stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-13
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 13: Pengembangan Proyek Fintech Dasar: Penyusunan dan Perancangan
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Laboratorium Financial Technology

Pertemuan 13 — Pengembangan Proyek Fintech Dasar: Penyusunan dan Perancangan

Dari ide dan masalah nyata menuju rancangan proyek fintech tim yang layak dikerjakan — model bisnis, produk, arsitektur, dan dokumen perencanaan.

RPS MINGGU 14 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Dari Ide ke Model Bisnis Fintech
Menentukan masalah, vertikal, dan cara proyek Anda menghasilkan nilai — sebelum satu baris kode pun ditulis.

Peta Perjalanan Menuju Proyek Anda

Setiap materi yang sudah Anda pelajari adalah bahan baku untuk proyek hari ini. Tujuan pertemuan ini: tim Anda pulang dengan rancangan proyek fintech yang siap dieksekusi dan dipresentasikan.

Yang Sudah Dipelajari
  • 1 Ekosistem, teknologi & regulasi fintech
  • 2 Cybersecurity & manajemen risiko
  • 3 Analisis data & pemodelan kuantitatif
  • 4 Studi kasus global & lokal, tren masa depan
Hasil Akhir Pertemuan Ini
  • Masalah & vertikal fintech yang dipilih tim
  • Model bisnis & angka kelayakan dasar
  • Rancangan produk (MVP) & arsitektur teknologi
  • Dokumen Project Charter siap dikerjakan

Menemukan Masalah yang Layak Diselesaikan

Proyek fintech yang baik dimulai dari masalah nyata, bukan dari fitur yang terlihat keren. Contoh alur berpikir tim: UMKM pedagang pasar sulit mengakses modal usaha.

Tahap 1 — Amati & Validasi
  • Siapa yang mengalami masalah? — pedagang pasar tradisional tanpa rekam kredit bank
  • Seberapa sering & seberapa mahal masalah ini? — ditolak bank, terjebak rentenir harian
  • Apakah ada bukti orang lain sudah mencoba membayar solusi serupa? — Amartha, Investree
Tahap 2 — Rumuskan Solusi Awal
  • Solusi spesifik: skoring kredit alternatif berbasis data transaksi harian
  • Vertikal fintech yang relevan: Fintech Lending (P2P/microlending)
  • Uji akal sehat: mampu dibangun tim dalam kerangka waktu proyek?

Pilih Vertikal Fintech Proyek Anda

Setiap tim memilih satu vertikal sebagai fokus utama proyek — boleh menggabungkan elemen vertikal lain sebagai fitur pendukung.

Payment
Dompet digital, QRIS, transfer — contoh: GoPay, DANA
Lending
P2P lending, microlending, BNPL — contoh: Amartha, Kredivo
WealthTech
Robo-advisor, reksa dana digital — contoh: Bibit, Pluang
InsurTech
Asuransi mikro, klaim digital — contoh: Qoala, PasarPolis
RegTech
Kepatuhan & KYC otomatis — contoh: Privy, VIDA

Business Model Canvas untuk Proyek Fintech

Sembilan blok BMC dipetakan ke bahasa fintech — isi setiap blok sebelum merancang produk.

Blok BMCPertanyaan Kunci FintechContoh Isi
Value PropositionMasalah apa yang diselesaikan?Skoring kredit alternatif untuk UMKM
Customer SegmentSiapa penggunanya?Pedagang pasar tanpa rekam kredit bank
ChannelsBagaimana menjangkau pengguna?Kemitraan koperasi pasar, WhatsApp
Revenue StreamsDari mana uang masuk?Origination fee & biaya layanan bulanan
Key ResourcesAset penting apa yang dibutuhkan?Data transaksi, izin/kemitraan, tim tekno
Key PartnersSiapa mitra strategis?Bank penyalur dana, penyedia payment gateway

Coba Sendiri: Susun Business Model Canvas Tim Anda

Isi tiap blok BMC secara interaktif untuk ide proyek fintech tim Anda, lalu lihat bagaimana blok-blok itu saling terhubung.

Hitung dari Nol: Model Pendapatan P2P Lending

Platform menyalurkan pinjaman Rp 50.000.000 ke UMKM, tenor 12 bulan, saldo pinjaman menurun linear.

