stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-08
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 8: Pengalaman Pengguna dan Transformasi Digital — UX dan transformasi digital dalam konteks pemasaran
RPS minggu 9 · 2x50 menit

Pengalaman Pengguna dan Transformasi Digital

UX dan transformasi digital dalam konteks pemasaran

Pertemuan 8 — Lab Pemasaran Digital · Prodi Bisnis Digital, FEB UNDIP

Peta Perjalanan Sub-CPMK Minggu Ini

Sebelum UTS (sudah dilalui)
  • Fondasi bisnis, SWOT, market fit
  • Buyer persona & target audiens
  • Sales funnel & tujuan kampanye
  • Landing page & content marketing
Setelah UTS (fase eksekusi)
  • Hari ini: UX & transformasi digital
  • Email marketing
  • Social media & paid ads (Meta/TikTok)
  • Iklan e-commerce & Google Ads/SEM
Sub-CPMK: mahasiswa mampu menjelaskan konsep UX, mengevaluasi pengalaman pengguna sebuah platform digital, dan mengaitkan transformasi digital dengan strategi pemasaran organisasi.
Bagian 1
Apa Itu Pengalaman Pengguna (UX)?
Definisi, perbedaan dengan UI, dan mengapa pemasar digital wajib paham UX

UX: Definisi dan Ruang Lingkup

User Experience (UX) adalah keseluruhan kesan, perasaan, dan respons seseorang saat berinteraksi dengan produk, sistem, atau layanan digital — mulai dari kemudahan navigasi hingga kepuasan emosional setelah transaksi selesai.

Usability
Seberapa mudah pengguna menyelesaikan tugas — mencari produk, mengisi form, checkout — tanpa kebingungan.
Accessibility
Seberapa inklusif platform bagi pengguna dengan keterbatasan (penglihatan, koneksi lambat, perangkat lawas).
Emotional Response
Perasaan pengguna: percaya, frustrasi, senang, atau ragu — memengaruhi keputusan repeat purchase.

UX vs UI: Sering Tertukar, Padahal Beda

UX (User Experience)
  • Alur & logika interaksi (arsitektur informasi)
  • Riset kebutuhan & perilaku pengguna
  • Kepuasan menyeluruh dari awal sampai akhir
  • Pertanyaan kunci: "Apakah ini masuk akal & mudah?"
UI (User Interface)
  • Tampilan visual — warna, tipografi, ikon
  • Elemen yang disentuh langsung: tombol, form
  • Konsistensi visual brand
  • Pertanyaan kunci: "Apakah ini enak dilihat?"
UI cantik tanpa UX yang baik = toko megah dengan rak barang tidak beraturan. Keduanya harus jalan bersama, tapi UX menentukan arah, UI mempercantik jalannya.

Lima Elemen UX (Jesse James Garrett)

StrategyTujuan bisnis& kebutuhan userScopeFitur & kontenyang disediakanStructureArsitekturinformasi & alurSkeletonLayout, tombol,navigasiSurfaceTampilan visualakhir (UI)Abstrak (mengapa & apa) ────────────────────────────> Konkret (bagaimana terlihat)

Model klasik Garrett memetakan proses UX dari tujuan strategis hingga tampilan akhir — kesalahan umum pemasar digital adalah loncat langsung ke Surface tanpa merancang Strategy dan Structure.

Hitung dari Nol: Skor Usability Sederhana (SUS)

System Usability Scale (SUS) adalah kuesioner 10 pertanyaan (skala 1-5) yang menghasilkan skor 0-100 untuk mengukur usability sebuah platform. Contoh: tim mengevaluasi landing page kampanye UMKM batik online.

