stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-08
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 8: Optimasi Portofolio Klasik dan Heuristik
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Machine Learning in Finance

Pertemuan 8 — Optimasi Portofolio Klasik dan Heuristik

Dari kurva efisien Markowitz sampai heuristik risk parity dan optimasi robust — cara mesin membantu menyusun portofolio yang lebih tahan banting.

RPS MINGGU 9 • 2×50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu membangun dan mengevaluasi portofolio optimal menggunakan pendekatan klasik maupun heuristik. Secara rinci:

CAPAIAN 1
MARKOWITZ
Menjelaskan logika diversifikasi dan menghitung risiko-return portofolio dua aset dari nol.
CAPAIAN 2
EFFICIENT FRONTIER
Membaca kurva efisien dan menentukan portofolio dengan Sharpe ratio tertinggi.
CAPAIAN 3
HEURISTIK
Membandingkan equal-weight, risk parity, dan minimum-variance sebagai alternatif praktis.
CAPAIAN 4
ROBUST
Memahami mengapa optimasi klasik rapuh dan bagaimana ML membuatnya lebih robust.
Bagian 1 dari 4
Mengapa Diversifikasi Bekerja?
Intuisi di balik "jangan taruh semua telur di satu keranjang" — dan bagaimana mengukurnya secara matematis.

Return dan Risiko Satu Aset vs Portofolio

Setiap aset punya dua ukuran dasar: return rata-rata (seberapa untung) dan volatilitas / standar deviasi (seberapa naik-turun). Portofolio adalah kombinasi berbobot dari beberapa aset.

Rp = w1R1 + w2R2
Rp = return portofolio • w = bobot (persentase dana) tiap aset, total w harus = 100% • R = return masing-masing aset. Return portofolio SELALU rata-rata tertimbang — tapi risikonya TIDAK, karena tergantung korelasi antar-aset. Itulah keajaiban diversifikasi yang akan kita hitung di slide berikutnya.

Korelasi: Kunci Matematis Diversifikasi

Korelasi (ρ, dibaca "rho") mengukur seberapa erat dua aset bergerak bersama, nilainya antara -1 sampai +1.

ρ = +1
SEARAH SEMPURNA
Naik-turun bersamaan persis. Diversifikasi tidak mengurangi risiko sama sekali.
ρ = 0
TAK BERKAITAN
Pergerakan saling bebas. Diversifikasi mengurangi risiko cukup besar.
ρ = -1
BERLAWANAN SEMPURNA
Satu naik, satunya turun. Diversifikasi bisa menghapus risiko hampir total.
Di dunia nyata, saham-saham di sektor sama (misal perbankan: BBCA, BBRI, BMRI) cenderung berkorelasi tinggi (ρ ~0,6-0,8); saham lintas sektor yang tidak berkaitan (misal bank vs pertambangan batu bara) cenderung lebih rendah.

Hitung dari Nol (1): Data Dua Saham

Kita akan membangun portofolio dari dua saham riil di BEI: BBCA (perbankan) dan ANTM (pertambangan), dengan asumsi data historis berikut.

AsetReturn Tahunan (E[R])Volatilitas (σ)
BBCA12%18%
ANTM16%30%
Asumsi tambahan: korelasi return BBCA dan ANTM ρ = 0,2 (rendah, karena beda sektor). Bobot portofolio: 60% BBCA, 40% ANTM. Angka ini ilustrasi untuk latihan hitung, bukan data pasar aktual — di praktik, Anda mengestimasinya dari data historis.

Hitung dari Nol (1): Return dan Risiko Portofolio

LangkahPerhitunganNilai
1. Return portofolio(60% × 12%) + (40% × 16%)7,2% + 6,4% = 13,6%
2. Varians BBCA tertimbang(0,6)² × (0,18)²0,36 × 0,0324 = 0,01166
3. Varians ANTM tertimbang(0,4)² × (0,30)²0,16 × 0,09 = 0,0144
4. Suku kovarians (2×w1×w2×ρ×σ1×σ2)2 × 0,6 × 0,4 × 0,2 × 0,18 × 0,300,00518
5. Varians portofolio total0,01166 + 0,0144 + 0,005180,03125
6. Volatilitas portofolio (σp)√0,0312517,68%
HASIL KUNCI
Risiko 17,68% < Rata-rata 22,8%
Rata-rata tertimbang volatilitas individual saja adalah (60%×18%)+(40%×30%) = 22,8%. Portofolio nyatanya hanya 17,68% — inilah manfaat diversifikasi berkat korelasi rendah.

