‹ Daftar slidePertemuan 13: Evaluasi, debugging, dan penyusunan laporan proyek akhir secara sistematis
Program Studi Bisnis Digital • FEB
Laboratorium Pemrograman
Pertemuan 13 — Evaluasi, Debugging, dan Penyusunan Laporan Proyek Akhir Secara Sistematis
Aplikasi Anda sudah tersambung front-end ke back-end di pertemuan lalu — sekarang saatnya menguji, membenahi bug yang tersisa, dan mendokumentasikannya jadi laporan yang layak dinilai.
RPS MINGGU 14 • 2×50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Evaluasi & Debugging Sistematis
Berhenti menebak-nebak — kenali jenis bug, ikuti alur debugging terstruktur, dan pakai tool yang tepat untuk tiap lapisan aplikasi.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu mengevaluasi, men-debug, dan mendokumentasikan proyek aplikasi secara sistematis. Secara rinci:
CAPAIAN 1
KLASIFIKASI
Membedakan jenis bug (sintaks, logika, runtime) dan sumber kesalahan pada aplikasi full-stack.
Menghitung skor evaluasi proyek berbasis rubrik berbobot dan densitas bug.
CAPAIAN 4
LAPORAN
Menyusun laporan proyek akhir yang sistematis, jujur, dan siap dipresentasikan.
Mengapa Evaluasi Sistematis Ini Penting?
Bayangkan tim Anda sudah menyatukan aplikasi minggu lalu, lalu tiga hal ini terjadi saat demo ke dosen pembimbing:
KEJADIAN 1
CRASH
Aplikasi crash saat tombol "Simpan" ditekan dua kali berturut-turut.
KEJADIAN 2
DATA HILANG
Data yang diinput lewat form tidak muncul lagi setelah aplikasi ditutup.
KEJADIAN 3
LAPORAN KOSONG
Laporan proyek hanya berisi tangkapan layar tanpa penjelasan alur kerja.
Ketiga masalah ini punya akar yang sama: tidak ada proses evaluasi terstruktur sebelum aplikasi dianggap "selesai". Debugging asal-asalan dan laporan tempelan adalah alasan paling umum nilai proyek akhir turun drastis di banyak kelas bootcamp maupun perkuliahan.
Tiga Jenis Bug yang Wajib Anda Kenali
Ketiga jenis ini butuh strategi pencarian berbeda — bug sintaks ditangkap editor, bug logika butuh penelusuran manual, bug runtime butuh simulasi kondisi nyata pengguna.
Alur Debugging Sistematis: 4 Langkah
Aturan emas: jangan pernah mengubah kode sebelum langkah 1 dan 2 selesai. Mengubah kode sambil menebak-nebak sering menimbulkan bug baru di atas bug lama.
Studi Kasus: Data Tidak Tersimpan ke Database
Tim Anda melaporkan: "Setelah isi form tambah produk dan tekan Simpan, data tidak muncul di daftar produk." Mari telusuri dengan alur empat langkah.
LANGKAH A — REPRODUKSI
Coba isi form yang sama tiga kali di perangkat berbeda → bug muncul konsisten, bukan kebetulan jaringan.
LANGKAH B — ISOLASI
Cek console: permintaan POST ke REST API terkirim, tapi respons status: 500. Masalah ada di back-end, bukan UI.
LANGKAH C — PERBAIKAN
Buka kode endpoint: kolom harga di database bertipe angka, tapi form mengirim teks berisi "Rp". Tambahkan pembersihan input sebelum simpan.
LANGKAH D — VERIFIKASI
Ulangi tiga kali skenario awal + coba input harga kosong dan harga negatif → semua tertangani, fitur lain (edit, hapus) masih normal.
