stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-07
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 7: Prosedur pendirian dan pendaftaran perusahaan di Indonesia

Prosedur Pendirian dan Pendaftaran Perusahaan di Indonesia

Hukum Bisnis — Pertemuan 7

RPS minggu 7 · 2x50 menit

Peta Pertemuan Hari Ini

Posisi dalam Alur Semester
  • P6: Badan usaha negara, legalitas usaha, pembukuan & WDP
  • P7 (hari ini): Prosedur pendirian & pendaftaran perusahaan
  • P8: Hukum pengelolaan bisnis bidang administrasi
Tiga Topik Hari Ini
  • Topik 1 — Dasar Hukum & Prasyarat Pendirian Perusahaan
  • Topik 2 — Prosedur Pendirian PT Selangkah demi Selangkah
  • Topik 3 — Pendaftaran Lanjutan, Klasifikasi Risiko & Kepatuhan

Setelah minggu lalu mengenal ragam bentuk badan usaha dan konsep legalitas secara umum, hari ini kita fokus pada satu pertanyaan praktis: langkah konkret apa saja yang harus ditempuh agar sebuah usaha resmi berbadan hukum di Indonesia?

Tujuan Pembelajaran

01
  • Menjelaskan dasar hukum & prasyarat pendirian PT sesuai UU PT dan UU Cipta Kerja
02
  • Menjabarkan tahapan prosedur pendirian PT dari pengecekan nama hingga NIB terbit
03
  • Menghitung modal ditempatkan/disetor minimum PT dan mengestimasi biaya-waktu pendirian
04
  • Membandingkan PT biasa dan PT Perorangan untuk memilih bentuk yang tepat sesuai skala usaha
Topik 1
Dasar Hukum & Prasyarat Pendirian Perusahaan

Sebelum melangkah ke prosedur teknis, kita perlu memahami fondasi hukum dan syarat dasar yang harus dipenuhi.

Dasar Hukum Pendirian Badan Usaha di Indonesia

Undang-Undang
  • UU 40/2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT)
  • Diubah UU 11/2020 tentang Cipta Kerja (klaster Perseroan Terbatas)
  • Ditetapkan permanen lewat UU 6/2023
Peraturan Pelaksana
  • PP 8/2021: modal dasar & pendaftaran PT (termasuk PT Perorangan untuk UMK)
  • PP 5/2021: Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (OSS-RBA)
  • PP 28/2019: tarif PNBP di lingkungan Kemenkumham

UU Cipta Kerja mengubah cukup signifikan aturan lama: syarat modal dasar minimum Rp 50 juta dihapus, dan diperkenalkan bentuk baru khusus UMK bernama PT Perorangan.

Prasyarat Pendirian PT: Pendiri, Nama, Anggaran Dasar

Pendiri
Minimal 2 orang/badan hukum untuk PT biasa; cukup 1 orang untuk PT Perorangan (khusus Usaha Mikro dan Kecil/UMK).
Nama Perusahaan
Didahului kata "PT", harus unik & belum dipakai badan usaha lain, dicek lewat sistem AHU Online milik Kemenkumham.
Anggaran Dasar
Memuat nama & domisili, maksud & tujuan usaha (KBLI), jangka waktu berdiri, modal, serta susunan pengurus.
KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) adalah kode standar yang menjelaskan bidang usaha perusahaan — wajib dicantumkan sejak tahap anggaran dasar hingga permohonan NIB di OSS.

Isi Minimum Akta Pendirian & Peran Notaris

Akta pendirian adalah akta otentik yang dibuat di hadapan notaris, memuat seluruh anggaran dasar perusahaan (Pasal 8 UU PT).

Peran Notaris
  • Menyusun & membacakan akta di hadapan pendiri
  • Memastikan isi akta sah menurut hukum yang berlaku
  • Mengunggah data akta ke sistem AHU untuk pengesahan
Isi Minimum Akta
  • Identitas lengkap para pendiri
  • Nama, domisili, maksud & tujuan usaha (KBLI)
  • Modal dasar/ditempatkan/disetor & susunan Direksi-Komisaris
PT baru sah sebagai badan hukum sejak SK Menkumham terbit — bukan sejak akta ditandatangani. Beda dengan CV/firma yang tidak memerlukan pengesahan badan hukum.

