‹ Daftar slidePertemuan 10: Valuasi Opsi dengan Black-Scholes dan Machine Learning
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Valuasi Opsi dengan Black-Scholes dan Machine Learning
Pertemuan 10 — Machine Learning in Finance
Dari rumus tertutup klasik ke pendekatan data-driven: bagaimana Black-Scholes menghitung harga opsi, di mana asumsinya retak di pasar nyata, dan bagaimana machine learning mengisi celah itu.
RPS MINGGU 11 • 2X50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Fondasi Opsi & Payoff
Sebelum masuk ke rumus, kita bangun dulu intuisi: apa itu opsi, siapa untung dan siapa rugi, dan variabel apa saja yang menentukan harganya.
Apa Itu Opsi?
Opsi (option) adalah kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual suatu aset dasar (underlying asset) pada harga tertentu, dalam jangka waktu tertentu.
CALL OPTION
HAK BELI
Pemegang berhak membeli aset dasar di strike price (harga eksekusi, K). Untung kalau harga aset naik di atas K.
PUT OPTION
HAK JUAL
Pemegang berhak menjual aset dasar di harga K. Untung kalau harga aset turun di bawah K.
Harga yang dibayar untuk mendapatkan hak ini disebut premi (premium) — inilah yang ingin kita valuasi.
Diagram Payoff Saat Jatuh Tempo
Payoff adalah nilai opsi tepat pada saat jatuh tempo (expiration) — bentuk "siku" ini adalah ciri khas semua opsi.
Kalau payoff > 0, opsi disebut in-the-money; kalau payoff = 0, disebut out-of-the-money.
Coba Sendiri: Geser Harga Saham, Lihat Payoff
Geser harga saham saat jatuh tempo dan strike price, lalu amati bagaimana bentuk "siku" payoff call dan put berubah.
Lima Faktor Penentu Harga Opsi
Harga opsi dipengaruhi lima variabel utama — inilah "bahan baku" yang nanti masuk ke rumus Black-Scholes.
S
HARGA SAHAM
Harga aset dasar saat ini.
K
STRIKE PRICE
Harga eksekusi yang disepakati.
T
JATUH TEMPO
Sisa waktu hingga kedaluwarsa (tahun).
σ
VOLATILITAS
Ukuran fluktuasi harga aset dasar.
r
SUKU BUNGA
Risk-free rate, mis. imbal hasil SUN.
↑↓
ARAH PENGARUH
σ & T naik → premi opsi naik (lebih tak pasti).
Instrumen Berbasis Opsi di Pasar Indonesia
Opsi saham individu belum likuid di BEI, namun logika opsi hidup di beberapa instrumen yang mungkin sudah Anda kenal.
Contoh Nyata
Waran terstruktur (structured warrant) di BEI — hak beli saham acuan (mis. BBCA, TLKM) yang diterbitkan sekuritas.
Opsi mata uang / NDF yang digunakan korporasi untuk lindung nilai transaksi valas terhadap risiko kurs Rupiah.
Opsi kripto di bursa global (mis. Bitcoin, Ethereum options) — makin diminati trader ritel Indonesia.
Sepanjang deck ini, kita pakai saham BBCA sebagai ilustrasi angka karena likuid & dikenal luas — bukan berarti opsi BBCA diperdagangkan resmi di BEI saat ini.
Bagian 2 dari 3
Model Black-Scholes
Rumus tertutup pemenang Nobel Ekonomi 1997 — kita bedah asumsinya, hitung harganya dari nol, lalu uji di mana ia mulai gagal.
Asumsi di Balik Model Black-Scholes
Model ini elegan secara matematis karena berdiri di atas asumsi yang sangat disederhanakan — inilah "harga" dari rumus tertutup.
Langkah
Asumsi
Implikasi
1
Volatilitas σ konstan sepanjang umur opsi
Padahal volatilitas pasar nyata berubah-ubah dari waktu ke waktu
2
Harga saham mengikuti gerak Brown geometris (log-normal)
Mengabaikan lonjakan tiba-tiba (jump), mis. saat rilis laporan keuangan
3
Tanpa biaya transaksi & pasar likuid sempurna
Di praktik, spread bid-ask & slippage tetap ada
4
Suku bunga bebas risiko r konstan
SUN 10 tahun sebenarnya berfluktuasi setiap hari
5
Tanpa dividen selama umur opsi (versi dasar)
Perlu penyesuaian untuk saham pembayar dividen rutin
Greeks mengukur seberapa besar harga opsi berubah kalau salah satu variabel bergerak sedikit — alat wajib trader opsi untuk manajemen risiko.
DELTA (Δ)
∂C/∂S
Sensitivitas thd harga saham. Delta call kita = N(d₁) = 0,60.
GAMMA (Γ)
∂Δ/∂S
Laju perubahan Delta — kelengkungan payoff.
VEGA (ν)
∂C/∂σ
Sensitivitas thd volatilitas — biasanya terbesar untuk opsi ATM.
THETA (Θ)
∂C/∂T
Peluruhan nilai waktu — opsi "meleleh" mendekati jatuh tempo.
RHO (ρ)
∂C/∂r
Sensitivitas thd suku bunga — biasanya paling kecil pengaruhnya.
PEMAKAIAN
HEDGING
Dealer opsi memakai Greeks untuk delta hedging portofolio.