Tool Debugging untuk Tiap Lapisan Aplikasi
FRONT-END (React Native)
console.log() untuk menelusuri nilai state dan props
React Native Debugger / Flipper untuk inspeksi komponen
Expo Go log viewer saat aplikasi dijalankan di HP
BACK-END & DATABASE (Python)
Postman / Thunder Client untuk menguji REST API langsung
print() dan traceback Python untuk lacak error
DB browser (mis. SQLite Browser) untuk cek isi tabel langsung
Prinsip: selalu cek dari sumber data, bukan dari tampilan. Kalau data salah di layar, cek dulu apakah API mengembalikan data yang benar sebelum menyalahkan komponen UI.
Hitung dari Nol: Densitas Bug Proyek Anda
Tim Anda menulis 2.500 baris kode untuk proyek akhir dan menemukan 8 bug saat sesi pengujian sebelum tenggat. Berapa densitas bug dan tingkat resolusinya?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Total baris kode (LOC)
diberikan tim
2.500 baris
2. Konversi ke KLOC (ribuan baris)
2.500 ÷ 1.000
2,5 KLOC
3. Jumlah bug ditemukan
hasil sesi pengujian
8 bug
4. Densitas bug
8 bug ÷ 2,5 KLOC
3,2 bug/KLOC
5. Bug diperbaiki sebelum tenggat
hasil sesi debugging
7 bug
6. Tingkat resolusi bug
(7 ÷ 8) × 100
87,5%
Angka ~3–5 bug/KLOC saat pengujian pra-rilis dianggap wajar untuk proyek mahasiswa; yang penting tingkat resolusi mendekati 100% sebelum presentasi.
Bagian 2 dari 3
Evaluasi Kualitas & Checklist Testing
Dari "sudah jalan" ke "layak dinilai" — checklist testing menyeluruh dan rubrik skor berbobot.
Checklist Testing: Empat Lapisan Aplikasi
Lapisan
Yang Diuji
Contoh Pertanyaan
UI/UX
Tampilan & alur pengguna
Apakah tombol jelas, form mudah diisi di layar kecil?
Fungsionalitas
Fitur inti (CRUD, navigasi, login)
Apakah tambah/ubah/hapus data berjalan konsisten?
API & Integrasi
Komunikasi front-end ↔ back-end
Apakah semua endpoint merespons benar & cepat?
Keamanan Dasar
Validasi input, otentikasi
Apakah form login menolak input kosong/berbahaya?
Uji juga edge case (kasus batas): input kosong, angka negatif, koneksi internet terputus di tengah proses — bukan hanya skenario "jalan mulus" saat demo.
Empat Metrik Evaluasi Proyek Akhir
METRIK 1
FUNGSIONALITAS
Apakah semua fitur inti berjalan sesuai rencana di P1–P12?
METRIK 2
USABILITAS
Apakah aplikasi mudah dipakai oleh pengguna baru tanpa panduan?
METRIK 3
KEAMANAN
Apakah data pengguna & input tervalidasi dengan baik?
METRIK 4
DOKUMENTASI
Apakah laporan menjelaskan proses, bukan hanya hasil akhir?
Rubrik penilaian proyek akhir Anda kemungkinan besar mengombinasikan keempat metrik ini dengan bobot berbeda — mari kita hitung contohnya di slide berikutnya.
Hitung dari Nol: Skor Evaluasi Berbobot Proyek
Tim penguji memberi skor 0–100 per metrik, lalu dikalikan bobotnya: Fungsionalitas 30%, UI/UX 20%, Keamanan 20%, Performa 15%, Dokumentasi 15%.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Fungsionalitas (skor 80)
30% × 80
24,00
2. UI/UX (skor 90)
20% × 90
18,00
3. Keamanan (skor 70)
20% × 70
14,00
4. Performa (skor 85)
15% × 85
12,75
5. Dokumentasi (skor 75)
15% × 75
11,25
6. Skor akhir proyek
24,00+18,00+14,00+12,75+11,25
80,00
Skor 80,00 ini punya kelemahan tersembunyi: Keamanan (70) adalah metrik terlemah — itulah yang wajib diperbaiki sebelum tenggat, bukan metrik yang sudah tinggi.
Coba Sendiri: Hitung Skor Rubrik Proyek Anda
Masukkan estimasi skor tiap metrik proyek akhir kelompok Anda, lalu amati skor akhir berbobot dan metrik terlemahnya.
