Setelah strategi pemasaran digital minggu lalu, saatnya melindungi produk dan bisnis Anda secara hukum: badan usaha, merek, hak cipta, paten, hingga kontrak dan data pribadi.
RPS MINGGU 13 • 2X50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memetakan kebutuhan legalitas startup dan mengambil langkah awal melindungi aset kekayaan intelektualnya.
CAPAIAN 1
BADAN USAHA
Membandingkan bentuk badan usaha (CV, PT, PT Perorangan) dan memilih yang sesuai tahap startup.
CAPAIAN 2
HAKI
Membedakan merek, hak cipta, dan paten, serta prosedur pendaftarannya di Indonesia.
CAPAIAN 3
KONTRAK
Mengidentifikasi kontrak dasar yang wajib dimiliki startup: kerja sama, NDA, dan perjanjian kerja tim.
CAPAIAN 4
DATA PRIBADI
Menjelaskan kewajiban dasar startup terhadap UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).
Bagian 1 dari 4
Memilih Bentuk Badan Usaha
Fondasi legal pertama sebelum startup Anda bisa membuka rekening, menandatangani kontrak, atau menerima investasi.
Kenapa Startup Butuh Badan Usaha yang Jelas
TANPA BADAN USAHA
RISIKO PRIBADI
Utang & tuntutan hukum bisa menyasar harta pribadi pendiri, bukan hanya aset usaha.
DENGAN BADAN USAHA
TANGGUNG JAWAB TERBATAS
Aset pribadi pendiri terpisah dari aset perusahaan (khusus PT).
Contoh: kalau startup Anda dituntut konsumen karena produk cacat dan belum berbadan hukum, secara hukum tuntutan itu bisa menyasar Anda pribadi. Kalau sudah berbentuk PT, yang bertanggung jawab utamanya adalah aset perusahaan, bukan rekening tabungan Anda.
Badan usaha juga jadi syarat wajib untuk membuka rekening bisnis, ikut tender, dan menerima pendanaan investor — termasuk demo day pendanaan yang mungkin Anda ikuti setelah lulus.
Tiga Pilihan Badan Usaha untuk Startup Rintisan
Bentuk
Modal Minimum
Cocok Untuk
CV (Persekutuan Komanditer)
Tidak ada ketentuan minimum
Usaha kecil, belum butuh investor eksternal besar
PT Perorangan
Sesuai modal disetor pendiri (fleksibel)
Usaha mikro/kecil, 1 pendiri, proses cepat & murah
PT (konvensional)
Sesuai kesepakatan pendiri (min. 2 orang)
Startup yang akan menerima investor/pendanaan modal ventura
Sejak UU Cipta Kerja, PT Perorangan bisa didirikan 1 orang tanpa akta notaris — cukup pendaftaran daring lewat sistem AHU, sangat relevan untuk startup mahasiswa yang baru mulai.
Coba Sendiri: Bandingkan Tanggung Jawab Tiap Badan Usaha
Pilih CV, PT Perorangan, atau PT konvensional, lalu lihat konsekuensi tanggung jawab dan syarat pendiriannya berdampingan.
Langkah Praktis Mengurus Legalitas Dasar
LANGKAH 1
AKTA/DAFTAR
Pendirian PT Perorangan via sistem AHU, atau akta notaris untuk PT/CV konvensional.
LANGKAH 2
NIB
Nomor Induk Berusaha lewat sistem OSS — identitas resmi usaha Anda.
LANGKAH 3
NPWP BADAN
Wajib untuk urusan pajak, termasuk PPh Badan saat mulai menghasilkan laba.
Ketiga langkah ini bisa selesai dalam hitungan hari untuk PT Perorangan — jauh lebih cepat dibanding proses PT konvensional yang bisa memakan beberapa minggu karena melibatkan notaris.
Bagian 2 dari 4
HAKI: Merek, Hak Cipta & Paten
Melindungi nama, logo, karya kreatif, dan inovasi teknis startup Anda dari peniruan.
