stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-04
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 4: Eksplorasi Data Awal (EDA): Statistik Deskriptif & Visualisasi
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Laboratorium Sains Data

Pertemuan 4 — Eksplorasi Data Awal (EDA): Statistik Deskriptif & Visualisasi

Sebelum membangun model apa pun, seorang analis data harus dulu "berkenalan" dengan datanya — lewat angka ringkas dan gambar yang bicara.

RPS MINGGU 4 • 2X50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda mampu:

TUJUAN 1–2
  • Menjelaskan peran EDA dalam siklus analisis data dan menghitung ukuran pemusatan (mean, median, modus).
  • Menghitung ukuran sebaran data (range, variansi, standar deviasi, IQR) dari data mentah.
TUJUAN 3–4
  • Membaca dan memilih visualisasi data yang tepat: histogram, boxplot, scatter plot, bar/line chart.
  • Mengenali anomali/outlier pada data bisnis dan menjelaskan dampaknya terhadap analisis.
Konteks: seluruh contoh hari ini memakai data khas bisnis digital Indonesia — penjualan harian UMKM, rating pelanggan marketplace, dan pergerakan saham di BEI.
Bagian 1
Statistik Deskriptif — Meringkas Data Lewat Angka
Ukuran pemusatan dan ukuran sebaran: dua alat dasar untuk "meringkas" ribuan baris data menjadi beberapa angka yang bermakna.

Mengapa EDA Penting Sebelum Analisis Lanjutan?

Bayangkan tim data sebuah UMKM fesyen di Tokopedia langsung membangun model prediksi penjualan tanpa memeriksa datanya dulu.

TANPA EDA
  • Tidak sadar ada hari dengan penjualan 90 unit yang jauh di luar kebiasaan (mungkin salah input, mungkin flash sale).
  • Model dibangun di atas asumsi data "normal" yang keliru.
DENGAN EDA
  • Statistik & grafik langsung menunjukkan titik data yang mencurigakan.
  • Analis bisa investigasi dulu sebelum data dipakai untuk keputusan bisnis.
EDA adalah "pemeriksaan kesehatan data" sebelum data dipakai untuk keputusan penting — melewatinya sama seperti mengoperasi pasien tanpa diagnosis dulu.

Data Contoh: Penjualan Harian Toko Online (7 Hari)

Dataset ini akan kita pakai berulang kali hari ini untuk statistik deskriptif maupun visualisasi.

UNIT TERJUAL PER HARI — TOKO "BERKAH UMKM"
Senin=12  Selasa=13  Rabu=14  Kamis=15  Jumat=16  Sabtu=18  Minggu=90
Perhatikan angka hari Minggu: 90 unit, jauh lebih tinggi dari hari-hari lain. Simpan dulu kecurigaan ini — kita akan buktikan lewat statistik dan grafik di slide-slide berikutnya.

Ukuran Pemusatan: Mean, Median, Modus

Tiga cara berbeda untuk menjawab "di sekitar angka berapa data ini berkumpul?"

MEAN (RATA-RATA)
Jumlah semua nilai dibagi banyaknya data. Sensitif terhadap nilai ekstrem/outlier.
MEDIAN
Nilai tengah setelah data diurutkan. Tahan terhadap outlier — glos: robust.
MODUS
Nilai yang paling sering muncul. Cocok untuk data kategorikal (mis. kota asal pelanggan).
Aturan praktis: kalau data punya outlier yang mencolok, median lebih dipercaya daripada mean untuk menggambarkan "nilai khas".

Coba Sendiri: Bandingkan Mean, Median & Modus

Ubah salah satu angka data — terutama jadi nilai ekstrem — lalu amati mengapa mean bergeser jauh sementara median relatif diam.

Hitung dari Nol: Mean & Median

Data penjualan 7 hari (sudah diurutkan): 12, 13, 14, 15, 16, 18, 90

LangkahPerhitunganNilai
1. Jumlah data (n)Banyaknya hari
n = 7
2. Total (Σx)12+13+14+15+16+18+90
178
3. MeanΣx ÷ n = 178 ÷ 7
25,43
4. Posisi median(n+1) ÷ 2 = 8 ÷ 2
data ke-4
5. MedianNilai data urutan ke-4
15

Perhatikan: mean (25,43) jauh lebih tinggi dari median (15) — tanda kuat adanya outlier (hari Minggu = 90).

