Dari pertanyaan bisnis mentah sampai keputusan berbasis data: enam tahap yang berulang, bukan satu jalur lurus.
RPS MINGGU 2 • 2X50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan tahapan siklus analisis data dan mempraktikkan dua perhitungan dasar kualitas data. Secara rinci:
CAPAIAN 1
TAHAPAN
Menjelaskan enam tahap siklus analisis data: pemahaman bisnis, pengumpulan, penyiapan, eksplorasi, pemodelan, dan interpretasi.
CAPAIAN 2
SUMBER DATA
Membedakan data primer vs sekunder dan internal vs eksternal sebagai bahan baku analisis.
CAPAIAN 3
KUALITAS
Menghitung tingkat kelengkapan data dan mendeteksi outlier memakai metode IQR.
CAPAIAN 4
ITERATIF
Memahami mengapa siklus analisis data bersifat berulang, bukan satu kali jalan lurus ke depan.
Studi Kasus: Kenapa Tokopedia Tidak Asal Tebak?
Bayangkan tim data sebuah marketplace seperti Tokopedia melihat penjualan kategori fesyen turun 18% bulan ini. Pimpinan minta jawaban besok pagi. Tanpa siklus yang jelas, tim bisa terjebak tiga jebakan ini:
JEBAKAN 1
ASUMSI
Langsung menyimpulkan "pesaing turunkan harga" tanpa mengecek data — lompat ke kesimpulan.
JEBAKAN 2
DATA KOTOR
Data transaksi punya baris kosong dan duplikat, tapi tetap dianalisis apa adanya.
JEBAKAN 3
SEKALI JALAN
Begitu grafik dibuat, tim berhenti — padahal temuan baru sering butuh putaran ulang.
Siklus analisis data adalah kerangka kerja yang mencegah tiga jebakan ini — memaksa Anda bertanya, memeriksa data, lalu menyimpulkan secara bertahap dan bisa dipertanggungjawabkan.
Bagian 1 dari 3
Peta Siklus & Tahap Awal
Enam tahap siklus analisis data, lalu dua tahap pertama: memahami masalah bisnis dan mengumpulkan datanya.
Enam Tahap Siklus Analisis Data
Siklus ini digambarkan sebagai lingkaran, bukan garis lurus — tahap terakhir sering memicu Anda kembali ke tahap awal.
Ingat singkatannya: Pahami → Kumpulkan → Siapkan → Eksplorasi → Modelkan → Interpretasi — lalu ulangi bila perlu.
Tahap 1: Memahami Masalah Bisnis
Tahap ini paling sering diremehkan pemula — padahal kesalahan di sini membuat seluruh analisis salah arah, walaupun perhitungannya benar.
Pertanyaan Wajib Dijawab
Apa keputusan bisnis yang akan diambil dari hasil analisis ini?
Siapa pemangku kepentingan (stakeholder) yang akan memakai hasilnya?
Metrik apa yang jadi tolok ukur keberhasilan?
Contoh: UMKM Kopi "Berkah Jaya"
Pemilik toko kopi online di Shopee ingin tahu kenapa pesanan berulang (repeat order) menurun. Ini bukan sekadar "analisis penjualan" — targetnya spesifik: memahami perilaku pelanggan lama, bukan pelanggan baru.
Jebakan umum: mulai membuka Excel/Python dulu sebelum pertanyaan bisnisnya jelas. Hasilnya analisis "keren" tapi tidak relevan.
Tahap 2: Mengumpulkan Data
Setelah pertanyaan bisnis jelas, Anda memutuskan data apa yang dibutuhkan dan dari mana mengambilnya.
DATA PRIMER
DIKUMPULKAN SENDIRI
Survei kepuasan pelanggan, wawancara, atau log transaksi yang langsung dicatat oleh tim Anda sendiri.
DATA SEKUNDER
SUDAH TERSEDIA
Laporan BPS, data publik Bank Indonesia (BI), atau dashboard internal yang sudah ada, tinggal dipakai ulang.
INTERNAL
DARI DALAM
Basis data transaksi toko, sistem Point of Sale (POS), atau Customer Relationship Management (CRM) perusahaan sendiri.
EKSTERNAL
DARI LUAR
Application Programming Interface (API) media sosial, data cuaca, atau data pesaing dari laporan pihak ketiga.
Tahap 3: Menyiapkan & Membersihkan Data
Data mentah jarang langsung siap dianalisis. Praktisi memperkirakan tahap ini menghabiskan ~60-80% waktu sebuah proyek data.
MASALAH 1
HILANG
Sel kosong (missing value) — misalnya kolom harga tidak terisi di sebagian baris.
MASALAH 2
DUPLIKAT
Baris transaksi yang tercatat dua kali akibat kesalahan sistem input.
