stdsquare²
Kelas
stdsquare / Kelas / Machine Learning in Finance / Pertemuan 7: Time Series Modeling: …
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
Program Studi Bisnis Digital • FEB

Machine Learning in Finance

Pertemuan 7 — Time Series Modeling: ARCH/GARCH

Memodelkan volatilitas yang berubah-ubah sepanjang waktu — dari asumsi klasik yang gagal, menuju model ARCH dan GARCH yang jadi tulang punggung manajemen risiko finansial modern.

RPS minggu 7 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda mampu memodelkan dan meramalkan volatilitas data finansial. Secara rinci:

CAPAIAN 1 — MASALAH
VOLATILITY CLUSTERING
Mengenali fenomena pengelompokan volatilitas dan kegagalan asumsi ragam konstan pada data finansial.
CAPAIAN 2 — ARCH
MODEL ARCH
Memahami dan menghitung sendiri ramalan varians dengan model ARCH (Engle, 1982).
CAPAIAN 3 — GARCH
MODEL GARCH(1,1)
Menggeneralisasi ARCH menjadi GARCH, menghitung ramalan varians, dan menafsirkan parameter persistensi.
CAPAIAN 4 — APLIKASI
RISK MANAGEMENT
Menerapkan ramalan volatilitas untuk perhitungan Value-at-Risk pada studi kasus saham Indonesia.
Bagian 1 dari 3
Mengapa Volatilitas Perlu Dimodelkan?
Kenapa model regresi klasik yang Anda pelajari sejauh ini gagal menangkap "kegugupan" pasar keuangan?

Recap: Dari Meramal Rata-Rata ke Meramal Ragam

Model ARMA/ARIMA minggu lalu meramalkan rata-rata return (E[rt]). Hari ini kita meramalkan ragam atau varians-nya (Var[rt]) — seberapa lebar rentang kemungkinan pergerakan harga.

MEAN MODEL (MINGGU LALU)
ARIMA menjawab: "Besok harga BBCA cenderung naik atau turun?" Fokus pada arah dan level harga.
VARIANCE MODEL (HARI INI)
ARCH/GARCH menjawab: "Besok pergerakan BBCA akan tenang atau liar?" Fokus pada besarnya ketidakpastian.
Heteroskedastisitas bersyarat (conditional heteroskedasticity): ragam error yang berubah-ubah, tetapi nilainya bergantung (bersyarat) pada informasi masa lalu — bukan acak sembarangan.

Fenomena Kunci: Volatility Clustering

Guncangan besar cenderung diikuti guncangan besar lainnya; periode tenang cenderung diikuti periode tenang lainnya. Volatilitas mengelompok, bukan acak merata.

TenangBergejolakTenangSangat bergejolakTenang
Bandingkan tahun 2020 saat pandemi: IHSG turun tajam berhari-hari beruntun dengan swing besar, jauh berbeda dari pola harian tahun-tahun tenang sebelumnya.

Kenapa OLS Klasik Gagal di Sini?

Regresi OLS klasik mengasumsikan homoskedastisitas: ragam error (σ²) konstan sepanjang waktu. Data finansial melanggar asumsi ini.

ASUMSI OLS (SALAH DI SINI)
σ²t = σ² untuk semua t (ragam sama setiap hari). Cocok untuk data yang stabil, tidak cocok untuk return saham.
KENYATAAN DATA FINANSIAL
σ²t berubah tiap hari, bergantung pada guncangan hari sebelumnya. Interval kepercayaan OLS jadi keliru — terlalu sempit saat panik, terlalu lebar saat tenang.
Konsekuensi praktis: manajer risiko yang memakai asumsi ragam konstan akan meremehkan risiko tepat pada saat pasar sedang paling berbahaya. Pelajari konsep heteroskedastisitas dan asumsi klasik OLS sebagai latar belakang.
Bagian 2 dari 3
Model ARCH (Engle, 1982)
Bagaimana caranya membuat ragam hari ini bergantung pada besarnya kejutan hari kemarin?