LangkahPerhitunganNilai
1. Pokok pinjaman disalurkanRp 50.000.000
2. Origination fee (di awal)3% × Rp 50.000.000Rp 1.500.000
3. Rata-rata saldo berjalan(Rp 50.000.000 + Rp 0) ÷ 2Rp 25.000.000
4. Biaya layanan per bulan1% × Rp 25.000.000Rp 250.000
5. Total biaya layanan 12 bulanRp 250.000 × 12Rp 3.000.000
6. Total pendapatan platformRp 1.500.000 + Rp 3.000.000Rp 4.500.000
Take Rate Efektif
9%
Rp 4.500.000 ÷ Rp 50.000.000

Hitung dari Nol: Ekonomi Unit (CAC vs LTV)

Tim menghabiskan Rp 15.000.000 biaya pemasaran bulanan untuk mengakuisisi 500 pengguna baru.

LangkahPerhitunganNilai
1. Biaya akuisisi (CAC)Rp 15.000.000 ÷ 500 penggunaRp 30.000
2. Margin kontribusi/pengguna/bulanRp 25.000 ARPU × 60%Rp 15.000
3. Estimasi umur pengguna aktif1 ÷ churn 5% per bulan20 bulan
4. Nilai seumur hidup (LTV)Rp 15.000 × 20 bulanRp 300.000
5. Rasio LTV terhadap CACRp 300.000 ÷ Rp 30.00010×
Patokan investor: rasio LTV:CAC sehat umumnya ≥ 3× — hasil 10× di atas layak dipertahankan sebagai asumsi proyek, dengan catatan wajib divalidasi ulang saat presentasi akhir.

Coba Sendiri: Kalkulator CAC vs LTV Startup

Ubah biaya pemasaran, ARPU, margin, dan churn — amati bagaimana rasio LTV terhadap CAC berubah dan apakah masih di atas patokan sehat 3x.

Cek Kelayakan Regulasi Sejak Awal

Rancangan produk yang bagus bisa gagal total kalau melanggar aturan OJK/BI — cek dua tahap ini sebelum lanjut ke desain produk.

Tahap 1 — Klasifikasi & Izin
  • Apakah aktivitas ini termasuk kategori berizin (payment, lending) atau masih boleh terdaftar sandbox OJK/BI?
  • Apakah proyek menyentuh dana pihak ketiga secara langsung? — risiko tinggi
  • Simpulan: untuk proyek kelas, posisikan sebagai prototipe/simulasi, bukan operasional nyata
Tahap 2 — Kewajiban Turunan
  • Perlindungan data pribadi sesuai UU PDP — data KYC wajib dienkripsi
  • Prosedur KYC/AML minimal (verifikasi identitas dasar)
  • Transparansi biaya & bunga ke pengguna (anti jebakan biaya tersembunyi)
Bagian 2 dari 3
Perancangan Produk & Arsitektur
Menerjemahkan model bisnis menjadi rancangan produk minimum yang bisa dibangun dan diuji.

Menyaring Fitur: MVP vs Nice-to-Have

Studi kasus: tim merancang e-wallet kampus untuk transaksi kantin dan UKT. Ikuti dua tahap penyaringan fitur berikut.

Tahap 1 — Daftar Semua Ide Fitur
  • Top up saldo, bayar kantin via QR
  • Cek riwayat & saldo transaksi
  • Split bill antar-mahasiswa
  • Program loyalitas & badge gamifikasi
Tahap 2 — Saring: Inti atau Tunda?
  • MVP: top up, bayar QR, cek saldo — menjawab masalah inti
  • MVP: notifikasi transaksi dasar — kepercayaan pengguna
  • Nice-to-have: split bill, gamifikasi — ditunda ke iterasi berikutnya

Arsitektur Teknologi Dasar Aplikasi Fintech

Empat lapis yang wajib ada di rancangan proyek, sekalipun hanya level konsep/prototipe.

AplikasiMobile / WebAPI GatewayOtentikasi & routingLayanan IntiPayment / Lending EngineIntegrasi LuarBank / Payment GatewayKeamanan & DataEnkripsi, KYC, log audit
Tim tidak wajib membangun sistem penuh — cukup gambarkan lapisan ini pada dokumen rancangan agar arsitektur logis dan bisa dijelaskan ke penilai.

Alur Pengguna (User Journey) Sederhana

Petakan langkah pengguna dari awal sampai transaksi selesai — ini menjadi dasar rancangan wireframe tim.

