‹ Daftar slidePertemuan 7: Metode Analitik Lanjut: Regresi Linier
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Laboratorium Sains Data
Pertemuan 7 — Metode Analitik Lanjut: Regresi Linier
Dari pola pada data ke persamaan yang bisa memprediksi — membangun, menghitung, dan menilai model regresi linier sederhana untuk keputusan bisnis digital.
RPS MINGGU 7 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Dari Pola ke Prediksi: Konsep Regresi Linier
Apa itu regresi, variabel apa yang terlibat, dan bagaimana garis terbaik ditemukan dari sebaran titik data.
Apa Itu Regresi Linier?
Regresi linier adalah metode statistik untuk memodelkan hubungan lurus antara satu variabel yang ingin diprediksi dan satu (atau lebih) variabel penjelas.
FUNGSI UTAMA
PREDIKSI & HUBUNGAN
Menjawab dua pertanyaan sekaligus: seberapa kuat dua variabel berhubungan, dan berapa nilai Y jika X diketahui.
CONTOH BISNIS DIGITAL
IKLAN → PENJUALAN
Toko online di Tokopedia ingin tahu: jika biaya iklan dinaikkan, berapa perkiraan kenaikan unit terjual bulan ini?
Kita mulai dari bentuk paling sederhana: regresi linier sederhana — satu variabel prediktor, satu variabel hasil.
Mengenal Dua Peran Variabel
Setiap model regresi selalu punya dua peran variabel yang berbeda:
VARIABEL DEPENDEN (Y)
YANG DIPREDIKSI
Disebut juga variabel terikat — nilainya bergantung pada variabel lain. Contoh: jumlah unit terjual per bulan.
VARIABEL INDEPENDEN (X)
YANG MEMPREDIKSI
Disebut juga variabel bebas atau prediktor — nilai yang kita punya/kontrol. Contoh: biaya iklan per bulan (Rp juta).
Cara cepat mengingat: X menyebabkan/mendahului, Y adalah akibat/hasil yang ingin kita ramal. Dalam grafik, X selalu di sumbu horizontal, Y di sumbu vertikal.
Melihat Pola Lewat Diagram Pencar
Sebelum menghitung apa pun, langkah pertama analis data selalu memvisualisasikan hubungan X dan Y lewat scatter plot (diagram pencar).
Titik-titik naik dari kiri-bawah ke kanan-atas → pola hubungan positif: makin besar biaya iklan, makin tinggi penjualan. Regresi mencari satu garis lurus yang paling mewakili sebaran ini.
Persamaan Garis Regresi
Garis lurus mana pun, termasuk garis regresi, selalu bisa ditulis dalam bentuk persamaan berikut:
Ŷ = a + bX
Ŷ (Y-TOPI)
HASIL PREDIKSI
Nilai Y yang diperkirakan model — beda dengan Y aktual yang sebenarnya terjadi.
a (INTERCEPT)
TITIK POTONG
Nilai Ŷ ketika X = 0. Titik di mana garis memotong sumbu vertikal.
b (SLOPE)
KEMIRINGAN
Perubahan Ŷ untuk setiap kenaikan 1 unit X. Inilah "kekuatan pengaruh" X.
Bagaimana Garis Terbaik Ditemukan? (OLS)
Dari tak terhingga kemungkinan garis lurus, regresi memilih satu yang error-nya paling kecil, lewat metode OLS (Ordinary Least Squares, kuadrat terkecil biasa).
Jarak vertikal titik ke garis disebut residual/error (selisih Y aktual − Y prediksi). OLS mengkuadratkan tiap residual (biar minus tak saling meniadakan) lalu menjumlahkannya — garis dengan jumlah terkecil yang menang.
Bagian 2 dari 3
Menghitung & Menilai Model
Menurunkan koefisien a dan b dari data sungguhan, lalu mengukur seberapa baik model tersebut cocok dengan data.
Hitung dari Nol #1 — Mencari Koefisien a dan b
Data 5 bulan UMKM "Kedai Kopi Nusantara" di Tokopedia: X = biaya iklan (Rp juta), Y = penjualan (unit).