Persamaan Model ARCH(q)

ARCH (Autoregressive Conditional Heteroskedasticity — heteroskedastisitas bersyarat otoregresif): ragam hari ini adalah fungsi linear dari kuadrat kejutan (residual) di hari-hari sebelumnya.

$\sigma_t^{2} = \omega + \sum_{i=1}^{q} \alpha_i\, \varepsilon_{t-i}^{2}$
ω (OMEGA)

Konstanta, ragam dasar jangka panjang. Harus > 0.

ε²t-1 (KEJUTAN)

Kuadrat residual kemarin — makin besar guncangan kemarin, makin besar ramalan ragam hari ini.

α (ARCH TERM)

Bobot sensitivitas ragam terhadap kejutan lampau. Harus ≥ 0.

Hitung dari Nol #1: Ramalan Varians ARCH(1)

Diketahui parameter hasil estimasi ARCH(1) pada return saham BBCA, dan kejutan (residual) kemarin sebesar 2%. Berapa ramalan volatilitas hari ini?

LangkahPerhitunganNilai
1. Parameter ARCH(1)$\omega = 0{,}000020$ · $\alpha_1 = 0{,}15$
2. Kejutan kemarin$\varepsilon_{t-1} = 2\%$ → $\varepsilon_{t-1}^{2} = 0{,}02 \times 0{,}02$$0{,}0004$
3. Kontribusi ARCH term$\alpha_1 \times \varepsilon_{t-1}^{2} = 0{,}15 \times 0{,}0004$$0{,}00006$
4. Ramalan ragam$\sigma_t^{2} = \omega + \alpha_1 \varepsilon_{t-1}^{2} = 0{,}000020 + 0{,}00006$$0{,}00008$
5. Ramalan simpangan baku harian$\sigma_t = \sqrt{0{,}00008}$$0{,}894\%$
6. Setahunkan ($\times \sqrt{252}$)$0{,}00894 \times 15{,}87$$14{,}13\%$
RAMALAN VOLATILITAS BESOK
0,89%/hari ≈ 14,13%/tahun

Sebelum Pakai ARCH: Uji Dulu Efeknya Ada

Sebelum buru-buru pasang model ARCH, kita perlu bukti statistik bahwa efek ARCH memang ada pada data. Gunakan Uji Lagrange Multiplier (LM) Engle, bertahap:

Langkah 1. Estimasi model rata-rata (mis. ARIMA) pada return, simpan residualnya.
Langkah 2. Kuadratkan residual tiap periode: ε²t.
Langkah 3. Regresikan ε²t terhadap lag-lagnya sendiri: ε²t = a0 + a₁ε²t-1 + … + aqε²t-q.
Langkah 4. Hitung statistik nR² dari regresi tersebut, bandingkan dengan sebaran Chi-kuadrat(q).
Jika nR² melewati nilai kritis → tolak H₀ (tidak ada efek ARCH) → model ARCH/GARCH layak dipakai.

Keterbatasan ARCH: Kenapa Butuh Lag Panjang?

Dalam praktik, volatilitas finansial punya "ingatan panjang" — dampak guncangan tetap terasa berhari-hari. ARCH murni butuh banyak lag (q besar) untuk menangkap ini.

MASALAH 1 — TERLALU BANYAK PARAMETER
ARCH(10) butuh 10 parameter α untuk diestimasi. Makin panjang lag, makin sulit diestimasi dan makin rawan overfitting.
MASALAH 2 — TIDAK EFISIEN
Semua parameter α harus ≥ 0 secara terpisah — sulit dijamin secara numerik saat lag banyak.
Solusi Bollerslev (1986): tambahkan komponen ragam periode lalu ke persamaan — lahirlah GARCH, model yang jauh lebih hemat parameter.
Bagian 3 dari 3
Model GARCH & Aplikasi Risiko
Bagaimana GARCH menggeneralisasi ARCH dengan lebih hemat parameter, dan bagaimana hasilnya dipakai untuk mengelola risiko sungguhan?

Persamaan Model GARCH(1,1)

GARCH (Generalized ARCH — ARCH terampat, Bollerslev 1986) menambahkan ragam periode lalu sebagai prediktor tambahan, sehingga cukup 3 parameter untuk menangkap ingatan panjang volatilitas.

