stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-06
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 6: Metode Analitik Lanjut: Aturan Asosiasi
Program Studi Bisnis Digital • FEB

Laboratorium Sains Data

Pertemuan 6 — Metode Analitik Lanjut: Aturan Asosiasi

Menemukan pola tersembunyi di balik jutaan transaksi — dari “siapa membeli apa” menjadi rekomendasi produk yang menguntungkan bisnis.

RPS minggu 6 · 2x50 menit
Bagian 1
Konsep Dasar Aturan Asosiasi
Dari rak minimarket sampai halaman “rekomendasi untuk Anda” — bagaimana pola pembelian diukur secara matematis.

Apa itu Aturan Asosiasi?

Aturan Asosiasi (Association Rules) adalah metode analitik untuk menemukan pola “jika membeli item X, maka cenderung juga membeli item Y” dari data transaksi. Teknik ini juga disebut Market Basket Analysis (analisis keranjang belanja) karena awalnya dipakai menganalisis isi keranjang belanja supermarket.

Transaksi #1✓ Roti✓ Susu✓ TelurTransaksi #2✓ Roti✓ Susu✓ KopiTransaksi #3✓ Susu✓ Telur{Roti} → {Susu}pola pembelian bersama

Contoh Kasus Nyata di Indonesia

Pola asosiasi dipakai di berbagai skala bisnis, dari warung UMKM sampai platform e-commerce raksasa.

Ritel Fisik
  • Minimarket seperti Alfamart menaruh roti dekat selai & susu kental
  • Warung sembako UMKM tahu pelanggan kopi sachet sering beli gula
  • Supermarket mengatur promo bundling dari pola transaksi kasir
Platform Digital
  • Tokopedia & Shopee: fitur “sering dibeli bersama”
  • Gojek/GoFood: rekomendasi menu tambahan saat checkout
  • Netflix/Spotify: pola “pengguna yang menonton X juga menonton Y”
Tujuan bisnisnya sama: menaikkan nilai transaksi per pelanggan (cross-selling) dengan rekomendasi yang relevan, bukan asal tebak.

Istilah Kunci: Itemset, Antecedent, Consequent

JIKA (ANTECEDENT){Roti}MAKA (CONSEQUENT){Susu}Itemset lengkap aturan ini: {Roti, Susu}
Itemset
Kumpulan satu atau lebih item yang muncul bersama dalam satu transaksi.
Antecedent (X)
Bagian “jika” dari aturan — item pemicu.
Consequent (Y)
Bagian “maka” dari aturan — item yang direkomendasikan.

Support: Seberapa Sering Kombinasi Ini Muncul?

Support mengukur seberapa sering sebuah itemset muncul di seluruh data transaksi — ukuran popularitas kombinasi barang.

Support(X→Y) = Transaksi berisi (X & Y) ÷ Total Transaksi
  • Nilai berkisar 0 sampai 1 (atau 0% sampai 100%)
  • Support rendah → kombinasi jarang terjadi, kurang berguna untuk bisnis
  • Analis biasanya menetapkan minimum support sebagai ambang penyaringan aturan

Hitung dari Nol: Support

Sebuah minimarket mencatat 10 transaksi hari ini. Sebanyak 4 transaksi berisi Roti dan Susu sekaligus.

LangkahPerhitunganNilai
1. Total transaksidiketahui10 transaksi
2. Transaksi berisi {Roti, Susu}diketahui4 transaksi
3. Support(Roti,Susu)4 ÷ 100,4
4. Support dalam persen0,4 × 10040%
SUPPORT {ROTI, SUSU}
40%
4 dari 10 transaksi mengandung keduanya

Confidence: Seberapa Bisa Diandalkan Aturan Ini?

Confidence mengukur seberapa sering Y muncul ketika X sudah pasti dibeli — ukuran keandalan aturan.