X: 1, 2, 3, 4, 5 • Y: 4, 6, 7, 9, 10
RUMUS: b = (nΣXY − ΣXΣY) ÷ (nΣX² − (ΣX)²) • a = (ΣY − bΣX) ÷ n
Jika biaya iklan Rp0 (X=0), model memprediksi penjualan ~2,7 unit — penjualan "organik" tanpa iklan sama sekali.
b = 1,5 (SLOPE)
DAMPAK MARJINAL
Setiap kenaikan biaya iklan Rp1 juta, penjualan diperkirakan naik 1,5 unit — ini "harga" tiap satuan X terhadap Y.
Contoh pakai: jika bulan depan biaya iklan dinaikkan ke Rp6 juta, prediksi penjualan Ŷ = 2,7 + 1,5×6 = 11,7 ≈ 12 unit.
Coba Sendiri: Baca Output Regresi Lengkap
Ubah data X dan Y, lalu amati bagaimana output regresi — intercept, slope, dan garis terbaik — terhitung ulang otomatis mengikuti prinsip OLS.
Seberapa Baik Model Ini? Kenalkan R²
Persamaan regresi saja belum cukup — kita perlu tahu seberapa cocok garis itu dengan data aktual. Ukurannya: R² (koefisien determinasi).
R² = SSR ÷ SST = 1 − (SSE ÷ SST)
SST
TOTAL VARIASI
Seberapa jauh Y aktual dari rata-ratanya (tanpa model apa pun).
SSE
ERROR TERSISA
Seberapa jauh Y aktual dari Y prediksi (yang tidak dijelaskan model).
R²
0 SAMPAI 1
Persentase variasi Y yang berhasil dijelaskan oleh X. Makin dekat 1, makin baik model.
Hitung dari Nol #2 — Menghitung R²
Lanjutan data sebelumnya. Rata-rata Y (ȳ) = 36 ÷ 5 = 7,2.
DARI PREDIKSI Ŷ MENUJU R²
Langkah
Perhitungan
Nilai
Ŷ tiap X (dari Ŷ=2,7+1,5X)
X=1..5 → 4,2 · 5,7 · 7,2 · 8,7 · 10,2
—
SSE = Σ(Y−Ŷ)²
(−0,2)²+0,3²+(−0,2)²+0,3²+(−0,2)²
0,30
SST = Σ(Y−ȳ)²
(−3,2)²+(−1,2)²+(−0,2)²+1,8²+2,8²
22,80
R² = (SST−SSE) ÷ SST
(22,80−0,30) ÷ 22,80
0,9868
HASIL
R² ≈ 98,68%
98,68% variasi penjualan dijelaskan oleh biaya iklan — model sangat kuat.
Coba Sendiri: Geser Titik, Amati R-Kuadrat Berubah
Ubah sebaran titik data dan lihat langsung bagaimana nilai R-kuadrat naik saat titik makin dekat ke garis, dan turun saat makin menyebar.
Empat Asumsi yang Harus Dicek
Regresi linier hanya valid jika data memenuhi empat asumsi dasar berikut:
1. LINEARITAS
HUBUNGAN LURUS
Hubungan X-Y memang berbentuk garis lurus, bukan kurva melengkung.
2. NORMALITAS RESIDUAL
ERROR MENYEBAR NORMAL
Selisih Y aktual − Y prediksi mengikuti pola distribusi normal (lonceng).
3. HOMOSKEDASTISITAS
SEBARAN ERROR RATA
Besarnya error konsisten di sepanjang rentang X, tidak makin melebar.
4. NON-MULTIKOLINEARITAS
PREDIKTOR TAK SALING TUMPANG
Berlaku saat X lebih dari satu — antar-prediktor tidak boleh berkorelasi tinggi.
Coba Sendiri: Checklist Asumsi Klasik Regresi
Centang setiap kondisi data Anda dan lihat langsung asumsi mana yang terpenuhi dan mana yang perlu diwaspadai.
