stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-08
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 8: Strategi Entry Asia-Pasifik — Bartlett-Ghoshal IR Grid
RPS minggu 9 · 2x50 menit

Strategi Entry Asia

Mode Ekspor, Lisensi, JV, Wholly Owned — Bartlett-Ghoshal IR Grid

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 4: merancang strategi entry Asia. Empat indikator capaian.

Jam ke-1 (50 menit)
  • 4 mode entry: ekspor, lisensi, JV, wholly owned
  • Trade-off: kontrol vs risiko
  • Faktor pilih: country risk, R&D intensity, brand
Jam ke-2 (50 menit)
  • Bartlett-Ghoshal IR Grid: 4 strategi
  • Studi kasus: Unilever Indonesia, Toyota Asia
  • Entry Indonesia untuk MNC Asia (Samsung, LG)
Posisi alur: entry (P8) → rencana bisnis (P9) → mini-kasus (P10).

Mengapa Entry Mode Penting?

Entry mode menentukan: (1) kontrol operasional, (2) komitmen sumber daya, (3) eksposur risiko, (4) potensi return.

Rendah risiko
Ekspor
Mulai dari ekspor — paling murah, kontrol rendah
Menengah
JV / Lisensi
Share Risiko dengan partner lokal
Tinggi risiko-return
Wholly Owned
Kontrol penuh, komitmen besar
Pertanyaan: mana mode yang paling tepat untuk startup Indonesia masuk Vietnam? Untuk Samsung masuk Indonesia? Trade-off berbeda.
Bagian 1 · 1/4
4 Mode Entry Asia
Diskusi: kalau Anda CEO perusahaan batik Indonesia yang ingin ekspansi ke Jepang, mode apa? Mengapa?

4 Mode Entry — Perbandingan

Empat mode entry dari rendah ke tinggi kontrol dan risiko.

ModeKontrolRisikoReturnContoh Asia
Ekspor langsungRendahRendahRendahIndofood ekspor ke Asia via distributor
Lisensi / FranchiseRendah-MenengahRendahRendah-MenengahEs Teh Indonesia franchise ke Malaysia
Joint Venture (JV)MenengahMenengahMenengahHonda JV dengan Astra Honda Motor
Wholly OwnedTinggiTinggiTinggiToyota wholly owned Karawang; Samsung Cileungsi
Pelajaran: tidak ada mode "terbaik" — tergantung konteks. Wholly owned = kontrol tinggi tapi komitmen besar. JV = bagus untuk pasar asing dengan partner lokal.

Faktor Penentu Pilih Mode

Lima faktor utama yang menentukan pilihan entry mode.

FaktorTarik ke Ekspor/LisensiTarik ke JV/Wholly Owned
Country riskTinggi (proteksi)Rendah (komitmen aman)
R&D intensityRendah (commodity)Tinggi (jaga IP)
Brand strengthTinggi (mahal)
Cultural distanceBesar (butuh partner)Kecil (mandiri)
Regulasi lokalBebas (boleh FDI)Wajib partner lokal (FDI dibatasi)
Pelajaran: Indonesia-India butuh JV karena regulasi FDI. Indonesia-Cina bisa wholly owned jika sektor boleh. R&D-intensive → wholly owned untuk jaga IP.

Hitung dari Nol: Matriks Skoring Mode Entry

Mari hitung dari nol skoring mode entry untuk ekspansi Indonesia ke Vietnam (fiktif FMCG).

Faktor (bobot)EksporLisensiJVWholly
Country risk (20%)5432
Market growth (25%)2345
Cultural distance (15%)2253
R&D intensity (20%)3245
Regulasi (20%)4542
Skor total3,153,204,003,55
Catatan: bobot & skor ilustratif. Insight: JV skor tertinggi 4,00 — masuk akal untuk FMCG Indonesia ekspansi Vietnam (cultural distance menengah, growth tinggi, perlu partner lokal).
Bagian 2 · 2/4
Bartlett-Ghoshal IR Grid — 4 Strategi Global
Diskusi: apakah Unilever Indonesia "global" atau "lokal"? Bagaimana Toyota?

