‹ Daftar slidePertemuan 6: Rencana Pemasaran untuk Wirausaha
Prodi Umum • FEB UNDIP
Kewirausahaan
Pertemuan 6 — Rencana Pemasaran untuk Wirausaha
Dari ide produk yang sudah dituangkan di Business Model Canvas menuju rencana pemasaran konkret: siapa target pembeli, apa pembeda usaha Anda, dan bagaimana produk itu sampai ke tangan konsumen.
RPS MINGGU 6 • 2X50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu:
CAPAIAN 1 — ANALISIS PASAR
SEGMENTING, TARGETING, POSITIONING
Membagi pasar, memilih sasaran, dan merumuskan posisi unik produk di benak konsumen.
CAPAIAN 2 — BAURAN PEMASARAN
MERANCANG 4P: PRODUCT, PRICE, PLACE, PROMOTION
Menyusun keputusan produk, harga, saluran distribusi, dan promosi yang saling mendukung.
CAPAIAN 3 — PEMASARAN DIGITAL
MENGHITUNG CAC & ROAS SEDERHANA
Memilih kanal digital yang tepat dan menghitung efektivitas biaya iklan.
CAPAIAN 4 — DOKUMEN RENCANA
MENYUSUN RENCANA PEMASARAN TERTULIS
Merangkai seluruh elemen analisis menjadi satu dokumen rencana pemasaran yang siap dieksekusi.
Kenapa Usaha Bagus Bisa Sepi Pembeli?
Produk enak atau desain bagus saja tidak cukup. Banyak usaha kecil di Indonesia tutup bukan karena produknya buruk, tapi karena tidak ada rencana pemasaran yang jelas.
TANPA RENCANA PEMASARAN
Jualan Asal Jalan
Menyasar "semua orang", promosi acak di media sosial tanpa target, harga ditentukan asal-asalan, saluran jual seadanya.
DENGAN RENCANA PEMASARAN
Jualan Terarah
Tahu persis siapa target pembeli, harga terhitung dari biaya, kanal promosi terukur, dan anggaran dipakai efisien.
Rencana pemasaran bukan dokumen formalitas — ini peta jalan supaya modal dan waktu Anda tidak habis untuk strategi yang salah sasaran.
Contoh: penjual skincare bisa segmentasi berdasarkan usia (18–25 tahun) sekaligus perilaku (peduli bahan alami, sering belanja di marketplace seperti Shopee).
Targeting: Memilih Pasar Sasaran
Setelah pasar tersegmentasi, wirausaha harus memilih strategi targeting: segmen mana yang akan dilayani, dan seberapa luas cakupannya.
TANPA PEMBEDA
Undifferentiated
Satu produk untuk seluruh pasar tanpa membedakan segmen. Cocok untuk kebutuhan dasar (mis. air mineral).
BEBERAPA SEGMEN
Differentiated
Menyasar beberapa segmen dengan penawaran berbeda-beda (mis. kedai kopi dengan menu reguler & premium).
SATU SEGMEN KECIL
Niche / Concentrated
Fokus pada satu segmen sempit tapi dikuasai penuh. Umum dipakai usaha baru dengan modal terbatas.
Bagi wirausaha pemula, strategi niche sering paling realistis: modal terbatas lebih efektif dipakai menguasai satu segmen dulu, baru meluas.
Positioning: Membangun Persepsi Unik
Positioning adalah bagaimana Anda ingin produk diingat di benak konsumen, dibanding pesaing. Mari susun positioning statement langkah demi langkah.
Kasus 1 — Kedai Kopi Lokal
Target: mahasiswa dan pekerja muda di sekitar kampus
Kategori: kedai kopi susu kekinian
Pembeda: harga terjangkau + biji kopi petani lokal Temanggung
Positioning: "Kopi susu enak, harga mahasiswa, mendukung petani lokal"
Kasus 2 — Kerajinan Batik Tulis
Target: profesional muda usia 25–40 tahun
Kategori: batik tulis modern siap pakai
Pembeda: motif kontemporer, proses tulis tangan bersertifikat
Positioning: "Batik tulis otentik dengan desain masa kini"
Coba Sendiri: Petakan Posisi Produk Anda
Geser posisi produk Anda dan pesaing pada peta harga vs kualitas, lalu amati celah mana yang masih kosong.
Bauran Pemasaran: 4P
Setelah STP jelas, wirausaha merancang marketing mix atau bauran pemasaran — empat keputusan yang harus saling mendukung.
