‹ Daftar slidePertemuan 7: Perundingan Kolektif (Collective Bargaining)
RPS minggu 7 · 3x50 menit
Perundingan Kolektif (Collective Bargaining)
Hubungan Industrial — S1 Manajemen FEB UNDIP
Menerapkan proses perundingan kolektif (persiapan, negosiasi, ratifikasi PKB) menggunakan Walton-McKersie (distributif vs integratif).
Peta Pembelajaran Hari Ini
Sub-CPMK: menerapkan proses perundingan kolektif menggunakan walton-mckersie
Jam ke-1 (50 menit)
Definisi collective bargaining (ILO C98)
5 tahap PKB: persiapan-negosiasi-drafting-ratifikasi-implementasi
Subjek wajib vs sukarela vs ilegal
Walton-McKersie: distributif vs integratif
Jam ke-2-3 (100 menit)
HDN-1: posisi negosiasi (range)
HDN-2: ZOPA & BATNA pekerja vs pengusaha
Studi kasus PKB Astra 2022
5 komponen wajib PKB
Mengapa Bargaining Adalah Skill Hidup
Skill collective bargaining bukan hanya untuk serikat vs pengusaha — Anda pakai di negosiasi gaji, kontrak vendor, dan bahkan di rumah. Walton-McKersie adalah lensa universal.
Kasus jangkar: PKB Astra International 2022: perundingan multi-tahap selama 4 bulan, hasil kenaikan upah + tunjangan pendidikan anak + skema bonus produksi.
Apa yang akan kita pelajari
Kerangka teori & regulasi inti
Mekanisme perhitungan kuantitatif
Studi kasus Indonesia terkini
Mengapa penting bagi Anda
Sebagai calon manajer muda, Anda akan langsung berhadapan dengan isu ini
Kesalahan dasar di IR bisa berisiko gugatan PHI & mogok
Kompetensi diferensiasi di pasar kerja pasca-lulus
Bagian 1 · 1/4
Konsep & Tahap Perundingan Kolektif
Pertanyaan diskusi: apa perbedaan perundingan bipartit biasa dengan collective bargaining?
Definisi Collective Bargaining (ILO C98)
Collective bargaining (ILO C98, 1949): mekanisme perundingan sukarela antara employer & serikat untuk menetapkan syarat kerja & kondisi kerja, menghasilkan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
ILO mengklasifikasi subjek PKB: wajib (upah, jam kerja, PHK — harus dinegosiasi), sukarela (tunjangan ekstra, training), ilegal (diskriminasi, melanggar UU).
Wajib
Upah, jam kerja, PHK, K3
Sukarela
Tunjangan ekstra, training, fasilitas
Ilegal
Diskriminasi, melanggar UU
Hitung dari Nol: Posisi Negosiasi (Range) untuk Klausul Upah
Skenario: Memetakan target point & reservation point pekerja vs employer untuk klausul upah. ZOPA = area overlap.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Target pekerja
Upah Rp X (ideal)
highest worker
Reservation pekerja
UMP+5% (BATNA: mogok)
floor worker
Target employer
UMP (ideal)
lowest employer
ZOPA overlap
UMP ≤ agreement ≤ Rp X
ruang deal
ZOPA overlap
Ruang kesepakatan
Tanpa ZOPA (tidak ada overlap), negosiasi deadlock → eskalasi ke mediasi/mogok.
Bagian 2 · 2/4
Model Walton-McKersie
Pertanyaan diskusi: apa beda distributive vs integrative bargaining? Beri 1 contoh.
Distributive Bargaining (Pie Fixed)
Walton & McKersie (1965): distributive bargaining = negosiasi zero-sum (yang menang = yang kalah). Pie tetap, tiap tambahan untuk satu pihak adalah pengurangan untuk pihak lain. Cocok untuk upah nominal.