$\sigma_t^{2} = \omega + \alpha_1\, \varepsilon_{t-1}^{2} + \beta_1\, \sigma_{t-1}^{2}$
ε²t-1kejutan kemarinσ²t-1ragam kemarinσ²tragam hari iniumpan balik ke t+1

Hitung dari Nol #2: Ramalan Varians GARCH(1,1)

Estimasi GARCH(1,1) pada return BBCA. Ragam kemarin diketahui, dan muncul kejutan cukup besar (3% turun mendadak). Berapa ramalan volatilitas hari ini?

LangkahPerhitunganNilai
1. Parameter GARCH(1,1)$\omega=0{,}000010$ · $\alpha_1=0{,}10$ · $\beta_1=0{,}85$
2. Kejutan kemarin$\varepsilon_{t-1}=2\%$ → $\varepsilon_{t-1}^{2}=0{,}02 \times 0{,}02$$0{,}0004$
3. Ragam kemarin diketahui$\sigma_{t-1}=0{,}949\%$ → $\sigma_{t-1}^{2}$$0{,}00009$
4. Kontribusi ARCH term$\alpha_1 \times \varepsilon_{t-1}^{2} = 0{,}10 \times 0{,}0004$$0{,}00004$
5. Kontribusi GARCH term$\beta_1 \times \sigma_{t-1}^{2} = 0{,}85 \times 0{,}00009$$0{,}0000765$
6. Ramalan ragam$\sigma_t^{2} = 0{,}000010 + 0{,}00004 + 0{,}0000765$$0{,}0001265$
7. Simpangan baku & setahunkan$\sqrt{0{,}0001265} \to \times \sqrt{252}$$1{,}125\%$/hari
RAMALAN VOLATILITAS BESOK
1,125%/hari ≈ 17,85%/tahun

Coba Sendiri: Ramalkan Volatilitas Besok

Geser parameter omega, alpha, dan beta GARCH(1,1) lalu amati bagaimana ramalan volatilitas hari berikutnya ikut berubah.

Menafsirkan Parameter: Persistensi Volatilitas

Jumlah α₁+β₁ disebut persistence (persistensi) — seberapa lama efek guncangan bertahan sebelum volatilitas kembali ke rata-rata jangka panjangnya.

PERSISTENSI CONTOH KITA
0,10 + 0,85 = 0,95
Sangat mendekati 1 — khas data finansial harian. Guncangan hari ini masih terasa pengaruhnya berminggu-minggu ke depan.
RAGAM TAK BERSYARAT (LONG-RUN)
ω/(1−α₁−β₁)
0,000010/0,05 = 0,0002 → σ=1,41%/hari ≈ 22,4%/tahun. Ini "titik keseimbangan" volatilitas jangka panjang BBCA.
Jika α₁+β₁ ≥ 1 (disebut IGARCH), guncangan tidak pernah mereda — secara teori ragam tak bersyarat tidak terdefinisi.

Efek Asimetri: Kabar Buruk Lebih "Berisik"

GARCH standar mengasumsikan guncangan naik dan turun berdampak sama pada volatilitas. Kenyataannya, kabar buruk (harga turun) biasanya memicu volatilitas lebih besar — disebut leverage effect (efek pengungkit).

WALKTHROUGH 1 — GJR-GARCH
Menambah suku dummy: σ²t=ω+αε²t-1+γε²t-1It-1+βσ²t-1, dengan I=1 jika εt-1<0. Jika γ>0, kejutan negatif menambah dorongan ekstra ke volatilitas.
WALKTHROUGH 2 — EGARCH
Memodelkan log ragam: ln(σ²t)=ω+βln(σ²t-1)+α[|zt-1|−E|zt-1|]+γzt-1. Karena bentuknya log, ragam otomatis selalu positif tanpa perlu batasan parameter non-negatif seperti GARCH biasa.
Contoh nyata: saat kabar buruk (mis. penurunan tajam IHSG akibat sentimen global), volatilitas melonjak jauh lebih tinggi dibanding saat kenaikan setara besarnya.

