentiment trading Anda mendeteksi skor sentimen saham "UMKM Digital Tbk" melonjak ke 0,42 dalam satu jam karena ribuan cuitan memuji produk barunya. Namun volume perdagangan sahamnya sangat tipis dan sebagian akun yang mencuit baru dibuat minggu ini.

Diskusikan berpasangan (5 menit), lalu siap ditunjuk untuk menjawab:

PERTANYAAN 1
Apakah sistem Anda harus langsung mengeksekusi sinyal beli? Jelaskan pertimbangan risikonya.
PERTANYAAN 2
Indikator tambahan apa yang bisa Anda pasang untuk memfilter sinyal palsu seperti ini?

Rangkuman & Persiapan Minggu Depan

KonsepInti
Sentiment analysisUbah teks jadi skor polaritas via lexicon atau model ML
Sinyal tradingSkor sentimen dipetakan ke aturan beli/jual/tahan (threshold)
EvaluasiSharpe ratio, win rate, max drawdown — bukan sekadar untung sekali
RisikoNoise, latency, overfitting, pump-and-dump
Minggu depan: kita masuk ke teknik supervised learning — logistic regression, decision tree, random forest, dan KNN — untuk klasifikasi data keuangan. Tugas: baca ringkas cara kerja logistic regression sebelum kelas berikutnya.

📖 Baca juga: Dcf Valuation — penjelasan mendalam dan contoh numerik.