Bartlett-Ghoshal IR Grid

Empat strategi berdasarkan 2 dimensi: tekanan integrasi global vs respons lokal.

StrategiIntegrasi GlobalRespons LokalContoh
Multinasional (Multi-domestic)RendahTinggiUnilever (adaptasi lokal kuat)
InternasionalRendahRendah(jarang; pemain kecil)
GlobalTinggiRendahToyota (platform global)
TransnationalTinggiTinggiSamsung, Unilever modern
Pelajaran: strategi transnational (kanan-atas) adalah ideal tapi sulit — butuh learning global + adaptasi lokal. Banyak MNC Asia berkembang ke arah ini.

Studi Kasus Asia: Unilever & Toyota

Dua ikon Asia-Pasifik dengan strategi berbeda di IR Grid.

Unilever Indonesia — Transnational
  • R&D global untuk formulasi (deodorant, sabun)
  • Adaptasi lokal: Sariwangi, Bango, Pepsodent herbal
  • Supply chain regional ASEAN
  • Brand local + global (Dove, Sunsilk)
  • Strategi: transnational — global + lokal
Toyota Asia — Global
  • Platform global: TNGA (Toyota New Global Architecture)
  • Produksi regional: Karawang, Thailand, India
  • Part standar global; sedikit adaptasi
  • Brand konsisten: "The Toyota Way"
  • Strategi: global — efisiensi tinggi, respons lokal sedang
Pelajaran: Unilever adaptasi lokal kuat (multi-domestic/transnational); Toyota efisiensi global (global). Sesuaikan strategi dengan industri & pasar.
Bagian 3 · 3/4
Entry Indonesia untuk MNC Asia
Diskusi: bagaimana Samsung, LG, Hyundai masuk Indonesia? Mode apa? Mengapa?

MNC Asia Entry Indonesia — Pola Wholly Owned

Mayoritas MNC Asia pilih wholly owned entry Indonesia di sektor manufaktur — karena tech IP dan brand.

MNCModeAsalSektor
Samsung SDIWholly ownedKoreaBattery, smartphone
LG Energy SolutionWholly ownedKoreaEV battery
Hyundai MotorWholly ownedKoreaEV (Ioniq 5)
Toyota MotorWholly ownedJepangMPV, hybrid
Honda MotorJV dengan Astra (AHM)JepangMotor
Tsingshan (Cina)JV lokalCinaSmelter nikel
Huayou (Cina)JV dengan ValeCinaHPAL Weda Bay
Pelajaran: Korea & Jepang wholly owned (tech IP); Cina JV dengan lokal (regulasi tambang wajib partner). Pola berbeda sesuai konteks.
Bagian 4 · 4/4
Implikasi Strategi Entry untuk Indonesia
Diskusi: bagaimana perusahaan Indonesia ekspansi Asia? Mode apa yang paling tepat?

Strategi Outbound Indonesia ke Asia

Tiga jalur outbound Indonesia ke Asia — pilih sesuai resources dan target.

Jalur 1: Ekspor
  • Kopi specialty ke Jepang/Korea
  • Batik ke ASEAN
  • Fashion modest ke MENA
  • Cocok: UKM, modal terbatas
Jalur 2: JV
  • Astra JV di Vietnam
  • Indofood JV di Filipina
  • Telkom JV regional
  • Cocok: market complex, perlu lokal
Jalur 3: Wholly Owned
  • Gojek (sebelum merger)
  • Traveloka regional
  • Bank DBS Indonesia expansion
  • Cocok: tech startup, kapital besar
Pelajaran: tidak ada one-size-fits-all. UKM = ekspor; korporasi menengah = JV; korporasi besar/tech = wholly owned. Indonesia punya potensi besar outbound.

Ringkasan Kunci Pertemuan 8

4 Mode Entry
Ekspor, lisensi, JV, wholly owned — spektrum kontrol-risiko
5 Faktor Pilih
Country risk, R&D, brand, cultural distance, regulasi
IR Grid
Multi-domestic, internasional, global, transnational

Indonesia outbound: ekspor untuk UKM, JV untuk menengah, wholly owned untuk besar. MNC Asia entry Indonesia: wholly owned untuk tech, JV untuk tambang.