Latihan Kelompok: Audit Bug Proyek Anda (20 Menit)
Kerjakan bersama tim proyek akhir Anda, gunakan alur debugging empat langkah dan checklist testing dari slide sebelumnya.
LANGKAH KERJA
Jalankan aplikasi Anda & coba semua operasi CRUD sekali lagi
Catat setiap bug yang muncul: jenis (sintaks/logika/runtime) & lapisan (UI/API/DB)
Hitung densitas bug & tingkat resolusi tim Anda sendiri
Hitung skor evaluasi berbobot proyek versi tim (pakai bobot slide 13)
Hasil latihan ini langsung menjadi bahan mentah untuk bagian "Evaluasi Diri" di laporan proyek akhir Anda — jangan dibuang setelah kelas selesai.
Bagian 3 dari 3
Penyusunan Laporan Proyek Akhir
Mengubah temuan debugging dan evaluasi tadi menjadi laporan yang jujur, terstruktur, dan siap dipresentasikan.
Struktur Laporan Proyek Akhir yang Efektif
Bagian
Isi
Sumber
1. Ringkasan Proyek
Masalah bisnis & solusi aplikasi (1 paragraf)
Ide proyek P1
2. Fitur & Arsitektur
Daftar fitur, diagram alur data front-end↔back-end
P3–P12
3. Hasil Evaluasi
Checklist testing, densitas bug, skor berbobot
Slide 9, 11, 13
4. Bug & Perbaikan
Bug ditemukan, alur debugging, status akhir
Latihan kelompok
5. Keterbatasan & Rencana
Apa yang belum sempurna & langkah lanjut
Refleksi tim
Kebiasaan Menulis Laporan Teknis: Lakukan vs Hindari
LAKUKAN
Sertakan angka konkret (skor, densitas bug, jumlah fitur)
Jelaskan kenapa sebuah bug terjadi, bukan hanya apa yang diperbaiki
Akui bug/fitur yang belum tuntas secara jujur & terbuka
HINDARI
Tangkapan layar tanpa penjelasan alur kerjanya
Klaim "aplikasi sudah sempurna" tanpa bukti pengujian
Menyalin struktur laporan tim lain tanpa menyesuaikan konten
Dosen penguji dapat membedakan laporan yang ditulis dari proses nyata dengan laporan yang ditulis di menit terakhir — kejujuran soal keterbatasan justru lebih dihargai daripada klaim sempurna yang tidak terbukti.
Latihan Individu/Tim: Kerangka Laporan Anda (15 Menit)
Gunakan struktur lima bagian dari slide 16 dan hasil audit bug dari latihan sebelumnya untuk mulai menulis kerangka laporan proyek akhir Anda.
TULIS SEKARANG
1 paragraf ringkasan proyek (bagian 1)
Daftar 3–5 fitur inti dengan status "selesai/sebagian/belum" (bagian 2)
Salin hasil skor & densitas bug dari latihan sebelumnya (bagian 3–4)
BAWA KE PERTEMUAN 14
Kerangka laporan lengkap lima bagian
Daftar keterbatasan & rencana perbaikan (bagian 5)
Draf 3 slide presentasi ringkas untuk demo
Laporan final & presentasi terstruktur akan disusun tuntas dan dipresentasikan pada Pertemuan 14 — pertemuan hari ini adalah fondasi datanya.
Ringkasan: Dari Bug ke Laporan Siap Presentasi
Empat langkah ini bukan tugas satu kali, melainkan siklus yang bisa Anda ulang setiap kali menemukan bug baru — bahkan setelah proyek akhir ini selesai, dalam pekerjaan nyata di industri bisnis digital.
Menuju Pertemuan 14
Penyusunan Laporan Akhir & Presentasi Terstruktur
Bawa kerangka laporan, hasil audit bug, dan skor evaluasi Anda hari ini — minggu depan kita menuntaskan laporan final dan berlatih presentasi di depan kelas.