Karakter
Zero-sum, fixed pie
Contoh
Upah nominal: Rp 100rb/hari vs Rp 120rb/hari
Strategi
Tuntut tinggi, konsesi lambat
Integrative Bargaining (Pie Expandable)
Integrative bargaining = negosiasi win-win. Pie bisa diperluas lewat trade-off (logrolling): satu pihak dapat A, pihak lain dapat B. Cocok untuk tunjangan, training, fleksibilitas.
Karakter
Win-win, pie expandable
Contoh
Tukar: tunjangan transport ↑ vs fleksibilitas jam ↑
Strategi
Identifikasi interest, bukan position
Attitudinal Structuring & Intra-organizational
Walton-McKersie juga mengenali 2 sub-proses: attitudinal structuring (membangun/mengubah sikap para pihak) & intra-organizational bargaining (konsensus internal di tim sendiri sebelum ke meja).
Attitudinal
Bangun trust, kurangi permusuhan
Intra-org
Konsensus internal tim serikat & tim manajemen
Hitung dari Nol: ZOPA & BATNA Pekerja vs Pengusaha (kasus upah)
Skenario: Memetakan ZOPA & BATNA untuk klausul upah di pabrik 500 karyawan.
Langkah
Perhitungan
Nilai
BATNA pekerja
Mogok (berisiko PHK)
reservation UMP+5%
BATNA employer
PHK massal (berisiko besar)
reservation UMP+12%
ZOPA
5%-12% kenaikan
ruang overlap
Pemenang
Pihak dengan BATNA terkuat
Walton-McKersie
Pihak dengan BATNA terkuat
Dominasi rentang ZOPA
Pihak dengan BATNA terkuat (mogok terorganisir vs cadangan kas perusahaan) mendominasi kesepakatan.
Bagian 3 · 3/4
Strategi & Taktik di Ruang Negosiasi
Pertanyaan diskusi: taktik mana yang menurut Anda paling etis? Mana paling efektif?
Taktik Hard vs Soft vs Principled (Fisher-Ury)
Fisher & Ury (Getting to Yes): 3 gaya negosiasi — hard (agresif, menang-kalah), soft (akomodatif), principled (fokus interest, bukan position; objektif kriteria).
Hard
Agresif, target tinggi, ancaman
Soft
Akomodatif, relasi penting
Principled
Interest-based, objektif kriteria
Kesalahan Umum Pemula dalam Negosiasi PKB
Lima kesalahan: (1) tidak persiapan BATNA, (2) fokus position bukan interest, (3) emosional, (4) abaikan intra-org, (5) tidak dokumentasi.
1-2
Tidak persiapan BATNA + fokus position
3-4
Emosional + abaikan konsensus internal
5
Tidak dokumentasi risalah
Studi Kasus: PKB PT Astra International 2022
PKB Astra 2022: perundingan 4 bulan, hasil kenaikan upah + tunjangan pendidikan anak + skema bonus produksi. Contoh integrative bargaining.
Linimasa peristiwa
Jan 2022: Pembukaan: serikat ajukan draft PKB
Feb-Mar 2022: 8 pertemuan negosiasi, beberapa deadlock
Apr 2022: Mediasi via LKS Tripartit
Mei 2022: Tanda tangan PKB 2022-2024
Pertanyaan diskusi kelas
Apa yang membuat PKB Astra integrative?
Peran tunjangan pendidikan & bonus produksi?
Pelajaran untuk perusahaan besar lain?
Coba Sendiri: Geser Target & Reserve, Lihat ZOPA
Atur target dan reservation wage pekerja + pengusaha, lalu amati apakah ada Zone of Possible Agreement (tumpang tampil hijau).
Bagian 4 · 4/4
Penutupan & Ratifikasi PKB
Pertanyaan diskusi: apa 5 komponen wajib PKB menurut UU 13/2003 Pasal 21?
5 Komponen Wajib PKB (UU 13/2003 Pasal 21)
Pasal 21 UU 13/2003: 5 komponen wajib PKB: (1) hak & kewajiban para pihak, (2) hubungan kerja, (3) status kepegawaian, (4) jangka waktu & tanggal mulai berlaku, (5) tanda tangan para pihak.