LangkahPerhitunganNilai
1. Skor mentah item ganjil (1,3,5,7,9)(skor - 1), jumlah 5 itemTotal = 14
2. Skor mentah item genap (2,4,6,8,10)(5 - skor), jumlah 5 itemTotal = 11
3. Jumlahkan seluruh skor14 + 1125
4. Kalikan dengan 2,525 × 2,5
62,5
5. Interpretasi skor SUS62,5 berada di rentang 51-72Kategori "OK" (perlu perbaikan)
Patokan cepat: <51 = buruk · 51-72 = OK · 73-84 = baik · >85 = luar biasa (acuan Bangor et al., dipakai luas di industri UX).

Coba Sendiri: Hitung Skor SUS Platform Anda

Ubah skor tiap item ganjil-genap, amati bagaimana kombinasi jawaban menggeser skor akhir antar kategori buruk-OK-baik-luar biasa.

Bagian 2
UX dalam Perjalanan Pelanggan Digital
Menghubungkan UX dengan funnel, konversi, dan retensi

UX Sepanjang Sales Funnel

AwarenessUX iklan & landing page pertamaConsiderationUX navigasi produk & pencarianConversionUX checkout & pembayaran
Riset Baymard Institute: rata-rata ~70% keranjang belanja online ditinggalkan — mayoritas penyebabnya adalah UX checkout yang buruk (form panjang, biaya tersembunyi, proses login wajib).

UX Buruk = Kebocoran Anggaran Kampanye

Gejala UX buruk
  • Waktu muat halaman > 3 detik
  • Navigasi > 3 klik untuk sampai ke produk
  • Form checkout meminta data berlebihan
  • Tidak responsif di layar mobile
  • Call-to-action tidak jelas / tersembunyi
Dampak ke pemasaran
  • Bounce rate naik, CPA (cost per acquisition) melonjak
  • Quality Score iklan turun (relevan dengan materi SEM nanti)
  • Ulasan negatif & reputasi brand tercoreng
  • Customer lifetime value rendah — sulit retensi

Walkthrough: Mengevaluasi UX Toko Online Fiktif "Kopi Semesta"

Kondisi awal (sebelum audit)
  • Halaman utama memuat 6 banner besar, loading 5,2 detik
  • Menu kategori tersembunyi di ikon hamburger kecil
  • Checkout mewajibkan buat akun + isi 9 kolom data
Perbaikan yang direkomendasikan
  • Kompres gambar, batasi 2 banner → target loading <2,5 detik
  • Pindahkan kategori ke navigasi utama yang terlihat langsung
  • Tambahkan opsi "checkout sebagai tamu" (guest checkout)
Hasil simulasi tipikal setelah perbaikan sejenis di industri: conversion rate naik, karena setiap detik loading yang dipangkas berkorelasi dengan penurunan bounce rate.
Bagian 3
Transformasi Digital dalam Konteks Pemasaran
Dari sekadar "punya website" menuju organisasi yang berpikir digital-first

Apa Itu Transformasi Digital?

Transformasi digital adalah proses mengintegrasikan teknologi digital ke seluruh aspek organisasi — model bisnis, proses, budaya kerja, dan pengalaman pelanggan — yang secara fundamental mengubah cara organisasi beroperasi dan memberi nilai.

Digitisasi
Mengubah data analog menjadi digital. Contoh: nota kertas UMKM diubah jadi catatan di aplikasi kasir digital.
Digitalisasi
Memakai teknologi digital untuk mengubah proses kerja. Contoh: promosi dari brosur cetak beralih ke iklan media sosial.
Transformasi Digital
Perubahan model bisnis & budaya secara menyeluruh. Contoh: warung menjadi merchant multi-kanal terintegrasi data.

Empat Pilar Transformasi Digital dalam Pemasaran

Customer ExperiencePersonalisasi &UX konsistenlintas kanalOperationalProcessOtomasi CRM,inventory, orderBusiness ModelKanal penjualanbaru, langganan,marketplaceCulture & TalentPola pikirdata-driven &berani eksperimen

Keempat pilar ini bekerja bersama — tim pemasaran digital hanya menjadi satu ujung dari perubahan yang harus didukung seluruh organisasi, terutama pilar Culture & Talent yang paling sering diabaikan.

