‹ Daftar slidePertemuan 1: Pengantar Data Science & Big Data dalam Bisnis Digital
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Laboratorium Sains Data
Pertemuan 1 — Pengantar Data Science & Big Data dalam Bisnis Digital
Mengapa "data" menjadi aset paling berharga di era bisnis digital, dan bagaimana ilmu data mengubah tumpukan angka mentah menjadi keputusan bisnis yang lebih baik.
RPS MINGGU 1 • 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan konsep dasar data science dan big data serta relevansinya bagi bisnis digital. Secara rinci:
KONSEP
Definisi
Data Science & Big Data
Menjelaskan apa itu data science, siapa data scientist, apa itu big data, dan mengapa keduanya meledak dalam satu dekade terakhir.
KARAKTERISTIK
5V
Ciri Khas Big Data
Mengidentifikasi lima karakteristik big data (Volume, Velocity, Variety, Veracity, Value) beserta contoh nyatanya di bisnis digital Indonesia.
PENERAPAN
Studi Kasus
Bisnis Digital
Mengaitkan konsep data science dengan praktik nyata platform seperti Tokopedia, Gojek, dan pasar modal (BEI).
KESADARAN
Etika
Data & Privasi
Memahami tanggung jawab etis dalam mengolah data, termasuk kewajiban dasar di bawah UU Pelindungan Data Pribadi.
Bagian 1 dari 3
Apa Itu Data Science, dan Mengapa Meledak Sekarang?
Sebelum bicara big data, kita perlu memahami dulu disiplin ilmu yang mengolahnya: dari mana asalnya, siapa pelakunya, dan mengapa permintaannya melonjak tajam dalam sepuluh tahun terakhir.
Apa Itu Data Science?
Data science (sains data) adalah bidang interdisipliner yang menggabungkan statistika, pemrograman komputer, dan pengetahuan domain (bisnis) untuk mengekstraksi wawasan (insight) dari data mentah demi mendukung pengambilan keputusan.
Data Mentah → Diolah & Dianalisis → Wawasan → Keputusan Bisnis
Data Scientist
Praktisi yang merancang cara mengumpulkan, membersihkan, menganalisis, dan memvisualisasikan data agar bermakna bagi pengambil keputusan bisnis.
Bukan Sekadar Excel
Berbeda dari analis data konvensional, data scientist juga membangun model prediktif (mis. memprediksi pelanggan yang akan berhenti berlangganan).
Mengapa Data Science Meledak Sekarang?
Tiga faktor yang bertemu bersamaan membuat data science menjadi kebutuhan mendesak bagi bisnis digital dalam dekade terakhir:
01 • DATA
Ledakan Volume
Transaksi e-commerce, media sosial, dan sensor IoT menghasilkan data dalam jumlah yang tak terbayangkan satu dekade lalu.
02 • INFRASTRUKTUR
Komputasi Murah
Cloud computing (komputasi awan — sewa server via internet) membuat penyimpanan & pemrosesan data jauh lebih terjangkau dibanding satu dekade lalu.
03 • ALGORITMA
Alat Makin Matang
Pustaka open-source (kode sumber terbuka, gratis dipakai) seperti Python & R membuat analisis lanjutan bisa dipakai siapa saja, tak hanya pakar.
Ketiganya bertemu bersamaan: data melimpah, biaya olah data turun drastis, dan alat analisisnya makin mudah diakses mahasiswa sekalipun.
Tiga Pilar Keahlian Data Scientist
Seorang data scientist ideal berdiri di persimpangan tiga bidang keahlian berikut:
Ketiganya tumpang tindih di tengah — itulah wilayah kerja data scientist sejati.
Data Science dalam Bisnis Digital
Hampir setiap keputusan bisnis digital hari ini ditopang oleh analisis data, bukan lagi sekadar intuisi:
E-commerce
Sistem rekomendasi produk di Tokopedia & Shopee berdasarkan riwayat belanja.
Deteksi transaksi mencurigakan (fraud) secara otomatis.
Analis di BEI memakai data historis harga saham (mis. BBCA) untuk memprediksi tren pasar.
