‹ Daftar slidePertemuan 4: Hukum Ketenagakerjaan Indonesia
RPS minggu 4 · 3x50 menit
Hukum Ketenagakerjaan Indonesia
Hubungan Industrial — S1 Manajemen FEB UNDIP
Mengidentifikasi kerangka hukum ketenagakerjaan Indonesia: UU 13/2003 → UU Cipta Kerja → UU 6/2023 + PP 35/2021.
Peta Pembelajaran Hari Ini
Sub-CPMK: mengidentifikasi kerangka hukum ketenagakerjaan indonesia dan implikasinya bagi praktik ir
Jam ke-1 (50 menit)
Anatomi 18 bab UU 13/2003
10 konsep inti: hubungan kerja, upah, PHK
PKWT vs PKWTT
UU Cipta Kerja & UU 6/2023
Jam ke-2-3 (100 menit)
HDN-1: PKWT vs PKWTT di kasus
HDN-2: pesangon pra vs pasca Cipta Kerja
Studi kasus alih daya bank swasta
Checklist kepatuhan 10 poin
Mengapa Manajer Wajib Tahu Struktur Hukum
Salah klasifikasi PKWT/PKWTT atau salah hitung pesangon = gugatan PHI yang bisa berbiaya ratusan juta. Manajer SDM wajib fasih struktur hukum kerja.
Kasus jangkar: Putusan MK 138/PUU-XVII/2019 menyatakan UU Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat, memaksa perbaikan dalam 2 tahun — diwujudkan via UU 6/2023.
Apa yang akan kita pelajari
Kerangka teori & regulasi inti
Mekanisme perhitungan kuantitatif
Studi kasus Indonesia terkini
Mengapa penting bagi Anda
Sebagai calon manajer muda, Anda akan langsung berhadapan dengan isu ini
Kesalahan dasar di IR bisa berisiko gugatan PHI & mogok
Kompetensi diferensiasi di pasar kerja pasca-lulus
Bagian 1 · 1/4
Anatomi UU 13/2003
Pertanyaan diskusi: sebutkan 3 bab UU 13/2003 yang Anda ingat. Apa isinya?
Lingkup & Struktur 18 Bab UU 13/2003
UU 13/2003 (disahkan 25 Maret 2003) mengonsolidasi 12 UU ketenagakerjaan Orde Baru. 18 bab mencakup: ketentuan umum, perjanjian kerja, upah, jam kerja, PHK, serikat, LKS, PPHI, penyandang disabilitas, anak, wanita, dan lainnya.
Bab I-II
Ketentuan umum + kesetaraan
Bab III-VII
Perjanjian kerja, PKWT/PKWTT, upah
Bab VIII-X
Waktu kerja, istirahat, cuti
Bab XII-XIII
PHK & pesangon
10 Konsep Inti: Hubungan Kerja, Upah, Waktu Kerja, PHK
Sepuluh konsep ini adalah besi beton UU 13/2003. Tanpa penguasaan ini, manajer tidak bisa menjalankan kebijakan SDM yang patuh hukum.
Hubungan Kerja
Ada unsur: kerja, upah, perintah
Upah
Hak pekerja, dibayar bulanan/mingguan
PHK
7 alasan sah, prosedur wajib
Perjanjian Kerja: PKWT vs PKWTT
PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) = kontrak berjangka, maksimal 5 tahun kumulatif (PP 35/2021). PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu) = tetap, tanpa batas waktu.
PKWT
Waktu tertentu, ≤ 5 tahun, tertulis wajib
PKWTT
Tanpa batas waktu, bisa lisan (≤ 3 bln percobaan)
Konversi
PKWT >5 thn otomatis jadi PKWTT
Hitung dari Nol: PKWT vs PKWTT di Kasus Kontrak 1 Tahun
Skenario: Karyawan kontrak 1 tahun untuk proyek khusus. Pertanyaan: PKWT atau PKWTT? Apa hak masing-masing?
Langkah
Perhitungan
Nilai
Durasi
1 tahun (PKWT sah) vs tetap (PKWTT)
PP 35/2021
Bentuk
Tertulis wajib (PKWT) vs lisan bisa (PKWTT)
Pasal 54-56
PHK
Habis kontrak (PKWT) vs prosedural (PKWTT)
Pasal 158+
Pesangon
Tanpa pesangon (PKWT) vs penuh (PKWTT)
kecuali diperjanjikan
Salah klasifikasi
Risiko gugatan PHI
Salah klasifikasi PKWT/PKWTT adalah pelanggaran hukum yang sering memicu gugatan ke PHI — manajer SDM wajib teliti.