Product: Merancang Tingkatan Produk
Setiap produk punya tiga lapis nilai bagi pembeli. Wirausaha yang hanya fokus pada lapis inti sering kalah saing dengan yang menggarap ketiganya.
LAPIS 1
Produk Inti
Manfaat dasar yang dicari pembeli. Contoh: kopi untuk menghilangkan kantuk.
LAPIS 2
Produk Aktual
Wujud nyata: rasa, kemasan, merek, kualitas bahan. Contoh: kopi susu gula aren dalam botol kaca.
LAPIS 3
Produk Tambahan
Nilai tambah di luar produk: garansi, layanan antar, kartu member. Contoh: gratis isi ulang ke-10.
Semakin ketat persaingan (mis. bisnis kopi kekinian), produk tambahan sering menjadi pembeda utama, bukan lagi rasa kopinya saja.
Price: Hitung dari Nol — Menentukan Harga Jual
Metode cost-plus pricing (harga berbasis biaya): hitung dulu biaya produksi per unit (HPP), lalu tambahkan margin keuntungan yang wajar. Kasus: keripik singkong "Kripik Barokah".
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Bahan baku per kg keripik (1,5 kg singkong × Rp8.000)
1,5 × Rp8.000
Rp12.000
2. Tenaga kerja langsung per kg
Upah pengupas & penggoreng
Rp5.000
3. Overhead per kg (kemasan, gas, listrik)
Biaya tidak langsung
Rp3.000
4. Total HPP per kg
Rp12.000 + Rp5.000 + Rp3.000
Rp20.000
5. Margin keuntungan (40% x HPP)
40% × Rp20.000
Rp8.000
6. Harga jual per kg
Rp20.000 + Rp8.000
Rp28.000
Harga Jual
Rp28.000 / kg
Margin 40% dari HPP — UMKM non-PKP (omzet < Rp4,8 miliar/tahun) tidak memungut PPN.
Place: Memilih Saluran Distribusi
Saluran distribusi menentukan seberapa mudah pembeli menjangkau produk Anda. Wirausaha baru biasanya mengombinasikan beberapa saluran sekaligus.
SALURAN LANGSUNG
Jual Sendiri
Toko fisik/gerobak, WhatsApp Business, website sendiri. Margin lebih besar, jangkauan terbatas.
MARKETPLACE
Lapak Digital
Tokopedia, Shopee, TikTok Shop. Jangkauan luas & kepercayaan pembeli tinggi, tapi kena komisi platform.
RESELLER/AGEN
Mitra Penjual
Pihak lain menjual ulang produk Anda dengan margin. Memperluas jangkauan tanpa menambah modal toko.
Jangan taruh semua telur di satu keranjang: kombinasi 2–3 saluran distribusi mengurangi risiko kalau satu kanal tiba-tiba sepi order.
Promotion: Bauran Promosi
Promosi bukan cuma "pasang iklan". Ada beberapa alat yang bisa dikombinasikan sesuai anggaran dan target pasar.
Public relations: liputan media, endorse mikro-influencer
Alat Promosi Digital
Konten organik di Instagram/TikTok
Iklan berbayar (Meta Ads, TikTok Ads)
Program afiliasi/reseller di marketplace
WhatsApp broadcast ke pelanggan lama
Bagian 2 dari 3
Pemasaran Digital untuk UMKM
Anggaran pemasaran wirausaha pemula biasanya terbatas, sehingga setiap rupiah yang dikeluarkan untuk iklan harus bisa diukur hasilnya.
Kanal DigitalCAC & ROASBranding
Memilih Kanal Pemasaran Digital
Tidak semua kanal digital cocok untuk semua usaha. Pilih sesuai target pasar (dari STP) dan jenis produk.
MEDIA SOSIAL
Instagram & TikTok
Cocok untuk produk visual (kuliner, fesyen, kerajinan). Bangun awareness lewat konten & interaksi.
MARKETPLACE
Tokopedia, Shopee, dll.
Cocok untuk produk fisik siap kirim. Manfaatkan fitur iklan internal & ulasan pembeli untuk kepercayaan.
MESIN PENCARI
SEO & SEM
Search Engine Optimization (dioptimalkan gratis) & Search Engine Marketing (iklan Google). Cocok untuk jasa yang dicari aktif.
PESAN LANGSUNG
WhatsApp Business
Murah & personal untuk merawat pelanggan lama, katalog produk, dan konfirmasi pesanan.