Bahkan UMKM yang berjualan lewat WhatsApp Business kini bisa memakai data histori chat pelanggan untuk memetakan produk terlaris.
Bagian 2 dari 3
Big Data: Definisi dan Karakteristik 5V
Salah satu bahan bakar utama data science adalah big data. Mari kita bedah definisinya, lima karakteristik khasnya, dan hitung sendiri seberapa besar data yang dihasilkan bisnis digital setiap hari.
Apa Itu Big Data?
Big data (data besar) adalah kumpulan data yang volumenya, kecepatan alirnya, atau keragamannya melampaui kapasitas alat pengolahan data tradisional seperti spreadsheet atau basis data (database) relasional konvensional.
DATA TRADISIONAL
Terstruktur & Terbatas
Misalnya data penjualan bulanan toko fisik dalam satu file Excel — masih bisa dibuka & dihitung manual.
BIG DATA
Masif & Beragam
Misalnya klik, lokasi GPS, dan ulasan jutaan pengguna Gojek per hari — butuh infrastruktur & algoritma khusus.
Lima Karakteristik Big Data (5V)
Sebuah data baru layak disebut big data jika memenuhi sebagian besar dari lima karakteristik ini sekaligus — bukan cukup satu saja.
Coba Sendiri: Uji Data Anda dengan Kerangka 3V
Geser tiap dimensi (volume, velocity, variety) dan amati bagaimana kombinasinya menentukan apakah suatu data pantas disebut big data.
Hitung dari Nol: Volume Data Transaksi E-commerce
Berapa besar volume data yang dihasilkan sebuah toko online skala menengah dalam setahun? Mari kita hitung langkah demi langkah.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Transaksi per hari
asumsi platform skala menengah
500.000 transaksi
2. Ukuran data per transaksi
ID user, produk, waktu, lokasi, metode bayar
2 KB
3. Volume harian
500.000 × 2 KB
1.000.000 KB ≈ 1 GB
4. Volume bulanan
1 GB × 30 hari
30 GB
5. Volume tahunan
30 GB × 12 bulan
360 GB
HASIL AKHIR
≈ 360 GB / tahun
Hanya dari data transaksi — belum termasuk klik, foto produk, atau ulasan pelanggan.
Hitung dari Nol: Velocity Data Clickstream
Clickstream (jejak klik) adalah rekaman setiap interaksi pengguna di aplikasi. Mari kita hitung seberapa cepat data ini mengalir masuk.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Pengguna aktif per menit
asumsi jam sibuk aplikasi
10.000 pengguna
2. Interaksi/klik per pengguna
rata-rata per menit
3 klik
3. Event per menit
10.000 × 3
30.000 event
4. Event per jam
30.000 × 60
1.800.000 event
5. Event per hari
1.800.000 × 24 (asumsi trafik merata)
43.200.000 event
HASIL AKHIR
≈ 43,2 juta event/hari
Data ini harus diproses hampir seketika (real-time), bukan menunggu akhir hari.
Coba Sendiri: Kalkulator Volume & Velocity Anda Sendiri
Ubah angka transaksi harian dan ukuran data per transaksi untuk melihat langsung bagaimana volume dan velocity data berubah.
Sumber-Sumber Big Data dalam Bisnis Digital
Interaksi Pengguna
Transaksi & riwayat belanja (Tokopedia, Shopee)
Klik, pencarian, dan waktu berselancar di aplikasi
Ulasan & rating produk
Operasional & Sensor
Data GPS perjalanan (Gojek, Grab)
Sensor IoT (Internet of Things) di gudang logistik
Data tick harga saham real-time di BEI
Media sosial (Instagram, TikTok, X) juga jadi sumber penting: sentimen publik terhadap sebuah merek bisa dianalisis dari jutaan unggahan & komentar setiap hari.