Hitung dari Nol: Modal Dasar & Modal Disetor PT

Kasus: para pendiri PT Sinar Digital Nusantara menyepakati modal dasar sebesar Rp 200.000.000 saat menyusun anggaran dasar.

LangkahPerhitunganNilai
Modal dasar (disepakati pendiri)diketahuiRp 200.000.000
Minimum modal ditempatkan & disetor (Psl 33 UU PT)diketahui25%
Nilai modal ditempatkan minimum25% x Rp 200.000.000Rp 50.000.000
Modal disetor (harus lunas saat akta ditandatangani)= modal ditempatkanRp 50.000.000
Sisa modal dasar belum ditempatkanRp 200.000.000 − Rp 50.000.000Rp 150.000.000
Topik 2
Prosedur Pendirian PT Selangkah demi Selangkah

Dari ide bisnis menjadi badan hukum resmi — menelusuri setiap tahap yang harus dilalui pendiri.

Alur Keseluruhan Pendirian PT

1. Cek &Pesan Nama2. AktaNotaris3. SKMenkumham4. NPWPBadan5. NIB(OSS-RBA)6. IzinOperasional**sesuai tingkat risiko usaha — lihat Topik 3

Enam simpul ini melibatkan empat instansi berbeda: Notaris, Kemenkumham (AHU), Direktorat Jenderal Pajak, dan sistem OSS-RBA milik BKPM.

Walkthrough: Tahap 1–2 — Cek Nama & Akta Notaris

Kasus: tiga mahasiswa ingin mendirikan PT Karya Boga Nusantara untuk usaha katering online.

LangkahYang DilakukanOutput
Ajukan nama PT via sistem AHU OnlineCek ketersediaan; nama harus unik & belum dipakai badan usaha lainNama dipesan (~60 hari)
Susun draf anggaran dasar bersama pendiriTentukan maksud/tujuan usaha (KBLI), modal, susunan pengurusDraf anggaran dasar siap
Tanda tangan Akta Pendirian di hadapan NotarisMinimal 2 pendiri hadir/kuasa (kecuali PT Perorangan)Akta Notaris terbit
Notaris unggah data akta ke sistem AHUPermohonan pengesahan diajukan otomatis oleh notarisMenunggu SK Menkumham

Walkthrough: Tahap 3–4 — SK Menkumham & NPWP/NIB

Lanjutan kasus PT Karya Boga Nusantara: akta sudah terbit, kini menuju status badan hukum resmi.

LangkahYang DilakukanOutput
Ditjen AHU Kemenkumham verifikasi & terbitkan SKMemeriksa kelengkapan & kesesuaian dokumen aktaSK Pengesahan Badan Hukum
Daftar NPWP Badan lewat DJP Online/KPPLampirkan SK Menkumham & akta pendirianNPWP Badan terbit
Registrasi & isi data di sistem OSS-RBA (BKPM)Input KBLI, lokasi usaha, skala modalNIB terbit
Sistem OSS klasifikasikan tingkat risiko usahaOtomatis berdasarkan KBLI yang diinputSyarat izin lanjutan (Topik 3)

Hitung dari Nol: Estimasi Biaya Awal Pendirian PT

Kasus ilustratif: estimasi biaya tahap awal pendirian PT skala kecil (biaya riil bervariasi per notaris & daerah).

LangkahPerhitunganNilai
Biaya jasa Notaris (akta pendirian)diketahui (ilustrasi)~Rp 3.000.000
PNBP pengesahan badan hukum (Kemenkumham)diketahui (ilustrasi)~Rp 1.000.000
Biaya NPWP Badan (DJP Online)diketahuiRp 0 (gratis)
Biaya NIB via OSS-RBA (BKPM)diketahuiRp 0 (gratis)
Estimasi total biaya awal3.000.000 + 1.000.000 + 0 + 0~Rp 4.000.000
Topik 3
Pendaftaran Lanjutan, Klasifikasi Risiko & Kepatuhan

Setelah NIB terbit, perjalanan legalitas belum sepenuhnya selesai — ada kewajiban lanjutan sesuai tingkat risiko usaha.

Klasifikasi Risiko Usaha dalam OSS-RBA

Rendah
Cukup NIB, tanpa izin tambahan. Contoh: usaha kuliner rumahan skala kecil.
Menengah Rendah
NIB + Sertifikat Standar (pernyataan mandiri pelaku usaha, tanpa verifikasi).
Menengah Tinggi
NIB + Sertifikat Standar yang perlu diverifikasi instansi teknis terkait.
Tinggi
NIB + Izin resmi. Contoh: usaha berdampak besar pada lingkungan/keselamatan.