Tiga Jenis HAKI yang Relevan bagi Startup
Jenis
Melindungi
Contoh untuk Startup Digital
Merek (Trademark)
Nama, logo, slogan usaha
Nama aplikasi "TitipPasar" & logonya
Hak Cipta (Copyright)
Karya orisinal: kode, desain, tulisan, konten
Kode sumber aplikasi, desain UI, artikel blog
Paten (Patent)
Invensi teknis baru yang punya langkah pemecahan masalah
Untuk startup digital mahasiswa, urutan prioritas biasanya: merek dulu (murah & cepat), lalu hak cipta (otomatis begitu karya dibuat), paten jarang relevan kecuali ada inovasi teknis yang benar-benar baru.
Prosedur Pendaftaran Merek di DJKI
Hitung dari Nol: Estimasi Biaya Daftar Merek UMKM
Startup Anda terdaftar sebagai UMKM (usaha mikro) dan ingin mendaftarkan 1 merek untuk 1 kelas barang/jasa secara daring mandiri (tanpa jasa konsultan HAKI).
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Tarif resmi UMKM per kelas (daring)
diketahui (PP tarif PNBP DJKI)
Rp500.000
2. Jumlah kelas yang didaftarkan
diketahui
1 kelas
3. Biaya pendaftaran pokok
Rp500.000 × 1
Rp500.000
4. Cadangan biaya perbaikan berkas (10%)
10% × Rp500.000
Rp50.000
5. Total estimasi anggaran tim
Rp500.000 + Rp50.000
Rp550.000
HASIL
≈ Rp550.000 / merek
Hak Cipta: Perlindungan Otomatis untuk Karya Anda
Apa yang Dilindungi
Kode sumber aplikasi (program komputer)
Desain antarmuka & ilustrasi orisinal
Tulisan: deskripsi produk, artikel blog
Video & konten promosi orisinal
Fakta Penting
Hak cipta otomatis ada begitu karya diciptakan
Pendaftaran ke DJKI → bukti hukum yang kuat jika sengketa
Berlaku selama hidup pencipta + 70 tahun
Karya buatan freelancer → wajib klausul pengalihan hak
Risiko umum startup mahasiswa: menyewa jasa desainer/developer freelance tanpa kontrak tertulis soal kepemilikan hak cipta — akibatnya karya tersebut secara hukum bisa tetap milik si freelancer, bukan startup Anda.
Bagian 3 dari 4
Kontrak Dasar yang Wajib Dimiliki
Melindungi hubungan kerja dalam tim dan dengan mitra eksternal secara tertulis, bukan sekadar kesepakatan lisan.
Tiga Kontrak Dasar yang Wajib Dimiliki Startup
Jenis Kontrak
Fungsi
Kapan Dibutuhkan
Founders' Agreement
Mengatur pembagian saham, peran, & exit pendiri
Sejak tim inti terbentuk, sebelum konflik muncul
NDA (Non-Disclosure Agreement)
Menjaga kerahasiaan ide/data saat presentasi ke pihak luar
Sebelum pitching ke calon investor/mitra baru
Perjanjian Kerja/Jasa
Mengikat hak & kewajiban karyawan/freelancer, termasuk hak cipta
Setiap kali merekrut tim tambahan atau freelancer
Prinsip praktis: tulis di atas kertas sejak awal, bahkan untuk tim yang berteman dekat — kesepakatan lisan sulit dibuktikan saat startup mulai bernilai dan konflik kepentingan muncul.
Hitung dari Nol: Pembagian Saham Founders' Agreement
3 pendiri startup menyepakati pembagian saham berdasarkan kontribusi: modal awal, waktu kerja penuh, dan ide/IP awal. Total modal disetor Rp10.000.000.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Total modal disetor
diketahui
Rp10.000.000
2. Setoran Pendiri A (modal utama)
diketahui
Rp6.000.000
3. Setoran Pendiri B
diketahui
Rp3.000.000
4. Setoran Pendiri C
Rp10.000.000 − Rp6.000.000 − Rp3.000.000
Rp1.000.000
5. Proporsi saham A
Rp6.000.000 ÷ Rp10.000.000 × 100
60%
6. Proporsi saham B & C
30% & 10% (pola sama)
30% & 10%
HASIL PEMBAGIAN
A 60% : B 30% : C 10%
Bagian 4 dari 4
Kepatuhan Data Pribadi (UU PDP)
Startup digital mengumpulkan data pengguna sejak hari pertama — memahami kewajiban dasarnya bukan pilihan.
