stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-10
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 10: Teknologi Big Data: Hadoop, MapReduce & NoSQL
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Laboratorium Sains Data

Pertemuan 10 — Teknologi Big Data: Hadoop, MapReduce & NoSQL

Ketika data sudah terlalu besar untuk satu komputer, bagaimana caranya menyimpan dan mengolahnya? Kita bongkar arsitektur di balik cara Tokopedia, BEI, dan platform digital besar lain menangani jutaan transaksi setiap hari.

RPS minggu 11 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan dan memilih teknologi big data yang tepat untuk skenario bisnis digital. Secara rinci:

CAPAIAN 1
BATAS SISTEM TRADISIONAL
Menjelaskan mengapa basis data relasional biasa kesulitan menangani big data.
CAPAIAN 2
HDFS & MAPREDUCE
Menjelaskan arsitektur penyimpanan dan pemrosesan terdistribusi Hadoop.
CAPAIAN 3
NOSQL DATABASE
Membedakan NoSQL dari SQL serta mengenali empat jenis NoSQL utama.
CAPAIAN 4
PEMILIHAN TEKNOLOGI
Menentukan teknologi paling sesuai untuk kasus bisnis digital tertentu.
Bagian 1 dari 3
Mengapa Basis Data Biasa Tidak Cukup
Sebelum mengenal Hadoop, kita perlu memahami dulu masalah yang membuatnya diciptakan: data yang tumbuh lebih cepat daripada kemampuan satu komputer untuk menampungnya.

Mengingat Kembali: Karakteristik Big Data

Di Pertemuan 1 Anda sudah berkenalan dengan big data — data yang volumenya sangat besar, mengalir cepat, dan formatnya beragam sehingga tak lagi bisa ditangani cara konvensional. Lima ciri utamanya (5V):

VOLUME
Ukuran data — dari gigabyte ke terabyte, bahkan petabyte per hari.
VELOCITY
Kecepatan data masuk — misal transaksi real-time di aplikasi e-commerce.
VARIETY
Ragam format — teks, gambar, video, log, bukan cuma tabel rapi.
VERACITY
Kualitas & kepercayaan data — banyak noise, duplikasi, data tidak lengkap.
VALUE
Nilai bisnis yang bisa digali — tujuan akhir dari semua pemrosesan.

Dua Strategi Menghadapi Pertumbuhan Data

Ketika satu server sudah "kepenuhan", ada dua jalan: scale-up (perbesar satu server) atau scale-out (tambah banyak server yang bekerja sama).

Scale-Up (Vertikal)1 server, makin besarScale-Out (Horizontal)Banyak server ("cluster"), kerja bersama
Scale-up murah untuk skala kecil, tapi ada batas fisik (harga server raksasa naik drastis) dan jadi single point of failure — kalau server itu mati, semuanya berhenti.
Scale-out (pendekatan Hadoop) memakai banyak komputer biasa (commodity hardware) yang murah — kalau satu mati, yang lain tetap jalan.

Komputasi Terdistribusi: Node & Cluster

Pendekatan scale-out disebut komputasi terdistribusi (distributed computing) — banyak komputer bekerja sama seolah satu sistem besar.

Master NodeWorker Node 1Worker Node 2Worker Node 3Worker Node 4
ISTILAH KUNCI
  • Node — satu unit komputer di dalam cluster.
  • Cluster — kumpulan node yang bekerja sama sebagai satu sistem.
  • Master node — mengatur & membagi tugas ke node lain.
  • Worker node — mengerjakan tugas & menyimpan data.
Analogi: cluster seperti tim gudang UMKM — satu supervisor (master) membagi tugas packing ke beberapa staf (worker), bukan satu orang mengerjakan semuanya sendiri.
Bagian 2 dari 3
Hadoop: HDFS & MapReduce
Framework yang mempopulerkan pendekatan scale-out untuk big data — kita bedah dua komponen intinya: cara menyimpan data (HDFS) dan cara mengolahnya (MapReduce).

Apa Itu Hadoop?

Hadoop adalah framework open-source (gratis & kode sumbernya terbuka) untuk menyimpan dan memproses big data secara terdistribusi di banyak komputer biasa sekaligus.

HDFS
PENYIMPANAN
Hadoop Distributed File System — menyebar & menyalin file besar ke banyak node.
MAPREDUCE
PEMROSESAN
Model pemrograman untuk mengolah data besar secara paralel di banyak node sekaligus.
YARN
MANAJEMEN SUMBER DAYA
Yet Another Resource Negotiator — mengatur alokasi CPU & memori antar-tugas di cluster.
Dianalogikan sederhana: HDFS = lemari penyimpanan raksasa yang tersebar, MapReduce = cara membagi pekerjaan ke banyak tangan, YARN = pengatur jadwal siapa mengerjakan apa dan kapan.