Confidence(X→Y) = Support(X & Y) ÷ Support(X)
  • Menjawab: “Di antara pembeli X, berapa persen yang juga membeli Y?”
  • Nilai tinggi (mendekati 100%) → aturan cukup dapat diandalkan
  • Berbeda arah, berbeda nilai: Confidence(Roti→Susu) ≠ Confidence(Susu→Roti)

Hitung dari Nol: Confidence

Dari 10 transaksi tadi, ada 6 transaksi yang mengandung Roti (baik dengan susu maupun tanpa susu).

LangkahPerhitunganNilai
1. Transaksi berisi Rotidiketahui6 transaksi
2. Transaksi berisi {Roti, Susu}diketahui (dari slide 7)4 transaksi
3. Confidence(Roti→Susu)4 ÷ 60,667
4. Confidence dalam persen0,667 × 10066,7%
CONFIDENCE {ROTI} → {SUSU}
66,7%
Dari pembeli roti, 66,7% juga membeli susu

Lift: Apakah Hubungannya Benar-Benar Istimewa?

Lift membandingkan confidence dengan tingkat popularitas Y secara umum — menguji apakah X benar-benar “mendorong” pembelian Y, atau Y memang laris dengan sendirinya.

Lift(X→Y) = Confidence(X→Y) ÷ Support(Y)
Nilai LiftArtiContoh
Lift > 1Korelasi positif — X mendorong pembelian YRoti & selai: layak dibundling
Lift = 1Independen — X dan Y tak saling memengaruhiRoti & tisu: kebetulan saja
Lift < 1Korelasi negatif — X justru mengurangi peluang YSusu UHT & susu bubuk: saling gantikan

Hitung dari Nol: Lift

Dari 10 transaksi tadi, ada 5 transaksi yang mengandung Susu (dengan atau tanpa roti). Kita sudah punya Confidence(Roti→Susu) = 66,7%.

LangkahPerhitunganNilai
1. Confidence(Roti→Susu)diketahui (dari slide 9)0,667
2. Transaksi berisi Susudiketahui5 transaksi
3. Support(Susu)5 ÷ 100,5
4. Lift(Roti→Susu)0,667 ÷ 0,51,33
LIFT {ROTI} → {SUSU}
1,33
Lift > 1 → pembeli roti 33% lebih mungkin beli susu dibanding rata-rata

Coba Sendiri: Hitung Support, Confidence & Lift Sekaligus

Ubah jumlah transaksi yang mengandung tiap item dan lihat ketiga metrik terhitung otomatis secara bersamaan.

Kombinasi Tiga Metrik: Kapan Aturan “Layak Pakai”?

Aturan asosiasi yang baik biasanya lolos ketiga saringan sekaligus, bukan hanya satu metrik saja.

Support Tinggi
Kombinasi cukup sering terjadi — bukan kasus langka yang tidak relevan secara bisnis.
Confidence Tinggi
Kalau X dibeli, Y hampir pasti ikut dibeli — aturan bisa diandalkan.
Lift > 1
Hubungannya nyata, bukan kebetulan karena Y memang laris sendiri.
Contoh kita — {Roti}→{Susu}: support 40%, confidence 66,7%, lift 1,33. Ketiganya cukup kuat → aturan ini layak dipakai untuk keputusan bisnis nyata.
Bagian 2
Algoritma Apriori
Bagaimana komputer menemukan ribuan aturan asosiasi secara otomatis, tanpa mengecek satu per satu secara manual.

Algoritma Apriori: Prinsip Anti-Monotone

Apriori bekerja bertahap per level, dan memakai prinsip anti-monotone: kalau sebuah itemset jarang muncul, semua kombinasi yang memuatnya juga pasti jarang — sehingga bisa langsung dibuang tanpa dihitung.

LEVEL 1 — ITEM TUNGGALRoti (60%)Susu (50%)Telur (40%)Kopi (10%)di bawah min-support → dibuangLEVEL 2 — PASANGAN (HANYA DARI ITEM YANG LOLOS)Roti+Susu (40%)Roti+Telur (25%)Susu+Telur (20%)Pasangan apa pun yang memuat Kopi tidak perlu dicek sama sekali — sudah pasti tidak lolos ambang support.