Ukuran Sebaran: Range, Variansi, Standar Deviasi

Mean dan median hanya menunjukkan "pusat" data — kita juga perlu tahu seberapa beragam datanya.

RANGE
Nilai maksimum dikurangi minimum. Paling sederhana, tapi sangat sensitif terhadap outlier.
VARIANSI & STD DEV
Rata-rata kuadrat jarak tiap data ke mean. Standar deviasi (akar dari variansi) punya satuan yang sama dengan data asli, sehingga lebih mudah diinterpretasi.
std dev = √(Σ(x − mean)² ÷ n)

Coba Sendiri: Bandingkan Range, Variansi & Standar Deviasi

Ubah data Anda dan lihat langsung bagaimana ketiga ukuran sebaran bereaksi berbeda terhadap variasi maupun nilai ekstrem.

Hitung dari Nol: Standar Deviasi

Data baru: rating kepuasan 5 pelanggan marketplace (skala 1–5): 4, 5, 3, 4, 4

LangkahPerhitunganNilai
1. Mean(4+5+3+4+4) ÷ 5 = 20 ÷ 5
4
2. Kuadrat selisih tiap data0²+1²+(-1)²+0²+0²
0+1+1+0+0 = 2
3. VariansiΣ(x-mean)² ÷ n = 2 ÷ 5
0,4
4. Standar deviasi√0,4
≈ 0,63
5. InterpretasiStd dev kecil relatif terhadap skala 1–5
rating konsisten

Kuartil, IQR & Cara Matematis Mendeteksi Outlier

Kembali ke data penjualan 7 hari: 12, 13, 14, 15, 16, 18, 90 (sudah terurut, median = 15)

  • Separuh bawah (12, 13, 14) → Q1 = 13
  • Separuh atas (16, 18, 90) → Q3 = 18
  • IQR = Q3 − Q1 = 18 − 13 = 5
  • Batas atas = Q3 + 1,5×IQR = 18 + 7,5 = 25,5
  • 90 > 25,5 → terdeteksi sebagai outlier!
  • Kesimpulan: penjualan Minggu perlu diinvestigasi (flash sale? salah input?).
Bagian 2
Visualisasi Data — Membuat Angka "Bicara"
Statistik deskriptif meringkas angka; visualisasi membuat pola, bentuk sebaran, dan anomali langsung terlihat oleh mata.

Histogram: Melihat Bentuk Sebaran Data

Histogram mengelompokkan data numerik ke dalam beberapa "kelas" (bin) dan menghitung frekuensinya.

Distribusi menceng kanan (right-skewed) — khas data transaksi/omzetoutlierrendahtinggifrekuensi
Bentuk "ekor panjang ke kanan" seperti ini sangat umum pada data omzet/transaksi — mayoritas nilai kecil-sedang, sedikit nilai sangat besar (mis. transaksi korporat di antara ribuan transaksi ritel).

Coba Sendiri: Ubah Jumlah Bin, Ubah Bentuk Histogram

Geser jumlah bin dan lihat bagaimana bentuk sebaran data yang sama bisa terlihat sangat berbeda tergantung pilihan bin.

Boxplot: Merangkum Sebaran & Outlier Sekaligus

Boxplot menggambarkan Q1, median, Q3, whisker (batas wajar), dan titik outlier — dari data penjualan 7 hari kita.

min=12Q1=13median=15Q3=18whisker=1890 (outlier)
Boxplot langsung menampilkan lima angka penting sekaligus dalam satu gambar ringkas — jauh lebih cepat dibaca daripada tabel statistik.

Coba Sendiri: Bangun Boxplot dari Data Anda

Ubah data lalu lihat Q1, median, Q3, IQR, dan boxplot-nya tergambar otomatis — termasuk titik mana yang ditandai outlier.

Scatter Plot: Melihat Hubungan Dua Variabel

Contoh: hubungan antara biaya iklan digital (Rp) dan jumlah transaksi harian sebuah toko online.

biaya iklan (Rp) →jumlah transaksi
Titik-titik yang naik bersama membentuk pola garis lurus menandakan korelasi positif: makin besar biaya iklan, makin banyak transaksi (bukan berarti otomatis sebab-akibat).