Arsitektur HDFS: NameNode & DataNode

HDFS memecah file besar menjadi blok-blok (default 128MB), lalu menyebar & mereplikasi (menyalin) tiap blok ke beberapa komputer berbeda agar data tetap aman.

NameNode (metadata)DataNode 1Blok ADataNode 2Blok A, BDataNode 3Blok BDataNode 4Blok ABlok A tersimpan di 2 DataNode berbeda — replikasi menjaga data tetap aman jika satu node mati
NAMENODE
  • Node "master" — menyimpan metadata (peta lokasi blok).
  • Tidak menyimpan data asli, hanya "daftar isi"-nya.
DATANODE
  • Node "worker" — menyimpan blok data sesungguhnya.
  • Replication factor default = 3 salinan per blok.

Cara Kerja MapReduce

MapReduce membagi satu pekerjaan besar menjadi tugas-tugas kecil yang diproses paralel (bersamaan) di banyak node, lalu menggabungkan hasilnya.

Input DataSplit 1Split 2Split 3MAP(key, value)SHUFFLE &SORTREDUCEOutput
MAP

Tiap node memproses potongan data sendiri → hasilkan pasangan key-value.

SHUFFLE & SORT

Kumpulkan & kelompokkan semua value dengan key yang sama.

REDUCE

Gabungkan/agregasi tiap kelompok key menjadi satu hasil akhir.

Hitung dari Nol: MapReduce Word Count

Kasus: tim data sebuah marketplace ingin menghitung berapa kali kata "bagus" muncul di seluruh ulasan produk bulan ini.

LangkahPerhitunganNilai
Total kalimat ulasan yang diproses (input Map)Data mentah bulan ini100.000 kalimat
Rata-rata kata per kalimat ulasanHasil hitung sampel12 kata
Total pasangan kata (key-value) hasil tahap Map100.000 × 121.200.000 kata
Kemunculan kata "bagus" hasil tahap Reduce (≈2% dari total kata)1.200.000 × 2%24.000 kali
HASIL AKHIR REDUCE
24.000
kemunculan kata "bagus" di seluruh ulasan bulan ini

Coba Sendiri: Simulasikan MapReduce Word Count

Ubah teks masukan dan lihat langsung tahap Map, Shuffle-Sort, dan Reduce menghitung kemunculan tiap kata.

Ekosistem Hadoop: Lebih dari Sekadar HDFS

Di sekitar HDFS & MapReduce, tumbuh banyak tools pendukung yang membuat Hadoop lebih mudah dipakai oleh analis data, bukan cuma programmer.

ToolFungsiAnaloginya
HiveQuery data di HDFS pakai bahasa mirip SQL"Excel formula" untuk data raksasa
PigBahasa skrip untuk alur transformasi dataPipeline pengolahan data bertahap
SparkMesin pemrosesan jauh lebih cepat dari MapReduce klasik (di memori)"Penerus" MapReduce yang populer sekarang
SqoopMemindahkan data antara RDBMS & HDFS"Jembatan" basis data lama ke Hadoop
HBaseBasis data NoSQL kolom yang berjalan di atas HDFS"Rak arsip" super cepat di atas HDFS
Yang perlu diingat: HDFS & MapReduce adalah fondasi, sedangkan tools ini membuat fondasi tersebut praktis dipakai sehari-hari oleh tim data — termasuk analis bisnis yang tidak menulis kode Java.
Bagian 3 dari 3
NoSQL: Basis Data untuk Big Data
Selain masalah penyimpanan & pemrosesan, big data juga menantang cara kita memodelkan data itu sendiri — di sinilah NoSQL menawarkan alternatif dari basis data relasional (SQL).

SQL vs NoSQL: Apa Bedanya?

NoSQL ("Not Only SQL") adalah basis data yang tidak terikat struktur tabel kaku seperti basis data relasional (SQL) — lebih fleksibel dan lebih mudah discale-out.

AspekSQL (Relasional)NoSQL
Struktur dataTabel baris & kolom tetapFleksibel: dokumen, key-value, graf, dll.
SkemaKaku, ditentukan di awalDinamis, bisa berubah antar-record
SkalabilitasUmumnya scale-upDirancang untuk scale-out
KonsistensiACID (sangat konsisten & ketat)Sering BASE (lebih longgar, demi kecepatan & skala)
Contoh produkMySQL, PostgreSQL, OracleMongoDB, Cassandra, Redis, Neo4j
Cocok untukData transaksi keuangan yang butuh presisi tinggiData volume besar, format beragam, berubah cepat

Empat Jenis Utama NoSQL Database

NoSQL bukan satu jenis basis data, melainkan payung untuk beberapa model penyimpanan yang berbeda.