UU PDP: Kewajiban Dasar bagi Startup Digital
PRINSIP 1
PERSETUJUAN
Data pribadi hanya boleh dikumpulkan dengan persetujuan eksplisit pengguna.
PRINSIP 2
TUJUAN JELAS
Data hanya dipakai untuk tujuan yang diberitahukan saat pengumpulan.
PRINSIP 3
KEAMANAN
Wajib melindungi data dari kebocoran dengan langkah teknis memadai.
PRINSIP 4
HAK PENGGUNA
Pengguna berhak akses, koreksi, dan hapus data pribadinya.
Konsekuensi & Langkah Praktis Kepatuhan Minimum
Risiko Jika Diabaikan
Sanksi administratif dari otoritas PDP
Denda & kewajiban ganti rugi ke pengguna terdampak
Reputasi hancur jika terjadi kebocoran data publik
Langkah Minimum Startup Rintisan
Buat kebijakan privasi sederhana & tampilkan di aplikasi
Minta persetujuan eksplisit saat registrasi
Simpan data seperlunya, hapus yang tak dipakai
Studi kasus nyata: kebocoran data pengguna di berbagai platform e-commerce Indonesia beberapa tahun terakhir menunjukkan kerugian reputasi bisa jauh lebih mahal daripada biaya membangun sistem keamanan sejak awal.
Coba Sendiri: Estimasi Konsekuensi Denda UU PDP
Pilih skenario pelanggaran dan skala usaha, lalu lihat gambaran besar sanksi administratif yang bisa dikenakan.
Daftar Periksa Legalitas Startup Anda
Area
Status Ideal Sebelum Peluncuran
Prioritas
Badan usaha
NIB terbit, minimal PT Perorangan
Tinggi
Merek
Sudah diajukan ke DJKI (proses bisa berjalan)
Tinggi
Founders' Agreement
Ditandatangani seluruh pendiri
Tinggi
Kebijakan privasi
Tersedia & ditautkan di aplikasi
Sedang
Hak cipta karya freelancer
Klausul pengalihan hak di setiap kontrak
Sedang
Tidak semua harus selesai sekaligus — urutkan sesuai prioritas tinggi dulu, terutama sebelum startup Anda mulai bertransaksi dengan uang sungguhan atau bertemu investor.
Ringkasan Pertemuan Ini
Yang Sudah Kita Bahas
Bentuk badan usaha: CV, PT Perorangan, PT konvensional
HAKI: merek, hak cipta, paten — fungsi & prosedur DJKI
Kontrak dasar: founders' agreement, NDA, perjanjian kerja
Kewajiban dasar UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP)
Daftar periksa legalitas startup sebelum peluncuran
Menuju Pertemuan Berikutnya
Pertemuan 13: Laporan Keuangan & Perpajakan
Status legalitas hari ini memengaruhi kewajiban pajak startup
Bawa hasil daftar periksa kelompok ke sesi berikutnya
Latihan Kelompok Hari Ini
Instruksi (dikerjakan 40–50 menit di kelas, dilanjutkan sebagai tugas):
Tentukan bentuk badan usaha yang paling sesuai untuk startup kelompok Anda saat ini, dan jelaskan alasannya.
Identifikasi 1 merek (nama + logo) yang perlu didaftarkan, dan cek ketersediaannya (simulasi penelusuran).
Susun draf singkat Founders' Agreement: nama pendiri, proporsi saham/kontribusi, dan peran masing-masing.
Tulis 3 poin kebijakan privasi sederhana untuk aplikasi kelompok Anda (data apa dikumpulkan, untuk apa, hak pengguna).
Isi Daftar Periksa Legalitas (Slide 18) sesuai kondisi nyata startup kelompok Anda saat ini.
Kumpulkan hasil dalam 1 dokumen ringkas per kelompok sebelum pertemuan berikutnya. Dokumen ini akan menjadi dasar diskusi laporan keuangan & perpajakan di Pertemuan 13.