Bagaimana warga negara Indonesia memandang diri, tanah air, dan bangsanya sebagai satu kesatuan — dari konsep dasar sampai tantangan di era digital.
RPS MINGGU 12 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Konsep Dasar Wawasan Kebangsaan
Pengertian, akar historis, unsur pembentuk, dan kaitannya dengan Wawasan Nusantara.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memahami empat hal berikut (Sub-CPMK Minggu 12).
TUJUAN 1
01
Menjelaskan pengertian dan latar belakang historis Wawasan Kebangsaan Indonesia.
TUJUAN 2
02
Mengidentifikasi unsur-unsur pembentuk dan hubungannya dengan Wawasan Nusantara.
TUJUAN 3
03
Menganalisis dimensi Wawasan Kebangsaan dalam bidang politik, ekonomi, sosial-budaya, dan pertahanan-keamanan.
TUJUAN 4
04
Mengevaluasi tantangan kontemporer dan strategi penguatan Wawasan Kebangsaan, termasuk peran bela negara.
Apa Itu Wawasan Kebangsaan?
Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, yang mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional.
Glosarium:Kebangsaan berarti ciri-ciri yang menandai golongan bangsa; wawasan berarti cara pandang atau cara memandang sesuatu. Digabungkan, Wawasan Kebangsaan berarti cara suatu bangsa memandang diri dan lingkungannya dalam mengatur kehidupan bernegara.
Tiga unsur pokok: (1) kesadaran sebagai satu bangsa; (2) rasa cinta tanah air yang mendorong sikap rela berkorban; (3) tekad bersama mewujudkan tujuan nasional yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.
Latar Belakang Historis: Bertahap Menuju Satu Bangsa
Wawasan Kebangsaan Indonesia tidak lahir sekaligus, melainkan terbentuk lewat rangkaian peristiwa sejarah yang saling menguatkan.
Tahap
Peristiwa
Makna bagi Wawasan Kebangsaan
1908
Kebangkitan Nasional (Budi Utomo)
Awal kesadaran berorganisasi lintas kedaerahan
1928
Sumpah Pemuda
Ikrar satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa
1945
Proklamasi Kemerdekaan
Kedaulatan penuh sebagai satu negara-bangsa
1957–1957
Deklarasi Djuanda
Laut sebagai pemersatu, bukan pemisah wilayah
1998–kini
Reformasi & desentralisasi
Wawasan kebangsaan diuji oleh otonomi & keberagaman
Unsur-Unsur Pembentuk Wawasan Kebangsaan
SATU TANAH AIR
Wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke sebagai satu kesatuan geografis.
Darat, laut, dan udara dipandang menyatu, bukan terpisah-pisah.
SATU BANGSA
Identitas kolektif di atas ratusan suku, agama, dan bahasa daerah.
Terikat oleh Bhinneka Tunggal Ika — berbeda-beda tetapi tetap satu.
SATU IDEOLOGI
Pancasila sebagai dasar dan pemersatu nilai bersama.
UUD 1945 sebagai konstitusi yang mengikat seluruh warga negara.
Wawasan Nusantara: Wujud Geopolitik Wawasan Kebangsaan
Wawasan Nusantara adalah cara pandang geopolitik bangsa Indonesia yang memandang darat, laut, dan udara sebagai satu kesatuan wilayah, politik, sosial-budaya, ekonomi, serta pertahanan-keamanan — landasan konkret dari Wawasan Kebangsaan.
Bagian 2 dari 3
Dimensi dan Implementasi Wawasan Kebangsaan
Delapan aspek ketahanan nasional, penerapan lintas bidang, dan tantangan kontemporer.
Asta Gatra: Delapan Aspek Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional Indonesia diukur dari perpaduan Trigatra (tiga aspek alamiah, relatif tetap) dan Pancagatra (lima aspek sosial, dapat berubah lewat kebijakan).
Dimensi Wawasan Kebangsaan: Politik dan Ekonomi
BIDANG POLITIK
Kesatuan sistem politik nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Kehidupan politik yang menghargai perbedaan pendapat tanpa mengancam persatuan.
Contoh: pemilu damai lintas partai, tanpa politik identitas yang memecah belah.
BIDANG EKONOMI
Kesatuan ekonomi nasional: kekayaan alam dan potensi ekonomi milik bersama seluruh bangsa.
Pemerataan pembangunan antarwilayah, tidak hanya terpusat di Jawa.
Contoh: UMKM di daerah terpencil terhubung pasar nasional lewat platform digital seperti Tokopedia.
Dimensi Wawasan Kebangsaan: Sosial-Budaya dan Hankam
BIDANG SOSIAL-BUDAYA
Keberagaman suku, agama, dan bahasa dipandang sebagai kekayaan, bukan ancaman.
Interaksi antarbudaya membentuk identitas nasional yang inklusif.
Contoh: pertukaran mahasiswa antardaerah lewat program Kampus Merdeka.
BIDANG PERTAHANAN-KEAMANAN
Keamanan nasional adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya TNI/Polri.
Contoh: kewaspadaan warga terhadap penyebaran konten radikal di media sosial.
