stdsquare²
Kelas
stdsquare / Kelas / Machine Learning in Finance / Pertemuan 3: OLS dan Asumsi Klasik
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Machine Learning in Finance

Pertemuan 3 — OLS dan Asumsi Klasik

Dari sekadar menarik garis lurus di antara titik-titik data menuju model regresi yang bisa dipertanggungjawabkan secara statistik — fondasi untuk semua model time series finansial yang akan kita pelajari.

RPS MINGGU 3 • 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu membangun dan mengevaluasi model regresi OLS sederhana untuk data finansial. Secara rinci:

CAPAIAN 1
MEKANIKA
Menjelaskan logika Ordinary Least Squares (OLS) — meminimumkan jumlah kuadrat residual.
CAPAIAN 2
ASUMSI
Menyebutkan dan memahami lima asumsi klasik Gauss-Markov di balik OLS.
CAPAIAN 3
DETEKSI
Mengenali gejala heteroskedastisitas, autokorelasi, dan multikolinearitas pada data finansial.
CAPAIAN 4
INTERPRETASI
Membaca output regresi: koefisien, $R^{2}$, dan signifikansi statistik dengan benar.

Mengapa OLS Penting di Keuangan?

Hampir setiap model kuantitatif finansial — dari CAPM (Capital Asset Pricing Model, model penentuan return wajar saham) sampai model risiko bank — berakar dari satu ide: mencari garis lurus terbaik yang menjelaskan hubungan dua variabel.

Contoh Nyata
  • Analis BEI mengukur beta saham GOTO terhadap IHSG lewat regresi return harian.
  • Bank menaksir hubungan suku bunga BI terhadap permintaan kredit UMKM.
  • Fintech memprediksi volume transaksi dari jumlah pengguna aktif.
Kenapa Bukan Asal Tarik Garis?
  • Tanpa aturan matematis, dua orang bisa menarik garis berbeda untuk data yang sama.
  • OLS memberi satu garis unik yang optimal menurut kriteria yang jelas.
  • Fondasi wajib sebelum masuk VAR, ARIMA, GARCH minggu-minggu depan.
Bagian 1 dari 4
Mekanika OLS: Menarik Garis Terbaik
Apa itu regresi linear sederhana, dan bagaimana OLS memilih satu garis dari tak terhingga kemungkinan garis.

Model Regresi Linear Sederhana

Kita ingin menjelaskan variabel $Y$ (dependen, misal return saham) menggunakan variabel $X$ (independen, misal return IHSG). Dasar teori ada di materi regresi linear sederhana.

$Y = \alpha + \beta X + \varepsilon$
$\alpha$ (intersep)
Titik Potong
Nilai $Y$ saat $X = 0$. Return saham saat pasar diam.
$\beta$ (slope)
Kemiringan
Perubahan $Y$ untuk tiap 1 unit kenaikan $X$ — inilah beta saham di dunia nyata.
$\varepsilon$ (error)
Residual
Bagian $Y$ yang tak terjelaskan oleh garis — "sisa" atau noise.

Prinsip "Least Squares": Minimalkan Kuadrat Error

OLS memilih $\alpha$ dan $\beta$ yang membuat jumlah kuadrat residual (SSR) sekecil mungkin — bukan asal cocok mata.

X (return IHSG)YGaris putus-putus = residual (jarak titik ke garis)
$\text{SSR} = \sum_{i=1}^{n}(Y_i - \hat{Y}_i)^{2} \rightarrow \text{diminimumkan}$

Hitung dari Nol: Estimasi $\beta$ dan $\alpha$

Data 5 hari: return IHSG ($X$, %) dan return saham BBCA ($Y$, %). Rata-rata $\bar{X} = 1{,}0$; $\bar{Y} = 1{,}4$.

LangkahPerhitunganNilai
1. $\sum(X_i - \bar{X})(Y_i - \bar{Y})$$(-1)(-1{,}4)+(0)(-0{,}4)+(0)(0{,}6)+(1)(0{,}6)+(0)(0{,}6) = 1{,}4+0+0+0{,}6+0$
$2{,}0$
2. $\sum(X_i - \bar{X})^{2}$$(-1)^{2}+0^{2}+0^{2}+1^{2}+0^{2} = 1+0+0+1+0$
$2{,}0$
3. $\beta = $ langkah1 $\div$ langkah2$2{,}0 \div 2{,}0$
$1{,}0$
4. $\alpha = \bar{Y} - \beta\bar{X}$$1{,}4 - (1{,}0 \times 1{,}0)$
$0{,}4$
Persamaan hasil: $\hat{Y} = 0{,}4 + 1{,}0\,X$ — $\beta = 1$ berarti BBCA bergerak satu banding satu dengan IHSG. Bandingkan dengan rumus regresi linear sederhana.

