‹ Daftar slidePertemuan 9: Email Marketing — membuat email sebagai media pemasaran digital
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Lab Pemasaran Digital
Pertemuan 9 — Email Marketing: Membuat Email sebagai Media Pemasaran Digital
Dari daftar kontak sampai email yang benar-benar dibuka, diklik, dan mendatangkan penjualan.
RPS MINGGU 10 • 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu merancang email sebagai media pemasaran digital yang efektif. Secara rinci:
FONDASI
Mengapa Email
Masih Relevan
Menjelaskan posisi email marketing di antara kanal digital lain dan mengapa ROI-nya sering paling tinggi.
DAFTAR
List Building
& Segmentasi
Membangun daftar kontak sah (opt-in) dan membagi audiens ke segmen agar pesan lebih relevan.
EKSEKUSI
Anatomi Email
& Jenis Kampanye
Merancang subjek, isi, dan ajakan bertindak (CTA) untuk berbagai jenis kampanye email.
EVALUASI
Metrik & A/B Test
Pengukuran Kinerja
Menghitung open rate, click-through rate, dan conversion rate untuk menilai efektivitas kampanye.
Bagian 1 dari 3
Mengapa Email Marketing Masih Menang
Kanal yang datanya Anda miliki sendiri, bukan dipinjam dari algoritma platform media sosial.
Audiens yang Anda Miliki vs Anda Pinjam
Bayangkan sebuah brand skincare lokal dengan 50.000 pengikut Instagram tiba-tiba terkena shadow banned algoritma — jangkauan organik anjlok drastis dalam semalam.
RENTED AUDIENCE (MEDIA SOSIAL)
Jangkauan diatur algoritma platform, bisa berubah kapan saja
Akun bisa di-suspend tanpa peringatan, seluruh audiens hilang
Butuh iklan berbayar agar konten tetap terlihat pengikut sendiri
OWNED AUDIENCE (EMAIL)
Daftar email sepenuhnya milik bisnis, bukan platform
Pesan sampai ke inbox tanpa tergantung algoritma
Bisa dipindah ke penyedia layanan email mana pun kapan saja
Email marketing adalah satu-satunya kanal digital utama di mana bisnis memiliki kendali penuh atas daftar audiensnya sendiri, bukan menyewa perhatian dari platform pihak ketiga.
ROI Email Marketing Dibanding Kanal Lain
Beberapa riset industri pemasaran digital global secara konsisten menempatkan email sebagai kanal dengan rasio biaya terhadap hasil paling efisien.
BIAYA RENDAH
~Rp 0–500
per Kontak/Bulan
Sebagian besar layanan email marketing menawarkan tarif jauh lebih murah dibanding iklan berbayar per klik.
TARGET PRESISI
Segmentasi
Berbasis Perilaku
Pesan bisa disesuaikan per segmen — pelanggan baru, pelanggan setia, atau keranjang ditinggalkan.
TERUKUR
Real-time
Metrik Kinerja
Setiap email terkirim bisa dilacak: dibuka, diklik, dan berujung transaksi atau tidak.
Angka ROI spesifik ("Rp X untuk tiap Rp 1 dibelanjakan") bervariasi antar-industri dan sumber riset — gunakan sebagai gambaran arah, bukan janji pasti, dan selalu ukur ulang di kampanye Anda sendiri.
Posisi Email dalam Sales Funnel
Email bukan satu jenis pesan — perannya berubah tergantung di tahap mana calon pelanggan berada dalam sales funnel yang sudah kita bahas sebelum UTS.
Kesalahan umum: mengirim email promo diskon ke kontak yang baru saja mendaftar dan belum kenal brand — seharusnya mereka menerima email perkenalan dulu.
Bagian 2 dari 3
Membangun Daftar & Merancang Email
Dari izin yang sah (opt-in) sampai anatomi email yang membuat orang membuka, membaca, dan mengklik.