Coba Sendiri: Geser Bobot dan Korelasi, Amati Diversifikasi

Geser bobot BBCA-ANTM dan tingkat korelasinya, lalu amati bagaimana risiko portofolio berubah dibanding rata-rata tertimbang volatilitas individual.

Bagian 2 dari 4
Efficient Frontier Markowitz
Dari kombinasi bobot yang tak terhingga, mana yang benar-benar "terbaik"?

Membaca Kurva Efisien (Efficient Frontier)

Tiap titik pada grafik = satu kombinasi bobot aset. Kurva efisien adalah batas atas-kiri: return tertinggi untuk tiap level risiko.

RISIKO (SUMBU-X) VS RETURN (SUMBU-Y)
Risiko (σ)Return (E[R])Min-VarTangency (Sharpe maks)Inefisien← Kurva efisien (garis tebal)

Coba Sendiri: Jelajahi Kurva Efisien

Geser bobot alokasi aset dan amati titik portofolio Anda bergerak di sepanjang kurva efisien, dari minimum-variance sampai tangency portfolio.

Sharpe Ratio: Menemukan Titik Terbaik

Sharpe ratio mengukur return ekstra per unit risiko dibanding aset bebas risiko (risk-free, misal SUN 10 tahun). Semakin tinggi, semakin efisien portofolio itu.

Sharpe = (Rp − Rf) / σp
Rp = return portofolio • Rf = return bebas risiko (risk-free rate, ~6,8% acuan SUN 10 tahun medio 2026) • σp = volatilitas portofolio. Portofolio dengan Sharpe tertinggi = titik tangency pada kurva efisien — inilah target optimasi Markowitz.

Hitung dari Nol (2): Sharpe Ratio Portofolio Kita

Melanjutkan portofolio BBCA-ANTM tadi (return 13,6%, risiko 17,68%), dengan asumsi risk-free rate 6,8% (acuan SUN 10 tahun).

LangkahPerhitunganNilai
1. Return ekstra (excess return)13,6% − 6,8%6,8%
2. Bagi dengan volatilitas6,8% ÷ 17,68%0,385
SHARPE RATIO PORTOFOLIO
0,385
Artinya: tiap 1% risiko yang diambil, portofolio ini "membayar" 0,385% return ekstra di atas aset bebas risiko. Untuk menilai apakah 0,385 bagus, bandingkan dengan Sharpe ratio kombinasi bobot lain — semakin tinggi semakin baik.

Coba Sendiri: Sharpe Bagus, tapi Seberapa Dalam Portofolio Pernah Anjlok?

Sharpe ratio menormalkan return terhadap volatilitas rata-rata — tapi tidak menjawab pertanyaan yang paling dirasakan investor: "seberapa dalam nilai portofolio saya pernah turun dari puncaknya?" Itulah max drawdown. Masukkan data return periodik dan lihat kedalaman drawdown terbesar plus Calmar ratio (return tahunan ÷ max drawdown).

Bagian 3 dari 4
Kenapa Markowitz Sering "Gagal" di Praktik?
Dan bagaimana pendekatan heuristik menjadi jalan tengah yang dipakai manajer investasi sungguhan.

Masalah Estimasi: "Error Maximization"

Optimasi Markowitz sangat sensitif terhadap input expected return — dan return masa depan sulit ditaksir akurat dari data historis.

MASALAH
  • Sedikit perubahan estimasi return → bobot optimal berubah drastis (tidak stabil)
  • Model cenderung memberi bobot ekstrem (misal 90% di satu saham) pada aset yang "kebetulan" terlihat bagus di data historis
  • Matriks korelasi butuh banyak data historis untuk estimasi akurat — data pendek = korelasi tidak reliabel
ISTILAH

Fenomena ini disebut "error maximization" (Michaud, 1989): algoritma optimasi justru memperbesar dampak kesalahan estimasi kecil menjadi alokasi ekstrem yang tidak masuk akal secara praktis.

Pendekatan Heuristik: Lebih Sederhana, Lebih Stabil

Heuristik = aturan praktis yang tidak butuh estimasi return sama sekali (atau minimal), sehingga lebih tahan kesalahan data.

EQUAL WEIGHT (1/N)
Bobot Sama Rata
Tiap aset dapat bobot 1/N (misal 5 saham = 20% masing-masing). Tidak perlu taksir return sama sekali — terbukti kompetitif di banyak studi akademik (DeMiguel et al., 2009).
MINIMUM VARIANCE
Fokus Risiko Terendah
Hanya butuh estimasi risiko dan korelasi (bukan return) — lebih stabil karena risiko lebih mudah ditaksir akurat daripada return.