Coba Sendiri: Bangun Garis Regresi Langkah demi Langkah

Geser titik data pada scatter plot dan amati bagaimana matriks $X'X$, $X'y$, lalu $\beta$ & $\alpha$ ikut berubah secara langsung.

Bagian 2 dari 4
Lima Asumsi Klasik Gauss-Markov
OLS hanya "terbaik" (BLUE) kalau lima asumsi ini terpenuhi — inilah yang membuat regresi bisa dipercaya atau tidak.

Lima Asumsi Gauss-Markov (Ringkas)

#AsumsiArtinya (Bahasa Sederhana)
1LinearitasHubungan X-Y memang berbentuk garis lurus, bukan kurva.
2EksogenitasError tidak berkorelasi dengan X (X bukan "penyebab semu").
3HomoskedastisitasVarians error konstan di semua nilai X — sebaran "lebar noise" sama.
4Non-autokorelasiError hari ini tidak berkaitan dengan error kemarin.
5Non-multikolinearitasVariabel X (kalau lebih dari satu) tidak saling tumpang-tindih tinggi.
Empat asumsi pertama umumnya untuk regresi sederhana (satu X); asumsi ke-5 relevan saat X lebih dari satu (regresi berganda) — akan sering muncul di model VAR/ARIMA nanti.

Coba Sendiri: Langgar Asumsi, Lihat Akibatnya

Nyalakan/matikan tiap asumsi Gauss-Markov satu per satu dan amati bagaimana status BLUE regresi berubah.

Masalah #1: Heteroskedastisitas

Varians error tidak konstan — sering muncul di data return saham, karena volatilitas cenderung membesar saat pasar bergejolak.

sebaran sempitsebaran melebar (corong)
Akibat: standard error koefisien jadi bias — uji signifikansi (uji-t) bisa menyesatkan meski β sendiri masih tepat.

Masalah #2: Autokorelasi

Error hari ini berkorelasi dengan error hari sebelumnya — umum pada data time series finansial (harga cenderung "menempel" ke tren).

Contoh Kasus
  • Model memprediksi return harga saham Astra terlalu rendah tiga hari berturut-turut saat sedang tren naik.
  • Errornya tidak "acak" — ada pola yang berulang dari waktu ke waktu.
Konsekuensi & Deteksi
  • Standard error terlalu kecil → hasil terlihat "signifikan" padahal belum tentu.
  • Dideteksi dengan uji Durbin-Watson (nilai ideal ≈ 2).

Masalah #3: Multikolinearitas

Berlaku saat $X$ lebih dari satu (regresi berganda) — dua atau lebih variabel penjelas saling tumpang tindih secara statistik. Bahas mendalam di multikolinearitas.

Contoh: $X_1$ = suku bunga BI, $X_2$ = suku bunga deposito bank → keduanya bergerak nyaris identik
GEJALA
$R^{2}$ Tinggi
Model terlihat "bagus" tapi koefisien individual jadi tidak stabil dan sulit diinterpretasi.
DETEKSI
$\text{VIF} > 10$
Variance Inflation Factor — angka tinggi menandakan variabel saling redundan.
Bagian 3 dari 4
Membaca Output Regresi
Koefisien, R-kuadrat, dan uji signifikansi — cara mengubah angka di layar Python/Excel menjadi kesimpulan bisnis.

$R^{2}$: Seberapa Baik Model Menjelaskan Data?

$R^{2}$ (koefisien determinasi) mengukur proporsi variasi $Y$ yang berhasil dijelaskan oleh $X$. Rentang $0$ sampai $1$. Lihat juga koefisien determinasi.

$R^{2} = 1 - \dfrac{\text{SSR}}{\text{SST}}$
Nilai $R^{2}$Interpretasi Umum
$0{,}80 - 1{,}00$Model menjelaskan data dengan sangat kuat (jarang di data finansial mentah)
$0{,}30 - 0{,}60$Cukup umum untuk data return saham harian — pasar penuh "noise"
$< 0{,}10$Model hampir tidak menjelaskan apa-apa — perlu variabel/model lain
Jebakan umum: $R^{2}$ tinggi bukan jaminan model benar — bisa jadi hasil overfitting atau multikolinearitas.