Membangun Daftar Kontak: Opt-In yang Sah
Daftar kontak yang baik dibangun dari izin eksplisit (opt-in), bukan dibeli atau dikumpulkan tanpa persetujuan.
CARA MEMBANGUN LIST YANG SAH
Formulir pendaftaran di landing page dengan penawaran (lead magnet)
Kotak "berlangganan newsletter" saat checkout di toko online
Kode QR di kemasan produk yang mengarah ke formulir pendaftaran
Kontak yang diberikan langsung saat transaksi (dengan persetujuan)
PRAKTIK YANG HARUS DIHINDARI
Membeli daftar email dari pihak ketiga (kualitas rendah, ilegal secara etika)
Menambahkan kontak tanpa persetujuan dari sumber lain (scraping)
Tidak menyediakan opsi berhenti berlangganan (unsubscribe)
UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) mewajibkan persetujuan eksplisit sebelum data pribadi — termasuk alamat email — digunakan untuk pemasaran.
Segmentasi: Pesan Berbeda untuk Audiens Berbeda
Satu email yang sama untuk seluruh daftar kontak jarang optimal — segmentasi membagi audiens agar pesan lebih relevan.
DEMOGRAFIS
Siapa
Mereka
Usia, lokasi, jenis kelamin — misalnya promo khusus wilayah Jabodetabek vs luar Jawa.
Pelanggan baru, pelanggan aktif, atau pelanggan yang sudah lama tidak transaksi.
Contoh: sebuah toko UMKM sepatu di Bandung mengirim email restock ukuran tertentu hanya ke kontak yang pernah mencari ukuran itu — bukan ke seluruh 5.000 kontaknya.
Anatomi Email Pemasaran yang Efektif
Lima elemen ini menentukan apakah email dibuka, dibaca, lalu ditindaklanjuti.
Hitung dari Nol: Open Rate & Click-Through Rate
Kasus: sebuah UMKM fesyen mengirim kampanye email ke 4.000 kontak. Terkirim sukses 3.800, dibuka 950 orang, dan yang mengklik tautan promo 190 orang.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Delivery rate (email berhasil masuk)
(3.800 ÷ 4.000) × 100
95%
2. Open rate (dari email terkirim)
(950 ÷ 3.800) × 100
25%
3. Click-through rate/CTR (dari email terkirim)
(190 ÷ 3.800) × 100
5%
4. Click-to-open rate/CTOR (dari yang membuka)
(190 ÷ 950) × 100
20%
MAKNA ANGKA
25% & 5%
Open Rate Wajar, CTR Sehat
Open rate 25% termasuk wajar untuk ritel; CTOR 20% berarti 1 dari 5 pembaca yang membuka ikut mengklik — subjek & CTA cukup efektif.
Hitung dari Nol: Konversi & Pendapatan per Email
Melanjutkan kasus sebelumnya: dari 190 klik, sebanyak 38 orang menyelesaikan pembelian dengan rata-rata nilai transaksi Rp 250.000.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Conversion rate (dari klik ke pembelian)
(38 ÷ 190) × 100
20%
2. Total pendapatan kampanye
38 × Rp 250.000
Rp 9.500.000
3. Pendapatan per email terkirim (RPE)
9.500.000 ÷ 3.800
Rp 2.500
KEPUTUSAN BISNIS
Rp 2.500
per Email Terkirim
Bila biaya kirim email jauh di bawah Rp 2.500/kontak (umumnya ya), kampanye ini menguntungkan — layak diulang & dioptimasi.
Coba Sendiri: Simulator Metrik Kampanye Email
Geser jumlah kontak, open rate, CTR, dan conversion rate, lalu amati bagaimana pendapatan per email berubah — termasuk skenario kampanye yang justru merugi.
Bagian 3 dari 3
Jenis Kampanye, Uji A/B, & Praktik Baik
Dari email otomatis sampai eksperimen kecil yang meningkatkan hasil kampanye secara bertahap.
Empat Jenis Kampanye Email yang Umum Dipakai
Tiap jenis kampanye punya tujuan dan waktu pengiriman yang berbeda.