Data Tradisional vs Big Data
Aspek
Data Tradisional
Big Data
Ukuran
Kilobyte – Megabyte
Gigabyte – Petabyte ke atas
Struktur
Terstruktur (tabel rapi)
Terstruktur, semi-, & tak terstruktur
Kecepatan Masuk
Berkala (harian/bulanan)
Real-time / hampir seketika
Alat Olah
Excel, database relasional biasa
Cloud computing, framework khusus (mis. Hadoop)
Contoh
Buku kas UMKM bulanan
Log klik jutaan pengguna Tokopedia
Bagian 3 dari 3
Ekosistem, Alur Kerja, dan Etika Data Science
Sebagai penutup, kita intip sekilas siklus kerja data scientist, alat yang akan kita pakai sepanjang semester, satu studi kasus nyata, dan tanggung jawab etis dalam mengolah data pribadi.
Sekilas Siklus Kerja Data Science
Data scientist bekerja dalam siklus berulang, bukan proses satu arah. Berikut gambaran sederhana yang akan kita bedah tuntas di Pertemuan 2.
Enam tahap ini bersifat siklus (berulang) — hasil evaluasi seringkali mengarahkan kita kembali memahami bisnis dari sudut baru. Detail tiap tahap akan kita bahas tuntas minggu depan.
Alat yang Akan Kita Pakai: Python & R
Laboratorium ini memakai dua bahasa pemrograman populer untuk data science. Keduanya gratis dan didukung komunitas besar.
PYTHON
Serbaguna
Pustaka populer: pandas (manipulasi data), scikit-learn (machine learning). Banyak dipakai industri, termasuk startup digital Indonesia.
R
Fokus Statistik
Pustaka populer: tidyverse (pengolahan & visualisasi data). Kuat untuk analisis statistik akademik & riset.
Mulai Pertemuan 3, Anda akan praktik langsung menulis kode dasar di salah satu (atau kedua) bahasa ini untuk memanipulasi data.
Studi Kasus: Data di Balik Layar Gojek & Tokopedia
Gojek — Tarif Dinamis & Pencocokan Driver
Data GPS & histori perjalanan direkam tiap detik dari jutaan pengguna.
Model menghitung permintaan vs ketersediaan pengemudi per area & jam.
Hasil: tarif otomatis menyesuaikan (naik saat hujan/jam sibuk) & waktu tunggu penumpang lebih singkat.
Tokopedia — Sistem Rekomendasi Produk
Riwayat pencarian, klik, & pembelian tiap pengguna dikumpulkan.
Algoritma mencari pola kemiripan antar-pengguna & antar-produk.
Hasil: rekomendasi "produk yang mungkin Anda suka" meningkatkan penjualan.
Etika & Privasi dalam Mengolah Data
Mengolah data pelanggan bukan sekadar soal teknis, tetapi juga tanggung jawab hukum & etis, terutama di bawah UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP No. 27/2022).
Prinsip Dasar
Consent (persetujuan) — data hanya boleh dikumpulkan dengan izin pemilik data.
Purpose limitation — data hanya dipakai sesuai tujuan yang disepakati.
Contoh Penerapan
UMKM yang mengumpulkan nomor WhatsApp pelanggan wajib menjaga kerahasiaannya.
Platform seperti Tokopedia wajib melapor bila terjadi kebocoran data.
Ringkasan & Sebelum Pertemuan 2
Ringkasan Hari Ini
Data science = statistika + pemrograman + pengetahuan domain.
Big data dicirikan oleh 5V: Volume, Velocity, Variety, Veracity, Value.
Bisnis digital Indonesia (Tokopedia, Gojek, BEI) sudah menerapkannya nyata.
Mengolah data pelanggan tunduk pada UU PDP.
Latihan Sebelum Pertemuan 2
Pilih 1 aplikasi digital yang Anda pakai sehari-hari (mis. Tokopedia, Gojek, atau aplikasi bank).
Identifikasi minimal 3 sumber big data di aplikasi tersebut.
Tentukan karakteristik 5V mana yang paling menonjol pada tiap sumber, dan jelaskan alasannya secara singkat.
Bawa hasil identifikasi Anda ke Pertemuan 2 — kita akan memakainya sebagai contoh saat membahas siklus analisis data secara lengkap.