Bagian 3 dari 3
Praktik & Penerapan Bisnis Digital
Mencoba model secara interaktif, melihat implementasinya di Python, studi kasus nyata, dan jebakan yang wajib dihindari.
Coba Sendiri: Regresi Interaktif
Geser titik data atau ubah slider untuk melihat bagaimana garis regresi (nilai a dan b) menyesuaikan diri secara real-time.
Regresi Linier dalam Satu Baris Kode
Semua hitungan manual tadi bisa dijalankan library scikit-learn (Python) hanya dalam beberapa baris:
PYTHON — SCIKIT-LEARN
from sklearn.linear_model import LinearRegression X = [[1],[2],[3],[4],[5]] y = [4,6,7,9,10] model = LinearRegression().fit(X, y) print(model.intercept_, model.coef_) # 2.7 [1.5] print(model.score(X, y)) # 0.9868 (R²)
Angka 2.7 dan 1.5 yang keluar dari kode ini persis sama dengan hasil hitungan manual kita — scikit-learn hanya menjalankan rumus OLS yang sama, jauh lebih cepat.
Studi Kasus: Rating Toko dan Jumlah Transaksi
Tim data sebuah marketplace menganalisis 40 toko online untuk menjawab: apakah rating toko memengaruhi jumlah transaksi bulanan?
TEMUAN MODEL
Ŷ = −120 + 85X
X = rating toko (1–5), Y = transaksi/bulan. R² = 0,62 — hubungan positif, cukup kuat namun tak sempurna.
KEPUTUSAN BISNIS
INVESTASI CS
Tiap kenaikan 0,1 poin rating ≈ tambahan 8–9 transaksi/bulan — jadi dasar alokasi anggaran layanan pelanggan.
R² = 0,62 berarti masih ada 38% variasi transaksi yang tidak dijelaskan rating — bisa jadi harga, promo, atau kecepatan pengiriman turut berperan.
Empat Jebakan yang Sering Menyesatkan
WASPADA SEBELUM MENARIK KESIMPULAN
#
Jebakan
Inti masalah
1
Korelasi ≠ kausalitas
Rating tinggi berasosiasi dengan transaksi tinggi, bukan berarti rating menyebabkan transaksi.
2
Ekstrapolasi berlebihan
Data hanya X=1–5; memprediksi di X=50 di luar jangkauan data = tak valid.
3
Outlier mendominasi
Satu titik ekstrem bisa menggeser garis regresi drastis — selalu cek data mentah.
4
R² tinggi tapi tak berguna
Model bisa fit sempurna pada data lama tapi gagal memprediksi data baru (overfitting).
Aturan emas: selalu plot data dulu, jangan langsung percaya angka koefisien tanpa melihat sebarannya.
Latihan Kelas: Hitung Regresi Anda Sendiri
Data 5 hari sebuah toko online: X = jumlah flash sale yang diikuti per hari, Y = jumlah pesanan masuk.
DATA LATIHAN
Hari
X (flash sale)
Y (pesanan)
1
1
8
2
2
11
3
3
13
4
4
17
5
5
19
Instruksi: hitung ΣX, ΣY, ΣXY, ΣX², lalu cari b dan a memakai rumus di Slide 9. Tulis persamaan Ŷ = a + bX Anda dan kumpulkan sebelum kelas berakhir.
Rangkuman & Menuju Pertemuan 8
CHEAT SHEET REGRESI LINIER
Ŷ = a + bX — persamaan garis prediksi
b = perubahan Y per 1 unit X (slope)
a = nilai Y saat X = 0 (intercept)
R² = persentase variasi Y yang dijelaskan X
Cek 4 asumsi & hindari 4 jebakan sebelum menyimpulkan
MINGGU DEPAN — PERTEMUAN 8
KLASIFIKASI
Decision tree & naive bayes — memprediksi kategori (ya/tidak, churn/tidak), bukan angka kontinu seperti regresi.
Tugas: kumpulkan hasil Latihan Kelas (Slide 19) + jalankan kode Python Slide 16 pada data UMKM sendiri (boleh data fiktif), unggah ke portal sebelum pertemuan berikutnya.