Mengapa Banyak Transformasi Digital Gagal?

Penyebab kegagalan paling umum (riset McKinsey & praktik industri)
  • Fokus pada teknologi, bukan pelanggan — beli software mahal tanpa memikirkan pengalaman pengguna akhir
  • Kurang dukungan manajemen puncak — dianggap proyek tim IT semata, bukan strategi bisnis
  • Resistensi budaya kerja — karyawan nyaman dengan cara lama, takut perubahan peran
  • Tidak ada metrik keberhasilan yang jelas — sulit membuktikan ROI ke pemangku kepentingan
Studi McKinsey (2023-2024) berulang kali menemukan bahwa mayoritas inisiatif transformasi digital gagal mencapai target — bukan karena teknologi tidak tersedia, tetapi karena eksekusi dan perubahan budaya organisasi.

Hitung dari Nol: Dampak Perbaikan UX pada ROI Kampanye

Sebuah UMKM fesyen online menjalankan kampanye iklan dengan anggaran Rp 10.000.000, mendatangkan 4.000 pengunjung. Setelah perbaikan UX checkout, conversion rate naik dari 1,5% menjadi 2,4%. Rata-rata nilai transaksi Rp 150.000.

LangkahPerhitunganNilai
1. Transaksi sebelum perbaikan UX4.000 × 1,5%60 transaksi
2. Pendapatan sebelum perbaikan60 × Rp 150.000Rp 9.000.000
3. Transaksi sesudah perbaikan UX4.000 × 2,4%96 transaksi
4. Pendapatan sesudah perbaikan96 × Rp 150.000
Rp 14.400.000
5. Kenaikan pendapatan akibat UXRp 14.400.000 - Rp 9.000.000Rp 5.400.000 (+60%)
Anggaran iklan Rp 10 juta tidak berubah sama sekali — kenaikan Rp 5,4 juta murni berasal dari perbaikan UX checkout, bukan dari menambah budget iklan.

Coba Sendiri: Ukur Dampak Rupiah dari Perbaikan UX

Ubah conversion rate sebelum/sesudah perbaikan UX, amati bagaimana kenaikan rupiah muncul tanpa menambah anggaran iklan.

Studi Kasus: Transformasi Digital Bank BCA

Sebelum (era konvensional)
  • Transaksi dominan di teller cabang fisik
  • Antrean panjang, jam layanan terbatas
  • Promosi produk lewat brosur & SPG di mal
Sesudah (myBCA & ekosistem digital)
  • Mayoritas transaksi lewat aplikasi mobile 24/7
  • Onboarding rekening digital tanpa ke cabang
  • Pemasaran personalisasi berbasis data transaksi nasabah
Pelajaran kunci: transformasi digital BCA tidak berhenti di aplikasi — mencakup perubahan struktur organisasi, pelatihan ulang staf cabang, dan pergeseran strategi pemasaran ke kanal digital.

UX sebagai Bagian dari Strategi Transformasi Digital

UX bukan tahap akhir "mempercantik produk" — ia harus menjadi pertimbangan sejak strategi awal transformasi digital dirancang, sejalan dengan model lima elemen Garrett yang kita bahas di awal.

Strategi Bisnis → Riset Kebutuhan Pengguna → Desain Pengalaman (UX) → Implementasi Teknologi → Evaluasi & Iterasi
Organisasi yang menaruh UX di akhir proses (sekadar "poles tampilan") cenderung mengulangi kesalahan Structure dan Scope yang sudah telanjur mahal untuk diperbaiki.