Coba Sendiri: Pangkas Itemset dengan Apriori

Ubah ambang minimum support dan lihat langsung itemset mana yang gugur di tiap level, serta pasangan mana yang otomatis tidak perlu dihitung.

Walkthrough: Dari Data Transaksi ke Daftar Aturan

Secara garis besar, Apriori berjalan melalui tahapan berikut untuk setiap dataset transaksi:

  1. Tentukan ambang minimum — misalnya min-support 20%, min-confidence 60%.
  2. Hitung support tiap item tunggal — buang yang di bawah ambang (Level 1).
  3. Gabungkan item yang lolos jadi pasangan, hitung support-nya, buang yang di bawah ambang (Level 2).
  4. Ulangi untuk kombinasi 3 item, 4 item, dst. hingga tidak ada itemset baru yang lolos.
  5. Dari itemset yang lolos, bentuk semua kemungkinan aturan X→Y, hitung confidence dan lift-nya.
  6. Saring aturan final yang memenuhi min-confidence — inilah aturan siap pakai untuk bisnis.

Studi Kasus: Rekomendasi Produk E-commerce

Fitur “Sering dibeli bersama” di Tokopedia atau Shopee adalah hasil aturan asosiasi yang dijalankan otomatis atas jutaan transaksi harian.

Alur Kerja di Balik Layar
  • Data transaksi harian (jutaan struk digital) → dijalankan Apriori tiap malam
  • Aturan dengan lift tinggi disimpan sebagai “pasangan rekomendasi”
  • Saat pembeli membuka produk X, sistem menampilkan Y sebagai rekomendasi
  • Hasilnya diukur lewat kenaikan nilai keranjang belanja (basket size)
Contoh nyata: pembeli case HP di Tokopedia sering direkomendasikan tempered glass — aturan dengan lift tinggi karena keduanya sering dibeli sekaligus saat unboxing HP baru.
Bagian 3
Praktik dengan R
Dari teori di papan tulis ke baris kode — menjalankan Apriori sungguhan memakai package arules.

Implementasi di R: Package arules

library(arules)
data("Groceries")
rules <- apriori(Groceries,
  parameter = list(supp = 0.01, conf = 0.5))
inspect(sort(rules, by = "lift")[1:5])
Argumen Kunci
  • supp = 0.01 → ambang minimum support 1%
  • conf = 0.5 → ambang minimum confidence 50%
Output
  • Daftar aturan X→Y lengkap dengan support, confidence, lift
  • Diurutkan dari lift tertinggi → aturan paling “istimewa”

Interpretasi Hasil & Kesalahan Umum

Kesalahan yang Sering Terjadi
  • Hanya melihat confidence tinggi, abaikan lift — bisa menyesatkan
  • Min-support terlalu rendah → ribuan aturan tidak bermakna
  • Menyimpulkan kausalitas (X menyebabkan Y) padahal hanya korelasi
Praktik yang Benar
  • Selalu cek ketiga metrik bersamaan: support, confidence, lift
  • Validasi aturan dengan intuisi bisnis (masuk akal bagi tim pemasaran?)
  • Uji ulang berkala — pola pembelian berubah seiring waktu
Ingat: aturan asosiasi menunjukkan korelasi, bukan bukti sebab-akibat. Popok & bir bisa sering dibeli bersama tanpa bir “menyebabkan” pembelian popok.

Latihan Praktik: Hitung Aturan Asosiasi Anda Sendiri

Sebuah toko oleh-oleh online mencatat 20 transaksi minggu ini. 8 transaksi berisi Kopi dan Gula Aren sekaligus. 10 transaksi berisi Kopi. 12 transaksi berisi Gula Aren.

  • Hitung Support(Kopi, Gula Aren)
  • Hitung Confidence(Kopi → Gula Aren)
  • Hitung Lift(Kopi → Gula Aren) — apakah layak dibundling?
  • Bandingkan dengan Confidence(Gula Aren → Kopi) — apakah hasilnya sama?
Kerjakan berpasangan selama 10 menit, lalu kita bahas bersama. Siapkan juga jawaban: apakah aturan ini layak dipakai untuk promo bundling toko oleh-oleh tersebut?