MASALAH 3
FORMAT
Tanggal tertulis "01/06/2026" di satu baris dan "1 Juni 2026" di baris lain.
Data yang bersih bukan berarti "sempurna" — tujuannya adalah data yang cukup dipercaya untuk mendukung keputusan yang akan diambil di tahap 1.
Coba Sendiri: Isi Nilai Kosong dengan Rata-rata
Ubah angka pada kolom yang punya sel kosong dan lihat bagaimana teknik mean imputation mengisinya secara otomatis.
Hitung dari Nol: Tingkat Kelengkapan Data
Dataset "Toko Berkah" berisi 500 transaksi bulan Juni, dengan 4 kolom wajib: tanggal, harga, jumlah, metode bayar. Saat diperiksa, ditemukan 90 sel kosong.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Total sel yang wajib terisi
500 baris × 4 kolom
2.000 sel
2. Sel kosong ditemukan
Hasil pemeriksaan langsung
90 sel
3. Sel terisi
2.000 − 90
1.910 sel
4. Tingkat kelengkapan (completeness rate)
1.910 / 2.000 × 100
95,5%
HASIL
95,5%
Data cukup lengkap untuk dianalisis lanjut, tapi 90 sel kosong tetap perlu ditangani (dihapus/diisi rata-rata)
Coba Sendiri: Skor Kelengkapan & Kualitas Data
Ubah jumlah baris, kolom, dan sel kosong untuk melihat bagaimana skor kualitas data berubah secara langsung.
Bagian 2 dari 3
Inti Analisis
Mendeteksi data aneh, lalu tiga tahap inti: eksplorasi, pemodelan, dan interpretasi hasil.
Hitung dari Nol: Deteksi Data Aneh (Outlier)
Biaya kirim 8 transaksi "Berkah Jaya" (ribu Rp), sudah diurutkan: 12, 15, 18, 20, 22, 25, 28, 95. Angka 95 terlihat aneh — kita buktikan dengan metode IQR (Interquartile Range, rentang antar-kuartil).
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Kuartil 1 (median separuh bawah: 12,15,18,20)
(15 + 18) / 2
Q1 = 16,5
2. Kuartil 3 (median separuh atas: 22,25,28,95)
(25 + 28) / 2
Q3 = 26,5
3. Rentang antar-kuartil (IQR)
26,5 − 16,5
IQR = 10
4. Batas atas kewajaran
26,5 + (1,5 × 10)
41,5
KESIMPULAN
95 > 41,5
Transaksi dengan biaya kirim Rp95.000 dinyatakan OUTLIER — perlu dicek manual, bukan langsung dihapus
Coba Sendiri: Deteksi Outlier dengan Metode IQR
Masukkan angka data Anda sendiri dan lihat batas kewajaran IQR terhitung otomatis, lengkap dengan titik mana yang dinyatakan outlier.
Tahap 4: Eksplorasi Data (EDA)
Exploratory Data Analysis (EDA) adalah proses "berkenalan" dengan data lewat ringkasan angka dan gambar sebelum membuat kesimpulan besar.
Statistik Deskriptif
Rata-rata dan median nilai transaksi
Sebaran (standar deviasi) — apakah datanya seragam atau beragam
Nilai minimum & maksimum untuk cek kewajaran
Visualisasi Awal
Histogram — sebaran harga produk terjual
Diagram batang — penjualan per kategori produk
Diagram garis — tren penjualan harian sebulan
EDA bukan tahap "hiasan" — di sinilah pola tersembunyi, tren aneh, atau kelompok pelanggan tertentu biasanya pertama kali terlihat oleh mata.
Tahap 5: Memodelkan — Empat Jenis Analitik
Bergantung pada pertanyaan bisnis di tahap 1, Anda memilih salah satu (atau kombinasi) dari empat jenis analitik berikut.
DESKRIPTIF
APA YANG TERJADI?
"Penjualan bulan lalu Rp45 juta." Meringkas kejadian masa lalu.
DIAGNOSTIK
KENAPA TERJADI?
"Turun karena promosi pesaing." Mencari sebab dari pola data.
PREDIKTIF
APA YANG AKAN TERJADI?
"Penjualan bulan depan diperkirakan naik 5%." Meramalkan masa depan (materi pertemuan 7–9).
PRESKRIPTIF
APA YANG HARUS DILAKUKAN?
"Naikkan stok kategori X sebesar 20%." Merekomendasikan tindakan.
Tahap 6: Interpretasi & Komunikasi Hasil
Analisis paling canggih pun tidak berguna kalau hasilnya tidak bisa dipahami dan dipercaya oleh pengambil keputusan.