Metrik Kunci untuk Mengukur UX & Transformasi Digital

Metrik UX (level platform)
  • Bounce rate & time on page
  • Task success rate (berhasil menyelesaikan tugas)
  • SUS score (dibahas tadi)
  • Net Promoter Score (NPS)
Metrik transformasi digital (level organisasi)
  • Persentase transaksi via kanal digital
  • Digital revenue growth year-on-year
  • Customer acquisition cost (CAC) lintas kanal
  • Employee adoption rate terhadap sistem baru
Bagian 4
Menerapkan Prinsip UX secara Praktis
Heuristik evaluasi cepat yang bisa langsung Anda pakai

Sepuluh Heuristik Usability Nielsen (Ringkas)

Yang paling relevan untuk pemasar digital
  • Visibility of system status — pengguna selalu tahu apa yang sedang terjadi (loading, konfirmasi order)
  • Match with real world — bahasa & istilah yang familiar, bukan jargon teknis
  • User control & freedom — mudah membatalkan/mengubah pesanan
  • Consistency & standards — tombol & ikon konsisten di semua halaman
Sering luput saat kampanye digencarkan
  • Error prevention — validasi form sebelum submit, bukan sesudah
  • Recognition over recall — riwayat pembelian & wishlist terlihat jelas
  • Aesthetic & minimalist design — hindari elemen tak perlu yang mengalihkan perhatian dari CTA

Latihan Kelas: Audit UX Cepat

Instruksi (kerja berpasangan, 15 menit)
  • Pilih satu aplikasi/website yang biasa Anda pakai (Tokopedia, Gojek, Traveloka, atau lainnya)
  • Terapkan 3 heuristik Nielsen dari slide sebelumnya pada satu alur spesifik (misal: proses cari produk sampai checkout)
  • Catat minimal 1 kekuatan & 1 kelemahan UX yang ditemukan
  • Kaitkan temuan Anda dengan dampaknya pada funnel pemasaran (awareness/consideration/conversion)
Siapkan catatan Anda — dua pasangan akan diminta presentasi singkat (2 menit) di akhir sesi.

Kaitan dengan Materi Setelah Ini

Pertemuan 9
Email marketing — UX email (subject line, mobile-friendly template) menentukan open & click rate.
Pertemuan 10-12
Social media & paid ads — UX landing page tempat iklan mengarahkan pengguna menentukan quality score & ROI.
Pertemuan Akhir
Evaluasi efektivitas iklan lintas platform — metrik UX menjadi salah satu variabel penjelas performa kampanye.

Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari

  • Menganggap UX = tampilan cantik semata — padahal inti UX adalah alur & fungsi yang masuk akal
  • Meniru desain kompetitor tanpa riset pengguna sendiri — kebutuhan audiens bisa berbeda
  • Transformasi digital dianggap proyek sekali jalan — padahal proses berkelanjutan (evaluasi & iterasi terus-menerus)
  • Mengukur kesuksesan hanya dari sisi teknologi — lupakan dampak pada budaya kerja & pengalaman pelanggan nyata
Ingat kembali model Garrett: melompat langsung ke Surface (tampilan) tanpa Strategy dan Structure yang matang adalah akar dari sebagian besar kesalahan ini.

Ringkasan Pertemuan 8

Konsep kunci
  • UX ≠ UI: UX adalah keseluruhan pengalaman, UI adalah tampilan
  • Lima elemen Garrett: Strategy → Scope → Structure → Skeleton → Surface
  • UX buruk = kebocoran anggaran kampanye di setiap tahap funnel
  • Transformasi digital: digitisasi → digitalisasi → transformasi penuh
Angka untuk diingat
  • SUS score: 51-72 = "OK", >85 = luar biasa
  • ~70% cart abandonment global didorong UX checkout buruk
  • Perbaikan UX checkout dapat menaikkan pendapatan signifikan tanpa tambahan budget iklan
  • 10 heuristik Nielsen sebagai checklist evaluasi cepat
Sampai Jumpa
Pertemuan 9: Email Marketing
Bawa temuan audit UX Anda — akan relevan saat kita rancang template email yang mobile-friendly

📖 Baca juga: Dcf Valuation — penjelasan mendalam dan contoh numerik.