‹ Daftar slidePertemuan 6: Membuat dan Mengevaluasi Landing Page — menyusun landing page untuk pemasaran digital dan mengevaluasi efektivitasnya
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Lab Pemasaran Digital
Pertemuan 6 — Membuat dan Mengevaluasi Landing Page
Menyusun landing page untuk pemasaran digital dan mengevaluasi efektivitasnya dengan data — dari anatomi halaman sampai metrik konversi.
RPS MINGGU 6 • 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menyusun landing page untuk pemasaran digital dan mengevaluasi efektivitasnya. Secara rinci:
KONSEP
Anatomi
Landing Page
Menjelaskan apa itu landing page, bedanya dengan homepage, dan elemen wajib yang harus ada di setiap landing page yang efektif.
PRAKTIK
Menyusun
Halaman
Merancang headline, value proposition, call-to-action, dan trust signal yang selaras dengan satu tujuan kampanye.
UKUR
Metrik
Konversi
Menghitung conversion rate, bounce rate, dan uplift A/B testing untuk menilai performa landing page secara kuantitatif.
ITERASI
Perbaikan
Berkelanjutan
Menyusun rencana pengujian dan revisi landing page berdasarkan data, bukan tebakan atau selera pribadi.
Bagian 1 dari 3
Anatomi Landing Page yang Mengonversi
Satu halaman, satu tujuan — memahami elemen wajib sebelum mulai menyusun.
Landing Page vs Homepage
Landing page adalah halaman berdiri sendiri yang dirancang untuk satu tujuan konversi spesifik, biasanya diakses lewat klik iklan, tautan email, atau media sosial.
HOMEPAGE
Banyak menu navigasi & pintu keluar
Tujuan majemuk: profil, produk, kontak, blog
Pengunjung bebas menjelajah ke mana saja
Cocok untuk pengunjung yang sudah kenal merek
LANDING PAGE
Navigasi minim atau tanpa menu sama sekali
Satu tujuan: beli, daftar, atau isi form
Setiap elemen mengarahkan ke satu CTA
Cocok untuk pengunjung baru dari iklan berbayar
Prinsip utama: rasio perhatian 1:1 — satu halaman hanya punya satu tujuan konversi, tanpa distraksi tautan lain.
Enam Elemen Wajib Landing Page
Susunan dari atas ke bawah mengikuti alur perhatian pengunjung — dari menarik perhatian sampai mendorong keputusan.
Prinsip "Above the Fold"
Area yang terlihat tanpa scroll harus sudah menjawab tiga pertanyaan pengunjung dalam hitungan detik.
APA
Produk/Jasa Ini?
Headline & visual harus langsung menjelaskan apa yang ditawarkan tanpa perlu scroll.
UNTUK SIAPA
Relevan Bagi Saya?
Sub-headline menegaskan siapa target pengguna — mahasiswa, UMKM, ibu rumah tangga, dsb.
APA SELANJUTNYA
Harus Klik Apa?
CTA utama harus terlihat tanpa scroll, bukan tersembunyi di bagian bawah halaman.
Kesalahan umum: menaruh CTA hanya di bagian paling bawah halaman — banyak pengunjung mobile tidak pernah scroll sejauh itu.
Merancang Call-to-Action (CTA) yang Efektif
CTA adalah tombol atau tautan yang mengarahkan pengunjung ke tindakan konversi — kualitas kata dan desainnya sangat memengaruhi klik.
CTA LEMAH
"Klik di Sini" — tidak jelas manfaatnya
"Kirim" — generik, tidak spesifik
Warna tombol menyatu dengan latar
Hanya satu CTA di paling bawah halaman
CTA KUAT
"Pesan Sekarang, Diskon 30%" — jelas manfaatnya
"Coba Gratis 7 Hari" — rendah risiko, aksi jelas
Warna kontras dengan latar halaman
Diulang di beberapa titik strategis halaman
Menulis Headline & Value Proposition
Value proposition menjawab: apa manfaat unik yang didapat pengunjung, dan mengapa harus memilih Anda dibanding kompetitor?
Contoh: "Belajar Coding Praktis untuk Pemula, Lulus Kerja dalam 3 Bulan — Mentor Praktisi, Bukan Teori Kelas" (kursus online seperti Dicoding/RevoU).
Latihan cepat: gantikan produk di atas dengan produk UMKM pilihan Anda, lalu susun headline dengan pola yang sama.
Trust Signal: Meredakan Keraguan Pengunjung
Sebelum membeli dari merek yang belum dikenal, pengunjung mencari bukti bahwa produk ini aman dan terpercaya.
SOSIAL
Testimoni
Ulasan pelanggan nyata, rating bintang, jumlah pembeli — seperti rating toko di Shopee.
OTORITAS
Sertifikasi
Logo BPOM, halal, mitra bank, atau media yang pernah meliput produk Anda.
JAMINAN
Garansi
Uang kembali, tukar barang, atau garansi kepuasan yang menurunkan risiko pembelian.
Bagian 2 dari 3
Membangun Landing Page Secara Praktis
Dari sketsa ke halaman jadi — tools, checklist, dan latihan menyusun elemen.
Tools Membuat Landing Page Tanpa Coding
Landing page builder memungkinkan pemasar menyusun halaman lewat drag-and-drop, tanpa harus menulis kode dari nol.