Bagian 2 · 2/4
UU Cipta Kerja (UU 11/2020) & UU 6/2023
Pertanyaan diskusi: apa 2 perubahan paling signifikan UU Cipta Kerja untuk IR?
Tujuan & Logika Cipta Kerja untuk IR
UU 11/2020 Cipta Kerja (5 Okt 2020) mengonsolidasi & mengubah 78+ UU termasuk UU 13/2003. Tujuan: simplifikasi, fleksibilitas, dan harmonisasi untuk dorong investasi & lapangan kerja. Diperbaiki via UU 6/2023 (Perppu Cipta Kerja jadi UU, 2 Jan 2023).
Tujuan IR
Simplifikasi + fleksibilitas + kepastian hukum
Perubahan inti
PKWT, UPMK, pesangon, alih daya
Logika
Keseimbangan fleksibilitas vs perlindungan
10 Perubahan Kunci di Bidang Kerja
Sepuluh perubahan utama: PKWT maksimal 5 tahun, hari kerja 40 jam/dasar minggu, pesangon distandarkan via PP 35/2021, alih daya 5 pekerjaan tertentu, UMP disesuaikan via Permenaker, cuti tahunan 12 hari, dll.
Hitung dari Nol: Pesangon 5 Tahun MK: Pra vs Pasca Cipta Kerja
Skenario: Karyawan 5 tahun masa kerja, upah Rp 5 juta/bulan. Bandingkan perhitungan pesangon pra-Cipta Kerja (UU 13/2003 asli) vs pasca (PP 35/2021).
Langkah
Perhitungan
Nilai
Pesangon (1 bln/thn)
5 × 1 bln upah
Rp 25 juta
UPMK (PP 35/2021)
skala 5-9 thn = 2 bln
Rp 10 juta
UPH (cuti + 15%)
cuti + 0.15 × (25+10) jt
Rp 5,25 juta + cuti
Total (pasca CK)
Rp 25+10+5,25 jt + cuti
~Rp 40 juta
Total pasca Cipta Kerja
~Rp 40 juta
Pasca Cipta Kerja: perhitungan pesangon lebih standar & transparan, tapi total entitlement tetap signifikan.
Bagian 3 · 3/4
Putusan MK & Perdebatan
Pertanyaan diskusi: apa implikasi Putusan MK 138/PUU-XVII/2019 bagi UU Cipta Kerja?
Putusan MK 138/PUU-XVII/2019 (Bersyarat)
25 Nov 2021: MK menyatakan UU Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat — memberi waktu 2 tahun untuk perbaikan prosedural (tidak sesuai amanat UUD tentang pembentukan UU). Tidak membatalkan substansi.
Nov 2021
Putusan MK: inkonstitusional bersyarat
2 tahun
Batas waktu perbaikan
Jan 2023
UU 6/2023 (Perppu jadi UU)
UU 6/2023: Perppu Cipta Kerja jadi UU
Pemerintah menerbitkan Perppu 2/2022 (30 Des 2022) untuk menyelamatkan Cipta Kerja sebelum batas MK, lalu disahkan jadi UU 6/2023 (2 Jan 2023). Substansi tetap, prosedur diperbaiki.
Des 2022
Perppu 2/2022 diterbitkan
Jan 2023
Disahkan jadi UU 6/2023
Substansi
Tetap sama dengan UU 11/2020
Studi Kasus: Alih Daya Pra vs Pasca Cipta Kerja di Bank Swasta
Bank swasta nasional: sebelum Cipta Kerja, alih daya security & cleaning tanpa batas. Pasca Cipta Kerja + PP 35/2021 + Permenaker 11/2021: harus klasifikasi 5 pekerjaan tertentu.
Linimasa peristiwa
Pra-2020: Alih daya security, cleaning, IT, HR bebas
2021: Permenaker 11/2021: 5 pekerjaan tertentu
2022-23: Audit & restrukturisasi vendor
Hasil: Konsolidasi vendor + transfer status pekerja
Pertanyaan diskusi kelas
Apa 5 pekerjaan tertentu yang boleh dialihdayakan?
Bagaimana nasib pekerja lama saat vendor berganti?
Pelajaran untuk manajer SDM bank?
Bagian 4 · 4/4
Strategi Kepatuhan Manajerial
Pertanyaan diskusi: apa 3 poin paling rawan dalam audit kepatuhan UU 13/2003 + Cipta Kerja?