Aplikasi: Value-at-Risk (VaR) dari Ramalan GARCH

Value-at-Risk (VaR): estimasi kerugian maksimum yang mungkin terjadi pada tingkat kepercayaan tertentu. Ramalan σt dari GARCH langsung dipakai sebagai input.

$\text{VaR}_{1\text{ hari},\, 95\%} = -\sigma_t \times 1{,}65 \times \text{Nilai Portofolio}$
CONTOH: PORTOFOLIO SAHAM BBCA Rp 100 JUTA
  • σt dari GARCH(1,1) tadi = 1,125%/hari
  • VaR = −0,01125 × 1,65 × Rp100.000.000 ≈ −Rp1.856.250
  • Artinya: 95% yakin kerugian besok tidak akan melebihi ±Rp1,86 juta
Ini praktik standar bank & sekuritas untuk menetapkan batas modal cadangan risiko harian (mis. sesuai kerangka Basel untuk risiko pasar).

Studi Kasus: Volatilitas IHSG Saat Guncangan

GARCH terbukti berulang kali menangkap lonjakan risiko pada peristiwa besar pasar Indonesia:

PeristiwaDampak pada IHSGSinyal GARCH
Krisis Finansial Global 2008IHSG anjlok tajam, sempat disuspensiσt melonjak drastis dari baseline
Taper Tantrum 2013Rupiah & IHSG bergejolak akibat sinyal The FedPersistensi tinggi, volatilitas bertahan berminggu-minggu
Pandemi COVID-19 Maret 2020IHSG turun cepat, banyak saham auto-reject bawahσt tertinggi dalam dekade terakhir
Manajer investasi & sekuritas memantau σt harian dari GARCH untuk menyesuaikan alokasi aset UMKM/ritel dan batas margin trading secara dinamis, bukan statis.

Coba Sendiri: News Impact Curve: Asimetri Shock

Shock harga jatuh ternyata menaikkan volatilitas lebih besar dari shock naik. Inilah efek leverage yang ditangkap GJR-GARCH.

Coba Sendiri: ARCH vs GARCH: Memory of Volatility

ARCH hanya ingat shock kemarin; GARCH menambahkan memori variansi. Bandingkan respons tiga model terhadap shock.

Coba Sendiri: Ramalan Volatilitas: Konvergensi ke Ekuilibrium

Volatilitas GARCH ramalan selalu konvergen ke ekuilibrium jangka panjang. Kecepatan konvergensi ditentukan persistensi.

Latihan Praktik: Hitung Sendiri Ramalan GARCH

Kerjakan perhitungan berikut secara manual (boleh pakai kalkulator), kumpulkan sebelum pertemuan berikutnya.

SOAL: SAHAM TOKOPEDIA-GROUP (GOTO) PASCA BERITA BESAR

Estimasi GARCH(1,1) memberikan ω=0,000015, α₁=0,08, β₁=0,88. Ragam kemarin σ²t-1=0,0001. Muncul kejutan besar εt-1=3% (turun mendadak akibat berita).

  • Hitung σ²t (ramalan ragam hari ini)
  • Hitung σt harian dan setahunkan (×√252)
  • Hitung persistensi (α₁+β₁) — apakah termasuk tinggi?
  • Hitung VaR 1 hari 95% untuk portofolio Rp 50 juta
Bawa hasil perhitungan Anda (boleh tulis tangan/foto) ke pertemuan minggu depan untuk dibahas bersama sebelum masuk topik Optimasi Portofolio.

Kesimpulan Akhir

ARCH: FONDASI
RAGAM DARI KEJUTAN
Ragam hari ini sebagai fungsi kuadrat kejutan masa lalu — menangkap volatility clustering.
GARCH: GENERALISASI
HEMAT PARAMETER
Menambah ragam periode lalu — cukup 3 parameter untuk ingatan volatilitas jangka panjang.
APLIKASI: RISIKO NYATA
VaR & MANAJEMEN RISIKO
Ramalan volatilitas jadi input langsung Value-at-Risk pada portofolio saham Indonesia.

Terima Kasih — Ada Pertanyaan?