Tool
Karakteristik
Cocok Untuk
Ladipage / Landingi
Fokus landing page, template siap pakai lokal
UMKM & kampanye promo cepat
WordPress + Elementor
Lebih fleksibel, perlu hosting sendiri
Bisnis dengan website utama
Google Sites / Carrd
Gratis, sangat sederhana
Latihan & prototipe cepat mahasiswa
Shopify Landing Page
Terintegrasi langsung dengan toko online
Bisnis e-commerce yang sudah jalan
Checklist Sebelum Landing Page Dipublikasikan
Empat pengecekan wajib supaya landing page tidak kehilangan calon pelanggan karena hal teknis sepele.
TEKNIS
Tampilan rapi di layar mobile (mayoritas trafik iklan)
Waktu muat halaman di bawah 3 detik
Form & tombol berfungsi, tidak ada tautan mati
KONTEN
Satu tujuan konversi konsisten di seluruh halaman
Tidak ada salah ketik pada headline & CTA
Tracking (pixel/Google Analytics) sudah terpasang
Landing page tanpa tracking terpasang = tidak bisa dievaluasi sama sekali di bagian berikutnya.
Coba Sendiri: Susun Urutan Elemen Landing Page
Urutkan elemen landing page dari atas ke bawah, lalu lihat bagaimana urutan memengaruhi alur perhatian pengunjung.
Bagian 3 dari 3
Mengevaluasi Efektivitas Landing Page
Landing page yang bagus secara visual belum tentu efektif — hanya data konversi yang bisa membuktikannya.
Tiga Metrik Inti Evaluasi Landing Page
Ketiga metrik ini menjawab pertanyaan berbeda tentang performa landing page Anda.
CONVERSION RATE
CR
Persentase pengunjung yang melakukan aksi target (beli, isi form) dari total pengunjung.
BOUNCE RATE
BR
Persentase pengunjung yang keluar tanpa interaksi apa pun — indikator halaman kurang relevan/menarik.
AVG. TIME ON PAGE
ATOP
Rata-rata waktu pengunjung bertahan di halaman — makin lama, umumnya makin tertarik.
CR tinggi + BR rendah = kombinasi ideal: banyak yang tertarik, sedikit yang langsung pergi.
Hitung dari Nol: Conversion Rate & Bounce Rate
Kasus: landing page promo "Kopi Kenangan Manis" dikunjungi 8.000 pengunjung dalam sepekan. Sebanyak 320 orang melakukan pembelian, dan 4.400 orang keluar tanpa interaksi apa pun.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Conversion Rate
(320 ÷ 8.000) × 100
4%
2. Bounce Rate
(4.400 ÷ 8.000) × 100
55%
3. Pengunjung yang berinteraksi (non-bounce)
8.000 − 4.400
3.600 orang
KESIMPULAN
4% & 55%
CR Rendah, BR Tinggi
Lebih dari separuh pengunjung langsung pergi — kemungkinan headline/visual di area above the fold kurang relevan dengan iklan yang mereka klik.
A/B Testing: Membandingkan Dua Versi Halaman
A/B testing membagi pengunjung secara acak ke dua versi landing page untuk melihat versi mana yang lebih efektif, berdasarkan data — bukan opini.
LANGKAH 1 — SIAPKAN VARIAN
Versi A: headline "Kopi Segar Setiap Hari"
Versi B: headline "Diskon 20% Hari Ini Saja"
Hanya satu elemen yang diubah agar hasil bisa ditelusuri sebabnya
LANGKAH 2 — UJI & BANDINGKAN
Trafik iklan dibagi rata ke Versi A dan B
Jalankan dalam periode & jumlah pengunjung yang sama
Bandingkan conversion rate kedua versi
Hitung dari Nol: Uplift Hasil A/B Testing
Kedua versi diuji ke pengunjung yang sama besar. Versi A: 5.000 pengunjung, 150 pembelian. Versi B: 5.000 pengunjung, 210 pembelian.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Conversion Rate Versi A
(150 ÷ 5.000) × 100
3,0%
2. Conversion Rate Versi B
(210 ÷ 5.000) × 100
4,2%
3. Uplift Versi B terhadap A
((4,2 − 3,0) ÷ 3,0) × 100
+40%
KEPUTUSAN
Pakai Versi B
Uplift +40%
Headline "Diskon 20% Hari Ini Saja" (urgensi) mengungguli "Kopi Segar Setiap Hari" (deskriptif) secara signifikan.
Coba Sendiri: Uji Uplift Versi Landing Page Anda
Ubah jumlah pengunjung dan pembelian tiap versi, amati bagaimana selisih poin persentase kecil bisa berarti uplift relatif besar.
Studi Kasus: Funnel Landing Page ke Pembelian
UMKM fashion online "Rasa Kain" menelusuri perjalanan pengunjung dari klik iklan sampai transaksi selesai.
Titik bocor terbesar ada antara "klik iklan" dan "scroll lihat produk" — 55% pengunjung hilang di tahap paling atas.
Ringkasan & Tugas Praktik Minggu Ini
RINGKASAN
Landing page = satu halaman, satu tujuan konversi
Enam elemen wajib, tersusun dari headline sampai CTA