KEY-VALUE STORE
Contoh: Redis
Data disimpan sebagai pasangan kunci-nilai sederhana. Cocok untuk cache keranjang belanja atau sesi login pengguna.
DOCUMENT STORE
Contoh: MongoDB
Data disimpan sebagai dokumen (mirip JSON) yang fleksibel per-record. Cocok untuk katalog produk marketplace.
COLUMN-FAMILY
Contoh: Cassandra, HBase
Data disimpan per kolom, sangat cepat untuk tulis data volume tinggi. Cocok untuk log sensor IoT atau aktivitas pengguna.
GRAPH DATABASE
Contoh: Neo4j
Data disimpan sebagai simpul & relasi. Cocok untuk jejaring sosial atau sistem rekomendasi "teman dari teman".

Contoh: Document Store untuk Katalog Produk

Bandingkan cara SQL vs document store (NoSQL) menyimpan data produk marketplace yang atributnya berbeda-beda per kategori.

SQL — TABEL KAKU

Semua produk harus punya kolom yang sama — kolom kosong untuk atribut yang tidak relevan.

idnamaukuranram
1Sepatu42NULL
2LaptopNULL16GB
NOSQL — DOKUMEN FLEKSIBEL
{ id: 1, nama: "Sepatu", ukuran: 42 }
{ id: 2, nama: "Laptop", ram: "16GB" }

Tiap dokumen menyimpan hanya atribut yang relevan untuk produk itu — tanpa kolom kosong.

Hitung dari Nol: Kebutuhan Storage Cluster Hadoop

Kasus: tim data sebuah platform e-commerce ingin menghitung berapa kapasitas cluster HDFS yang perlu disiapkan.

LangkahPerhitunganNilai
Volume data mentah yang masuk per hari (log & transaksi)Estimasi tim data10 TB
Replication factor default HDFS (tiap blok disalin 3x)10 TB × 330 TB
Overhead sistem (metadata, log, file sementara) ≈20%30 TB × 20%6 TB
Total kapasitas cluster yang harus disediakan30 TB + 6 TB36 TB
TOTAL KAPASITAS DIBUTUHKAN
36 TB
untuk menampung 10 TB data mentah per hari dengan aman

Coba Sendiri: Hitung Kebutuhan Storage Cluster Anda

Ubah volume data harian, replication factor, dan overhead sistem, lalu lihat total kebutuhan storage terhitung otomatis.

Kapan Pakai Hadoop/NoSQL, Kapan RDBMS Biasa?

Keputusan ini bukan soal teknologi mana yang "lebih canggih", melainkan mana yang cocok dengan karakteristik data & kebutuhan bisnis.

PAKAI RDBMS (SQL) TRADISIONAL
  • Data terstruktur rapi & volumenya masih wajar (GB–puluhan GB).
  • Butuh konsistensi & akurasi sangat tinggi (transaksi keuangan).
  • Contoh: pencatatan order & pembayaran BEI, sistem payroll perusahaan.
PAKAI HADOOP / NOSQL
  • Data sangat besar (TB–PB) dan/atau formatnya beragam.
  • Butuh skalabilitas tinggi & toleran sedikit inkonsistensi sementara.
  • Contoh: log clickstream Tokopedia, katalog produk, rekomendasi.
Di praktik nyata, kebanyakan perusahaan digital memakai keduanya sekaligus — RDBMS untuk data transaksi inti, Hadoop/NoSQL untuk data volume besar seperti log & analitik.

Latihan: Pilih Teknologi yang Tepat

Kerjakan berpasangan (10 menit), lalu siap dipanggil untuk presentasi singkat di depan kelas.

INSTRUKSI
  • Pilih satu skenario bisnis digital lokal: UMKM online, aplikasi ojek daring, atau platform edukasi.
  • Identifikasi satu jenis data yang dihasilkan bisnis tersebut (mis. transaksi, ulasan pelanggan, log aktivitas).
  • Tentukan: cocok pakai RDBMS biasa, Hadoop, atau NoSQL — dan jenis NoSQL apa jika relevan.
  • Jelaskan alasan Anda memakai minimal satu karakteristik data (Volume/Velocity/Variety) dari 5V.
Tidak ada jawaban tunggal yang benar — fokus latihan ini pada alasan di balik pilihan Anda, bukan sekadar menebak nama teknologi.

Ringkasan Pertemuan 10

YANG SUDAH DIPELAJARI
  • Basis data tradisional terbatas oleh scale-up; big data butuh scale-out lewat cluster.
  • HDFS menyimpan data lewat blok & replikasi; MapReduce mengolahnya lewat Map → Shuffle → Reduce.
  • NoSQL menawarkan skema fleksibel dalam 4 bentuk: key-value, document, column-family, graph.
  • Pemilihan teknologi bergantung karakteristik data & kebutuhan bisnis, bukan tren semata.
MINGGU DEPAN
VISUALISASI DATA EFEKTIF
Pertemuan 11: bagaimana menyajikan hasil analisis big data ini menjadi visual yang mudah dipahami pengambil keputusan bisnis.