Hitung dari Nol: Harga Put via Put-Call Parity
Daripada mengulang seluruh rumus N(d), kita pakai put-call parity: relasi tanpa-arbitrase antara harga call dan put dengan strike & jatuh tempo sama.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Rumus parity
P = C − S + K×e−rT
relasi
2. Substitusi nilai
C=766 · S=9000 · K×e−rT=8734
766, 9000, 8734
3. Hitung P
766 − 9000 + 8734
Rp500
4. Cek balik
P + S = C + K×e−rT → 500+9000 vs 766+8734
9500 = 9500
5. Kesimpulan
Kedua sisi sama — tidak ada peluang arbitrase
Konsisten ✓
Keterbatasan: Volatility Smile
Black-Scholes mengasumsikan σ konstan untuk semua strike. Kenyataannya, volatilitas implisit (implied volatility) yang "dibalik" dari harga pasar membentuk pola melengkung.
Opsi deep in/out-of-the-money punya σ implisit lebih tinggi dari opsi at-the-money — bukti pasar tidak percaya volatilitas benar-benar konstan.
Bagian 3 dari 3
Machine Learning untuk Valuasi Opsi
Ketika asumsi model klasik retak, data dan algoritma pembelajaran mesin mengambil alih untuk menangkap pola yang tersisa.
Mengapa Machine Learning untuk Opsi?
Bagian 13 tadi membuktikan Black-Scholes punya error sistematis. Machine learning menawarkan tiga hal yang tidak dimiliki rumus tertutup.
1 — TANPA ASUMSI KAKU
DATA-DRIVEN
Tidak perlu asumsi σ konstan atau distribusi log-normal — model belajar langsung dari pola historis.
2 — POLA NON-LINEAR
FLEKSIBEL
Bisa menangkap volatility smile & efek lain yang gagal ditangkap rumus tertutup.
3 — ADAPTIF
RE-TRAINABLE
Model bisa dilatih ulang saat rezim pasar berubah (mis. pasca krisis, pasca kebijakan BI).
Bukan "ML vs Black-Scholes" — praktik industri umumnya hybrid: Black-Scholes sebagai baseline, ML memodelkan residual atau permukaan volatilitas.
Dari Regresi ke Neural Network
Spektrum kompleksitas model ML untuk memprediksi harga opsi atau volatilitas implisit, dari yang paling sederhana hingga paling fleksibel.
Regresi linear/polinomial → random forest → neural network (seperti diagram di atas): makin kompleks, makin bisa menangkap smile, tapi butuh lebih banyak data & rawan overfitting.
Feature Engineering untuk Model Opsi
Feature engineering (rekayasa fitur) menentukan kualitas prediksi jauh lebih besar daripada memilih algoritma yang canggih.
Fitur Umum Dipakai
Moneyness (S/K) — posisi harga saham relatif terhadap strike, pengganti pasangan S dan K mentah.
Sisa waktu T — sering ditransformasi ke √T mengikuti bentuk rumus Black-Scholes.
Volatilitas historis (dari model GARCH, Pertemuan 6) sebagai proxy volatilitas masa depan.
Volatilitas implisit lag — nilai σ implisit periode sebelumnya untuk strike/tenor serupa.
Volume & open interest — menangkap sinyal likuiditas & sentimen pasar.
Variabel makro — suku bunga acuan BI, indeks IHSG, nilai tukar Rupiah/USD.
Black-Scholes vs Machine Learning: Kapan Pakai Yang Mana?
BLACK-SCHOLES
Kelebihan: cepat, interpretable, tidak butuh data besar, jadi bahasa umum industri (Greeks).
Kekurangan: asumsi kaku, buruk saat volatility smile ekstrem/pasar krisis.
MACHINE LEARNING
Kelebihan: menangkap pola non-linear & smile, adaptif terhadap rezim pasar baru.
Kekurangan: butuh data historis besar, risiko overfitting, kurang interpretable ("black box").
Rekomendasi praktik: gunakan Black-Scholes untuk sanity check & komunikasi dengan Greeks, gunakan ML untuk memodelkan residual atau permukaan volatilitas implisit secara keseluruhan.
Coba Sendiri: Bandingkan Harga BS vs ML
Ubah kondisi pasar (mis. volatility smile ekstrem) dan bandingkan bagaimana harga hasil Black-Scholes menyimpang dari prediksi model machine learning.
Latihan: Hitung & Refleksikan
Instruksi Tugas
Bagian A (manual): Ulangi perhitungan harga call Black-Scholes seperti Slide 10, tapi untuk saham TLKM dengan S=Rp3.200, K=Rp3.000, T=0,25 tahun, σ=30%, r=6%. Tunjukkan seluruh langkah d₁, d₂, N(d₁), N(d₂), dan harga C.
Bagian B (refleksi tertulis, 150–200 kata): Menurut Anda, fitur data apa yang paling relevan untuk melatih model ML memprediksi volatilitas implisit saham perbankan Indonesia? Kaitkan dengan materi GARCH di Pertemuan 6.
Kumpulkan sebagai PDF satu halaman melalui portal e-learning sebelum pertemuan berikutnya.
Boleh berdiskusi dalam kelompok kecil (maks. 3 orang) untuk Bagian A, tetapi Bagian B wajib dikerjakan & ditulis individual.
Ringkasan & Pratinjau Pertemuan Berikutnya
Yang Sudah Kita Pelajari
Opsi call/put, payoff, & lima faktor penentu harga (S, K, T, σ, r).
Rumus Black-Scholes — dihitung dari nol untuk call & put (parity).
Greeks sebagai ukuran sensitivitas & alat hedging.
Volatility smile sebagai bukti keterbatasan model klasik.
Peran ML: dari regresi hingga neural network, feature engineering, pendekatan hybrid.
Pertemuan 11: Sentiment Analysis
Kita akan bergeser dari opsi ke sentiment analysis untuk algorithmic trading — bagaimana teks berita & media sosial (mis. cuitan tentang saham BEI) diubah menjadi sinyal trading kuantitatif.