Risk Parity: Menyamakan Kontribusi Risiko

Bukan menyamakan dana (seperti equal weight), tapi menyamakan kontribusi risiko tiap aset terhadap total risiko portofolio.

WALKTHROUGH: KENAPA RISK PARITY BERBEDA
LangkahPenjelasan
1Saham volatil (misal ANTM, σ=30%) menyumbang risiko jauh lebih besar ke portofolio dibanding saham stabil (BBCA, σ=18%) — meski dananya sama besar.
2Equal weight (50%-50%) berarti kontribusi risiko TIDAK seimbang — ANTM mendominasi risiko total.
3Risk parity mengoreksi ini: beri bobot dana LEBIH KECIL ke saham volatil, LEBIH BESAR ke saham stabil, sampai kontribusi risiko masing-masing setara.
4Hasil tipikal: BBCA dapat porsi dana lebih besar (misal ~62%) daripada ANTM (~38%) walau targetnya "seimbang".

Ringkasan: Empat Strategi Berdampingan

StrategiButuh Estimasi Return?Kelebihan UtamaKelemahan Utama
Markowitz (Mean-Variance)YaOptimal secara teori, Sharpe maksimalSensitif, error maximization
Equal Weight (1/N)TidakSangat sederhana & stabilAbaikan info risiko/return sama sekali
Minimum VarianceTidakFokus risiko terendah, lebih stabilBisa terkonsentrasi ke sedikit aset "sepi"
Risk ParityTidakKontribusi risiko seimbang, tahan krisisBisa perlu leverage untuk kejar return
Bagian 4 dari 4
Machine Learning untuk Optimasi Robust
Bagaimana algoritma modern membuat portofolio lebih tahan terhadap kesalahan estimasi.

ML Membantu: Shrinkage & Optimasi Robust

SHRINKAGE ESTIMATION

Teknik statistik (mis. Ledoit-Wolf) yang "menarik" estimasi korelasi/return ekstrem ke arah rata-rata umum, mengurangi noise dari data historis yang terbatas. Hasilnya matriks korelasi lebih stabil untuk dipakai Markowitz.

ROBUST OPTIMIZATION

Alih-alih memakai satu angka taksiran return, model mempertimbangkan rentang kemungkinan (skenario terburuk-terbaik) sehingga bobot yang dihasilkan tidak terlalu ekstrem dan lebih tahan kesalahan taksiran.

Intinya: ML tidak mengganti logika Markowitz, tapi memperbaiki kualitas input dan ketahanan algoritma terhadap ketidakpastian data — inilah jembatan menuju topik factor model dan Value-at-Risk minggu depan.

Latihan: Hitung Sendiri

Diskusikan dengan teman sebangku, kerjakan di kertas selama 5 menit.

SOAL

Dua saham: UNVR (E[R]=9%, σ=15%) dan GOTO (E[R]=20%, σ=40%), korelasi ρ=0,1. Investor menaruh bobot 70% UNVR dan 30% GOTO.

  1. Hitung return portofolio Rp.
  2. Hitung varians dan volatilitas portofolio σp (gunakan rumus dari slide 7).
  3. Dengan risk-free rate 6,8%, hitung Sharpe ratio-nya. Apakah lebih baik dari contoh BBCA-ANTM tadi (Sharpe = 0,385)?
Kunci akan dibahas singkat di awal pertemuan berikutnya. Coba kerjakan tanpa kalkulator dulu untuk langkah 1, baru pakai kalkulator untuk langkah 2-3.

Rangkuman & Menuju Pertemuan Berikutnya

CHEAT SHEET HARI INI
  • Diversifikasi bekerja karena korelasi < 1 antar-aset
  • Efficient frontier = batas kombinasi bobot terbaik; titik tangency = Sharpe maksimal
  • Markowitz rapuh karena error maximization pada taksiran return
  • Heuristik (equal weight, min-variance, risk parity) lebih stabil di praktik
  • ML memperbaiki input (shrinkage) & ketahanan (robust optimization)
MINGGU DEPAN
Factor Model & VaR
Kita lanjut ke factor model (mengurai return jadi sumber-sumber risiko sistematis) dan Value-at-Risk — ukuran kerugian maksimal pada tingkat kepercayaan tertentu. Bawa kalkulator dan hasil latihan hari ini.