Uji Signifikansi: Apakah $\beta$ Bisa Dipercaya?

Uji-$t$ menguji apakah koefisien $\beta$ secara statistik berbeda dari nol (yaitu, $X$ benar-benar berpengaruh terhadap $Y$). Dasar di uji hipotesis.

P-VALUE < $0{,}05$
Signifikan
Kemungkinan hubungan ini terjadi karena kebetulan < 5% — cukup meyakinkan untuk ditolak $H_0$ ($\beta = 0$).
P-VALUE $\geq 0{,}05$
Tidak Signifikan
Tidak cukup bukti bahwa $X$ memengaruhi $Y$ — gagal tolak $H_0$, meski koefisiennya bukan nol persis.
Ambang $0{,}05$ (5%) adalah konvensi umum di riset sosial/keuangan — bukan hukum alam yang mutlak.

Hitung dari Nol: Standard Error dan Uji-$t$ Sederhana

Lanjutan dari data sebelumnya: $\beta = 1{,}0$, standard error (SE) $\beta = 0{,}25$, $n = 5$ observasi.

LangkahPerhitunganNilai
1. Hitung $t$-statistik$t = \beta \div \text{SE} = 1{,}0 \div 0{,}25$
$4{,}0$
2. Bandingkan dengan nilai kritis$t$-tabel ($\text{df}=3$, $\alpha=5\%$) $\approx 3{,}18$
$3{,}18$
3. Uji: $|t_{\text{hitung}}| > t_{\text{tabel}}$?$4{,}0 > 3{,}18 \rarr$ ya
SIGNIFIKAN
4. Kesimpulan bisnisReturn IHSG berpengaruh nyata terhadap return BBCA
TOLAK $H_0$
Karena $t$-hitung ($4{,}0$) melebihi $t$-tabel ($3{,}18$), kita tolak hipotesis nol — $\beta$ secara statistik berbeda dari nol.
Bagian 4 dari 4
Latihan dan Jembatan ke Pertemuan Depan
Menguji pemahaman Anda, lalu melihat ke mana OLS ini akan berkembang di model time series berikutnya.

Coba Sendiri: Diagnostik Residual: Cek Asumsi OLS

Asumsi klasik Gauss-Markov bukan formalitas. Plot residual membocorkan pelanggaran heteroskedastisitas dan non-linearitas yang membuat OLS tidak lagi BLUE.

Coba Sendiri: Standar Error, t-test & CI Slope

Slope yang tampak signifikan bisa sebenarnya tidak berbeda dari nol. Geser standar error dan lihat bagaimana interval kepercayaan melebar.

Latihan Kelas: Diagnosis Cepat

Kerjakan berpasangan (5 menit). Untuk tiap skenario, tentukan asumsi klasik mana yang paling mungkin dilanggar.

Skenario A

Regresi return saham BUMI (batu bara) terhadap IHSG. Saat harga komoditas melonjak (2021–2022), sebaran error jauh lebih lebar dibanding periode tenang.

Skenario B

Model memprediksi harga rumah memakai dua variabel: luas tanah (m²) dan luas bangunan (m²), yang ternyata berkorelasi 0,95 satu sama lain.

Diskusikan juga: konsekuensi praktis apa yang terjadi kalau masalah ini dibiarkan tanpa koreksi?

Rangkuman: Cheat Sheet OLS

KonsepInti
OLSMetode mencari $\alpha$, $\beta$ yang meminimumkan jumlah kuadrat residual (SSR)
5 Asumsi KlasikLinearitas, eksogenitas, homoskedastisitas, non-autokorelasi, non-multikolinearitas
HeteroskedastisitasVarians error tidak konstan — umum saat volatilitas pasar berubah
AutokorelasiError berpola dari waktu ke waktu — umum di data time series
$R^{2}$ & uji-$t$$R^{2}$ = kekuatan penjelasan model; uji-$t$ = keandalan statistik koefisien

Penutup: Ke Mana Selanjutnya?

Minggu Depan

Kita akan naik dari regresi satu arah (X memengaruhi Y) ke Vector Autoregression (VAR) — model di mana beberapa variabel finansial saling memengaruhi satu sama lain dari waktu ke waktu.

TUGAS
Regresi Mini
Ambil 10 hari data return dua saham BEI pilihan Anda, hitung α dan β secara manual, kumpulkan minggu depan.

📖 Baca juga: Beta Unlevering Relevering — penjelasan mendalam dan contoh numerik.