Bukan Sekadar Angka
Ubah angka menjadi cerita (storytelling) yang relevan dengan masalah bisnis
Bandingkan dengan target atau standar industri, bukan angka lepas
Jujur soal batasan analisis — data apa yang belum tercakup
Contoh: Laporan ke Pemilik Berkah Jaya
Bukan: "Repeat order turun 12%."
Tapi: "Repeat order turun 12% karena 60% pelanggan lama tidak dapat notifikasi promo — rekomendasi: aktifkan ulang WhatsApp Business."
Bagian 3 dari 3
Siklus Berulang & Praktik
Mengapa siklus ini tidak pernah benar-benar "selesai", peran tools, dan latihan kelas hari ini.
Walkthrough: Siklus yang Berputar Ulang
Kasus nyata: tim data GoTo menganalisis alasan pengemudi berhenti aktif. Perhatikan bagaimana mereka kembali ke tahap sebelumnya dua kali.
Langkah
Kejadian
Tindakan
1. Mulai (Tahap 1–4)
Analisis awal: pengemudi berhenti karena "pendapatan rendah"
Lanjut ke pemodelan
2. Temuan janggal
Data ternyata belum memisahkan pengemudi motor vs mobil
Kembali ke Tahap 2 — kumpulkan data tambahan jenis kendaraan
3. Analisis ulang
Setelah dipisah, pola beda: motor berhenti karena jam kerja, mobil karena BBM
Lanjut ke pemodelan lanjutan
4. Interpretasi akhir
Dua rekomendasi berbeda per segmen pengemudi
Kembali ke Tahap 1 — validasi ulang ke tim operasional
Dua kali "kembali" ini bukan kegagalan — justru tanda proses analisis yang disiplin dan jujur terhadap data.
Peran Tools Sepanjang Siklus
Setiap tahap siklus punya alat bantu yang berbeda — mata kuliah ini akan mengajarkan Anda memakainya secara praktik langsung mulai pertemuan depan.
PENGUMPULAN & PENYIAPAN
EXCEL / SQL
Untuk data berskala kecil-menengah dan query basis data transaksi.
EKSPLORASI & PEMODELAN
PYTHON / R
Bahasa pemrograman untuk analisis statistik dan machine learning — mulai dipraktikkan pertemuan 3.
KOMUNIKASI HASIL
DASHBOARD
Visualisasi interaktif (mis. Power BI/Tableau) untuk presentasi ke non-teknis — dibahas pertemuan 11–12.
Tools hanyalah alat — kerangka berpikir siklus yang Anda pelajari hari ini tetap sama walau alatnya berganti seiring waktu.
Latihan Kelas: Susun Siklusnya!
Sebuah kedai kopi digital "Ngopi Yuk" ingin tahu produk mana yang harus dipromosikan bulan depan. Kerjakan berkelompok (10 menit), lalu presentasikan singkat.
Instruksi
Tuliskan 1 pertanyaan bisnis spesifik (Tahap 1) untuk kasus ini
Sebutkan 2 sumber data yang relevan (primer/sekunder)
Sebutkan 1 masalah kualitas data yang mungkin muncul
Pilih 1 jenis analitik (deskriptif/diagnostik/prediktif/preskriptif) yang paling cocok
DATA YANG TERSEDIA
300 TRANSAKSI
3 bulan terakhir: nama produk, jumlah terjual, harga, tanggal, rating ulasan pelanggan (1–5).
Rangkuman: Cheat Sheet Siklus Analisis Data
Tahap
Pertanyaan Kunci
Output
1. Pahami Bisnis
Keputusan apa yang mau diambil?
Pertanyaan bisnis yang spesifik
2. Kumpulkan Data
Data apa & dari mana?
Dataset mentah
3. Siapkan Data
Apakah data sudah bersih?
Dataset siap analisis (& skor kelengkapan)
4. Eksplorasi (EDA)
Pola apa yang terlihat?
Statistik deskriptif & grafik awal
5. Modelkan
Deskriptif/diagnostik/prediktif/preskriptif?
Model atau analisis formal
6. Interpretasi
Apa artinya bagi bisnis?
Rekomendasi & cerita data
Ingat: siklus ini berputar, bukan garis lurus — kembali ke tahap awal adalah hal normal, bukan kegagalan.
Sebelum Pertemuan Berikutnya
Tugas Individu
Unduh 1 dataset publik kecil (mis. dari Kaggle atau data.go.id)
Hitung tingkat kelengkapan data-nya sendiri seperti latihan hari ini
Tulis 1 paragraf pertanyaan bisnis yang bisa dijawab dataset itu
Kumpulkan sebelum pertemuan 3 dimulai
PERTEMUAN 3
DASAR R/PYTHON
Praktik langsung menulis kode pertama Anda untuk memanipulasi data — bawa laptop, pastikan Python/R sudah terinstal.