1. WELCOME SERIES
Terkirim otomatis begitu seseorang mendaftar
Perkenalkan brand, nilai jual utama, dan ekspektasi ke depan
Contoh: toko kopi lokal kirim kode diskon 10% untuk pembelian pertama
2. NEWSLETTER BERKALA
Terjadwal rutin (mingguan/bulanan), menjaga hubungan jangka panjang
Berisi konten edukatif, update produk, atau cerita di balik brand
Contoh: brand skincare kirim tips perawatan kulit tiap Jumat
3. PROMOSI/TRANSAKSIONAL
Terkait penawaran spesifik: diskon, flash sale, produk baru
Butuh urgensi jelas (batas waktu) agar mendorong tindakan cepat
4. TRIGGERED (BERBASIS PEMICU)
Terkirim otomatis berdasar perilaku, misalnya keranjang ditinggalkan
Umumnya CTR & conversion jauh lebih tinggi dari broadcast biasa
Uji A/B: Membandingkan Dua Versi Email
Kirim dua versi email ke sebagian kecil daftar kontak, ukur mana yang lebih baik, lalu kirim versi pemenang ke sisa daftar.
Uji hanya satu variabel per pengujian (subjek saja, atau CTA saja) agar hasilnya jelas menunjukkan penyebab perbedaan performa.
Praktik Baik & Jebakan Umum
Beberapa kebiasaan kecil membedakan kampanye yang efektif dari yang berakhir di folder sampah (spam).
PRAKTIK BAIK
Kirim di waktu relevan (misalnya pagi hari kerja untuk B2B)
Personalisasi nama penerima di sapaan pembuka
Optimalkan tampilan untuk ponsel — mayoritas email dibuka lewat HP
Bersihkan kontak yang tidak pernah membuka dalam 6 bulan terakhir
Terlalu sering mengirim (setiap hari) membuat orang berhenti berlangganan
Tidak menyediakan tautan berhenti berlangganan yang jelas
Daftar kontak yang lebih kecil tapi aktif dan relevan hampir selalu mengungguli daftar besar yang jarang dibuka — kualitas mengalahkan kuantitas.
Ringkasan: Alur Membangun Kampanye Email
Lima langkah yang baru saja kita pelajari, dari nol sampai email terkirim dan terukur.
Langkah
Fokus
Contoh Alat/Aktivitas
1. Bangun daftar (opt-in)
Izin sah, tanpa membeli list
Formulir landing page, checkout toko online
2. Segmentasi
Kelompokkan berdasar perilaku/tahap funnel
Tag/label di platform email marketing
3. Rancang email
Subjek, preheader, body, CTA, footer
Template Mailchimp/Mailtarget
4. Uji & kirim
Uji A/B satu variabel, jadwalkan waktu tepat
Fitur A/B test bawaan platform
5. Ukur & optimasi
Open rate, CTR, conversion rate, RPE
Dashboard analitik kampanye
Latihan Praktik: Rancang Kampanye Email Anda
Kerjakan berkelompok (3–4 orang), waktu 20 menit, untuk studi kasus berikut.
STUDI KASUS
Anda mengelola pemasaran digital untuk "Kopi Kalem", kedai kopi UMKM di Semarang dengan 1.200 kontak email hasil pendaftaran newsletter di toko dan Instagram. Kedai baru meluncurkan menu cold brew musim kemarau.
Tentukan jenis kampanye yang paling cocok (welcome/newsletter/promosi/triggered) dan alasannya
Tulis satu baris subject line + preheader untuk kampanye tersebut
Tentukan satu CTA tunggal dan segmen kontak mana yang akan menerima email ini
Perkirakan target open rate & CTR yang realistis, lalu hitung estimasi jumlah pembeli bila conversion rate diasumsikan 15% dari klik
Penutup Pertemuan 9
Dari Inbox ke Pendapatan
Minggu depan: Social Media Marketing — menjembatani email dengan kanal sosial untuk kampanye yang saling memperkuat.