Semakin tinggi potensi risiko usaha (keselamatan, kesehatan, lingkungan, pemanfaatan sumber daya), semakin banyak persyaratan yang harus dipenuhi setelah NIB terbit.

Wajib Daftar Perusahaan & Legalitas Operasional Tambahan

Wajib Daftar Perusahaan (WDP)
  • Diatur sejak UU 3/1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan
  • Kini terintegrasi otomatis ke dalam NIB sejak OSS-RBA berlaku
  • NIB berfungsi ganda: identitas usaha sekaligus bukti WDP
Legalitas Tambahan Sesuai Sektor
  • Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk usaha dengan bangunan fisik
  • Persetujuan Lingkungan/AMDAL untuk usaha berisiko tinggi
  • Sertifikat halal untuk produk makanan/minuman tertentu

Legalitas & kewajiban administratif lanjutan ini — termasuk pembukuan yang rapi — akan kita bahas lebih dalam pada Pertemuan 8.

PT Perorangan vs PT Persekutuan Modal

AspekPT Persekutuan Modal (biasa)PT Perorangan
Jumlah pendiriMinimal 2 orang/badan hukum1 orang (khusus UMK)
Bentuk pendirianAkta Notaris (akta otentik)Pernyataan Pendirian (tanpa notaris)
Penetapan modalDisepakati bersama pendiri, min. 25% disetorDitentukan sendiri oleh pendiri
Tanggung jawabTerbatas pada saham yang dimilikiTerbatas, selama sesuai kriteria UMK
Target penggunaUsaha skala menengah-besar/multi-pendiriUsaha mikro & kecil perorangan

Studi Kasus: UMKM Kuliner Memilih Bentuk Badan Usaha

Langkah 1 — Identifikasi Kebutuhan
  • Ibu Ratna ingin melegalkan usaha katering rumahan "Dapur Ratna"
  • Omzet sudah ~Rp 400 juta/tahun, ingin ikut tender katering instansi
  • Tender pemerintah mensyaratkan pelaku usaha punya NIB berbadan hukum
Langkah 2 — Pilihan Bentuk & Keputusan
  • Usaha masih memenuhi kriteria Usaha Mikro dan Kecil (UMK)
  • Pilih PT Perorangan: 1 pendiri, tanpa notaris, cepat & murah
  • Lebih sesuai dibanding PT biasa yang butuh 2 pendiri & akta notaris

Prinsip praktis: pilih bentuk badan usaha sesuai skala & kebutuhan riil bisnis Anda, bukan sekadar mengikuti tren pendirian PT.

Kesalahan Umum & Risiko Jika Tidak Terdaftar Resmi

Kesalahan Umum Pendiri Pemula
  • Tidak cek ketersediaan nama sebelum ke notaris
  • Modal disetor tidak sesuai bukti transfer riil ke rekening PT
  • Salah pilih KBLI sehingga klasifikasi risiko usaha keliru
Risiko Jika Tidak Terdaftar Resmi
  • Tidak diakui hukum sebagai badan hukum terpisah
  • Sulit membuka rekening bank & akses pembiayaan/investor
  • Tidak bisa ikut tender pemerintah maupun kerja sama korporat
Legalitas yang tidak lengkap juga mempersulit proses hukum saat perusahaan menghadapi sengketa atau kepailitan — topik yang akan kita bahas pada Pertemuan 9.

Latihan: Rancang Alur Pendirian PT untuk Startup Anda

Instruksi Tugas Kelompok (20 menit)
  • Pilih satu ide usaha digital (mis. e-commerce niche, jasa aplikasi, katering online)
  • Tentukan bentuk badan usaha: PT biasa atau PT Perorangan — jelaskan alasannya
  • Usulkan nama PT & kode KBLI yang relevan dengan usaha tersebut
  • Tentukan modal dasar hipotetis, lalu hitung modal ditempatkan & disetor minimum (25%)
  • Urutkan 6 tahap prosedur pendirian sesuai diagram alur yang sudah dipelajari
  • Siap dipresentasikan singkat (3 menit per kelompok) di akhir sesi