Hitung dari Nol: Indeks Wawasan Kebangsaan Mahasiswa
Ilustrasi hasil survei sederhana empat dimensi Wawasan Kebangsaan pada satu angkatan mahasiswa, masing-masing berbobot sama.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Dimensi Politik (bobot 25%), skor 78
78 × 25%
19,5
Dimensi Ekonomi (bobot 25%), skor 72
72 × 25%
18
Dimensi Sosial-Budaya (bobot 25%), skor 85
85 × 25%
21,25
Dimensi Hankam (bobot 25%), skor 70
70 × 25%
17,5
Total: 19,5 + 18 + 21,25 + 17,5
Jumlah seluruh dimensi
76,25
INDEKS WAWASAN KEBANGSAAN
76,25
Kategori: cukup baik, dimensi ekonomi & hankam perlu diperkuat
Tantangan Wawasan Kebangsaan di Era Digital
RADIKALISME & INTOLERANSI
Paham yang menolak keberagaman dan ingin mengganti dasar negara.
Rekrutmen kini sering lewat media sosial & komunitas daring tertutup.
HOAKS & POLARISASI
Informasi palsu yang sengaja menyulut kebencian antarkelompok.
Algoritma media sosial memperkuat “gelembung” opini yang sama.
Tantangan lain: kesenjangan ekonomi antarwilayah, sentimen kedaerahan berlebihan (etnosentrisme), dan lemahnya literasi digital generasi muda.
Studi Kasus: Hoaks Pemilu dan Perpecahan Sosial
Bertahap: bagaimana satu unggahan hoaks bisa berkembang menjadi konflik sosial nyata.
Tahap
Yang Terjadi
Dampak
1. Unggahan awal
Video lama diedit ulang, disertai narasi kebencian terhadap satu kelompok
Viral dalam hitungan jam di media sosial
2. Penyebaran
Dibagikan ulang tanpa verifikasi, memakai judul provokatif
Jutaan warganet terpapar tanpa konteks penuh
3. Reaksi sosial
Muncul komentar kebencian, ajakan boikot, bahkan ancaman fisik
Ketegangan nyata di dunia maya & sebagian ke dunia nyata
4. Klarifikasi
Cek fakta lembaga resmi membuktikan video palsu
Kepercayaan publik sudah telanjur terkikis
Bela Negara: Wujud Konkret Wawasan Kebangsaan
Bela negara diatur dalam UU No. 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara — bukan hanya soal militer, melainkan sikap dan perilaku setiap warga negara.
NILAI 1–2
Cinta tanah air & kesadaran berbangsa dan bernegara.
NILAI 3–4
Setia pada Pancasila sebagai ideologi negara & rela berkorban untuk bangsa.
NILAI 5
Kemampuan awal bela negara (fisik, mental, dan kompetensi sesuai profesi).
Bagi mahasiswa: bela negara bisa berwujud belajar sungguh-sungguh, menaati hukum, menolak hoaks, dan berkontribusi lewat keahlian — misalnya mahasiswa FEB mendampingi UMKM naik kelas secara digital.
Bagian 3 dari 3
Penguatan Wawasan Kebangsaan
Strategi konkret, ilustrasi partisipasi mahasiswa, dan rangkuman pertemuan.
Strategi Penguatan Wawasan Kebangsaan
Keempat strategi ini saling melengkapi: pendidikan membentuk pemahaman, literasi digital menjaga daya kritis, kearifan lokal merawat identitas, gotong royong mempraktikkan persatuan.
Hitung dari Nol: Partisipasi Mahasiswa dalam Program Bela Negara
Ilustrasi tingkat partisipasi mahasiswa satu angkatan FEB UNDIP dalam program bela negara kampus.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Total mahasiswa angkatan aktif
Data pangkalan akademik
1.200 orang
Peserta terdaftar program bela negara kampus
Data kepesertaan
180 orang
Tingkat partisipasi (180 ÷ 1.200) × 100
180 ÷ 1.200 × 100
15%
TINGKAT PARTISIPASI
~15%
Target kampus: naik menjadi 20% tahun depan
Latihan Diskusi Kelompok
Diskusikan dalam kelompok 3–4 orang selama 10 menit, lalu siapkan satu juru bicara untuk berbagi ke kelas.
PERTANYAAN DISKUSI
Dari empat dimensi Wawasan Kebangsaan (politik, ekonomi, sosial-budaya, hankam), menurut kelompok Anda dimensi mana yang paling rentan di lingkungan kampus saat ini? Mengapa?
Sebutkan satu contoh hoaks atau konten provokatif yang pernah Anda lihat di media sosial. Bagaimana seharusnya Anda merespons sebelum membagikannya?
Rancang satu ide sederhana program bela negara yang relevan bagi mahasiswa FEB UNDIP, sesuai keahlian bisnis dan ekonomi kalian.
Fokus pada argumen yang berbasis contoh nyata dari pengalaman kelompok, bukan sekadar hafalan teori.
Rangkuman & Menuju Pertemuan 12
Konsep
Inti
Wawasan Kebangsaan
Cara pandang bangsa mengutamakan kesatuan & persatuan wilayah
Wawasan Nusantara
Darat, laut, udara sebagai satu kesatuan geopolitik NKRI
Asta Gatra
Trigatra (alamiah) + Pancagatra (sosial) = ketahanan nasional
Tantangan kontemporer
Radikalisme, hoaks, polarisasi media sosial, kesenjangan ekonomi
Bela negara
Sikap warga negara, bukan hanya urusan militer (UU 23/2019)
Pertemuan 12 akan membahas Permasalahan Kebangsaan secara lebih mendalam — bawa contoh isu aktual yang Anda temukan di media sosial minggu ini. Terima Kasih atas partisipasi Anda hari ini!