Persiapan P9: baca Lasserre bab 10 tentang pengembangan rencana bisnis; siapkan satu bisnis yang ingin Anda kembangkan ke Asia.

Pivot Strategi — Kapan Pindah dari Ekspor ke FDI?

Perusahaan harus tahu kapan upgrade mode entry. Sinyal pivot: volume, tarif, kontrol kualitas.

Sinyal pivotThreshold ilustratifTindakan
Volume ekspor≥ US$ 5-10 juta/tahunEvaluasi wholly owned
Tarif impor tinggi≥ 10-15% MFNTariff jumping FDI
Kontrol kualitasDefect rate >2% karena transportLokalisasi produksi
Lead time>30 hari shipmentPabrik lokal
Brand localizationR&D lokal dibutuhkanSubsidiary dgn R&D
Pelajaran: banyak MNC Asia mulai dari ekspor lalu upgrade. Toyota ekspor ke Indonesia 1970-an, baru wholly owned 1990-an. Pivot bertahap.

Negosiasi JV — Best Practices

JV adalah mode paling kompleks karena negosiasi dengan partner lokal. Lima best practices.

Pre-negosiasi
  • Due diligence partner
  • Clear objectives
  • BATNA & ZOPA
Struktur JV
  • Equity share 50:50 atau 51:49
  • Board composition
  • Veto rights hal krusial
Exit clause
  • Put/call option
  • Tag-along/drag-along
  • Deadlock resolution
Pelajaran: JV tanpa exit clause = jebakan. Astra-Honda JV sukses karena clear governance & exit. Pelajari Astra JV sebagai model.

Diskusi Etika & Sustainability Entry Asia

Pertanyaan kritis: apakah entry mode Anda etis & sustainable? Tidak hanya profitable.

IsuPertanyaan refleksiBest practice
Tenaga kerjaApakah gaji UMR cukup hidup?Living wage, bukan UMR minimum
SuppliersApakah supplier kecil ditekan harga?Fair trade, long-term contract
LingkunganApakah emisi & limbah dikelola?ISO 14001, science-based target
KomunitasApakah komunitas lokal diuntungkan?CSR, local content, training
Anti-korupsiApakah ada transparency & anti-bribery?FCPA, UK Bribery Act compliance
Pelajaran: entry yang hanya profit-driven tanpa sustainability akan rebound. Kasus mining Cina di Afrika: protest & regulasi. ESG kriteria bukan opsi, tapi keharusan.

Refleksi & Self-Assessment

Lima pertanyaan refleksi untuk self-assessment strategi entry.

#Pertanyaan refleksiIndikator pemahaman
1Mengapa wholly owned tinggi return tapi tinggi risiko?Paham trade-off kontrol-risiko
2Kapan JV lebih baik dari wholly owned?Paham 5 faktor entry
3Mengapa Unilever transnational, Toyota global?Paham IR Grid
4Bagaimana pivoting dari ekspor ke FDI?Paham 5 sinyal pivot
5Apa isu ESG utama entry mode Asia?Paham sustainability kriteria
Pelajaran: kalau Anda sulit menjawab, baca ulang Bartlett-Ghoshal 1989 dan Lasserre bab 9. Strategi entry adalah keputusan dengan konsekuensi 10-20 tahun.

Glosarium & Sumber Strategi Entry

Istilah kunci entry mode dan strategi global.

IstilahDefinisi
Entry modeMode masuk pasar asing (ekspor, lisensi, JV, wholly owned)
Wholly owned subsidiaryAnak perusahaan 100% dimiliki — kontrol penuh
Joint Venture (JV)Kerjasama dengan partner lokal — share risiko
Lisensi / FranchiseMemberi hak pakai IP/merek ke pihak lain dengan royalti
IR Grid (Bartlett-Ghoshal)Integrasi-Responsiveness grid — 4 strategi global
TransnationalStrategi mengkombinasikan integrasi global + respons lokal
TNGAToyota New Global Architecture — platform global
FDI wholly ownedFDI dengan 100% kepemilikan asing
Sumber: Bartlett & Ghoshal (1989); Lasserre (2017) bab 9; Hill (2020) bab 13. Terima Kasih, sampai P9!