RegistrasiVerifikasiKYCAktivasiAkun AktifTransaksiNotifikasi& Laporan
Setiap titik pada alur ini adalah calon layar/wireframe — titik dengan risiko drop-off tertinggi biasanya Verifikasi KYC, rancang sesederhana mungkin.

Keamanan & Manajemen Risiko Sejak Desain

Terapkan kembali materi cybersecurity minggu-minggu sebelumnya ke rancangan proyek Anda — bukan tempelan di akhir.

Data
Enkripsi data sensitif (nomor rekening, NIK) saat disimpan & dikirim
Identitas
Otentikasi berlapis (PIN/OTP) untuk transaksi bernilai besar
Operasional
Batas transaksi harian & deteksi anomali sederhana
Checklist minimum dokumen rancangan: data apa yang disimpan, siapa yang bisa mengakses, apa yang terjadi jika data bocor — tiga pertanyaan ini wajib terjawab di Project Charter.
Bagian 3 dari 3
Dokumen Perancangan & Rencana Tim
Menuangkan seluruh keputusan tim ke dalam satu dokumen kerja yang jelas dan bisa dieksekusi.

Struktur Dokumen Project Charter

Satu dokumen ringkas berisi seluruh keputusan tim hari ini — menjadi acuan kerja sampai presentasi akhir.

KomponenIsi
Latar Belakang & MasalahMasalah nyata, bukti, dan siapa yang terdampak
Vertikal & SolusiVertikal fintech dipilih + gambaran solusi
Model BisnisRingkasan BMC + revenue model + unit economics
Ruang Lingkup MVPDaftar fitur inti vs ditunda
Arsitektur & KeamananDiagram lapis teknologi + checklist keamanan
Kelayakan RegulasiStatus izin/sandbox + kewajiban kepatuhan

Pembagian Peran Tim & Rencana Kerja

Empat peran minimum dalam tim proyek — boleh dirangkap bila anggota tim terbatas.

Peran Minimum Tim
  • Product Lead — menjaga fokus masalah & MVP
  • Business/Finance Lead — model bisnis & angka kelayakan
  • Design/Tech Lead — wireframe & arsitektur
  • Compliance Lead — regulasi & keamanan
Rencana Kerja Menuju Presentasi
  • Minggu ini — Project Charter final dikumpulkan
  • Minggu berikut — wireframe/prototipe visual selesai
  • Menjelang presentasi — latihan pitch & simulasi tanya-jawab

Kriteria Penilaian & Struktur Presentasi Akhir

Presentasi akhir pertemuan berikutnya dinilai dari empat dimensi — siapkan struktur pitch sejak sekarang.

Kejelasan Masalah
Masalah nyata & tervalidasi, bukan asumsi semata
Kelayakan Bisnis
Angka revenue model & unit economics masuk akal
Kematangan Rancangan
MVP, arsitektur, keamanan tergambar jelas
Kepatuhan & Risiko
Isu regulasi & keamanan sudah diantisipasi

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Belajar dari kesalahan tim-tim sebelumnya agar proyek Anda lebih tajam sejak awal.

Sering Terjadi
  • Fitur terlalu banyak, tidak ada fokus MVP
  • Model pendapatan tidak dihitung, hanya diasumsikan "pasti untung"
  • Regulasi diabaikan sampai akhir
Cara Menghindarinya
  • Kunci 3–4 fitur MVP di dokumen sejak hari ini
  • Wajib ada tabel perhitungan revenue & unit economics
  • Isi checklist regulasi & keamanan sebelum desain final

Latihan Tim: Susun Project Charter Anda

Kerjakan bersama kelompok selama sisa waktu kelas — lanjutkan di luar kelas, kumpulkan sebelum pertemuan berikutnya.

Instruksi Tugas
  • Tentukan masalah, vertikal, dan segmen pengguna tim Anda (Bagian 1)
  • Isi Business Model Canvas ringkas + hitung revenue model & unit economics dengan angka nyata (bukan asumsi kosong)
  • Susun daftar fitur MVP (maksimal 4) + sketsa alur pengguna & arsitektur sederhana
  • Isi checklist regulasi & keamanan minimum
  • Tuliskan seluruhnya dalam format Project Charter, sertakan pembagian peran & jadwal kerja
Batas kumpul: sebelum pertemuan berikutnya (presentasi akhir proyek). Dokumen ini menjadi dasar penilaian proses & acuan kerja tim sampai hari presentasi.