Hitung dari Nol — CAC & ROAS Iklan Digital
CAC (Customer Acquisition Cost, biaya mendapatkan satu pembeli baru) dan ROAS (Return on Ad Spend, imbal hasil iklan) adalah dua indikator wajib sebelum menambah anggaran iklan. Kasus: "Batik Semarangan" beriklan di Instagram.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Anggaran iklan sebulan
Data pengeluaran iklan
Rp1.500.000
2. Jumlah klik ke toko online
Data dashboard iklan
500 klik
3. Jumlah pembeli (konversi 4%)
4% × 500 klik
20 pembeli
4. CAC (biaya per pembeli baru)
Rp1.500.000 ÷ 20
Rp75.000
5. Total pendapatan dari iklan
20 × Rp250.000
Rp5.000.000
6. ROAS
Rp5.000.000 ÷ Rp1.500.000
3,33x
Hasil
CAC Rp75.000 • ROAS 3,33x
Setiap Rp1 iklan menghasilkan Rp3,33 penjualan — efisien jika margin produk lebih besar dari CAC.
Coba Sendiri: Hitung CAC dan ROAS Iklan Anda
Ubah anggaran iklan, jumlah klik, dan tingkat konversi, lalu amati bagaimana CAC dan ROAS berubah.
Branding Sederhana bagi Wirausaha Pemula
Branding adalah bagaimana usaha Anda dikenali dan diingat — bukan cuma logo, tapi keseluruhan kesan yang ditinggalkan di benak pembeli.
NAMA USAHA
Mudah Diingat & Diucapkan
Hindari nama terlalu panjang atau sulit dieja; pastikan belum dipakai usaha lain (cek merek).
LOGO & VISUAL
Konsisten di Semua Kanal
Warna & font sama di kemasan, Instagram, dan marketplace, supaya mudah dikenali.
USP
Unique Selling Proposition
Satu kalimat pendek: apa yang membuat usaha Anda beda dan layak dipilih dibanding pesaing.
USP bukan slogan iklan mewah — cukup jujur dan spesifik, misalnya "keripik singkong tanpa pengawet, digoreng harian".
Bagian 3 dari 3
Menyusun Dokumen Rencana Pemasaran
Seluruh analisis STP, 4P, dan pemasaran digital tadi perlu dirangkai menjadi satu dokumen tertulis yang siap dieksekusi dan dievaluasi.
Struktur DokumenStudi KasusLatihan
Struktur Dokumen Rencana Pemasaran
Rencana pemasaran wirausaha pemula tidak perlu panjang — cukup lima bagian ini disusun runtut dan terukur.
Aturan praktis: setiap bagian cukup setengah sampai satu halaman — dokumen pendek yang benar-benar dipakai lebih baik daripada dokumen tebal yang tidak pernah dibuka lagi.
Studi Kasus: Rencana Pemasaran Warung Nasi Kotak
Mari telusuri bagaimana usaha katering rumahan kecil di Semarang menyusun rencana pemasarannya, bertahap dari nol.
Tahap Awal — Sebelum Rencana
Ibu Sri berjualan nasi kotak lewat status WhatsApp pribadi saja
Pembeli hanya tetangga & kenalan, order naik-turun tak menentu
Harga ditentukan asal, kadang rugi tanpa disadari
Tahap Setelah — Dengan Rencana
STP: target kantor kecil di sekitar rumah butuh nasi kotak rapat
4P: menu paket rapat, harga dihitung dari HPP, promosi via Instagram + WhatsApp Business, terima pesan-antar minimal 10 kotak
Hasil: order rutin mingguan dari 3 kantor langganan dalam 2 bulan
Latihan: Susun Rencana Pemasaran Usaha Anda
Kerjakan berkelompok (2–3 orang) menggunakan ide usaha dari Business Model Canvas Anda di pertemuan sebelumnya.
Instruksi Tugas
Langkah 1: Tentukan STP — siapa segmen, target, dan satu kalimat positioning usaha Anda.
Langkah 2: Rancang 4P — produk, harga (hitung HPP sederhana), saluran distribusi, dan 2 alat promosi.
Langkah 3: Pilih 1 kanal digital utama, perkirakan anggaran iklan sebulan dan estimasi CAC-nya.
Langkah 4: Tuliskan hasilnya dalam format 1 halaman mengikuti struktur 5 bagian tadi.
Kumpulkan sebagai draf 1 halaman di akhir sesi — ini akan menjadi bagian dari rencana bisnis komprehensif untuk simulasi pitching di akhir semester.