Coba Sendiri: Bentuk Pola Hubungan pada Scatter Plot

Geser titik-titik data dan amati bagaimana kekuatan serta arah hubungan (korelasi) antara dua variabel berubah.

Bar Chart vs Line Chart: Kapan Pakai yang Mana?

Jenis GrafikKapan DipakaiContoh Kasus Bisnis
Bar ChartMembandingkan nilai antar-kategori yang terpisahPenjualan per kategori produk (fesyen, elektronik, makanan) di sebuah toko
Line ChartMenunjukkan tren/perubahan sepanjang waktuPergerakan harga saham BBCA harian selama sebulan
Kesalahan umum pemula: memakai line chart untuk data kategori (tidak ada urutan waktu) — ini menyesatkan karena garis mengesankan ada "perjalanan" antar-kategori yang sebenarnya tidak ada.
Bagian 3
Deteksi Anomali — Praktik EDA di Python
Menggabungkan statistik dan visualisasi menjadi satu alur kerja praktis: mengenali data yang aneh sebelum melangkah ke analisis lanjutan.

Anomali: Kesalahan Data atau Sinyal Bisnis Penting?

Walkthrough: menyikapi outlier penjualan hari Minggu (90 unit) secara sistematis.

LANGKAH 1–2
  1. Statistik & boxplot menandai 90 sebagai outlier (di luar batas 25,5).
  2. Analis tidak langsung membuang data ini — harus diinvestigasi dulu.
LANGKAH 3–4
  1. Cek log transaksi: ternyata ada flash sale gajian hari itu — data valid, bukan error.
  2. Keputusan: simpan data, tapi beri catatan/label "hari promosi" agar tidak menyesatkan model rata-rata harian normal.

Praktik: EDA Ringkas dengan Python (pandas)

Satu fungsi .describe() menghasilkan hampir semua statistik yang kita hitung manual hari ini.

CONTOH KODE — STATISTIK & VISUALISASI DASAR
# hitung statistik deskriptif sekaligus
penjualan.describe()

# deteksi outlier pakai IQR
Q1, Q3 = penjualan.quantile([0.25, 0.75])
IQR = Q3 - Q1
batas_atas = Q3 + 1.5 * IQR

# visualisasi cepat
penjualan.plot(kind="box")
penjualan.plot(kind="hist")
Empat baris kode ini menggantikan seluruh perhitungan manual di slide 7, 9, dan 10 — tapi Anda tetap wajib paham logikanya, bukan sekadar menyalin kode.

Latihan Praktik: EDA pada Data Rating Produk

Kerjakan di Jupyter Notebook/Google Colab Anda, dikerjakan berpasangan (15 menit).

INSTRUKSI
  1. Buat data rating 8 produk sebuah toko online (skala 1–5), sertakan minimal satu nilai ekstrem.
  2. Hitung mean, median, dan standar deviasi memakai pandas (.mean(), .median(), .std()).
  3. Hitung Q1, Q3, dan IQR, lalu tentukan batas atas/bawah outlier.
  4. Buat boxplot dan histogram dari data tersebut, screenshot hasilnya.
  5. Tulis 2–3 kalimat kesimpulan: apakah ada outlier? Apa kemungkinan penyebabnya secara bisnis?
Kumpulkan notebook (.ipynb) beserta kesimpulan lewat sistem pembelajaran sebelum pertemuan berikutnya.

Ringkasan Pertemuan 4

STATISTIK DESKRIPTIF
  • Mean, median, modus meringkas pusat data.
  • Range, variansi, std dev, IQR meringkas sebaran data.
  • Outlier terdeteksi lewat aturan Q3 + 1,5×IQR.
VISUALISASI & ANOMALI
  • Histogram → bentuk sebaran; Boxplot → ringkasan + outlier.
  • Scatter plot → hubungan 2 variabel; Bar/Line → kategori vs tren waktu.
  • Outlier harus diinvestigasi, tidak otomatis dibuang.
Minggu depan: Klastering K-Means — mengelompokkan data pelanggan/produk secara otomatis berdasarkan kemiripan karakteristik, memakai fondasi statistik yang sudah Anda kuasai hari ini.