‹ Daftar slidePertemuan 5: Riset Pasar & Perilaku Konsumen
Prodi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Lab Startup Bisnis Digital
Pertemuan 5 — Riset Pasar & Perilaku Konsumen
Sebelum membangun fitur, bangun keyakinan berbasis data. Hari ini kita belajar merancang riset pasar sederhana dan memahami mengapa konsumen membeli — fondasi sebelum masuk ke Customer Value Proposition minggu depan.
RPS MINGGU 5 • 2×50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu merancang riset pasar praktis dan membaca perilaku konsumen untuk validasi ide startup.
CAPAIAN 1 — DASAR RISET
JENIS & METODE RISET PASAR
Membedakan data primer vs sekunder, riset kualitatif vs kuantitatif.
CAPAIAN 2 — PERILAKU KONSUMEN
FAKTOR & PROSES KEPUTUSAN
Memahami apa yang mendorong konsumen membeli, dan tahapan keputusannya.
CAPAIAN 3 — UKURAN PASAR
TAM-SAM-SOM & NPS
Menghitung estimasi ukuran pasar dan mengukur kepuasan calon pelanggan.
CAPAIAN 4 — PRAKTIK
RANCANG INSTRUMEN RISET
Mampu menyusun kuesioner/wawancara sederhana untuk ide startup sendiri.
Mengapa Riset Pasar Menyelamatkan Startup?
Sebagian besar startup gagal bukan karena timnya buruk, tapi karena membangun sesuatu yang tidak dibutuhkan pasar.
TANPA RISET PASAR
Asumsi & Tebakan
"Menurut saya orang pasti suka"
Fitur dibangun berdasarkan selera tim, bukan kebutuhan nyata pelanggan. Risiko modal terbuang tinggi.
DENGAN RISET PASAR
Bukti & Data
"73% responden survei mengeluhkan hal ini"
Keputusan produk berbasis angka dan wawancara nyata calon pelanggan, bukan opini pendiri.
Studi CB Insights: 35% startup gagal karena "tidak ada kebutuhan pasar" — alasan kegagalan nomor satu, mengalahkan kehabisan modal.
Bagian 1 dari 4
Dasar-Dasar Riset Pasar
Mengenal jenis data dan metode riset yang bisa langsung dipraktikkan mahasiswa dengan anggaran terbatas.
Data Primer vs SekunderKualitatif vs Kuantitatif
Apa Itu Riset Pasar?
Riset pasar (market research) adalah proses sistematis mengumpulkan & menganalisis informasi tentang pasar, pesaing, dan calon pelanggan untuk mendukung keputusan bisnis.
DATA PRIMER
Dikumpulkan Sendiri
Survei, wawancara, observasi langsung. Baru, spesifik untuk pertanyaan Anda, tapi butuh waktu & usaha.
DATA SEKUNDER
Sudah Tersedia
Laporan BPS, riset lembaga (APJII, We Are Social), berita industri. Cepat & murah, tapi belum tentu spesifik.
Strategi startup pemula: mulai dari data sekunder (murah, cepat) untuk gambaran besar, lalu perkuat dengan data primer untuk validasi ide spesifik Anda.
Metode Riset: Kualitatif vs Kuantitatif
Dua pendekatan ini saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
PERBANDINGAN DUA PENDEKATAN
Aspek
Kualitatif
Kuantitatif
Tujuan
Memahami "mengapa" & "bagaimana"
Mengukur "berapa banyak"
Contoh metode
Wawancara mendalam, FGD, observasi
Survei/kuesioner, analitik penggunaan app
Jumlah responden
Sedikit (5–15 orang), mendalam
Banyak (>100), untuk digeneralisasi
Contoh output
"Mahasiswa malas antre karena takut telat kelas"
"68% mahasiswa pernah telat kelas karena antre kantin"
Pola umum: kualitatif dulu untuk menemukan masalah & insight, baru kuantitatif untuk mengukur seberapa besar masalah itu di pasar luas.
Lima Langkah Riset Pasar Ala Startup
Alur ringkas yang bisa diselesaikan dalam 1–2 minggu dengan sumber daya terbatas.
1Rumuskan pertanyaan riset: apa yang ingin Anda ketahui? Contoh: "Apakah mahasiswa mau bayar untuk aplikasi antre kantin?"
2Pilih metode & sampel: wawancara 10 mahasiswa, atau survei online ke 100 mahasiswa.
Startup sering hanya fokus pada tahap 4 (transaksi), padahal peluang terbesar membedakan diri ada di tahap 2, 3, dan 5.
Bagian 3 dari 4
Mengukur Pasar dengan Angka
Dari insight kualitatif ke estimasi kuantitatif: ukuran pasar dan tingkat kepuasan calon pelanggan.
TAM-SAM-SOMNet Promoter Score
Dari Riset ke Strategi: STP
Hasil riset pasar dipakai untuk menentukan Segmentation – Targeting – Positioning (STP).
SEGMENTATION
Kelompokkan Pasar
Bagi calon pelanggan berdasarkan demografi, perilaku, atau kebutuhan yang mirip.
TARGETING
Pilih Segmen Fokus
Pilih 1–2 segmen paling menjanjikan untuk digarap duluan, jangan semua segmen sekaligus.
POSITIONING
Rebut Posisi di Benak
Tentukan bagaimana Anda ingin diingat dibanding kompetitor pada segmen tersebut.
Contoh: riset menunjukkan mahasiswa rantau paling sering telat kelas karena antre kantin → segmen "mahasiswa rantau sibuk" menjadi target utama.
Hitung dari Nol: Estimasi Ukuran Pasar (TAM-SAM-SOM)
Studi kasus: aplikasi pre-order antre kantin kampus untuk mahasiswa di Semarang.
Langkah
Perhitungan
Nilai
TAM — mahasiswa aktif Semarang
data sekunder PDDikti
~500.000 orang
SAM — sering makan di kantin/kafe kampus
30% × 500.000
150.000 orang
SOM — target share tahun pertama
5% × 150.000
7.500 orang
Rata-rata belanja/bulan per pengguna
asumsi dari survei harga kantin
Rp150.000
Estimasi omzet bulanan
7.500 × Rp150.000
Rp1.125.000.000
Estimasi omzet tahunan
Rp1.125.000.000 × 12
Rp13.500.000.000
TAM (Total Addressable Market) = seluruh potensi pasar; SAM (Serviceable Available Market) = yang realistis dilayani; SOM (Serviceable Obtainable Market) = target realistis tahun pertama.
Coba Sendiri: Hitung TAM-SAM-SOM Ide Anda
Masukkan angka pasar total, persentase yang realistis dilayani, dan target share tahun pertama untuk ide startup Anda.
Hitung dari Nol: Net Promoter Score (NPS)
Survei ke 100 calon pengguna: "Seberapa besar kemungkinan Anda merekomendasikan aplikasi ini ke teman? (skala 0–10)"
Langkah
Perhitungan
Nilai
Total responden survei
—
100 orang
Promoter (skor 9–10)
40 ÷ 100
40%
Passive (skor 7–8)
35 ÷ 100
35%
Detractor (skor 0–6)
25 ÷ 100
25%
NPS Score
40% − 25%
15
Interpretasi
skala −100 s.d. 100
"Cukup Baik"
Rumus NPS (Net Promoter Score) = %Promoter − %Detractor. Passive tidak dihitung. NPS di atas 0 = lebih banyak pendukung daripada pengeluh.
Coba Sendiri: Hitung NPS dari Data Survei Anda
Ubah jumlah Promoter, Passive, dan Detractor, lalu lihat bagaimana skor NPS dan interpretasinya berubah.
Bagian 4 dari 4
Studi Kasus & Praktik Langsung
Belajar dari startup Indonesia, lalu langsung merancang instrumen riset untuk ide kelompok Anda sendiri.
Kopi KenanganTools Gratis
Studi Kasus: Riset Pasar Kopi Kenangan
Sebelum ekspansi besar-besaran, Kopi Kenangan melakukan riset lokasi & perilaku konsumen secara sistematis.
POLA RISET SEBELUM BUKA GERAI BARU
Analisis lokasi berbasis data: memetakan kepadatan perkantoran, kampus, dan lalu lintas pejalan kaki sebelum menentukan titik gerai.
Uji harga & rasa terbatas: meluncurkan varian baru di beberapa gerai dulu, ukur respons, baru diperluas nasional.
Data transaksi aplikasi: memanfaatkan data pemesanan digital untuk memahami jam ramai dan menu favorit tiap wilayah.
Startup lokal Indonesia terbukti sukses bukan karena ide dadakan, tapi karena disiplin memvalidasi asumsi dengan data sebelum skala besar.
Tools Riset Pasar Gratis untuk Startup Mahasiswa
Anda tidak butuh anggaran besar untuk mulai riset pasar. Manfaatkan tools berikut:
SURVEI & FORMULIR
Google Forms
Gratis, mudah dibagikan lewat grup WhatsApp/Instagram kampus, hasil langsung terekap otomatis.
WAWANCARA & OBSERVASI
Tatap Muka Langsung
Ngobrol langsung di kantin, kos, atau ruang kelas — insight paling kaya, murah, dan cepat.
SOCIAL LISTENING
Pantau Medsos
Cari keluhan/komentar relevan di X, Instagram, atau grup Facebook mahasiswa/UMKM.
DATA SEKUNDER
BPS, APJII, We Are Social
Statistik nasional gratis untuk memperkuat estimasi TAM di proposal bisnis Anda.
Latihan Kelompok: Rancang Instrumen Riset (15 Menit)
Kerjakan bersama kelompok startup Anda, gunakan ide bisnis yang sudah dikembangkan sejak Pertemuan 3–4.
INSTRUKSI TUGAS
Langkah 1: rumuskan 1 pertanyaan riset utama tentang asumsi paling berisiko pada ide startup Anda.